penggunaan antibiotika topikal dalam terapi acne

PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TOPIKAL DALAM TERAPI ACNE

Endriyani, S.Farm (078115008)

 

 

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh, kira-kira sebesar 17% dari berat tubuh manusia. Ketebalan kulit berkisar antara 3-5 mm. fungsi utama dari kulit adalah untuk melindungi struktur dibawahnya dari trauma, perbedaan suhu, masuknya benda-benda yang  berbahaya kedalam kulit, kelembaban, radiasi, dan invasi mikroorganisme.

Akne atau jerawat merupakan kelainan umum pada kulit, yang menyebabkan timbulnya lesi kulit yang disebut papul. Lesi kebanyakan timbul pada wajah, leher, punggung, dada dan bahu. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia antara 14-19 tahun, kendati ada beberapa individu yang mengalaminya pada usia 20-30 tahun. Kadang kala akne timbul kembali pada usia menopause. Akne ditandai dengan adanya komedo, yang terbentuk akibat tersumbatnya saluran keluar dari folikel rambut oleh sekresi minyak dan sel-sel kulit mati. Kendati bukan merupakan gangguan kesehatan yang serius, namun akne yang berat dapat menganggu penampilan dan meninggalkan bekas berupa jaringan parut permanen.

Pengobatan akne (jerawat) tergantung apakah jerawat itu sebagian besar meradang atau komedonal. Bila jerawat tidak resfonsif terhadap sediaan topikal, sediaan oral mungkin diperlukan. Antibiotika topikal seperti eritromisin  dan klindamisin mungkin efektif untuk jerawat terinfeksi atau komedonal.

Antibiotik topikal digunakan untuk jerawat dengan tingkat keparahan ringan sampai sedang. Sediaan topikal eritromisin, tetrasiklin, klindamisin, cukup berguna untuk kebanyakan pasien dengan jerawat yang lebih ringan, obat-obat ini dapat menimbulkan iritasi kulit yang ringan tetapi jarang menimbulkan sensitisasi.

Resistensi silang, terutama antara eritromisin dan klindamisin merupakan masalah yang makin besar, untuk menghindari hal ini yaitu :

  •  Sedapat mungkin digunakan antimikroba non antibiotik ( seperti benzoil peroksida)
  •  Hindarkan pengobatan bersama dengan antibiotik oral yang berbeda dengan antibiotic   topikalBila suatu antibiotik efektif digunakan untuk pengobatan ulang.

      ·         Neomisin topikal tidak sesuai karena menimbulkan sensitisasi.

 

Tujuan dan sasaran terapi

Mencengah dan mengontrol gejala munculnya acne

Mencengah atau mengurangi terjadinya acne

Menghambat atau mengurangi peradangan pada acne

Strategi terapi

Terapi non farmakologis

  • Cuci muka tidak perlu terlalu sering dilakukan, cukup dua kali sehari dengan memakai sabun (bukan antiseptik)
  • Jangan biarkan rambut menutupi daerah wajah. Rambut terutama yang kotor, dapat memperburuk kondisi pori-pori yang tersumbat.
  • Gunakan kosmetik yang berbahan dasar air .
  • Jangan memencet atau memecahkan jerawat karena dapat meninggalkan bekas berupa jaringan parut pada kulit.
  • Asupan gizi seimbang juga bermanfaat membantu menjaga kesehatan kulitUsahakan untuk tetap rileks. Stres diketahui merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya akne.

Terapi farmakologis

Beberapa preparat akne mengandung antibiotik topikal, seperti erytromycin, clindamycin, dan neomycin, dengan atau tanpa dikombinasi dengan benzoyl peroxide, dan harus disimpan dilemari es. Preparat ini umumnya bekerja dengan cara membersihkan kulit dari bakteri. Antibiotik biasanya digunakan untuk kombinasi dengan obat lain yang dapat mencengah penyumbatan folikel.

Obat-obat antibiotika topikal

  Nama obat

   Indikasi

Bentuk sediaan

Dosis dan aturan pakai

  keterangan

Klindamisin

  • Comdamsin

 

 

 

 

  • Cindala gel

 

 

 

 

 

  • Dalacin T

 

 

 

 

Pengobatan topikal Akne vulgaris

 

 

 

 

Akne vulgaris

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengobati jerawat

 

Botol

 

 

 

 

 

 

Tube 10 g

 

 

 

 

 

 

 

 

Botol 30 ml larutan topikal

 

Oleskan pada kulit yang berjerawat 2 kali sehari

 

 

 

Oleskan 2 sampai 3 kali sehari

 

 

 

 

 

 

 

Oleskan secukupnya pada daerah jerawat 2 kali sehari

 

Kontraindikasi : hipersensitivitas terhadap komponen obat ini.

Efek samping: iritasi kulit

 

Peringatan: superinfeksi, atopi.

Kontraindikasi: hipersensitiv, riwayat interis regional, kolitis ulseratif atau kolitis karena antibiotik

KI: hipersensitivitas  

 

KI: hipersensitivitas terhadap klindamisin atau linkomisin.

Eritromisin

 

  • Eryderm

 

 

 

  • Erymed

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Aknemycin

 

 

 

 

 

 

  • Jeracin

 

 

 

 

Jerawat

 

 

 

Pengobatan jerawat secara topikal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Obat jerawat

 

 

 

 

 

 

Acne vulgaris terutama yang berbentuk inflamasi dengan papula dan pustula

 

 

Botol 60 ml

 

 

 

-Tube 15 g gel

 

-Botol 30 ml

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-Larutan

 

-Salep

 

-solotion

 

 

 

krim

 

 

Oleskan secukupnya 2 kali sehari

 

Oleskan secukupnya pada daerah lesi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleskan secukupnya pada daerah jerawat

 

 

 

 

Oleskan pagi dan malam hari

 

 

Peringatan: hindari kontak dengan mata dan membran mukosa

 

Peringatan: hindari kontak dengan mata, hidung dan selaput lendir lainnya.

Kontraindikasi: hipersensitivitas terhadap eritromisin.

Efek samping: kulit kering nyeri tekan, gatal, pengelupasan pada kulit, kemerahan, berminyak, rasa panas, iritasi mata

 

Kontraindikasi: hipersensitivitas

Efek samping: kulit kering, rasa terbakar, melunak, ruam, berminyak, urtikaria dan iritasi mata.

Peringatan: hamil dan laktasi, hindari kontak dengan mata, hidung, mulut, dan mukosa membran yang lain.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2000, informatorium Obat Nasional Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Anonim, 2007, Informasi Spesialite Obat Indonesia Volume 42-2007, PT. Ikrar Mandiri, Jakarta.

Anonim, 2007, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi Edisi 6 2006/2007, PT. InfoMaster lisensi dari CMPMedika, Jakarta.

About these ads

4 responses to “penggunaan antibiotika topikal dalam terapi acne

  1. ku mau bertanya nih..
    ak memilki problem jerawat..
    q konsultasi k dokter spesialis kulit yg sudah profesor trus d kasih krim malem Acuatim …
    tetapi selama pemakaian krim tersebut (2 minggu) jerawatnya bertambah parah dan menyebar keseluruh wajah…
    kata dokter tersebut d teruskan pemakaiannnya sudah banyak perubahan (kata dokter)

    yang mau saya tanyakan…. apakah itu merupakan efek pertama saya memakai krim tersebut atau saya tidak cocok dengan krim tersebut???

  2. undang sumpena

    Dear Elizabeth,
    Sedikit yg aku tau mengenai Jerawat antara lain :
    1. Faktor pencetusnya beraneka ragam, tentunya sang dokter akan memberikan therapi sesuai dengan prediksi faktor pencetus tsb
    2. Proses Jerawat itu muncul bukan dalam waktu yg singkat, jadi jelas perlu waktu juga untuk penyembuhannya
    3. Mengingat faktor pencetus yang beraneka, umumnya sang dokterpun akan berbeda dalam memberikan obat-obatan antara pasien yg satu dengan pasien yg lain. Golongan obat yang biasa diberikan dokter, umumnya bersifat komedolitik, topikal antibiotik, anti inflamasi, oral antibiotik, hormon bahkan ada juga obat yg di injeksikan intra lesi. Obat yg mana yang akan dokter berikan yaaa dokter akan menyesuaikan dengan kondisi jerawat pasien tsb
    4. Dari info yg aku dapatkan, pemakaian ACUATIM 2 kali sehari setelah muka dibersihkan terlebih dahulu.

    Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Bagi temen-temen yg ingin berbagi info melalui e-mail, silahkan kontak melalui usumpena.sabana@live.com.

  3. utk terapi acne vulgaris tipe komedonal tp di punggung, dada, lengan atas dn paha…bagaimana ??

  4. halo saya sudah sangat cocok memakai obat jerawat aknemycin, waktu itu saya dibelikan oleh kerabat saya yang seorang dokter di jerman, ternyata sekarang saya sangat kesulitan menemukan aknemycin di indonesia. Dan di jerman sendiri aknemycin harus dibeli dengan menggunakan resep dokter, sayangnya lagi saya sudah hilang kontak dengan kerabat dokter saya. maka dari itu saya mau bertanya dimana saya bisa mendapatkan dan membeli aknemycin keluaran HERMAL jerman di indonesia terutama jakarta atau bandung tanpa resep. bagi yang mengetahui harap menjawab. terimakasih sebelumnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s