TERAPI HORMON PADA KANKER PAYUDARA STADIUM AKHIR

TERAPI HORMON PADA KANKER PAYUDARA STADIUM AKHIR

Monica Arum Sukmajati, S.Farm.

07 8115 058

 

Bagi sebagian orang, ketika mereka mendengar kata kanker maka yang terpikirkan adalah suatu penyakit yang parah dan berujung pada kematian. Pendapat ini bisa dikatakan benar, jika kanker tersebut telah menyebar luas ke bagian-bagian tubuh sehingga sangat sulit untuk diatasi, namun kanker juga bukan sesuatu yang mustahil untuk disembuhkan. Hal ini tidak lepas dari kesadaran individu dalam memperhatikan kesehatan dirinya masing-masing karena deteksi awal kanker menentukan keberhasilan terapi. Semakin dini terdeteksi, maka semakin besar kemungkinan untuk disembuhkan dan begitu juga sebaliknya.

Kanker payudara adalah penyakit dimana sel-sel kanker ditemukan di daerah (jaringan) payudara. Kanker payudara ini terbagi dalam beberapa stadium yaitu kanker payudara in situ, kemudian kanker payudara stadium I – IV. Penggolongan ini berdasarkan tingkat penyebaran sel-sel kanker. Semakin tinggi stadium maka tingkat keparahan (penyebaran) kanker juga semakin tinggi dan semakin sulit untuk disembuhkan.

Kanker payudara ditandai dengan adanya benjolan pada payudara, ukuran salah satu payudara lebih besar, bengkak dan kemerahan pada kulit di sekitar daerah payudara dan yang jarang terjadi adalah menghilangnya puting payudara. Gejala yang biasanya dirasakan berupa rasa sakit yang menusuk, sakit tulang dan juga sulit bernapas. Dengan mengetahui tanda dan gejala ini diharapkan masyarakat menjadi lebih waspada sehingga dapat mendeteksi lebih dini terjadinya kanker payudara.

Terapi yang umum dilakukan untuk mengatasi kanker payudara antara lain adalah melalui operasi, radiasi, kemoterapi dan terapi hormon. Operasi dilakukan untuk kanker payudara stadium awal, dimana dikenal dua jenis operasi yaitu mastectomy dan lumpectomy. Perbedaannya, pada mastectomy dilakukan pengangkatan seluruh payudara sedangkan lumpectomy hanya mengangkat sel-sel kankernya saja. Radiasi dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang tersisa pasca operasi, sedangkan kemoterapi dan terapi hormon terutama dilakukan untuk kanker payudara stadium akhir dimana penyebaran sel-sel kanker sudah sangat luas dan sulit diangkat dengan menggunakan jalan operasi. Kemoterapi dan terapi hormon dilakukan dengan memberikan obat tunggal maupun kombinasi kepada pasien.

Pada makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai terapi kanker payudara dengan menggunakan terapi hormon, terutama pada kanker payudara stadium akhir (IV) dimana sel kanker telah menyebar ke organ lain di dalam tubuh terutama pada tulang, lambung, hati atau otak sehingga pengangkatan sel kanker melalui jalan operasi sulit atau bahkan mustahil dilakukan. Tujuan terapi pada kanker payudara stadium awal adalah untuk menyembuhkan penyakit kanker payudara tersebut, namun jika seorang pasien sudah sampai pada stadium akhir (IV) maka kanker payudara tersebut sudah bersifat tidak dapat disembuhkan sehingga tujuan terapinya menjadi mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup serta memperlama waktu hidup pasien. Memang terdengar sangat pesimis, tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pasien yang sudah mencapai stadium akhir sangat sulit bahkan tidak dapat disembuhkan. Dengan tidak mengurangi harapan hidup pasien, terapi terus dilakukan walaupun kemungkinan untuk sembuh bisa dikatakan sudah tidak ada.

Estrogen merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker payudara. Estrogen merupakan hormon kelamin sekunder yang berfungsi untuk membentuk dan mematangkan organ kelamin wanita (salah satunya payudara) selama pubertas. Estrogen memicu pertumbuhan dan pematangan sel di organ kelamin wanita yang disebut sel duct, dimana sel duct ini kemudian akan membelah secara normal. Saat-saat pematangan sel duct ini merupakan saat yang paling rentan sel duct tersebut terkena mutasi. Jika ada satu sel yang mengalami mutasi akibat faktor keturunan, radiasi, radikal bebas, dll maka sel tersebut dapat membelah secara berlebihan yang seterusnya berkembang menjadi kanker. Dari sini dapat disimpulkan bahwa estrogen merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terhadap resiko terjadinya kanker payudara, karena itulah sasaran dari terapi hormon adalah mencegah estrogen tersebut terhadap mempengaruhi/memperparah sel kanker yang ada.

Pada terapi hormon terdapat beberapa golongan obat yang digunakan, antara lain adalah golongan antiestrogen yang salah satu obatnya adalah Tamoksifen yang juga merupakan first-choice drug dalam terapi kanker payudara. Tamoksifen merupakan prodrug dan metabolitnya, 4-hydroxytaminofen dan des-N-methyl-4-hydroxytaminofen (endoxifen) yang berkompetisi dengan estrogen untuk berikatan dengan reseptor estrogen. Dalam jaringan payudara, 4-hydroxytaminofen bertindak sebagai antagonis sehingga transkripsi gen respon estrogen dihambat, dengan demikian efek estrogen pun dapat dihambat. Terapi hormon umumnya diberikan secara tunggal karena penggunaan obat kombinasi tidak menunjukkan meningkatnya efek tetapi malah meningkatkan toksisitas.

Tamoksifen mempunyai nama generik Tamoksifen Sitrat dan di Indonesia diproduksi oleh PT Kalbe Farma dengan nama dagang Tamofen. Tamofen diindikaskan untuk terapi paliatif kanker payudara tingkat lanjut pada wanita yang telah menopause, juga sebagai obat tambahan setelah operasi atau radioterapi untuk kanker payudara dini yang dapat dioperasi pada wanita yang telah menopause, namun Tamofen ini dikontraindikasikan pada wanita hamil. Tamofen terdapat dalam bentuk sediaan tablet salut film 20 mg x 3 x 10 biji dan tablet salut film 10 mg x 3 x 10 biji dengan aturan pakai 2 kali sehari 1-2 tablet dan untuk kanker payudara stadium akhir digunakan setiap hari. Seperti lazimnya obat, Tamofen juga mempunyai efek samping antara lain : rasa panas dan kemerahan pada wajah, gangguan saluran pencernaan, leukopenia & trombositopenia ringan, perdarahan vagina, gatal-gatal pada vulva/pukas (alat kelamin luar perempuan), ruam kulit, hiperkalsemia, menekan menstruasi, pembengkakan ovarium akibat kista yang bersifat reversibel, siklus mentruasi tidak teratur, edema perifer, makanan tidak berasa, depresi, pusing, sakit kepala dan perubahan okular. Walaupun Tamofen diindikasikan bagi wanita yang telah menopause, Tamofen juga dapat diberikan pada wanita yang belum menopause hanya jika pemeriksaan menyeluruh telah menyingkirkan kemungkinan kehamilan.

Dengan mengkonsumsi Tamoksifen (Tamofen) secara teratur setiap hari maka diharapkan dapat memperlama waktu hidup pasien dan mengurangi gejala yang timbul sehingga pasien tidak terlalu menderita selama sisa hidupnya dengan tidak menutup kemungkinan pasien dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim, 2001, Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000, Jakarta, CV. Sagung Seto.

Bertino, J. R., 1992, Clinical Pharmacology : Basic Principles in Therapeutics, USA, McGraw-Hill, Inc.

 

ISFI, 2006, Informasi Spesialite Obat Indonesia, Jakarta, ISFI.

 

Lindley, Celeste, 2005, Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach, USA, McGraw-Hill, Inc.

 


 

About these ads

9 responses to “TERAPI HORMON PADA KANKER PAYUDARA STADIUM AKHIR

  1. bagaimana cara mengatasi beljolan yang ada di payudara? saya sedang menjalani terapi di pengobatan alternatif gusmuh sebanyak 15x. sampai pertemuan ke 13 keadaan sakitku membaik (tidak ada nyeri lagi), namun pertemuan ke 15 kenapa nyeri itu muncul lagi bahkan nyeri-nya lebih sakit? aku jd semakin takut dengan keadaanku ini. apa yang harus aku lakukan???

  2. Dear..

    Ibu saya baru seminggu lalu deteksi kanker payudara, hasil usg terlihat benjolan di payudara kirinya yang jumlahnya lebih dari 1 dengan berbagai ukuran.
    Dilihat kasat mata seh gak kelihatan, tp diraba terasa.
    Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi, tapi keluarga kami termasuk ibu tidak mau melakukan hal tsb.
    Sekarang ini ibu berobat ke sinshe (Prof.Dr.Phan).
    Yang mau saya tanyakan, dgn ciri2 tsb, kanker stadium berapa ?, apakah dengan operasi sudah pasti tidak akan muncul lagi, krn melihat kebanyakan orang sehabis operasi harus di kemoterapi lagi dengan jangka waktu lama & biaya tinggi.

    Trims

  3. Ass.
    Gus muh saya mau tanya..anak saya umur 3 thn sering sakit panas (demam tinggi)/radang tenggorokan,Tipes, saya sudah berobat kemana2 tapi tetap saja sering kambuh. kira2 adakah pengobatan atau saran yg bisa saya lakukan?Terima kasih sebelumnya.

  4. asslkum..
    dear…………………….
    Mas kebetulan tante saya terkena kanker payudara ini, berbagi macam obat sudah di makan, minu, tetes, namun gak sembuh juga, memang sih sejak stadium 1 saya sudah menganjurkan untuk operasi ke dokter, eh kok gak mau, sekarang payudara beliau sudah parah, menghitam, putingnya sudah menghilang, dan lebih parahnya sudah membusuk dan menimbulkan aroma yang kurang sedap…
    saya hanya bisa pasrah meliha beliau, mohon konfirmasi obat2annya, bolehkan mas…
    please di replay ke email saya saja…
    thank’s wassalam

  5. farmakoterapi-info

    @Bambang
    Kalau sudah seperti itu kayaknya operasi merupakan tindakan yang harus dilakukan mas, seperti ibu saya tahun 1993 yang lalu. Jangan khawatir, kalau patuh dengan petunjuk dokter, puny asemangat hidup, pasti sembuh kok; sampai saat ini ibu saya masih hidup dengan usia 72 tahun

  6. Asslkum…
    Gus Muh, tante saya sudah setahun mengalami sakit tumor otak, udah dioperasi tapi cuma untuk menaruh selang cairan dari kepala ke perut…Tapi tumornya belum diambil, dan sekarang badannya drop, mata yang sebelah kiri kurang berfungsi dan juga kakinya berat untuk dilangkah… udah lama mencoba alternatif tapi nga ada yang mempan..
    Gimana menurut Gus Muh tentang Penyakit Tante Saya ini, Bagaimana cara berobat di Gus Muh?? kira-kira berapa lama pengobatannya??

    Mohon di jawab ke email Saya…
    Terima kasih sebelumnya…
    Wassalam

  7. nice artikel…
    thanks ya atas infonya….
    sangat bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s