USIR GEMUK DENGAN OBAT ????
Maret 2009
Created by:
Winny Listyrini Hardi (068114008)
Grace Litad (068114020)
All or none. Cantik atau tidak sama sekali.
Kodrat wanita untuk selalu mempercantik dan memperindah tubuh itulah yang menjadi sasaran empuk produsen alat-alat kecantikan untuk memasarkan produknya, termasuk produk-produk pelangsing. Pasar kecantikan menjadi tak terkendali akibat tingginya persaingan di antara produsen untuk memikat pembeli. Dan, tak bisa kita pungkiri peredaran produk ilegal pun ikut menjamahi pasar kecantikan tersebut baik produk tradisonal maupun modern. Ironisnya, tak sedikit pula wanita pemburu kecantikan yang mulai mengabaikan unsur kesehatan. Setelah menganggap diet kalori dan olahraga tak dapat membantu penurunan berat badan secara cepat, mereka mulai menempuh jalur instan. Mereka mulai meminum jamu sampai obat kimia pelangsing secara berlebihan.
Menurut pengakuan salah seorang konsumen yang diwawancarai oleh tim Sigi dari SCTV menyatakan bahwa dalam waktu tiga bulan setelah mengkonsumsi kapsul Arma Sin Gang San, satu di antara banyak obat pelangsing tubuh, berat tubuhnya turun namun disertai rasa gelisah, sulit untuk tidur dan tidak mempunyai nafsu makan. Produk PT Warisan Jaya, Semarang, Jawa Tengah, itu memang tokcer. Harganya pun relatif murah, sekitar Rp 10 ribu per kapsul. Tapi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan telah melarang peredaran jamu ini. Pasalnya, berdasarkan hasil uji laboratorium, Arma Sin Gang San mengandung sibutramin hidroklorida, bahan kimia obat berbahaya.
Sibutramine Hydrochloride
Sibutramine hydrochloride merupakan golongan OBAT KERAS yang digunakan dalam pengobatan obesitas, dimana obat ini hanya dapat diperoleh dan digunakan berdasarkan resep dokter. Namun kenyataannya, obat ini banyak ditemukan dijual bebas di pasaran.
Sibutramine direkomendasikan untuk pasien obesitas dengan index massa tubuh ≥ 30 kg/m2, atau ≥ 27 kg/m2 untuk pasien dengan resiko diabetes, dislipidemia, dan hipertensi.
Mekanisme Aksi
Sibutramin hydrochloride menghambat reuptake noradrenaline dan serotonin oleh sel saraf setelah kedua neurotransmiter ini menyampaikan pesan diantara sel saraf yang ada di otak. dihambatnya reuptake membuat kedua neurotransmitter ini bebas menjelajah di otak. saat itulah keduanya menghasilkan perasaan penuh (kenyang) pada pasien sehingga mengurangi keinginan untuk makan.
Obat ini terbukti menurunkan asupan makanan dan meningkatkan thermogenesis. Secara invivo, sibutramine bekerja melalui 2 metabolit aktif yaitu M1 dan M2. Efikasinya untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan telah ditunjukkan pada beberapa penelitian klinis.
Farmakokinetika :
Sibutramine diabsorpsi cepat di saluran gastroinestinal (77%). Sibutramin terdistribusi luas ke jaringan terutama di hati dan ginjal. Metabolit M1 dan M2 terikat sebanyak 94% pada protein plasma sedangkan sibutramine terikat 97% pada protein plasma. Hal ini menunjukkan bahwa volume distribusi (Vd) sibutramin, metabolit M1 dan M2 kecil didalam tubuh. Sibutramin mengalami first pass metabolisme di hati oleh sitokrom P450 isoenzim CYP3A4 mengahasilkan dua metabolit aktif, M1 dan M2. Kedua metabolit ini selanjutnya mengalami konjugasi dan hidroksilasi menjadi metabolit inaktif, yaitu M5 dan M6. T1/2 eliminasi sibutramin adalah 1 jam , Metabolite: M1 : 14 jam, M2 : 16 jam. Tmaks sibutramin 1,2 jam, Metabolit : M1dan M2 : 3-4 jam. Sibutramin dan metabolitnya dieksresikan terutama lewat urine (77%) dan feses.
Efek samping :
Sakit kepala, isomnia, konstipasi, migrain, depresi, hipertensi, takikardia, mulut kering.
Penggunaan Sibutramin Hidroklorida dalam dosis tinggi :
ð Berisiko meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung serta menyebabkan penggunanya sulit tidur sehingga senyawa kimia itu tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan oleh orang yang mempunyai riwayat penyakit arteri koroner, gagal jantung kongestif, aritmia dan stroke.
Interaksi
ð Jika digunakan bersamaan dengan obat-obat yang mekanisme kerjanya menghambat oksidasi monoamine (MAOIs, seperti selegiline), sibutramine hydrochloride secara klinis akan menghasilkan interaksi yang bermakna karena meningkatkan resiko serotonin syndrome
ð Selain itu, penggunaan sibutramine bersamaan dengan obat-obat penghambat CYP3A4 seperti ketokonazol dan eritromisin dapat meningkatkan kadar sibutramine dalam plasma.
Kontraindikasi
- Pasien berumur dibawah 18 tahun
- Pasien yang mengalami gangguan kejiwaan seperti : bulimia nervosa, anorexia nervosa, depresi serius
- Pasien dengan riwayat predisposition to drug atau alcohol abuse
- hipersensitivitas
- pengobatan bersamaan dengan MAO inhibitor, antidepressant
- hipertensi yang tidak dikontrol, pulmonary hypertension
- Mengalami kerusakan katup jantung, jantung koroner, gagal jantung kongestif, aritmia serius, infark miokard
- Stroke atau transient ischemic attack (TIA)
- Hipertiroidisme., glaucoma, Seizure disorders , pembesaran kelenjar prostat dan retensi urin, pheochromocytoma
- Wanita hamil dan menyusui (Pregnancy Risk Factor C)
Dosis
10 mg 1 kali sehari tiap pagi, bila setelah 4 minggu berat badan menurun < 2 kg, dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 15 mg per hari
Mengapa Perlu Pengawasan Dokter ???
Obat ini merupakan obat keras yang salah satunya kontraindikasi dengan penyakit kardiovaskuler. Sedangkan orang yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas) memiliki resiko yang sangat besar untuk menderita penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan konsultasi mengenai riwayat penyakit pasien dengan Dokter sebelum memilih menggunakan sibutramine hydrochloride.
Sibutramine hydrochloride menghasilkan 2 metabolit aktif yang mekanisme kerjanya sama dengan senyawa induknya yaitu sibutramine hydrochloride. Hal ini dapat meningkatkan toksisitas dari obat tersebut jika dosis, frekuensi dan lama pemberian tidak dikontrol.
Sibutramine hydrochloride merupakan obat golongan anoreksansia yang berdaya menekan nafsu makan secara efektif selama 4 sampai 6 minggu namun setelah digunakan 3 sampai 6 bulan efeknya akan sangat berkurang akibat terjadinya toleransi. Jika terjadi toleransi, maka ketika dilakukan peningkatan dosis (menjadi 15 mg , maksimal selama 1 tahun) perlu pengawasan ketat dari dokter untuk menghindari efek samping obat.
Efek samping sibutramine hydrochloride antara lain : meningkatkan debar jantung dan hipertensi, maka frekuensi jantung dan tensi darah perlu dimonitor selama 3 bulan pertama.
Resiko lain mengkonsumsi obat-obat diet tanpa pengawasan dokter adalah : membuat tubuh lemas dan sistem kekebalan tubuh menurun karena jarang makan (tetapi tidak merasa lapar), jantung berdebar-debar, dehidrasi, sulit tidur, diare, penurunan tekanan darah, nyeri kepala, dan gula darah menurun drastis. Namun, resiko yang timbul pada setiap orang tidak sama, karena itu konsumsi obat-obat diet harus di bawah pengawasan dokter.
Overall,,, Sibutramine hydrochloride sebenarnya direkomendasikan oleh Food Drug Association (FDA) sebagai obat pilihan dalam terapi obesitas, namun penggunaannya harus diawasi dan dikontrol serta diikuti dengan olahraga teratur dan diet….OK!!!
So??……… Tergantung Anda
menyikapinya
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1997, FDA Talk Paper, FDA Approves Sibutramine To Treat Obesity, http://fdahomepage.html, diakses tanggal 15 Maret 2009
Anonim, 2006, Drug Information Handbook, 14th Edition, 1444-1446, Lexi Comp, Ohio
Anonim, 2008, Sibutramine Turunkan Berat Badan, http://princessraia.blogspot.com, diakses tanggal 15 Maret 2009
Anonim, 2008, Tanggung Jawab Badan Pengawas Obat dan Makanan Terhadap Konsumen Obat Tradisional Yang Mengandung Bahan Kimia Obat ( BKO ), http://pustaka.net, diakses tanggal 15 Maret 2009
Anonim, 2009, Meridia, http://rxlist.com, diakses tanggal 15 Maret 2009
Tjay, Tan Hoan, dan Kirana Rahardja, 2007, Obat-Obat Penting, Edisi Keenam, 497-499, Elex Media Computindo, Jakarta
