APA YANG ANDA INGIN TAHU TENTANG DIPHENHYDRAMINE??

Disusun oleh:

Widya Sari Nugrahani                     078114013
Raissa Wanadri Putri Ruga          078114014
Dana Wingga P                             078114017
Maria Dwi Lestari                       078114031

Kelas FKK A

Apa difenhidramin itu?

Struktur Difenhidramin

Difenhidramin merupakan generasi pertama obat antihistamin. Dalam proses terapi difenhidramin termasuk kategori antidot, reaksi hipersensitivitas, antihistamin dan sedatif.  Memiliki sinonim Diphenhydramine HCl dan digunakan untuk mengatasi gejala alergi pernapasan dan alergi kulit, memberi efek mengantuk bagi orang yang sulit tidur, mencegah mabuk perjalanan dan sebagai antitusif, anti mual dan anestesi topikal.

Bagaimana profil farmakokinetika dari difenhidramin?

Diphenhydramine merupakan amine stabil dan cepat diserap pada pemberian secara oral, dengan konsentrasi darah puncak terjadi pada 2-4 jam. Di dalam tubuh dapat terdistribusi meluas dan dapat dengan segera memasuki system pusat saraf, sehingga dapat menimbulkan efek sedasi dengan onset maksimum 1-3 jam. Diphenhydramine memiliki waktu kerja/durasi selama 4-7 jam. Obat tersebut memiliki waktu paruh eliminasi 2-8 jam dan 13,5 jam pada pasien geriatri. Bioavailabilitas pada pemakaian oral mencapai 40%-60% dan sekitar 78% terikat pada protein. Sebagian besar obat ini dimetabolisme dalam hati dan mengalami first-pass efect, namun beberapa dimetabolisme dalam paru-paru dan system ginjal, kemudian diekskresikan lewat urin.

Bagaimana profil farmakodinamika dari difenhidramin?

Difenhidramin ini memblokir aksi histamin, yaitu suatu zat dalam tubuh yang menyebabkan gejala alergi. Difenhidramin menghambat pelepasan histamin (H1) dan asetilkolin (menghilangkan ingus saat flu). Hal ini memberi efek seperti peningkatan kontraksi otot polos vaskular, sehingga mengurangi kemerahan, hipertermia dan edema yang terjadi selama reaksi peradangan. Difenhidramin menghalangi reseptor H1 pada perifer nociceptors sehingga mengurangi sensitisasi dan akibatnya dapat mengurangi gatal yang berhubungan dengan reaksi alergi. Memberikan respon yang menyebabkan efek fisiologis primer atau sekunder atau kedua-duanya. Efek primer untuk mengatasi gejala-gejala alergi dan penekanan susunan saraf pusat (efek sekunder).

Bagaimana mekanisme aksi dari difenhidramin?

Kerja antihistaminika H1 akan meniadakan secara kompetitif kerja histamin pada reseptor H1, dan tidak mempengaruhi histamin yang ditimbulkan akibat kerja pada reseptor H2. Reseptor H1 terdapat di saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran pernapasan. Difenhidramin bekerja sebagai agen antikolinergik (memblok jalannya impuls-impuls yang melalui saraf parasimpatik), spasmolitik, anestetika lokal dan mempunyai efek sedatif terhadap sistem saraf pusat.

Efek samping : pusing, mengantuk, mulut kering

Kontra indikasi : Hipersensitif pada difenhidramin, asma akut dan tidak boleh untuk neonates.

Aturan Pemakaian

ANAK-ANAK:

Oral, i.m, i.v:

  • Reaksi alergi : 5 mg/kg/hari atau 150 mg/m2/hari dalam dosis terbagi tiap 6-8 jam, tidak lebih dari 300 mg/hari
  • Alergi rhinitis ringan dan mabuk perjalanan:
Usia 2 sampai <6 tahun : 6,25 mg tiap 4-6 jam; maksimal 37,5 mg/hari
Usia 6 sampai <12 tahun : 12,5-25 mg tiap 4-6 jam; maksimal 150 mg/hari
Usia ≥ 12  tahun : 25-50 mg tiap 4-6 jam; maksimal 300 mg/hari
  • Membantu tidur dimalam hari: diminum 30 menit sebelum tidur
Usia 2 sampai <12 tahun : 1 mg/kg/dosis  tiap 4 jam; maksimal 50 mg/hari
Usia ≥ 12  tahun : 50mg

Oral sebagai  antitusif

Usia 2 sampai <6 tahun : 6,25 mg tiap 4 jam; maksimal 37,5 mg/hari
Usia 6 sampai <12 tahun : 12,5-25 mg tiap 4 jam; maksimal 75 mg/hari
Usia ≥ 12  tahun : 25 mg tiap 4 jam; maksimal 150 mg/hari

Pemberian secara i.m dan i.v: perawatan reaksi dystonic 0,5-1 mg/kg/dosis

DEWASA:

  • Oral : 25-50 mg tiap 6-8 jam
    • Alergi rhinitis ringan dan mabuk perjalanan: 25-50 mg tiap 4-6 jam; maksimal 300 mg/hari
    • Membantu tidur dimalam hari: 50 mg sebelum tidur
  • Pemberian secara i.m dan i.v: 10-50 mg dosis tunggal tiap 2-4 jam, tidak lebih dari 400 mg/hari

Reaksi dystonic : 50 mg dosis tunggal, ulang setelah 20-30 menit jika perlu

  • Topical : tidak  boleh diberikan lebih dari 7 hari

Merk dagang :Benacol, Bidryl, Fortusin, Ikadryl, Inadryl, Koffex, Licodril

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2007, Diphenhydramine, http://www.doctorslounge.com/chest/drugs/antihistamines /diphenhydramine.htm, diakses tanggal 25 Maret 2010.
Anonim, 2008, Diphenhydramine, http://en.wikipedia.org/wiki/Diphenhydramine, di akses pada tanggal 23 Maret 2010
Anonim, 2009, Pengertian Tentang Farmakologi, http://refraksioptisi.blogspot.com/2009/04/ pengertian-tentang-farmakologi.html , diakses pada tanggal 23 Maret 2010
Katzung, B. G., 2001, Farmakologi Dasar dan Klinik, edisi 8, 476, Mc Graw-Hill Companies Inc, San Francisco
Lacy, C.F., 2002, Drug Information Handbook, 11th edition, 425-426, Lexi-Comp Inc., Ohio.
Mutschler, E., 1991, Dinamika Obat, 389, Penerbit ITB, Bandung.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s