Author Archives: farmakoterapi-info

NAPSA ‘ECSTASY THE SILENT KILLER’

tulisan ini disusun sebagai tugas mata kuliah NAPSA

disusun oleh :

VALENTINA DEWI AKHILA (058114066)

CHRISYE DEWI PUSPITA (O58114072)

ECSTASY THE SILENT KILLER

Apa itu ecstasy?

Ecstasy atau MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Ecstasy biasanya berbentuk tablet berwarna dengan desain yang berbeda-beda. Ecstasy bisa juga berbentuk bubuk atau kapsul.

Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak ada jaminan bahwa sebutir ecstasy bisa sepenuhnya berisi ecstasy, seringkali dicampur dengan bahan berbahaya lainnya.

Nama-nama lain: Dolphin, Blackheart, Gober, Circle K, Alladin, Apel, Electric, Buterfly, Inex, dll.

Cara pakai: berbentuk pil/kapsul. Dikunyah, dikulum, ditelan dengan air mineral.

Ciri pengguna ecstasy

Setelah memakai pengguna akan menjadi energik tapi mata sayu dan pucat, berkeringat dan tidak bisa diam dan susah tidur. Efek negatif yang dapat timbul adalah kerusakan saraf otak, dehidrasi (kurang cairan), gangguan lever, tulang dan gigi keropos, kerusakan saraf mata dan tidak nafsu makan.

Pengaruh jangka pendek

* Perasaan gembira yang meluap-luap

* Energik

* Mata sayu, pucat

* Susah tidur

* Perasaan nyaman

* Rasa mual

* Berkeringat dan dehidrasi

* Meningkatnya kedekatan dengan orang lain

* Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang

* Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk

* Paranoia, kebingungan

* Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah

* Pingsan, jatuh atau kejang-kejang

Sakaw: rasanya gelisah dan tidak bergairah dan tidak energetik sehingga ingin mengkonsumsi lagi

Pengaruh jangka panjang

* Merusak otak dan saraf

* Memperlemah daya ingat: suatu penelitian membuktikan bahwa ecstasy merusak neuron yang melepas serotonin, bahan kimia otak yang mengatur daya ingat dan fungsi-fungsi lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemakai yang sudah tidak memakai ecstasy selama 6 bulan masih terpengaruh secara mental, yang berarti bahwa kerusakannya bersifat jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki.

* Liver dan jantung rusak dan tidak berfungsi baik

* Tulang gigi keropos

* Syaraf mata rusak

* Paras selalu ketakutan

* Kerusakan mental dan psikologis

* Membuat seseorang bertingkah laku membahayakan, atau menempatkan dirinya dalam keadaan tidak berdaya. Hal ini dapat mengarah ke pemerkosaan, hubungan seks yang tidak diinginkan, kehamilan, dan penyakit menular seksual

* Kematian, kematian akibat ecstasy dapat terjadi dari akibat 3 keadaan:

1. Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau pendarahan otak

2. Kombinasi penggunaan ecstasy dengan aktivitas menari akan menyebabkan naiknya suhu tubuh pada tingkat yang berbahaya (hyperthermia).

3. walau bukan karena akibat langsung dari ecstasy, kematian dapat terjadi karena banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang tinggi, sehingga terjadi dilutional hypoatremia di mana otak kelebihan cairan.

Mencampur obat-obatan

Sangat berbahaya mencampur obat-obatan termasuk alkohol. Demikian juga dengan kombinasi ekstasi dengan amfetamin yang akan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Ekstasi yang dicampur dengan zat halusinogen lainnya dapat menyebabkan gangguan mental yang hebat dan mereka yang menggunakan antidepresan dengan ekstasi akan mengalami gangguan ketidakseimbangan tubuh yang ekstrim.

tulisan ini disusun sebagai tugas mata kuliah NAPSA

disusun oleh :

VALENTINA DEWI AKHILA (058114066)

CHRISYE DEWI PUSPITA (O58114072)

Dipersembahkan oleh:

Margarita Krishna Setiawati (058114062), Maria Corazon Sonia M (058114065), Christina Probolini (058114076)

STRATEGI JERATAN

maut ROKOK

Seringkali kita mendengar bahwa rokok tembakau menyebabkan orang menjadi kecanduan sehingga mereka akan terus mencari-cari barang kecil yang sebenarnya sama sekali tidak menarik ini. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa hidup tanpa rokok seperti sayur tanpa garam. Seperti dihipnotis, mereka tidak lagi menghiraukan bahwa lebih dari 4000 jenis racun yang terkandung di dalamnya yang dapat menyebabkan berbagai risiko seperti penyakit jantung dan penyakit ganggguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker esofagus, bronkitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Lalu sebenarnya apakah yang menyebabkan mereka menjadi sangat sulit menghentikan kebiasaan merokok ini?

Pertanyaan ini akan kita ulas bersama-sama. Ternyata rokok tembakau mempunyai strategi khusus untuk menjerat mangsanya. Caranya adalah dengan melepaskan utusan utama yang disebut NIKOTIN.

Apakah itu nikotin?

NIKOTIN adalah suatu senyawa alkaloid yang terdapat dalam tanaman tambakau. Nikotin berbentuk cairan tidak berwarna, merupakan basa yang mudah menguap. Nikotin berubah warna menjadi coklat dan berbau mirip tembakau setelah bersentuhan dengan udara; kadarnya dalam tembakau antara 1-2%.

Apakah pengaruh nikotin bagi manusia?

v Pengaruh positif:

Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk memecahkan masalah. Menghisap rokok juga dapat meningkatkan mood, menurunkan ketegangan, menghilangkan kecemasan dan perasaan depresif. Selain itu nikotin juga dapat berfungsi sebagai antipsikotik, analgesik, dan neuroproteksi. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebral.

v Pengaruh negatif:

Nikotin mendorong terjadinya adhesi platelet yang diasosiasikan dengan penyakit kardiovaskuler dan hipertensi. Nikotin juga mempunyai aktivitas biologi yang poten yang akan meningkatkan epinefrin dalam darah, menambah denyut jantung dan menginduksi vasokonstriksi perifer. Selain itu nikotin juga menyebabkan gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, dan dapat menyebabkan muntah.

Berapa dosis nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan?

Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa menimbulkan ketagihan. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan, karena paralisis (kegagalan) pernafasan.

Bagaimana mekanisme kerjanya?

Ketika kita menghisap tembakau, saat itu juga zat nikotin yang terkandung di dalamnya meresap ke dalam paru-paru yang kemudian langsung masuk ke dalam aliran darah untuk seterusnya disirkulasikan menuju otak. Semua ini terjadi dalam waktu yang sangat cepat, bahkan waktu yang ditempuh nikotin untuk mencapai otak tidak lebih dari 8 detik setelah tembakau terhisap. Bukan hanya lewat paru-paru saja nikotin bisa masuk ke dalam aliran darah. Nikotin juga bisa mencapai aliran darah melalui membran sel yang terdapat di mulut, di hidung atau bahkan lewat sel kulit.

Molekul nikotin juga berbentuk serupa dengan bentuk neurotransmiter dalam tubuh manusia yang bernama asetilkholin. Asetilkholin dengan reseptornya bereaksi dalam berbagai fungsi, diantaranya dalam molekul yang mengatur pergerakan tubuh, pernapasan, denyut jantung, dan memori. Pasangan ini juga berperan dalam pelepasan neurotransmiter lainnya dan sel hormon yang berefek pada perasaan hati, selera makan, memori dan banyak lagi yang lainnya. Pada waktu berada di otak, molekul nikotin ini langsung menyatu dengan reseptor dan bertindak seperti layaknya sebuah asetilkholin.

Nikotin juga bereaksi di bagian otak yang mengatur pembentukan perasaan nyaman dan dihargai. Hal ini disebabkan karena perjalanannya di otak, ternyata nikotin akan bereaksi di bagian otak menempel pada reseptor otak yang bernama α 4 β 2, sehingga merangsang pelepasan neurotransmiter dan melepaskan dopamin yang memberikan efek fisiologis seperti rasa nikmat, tenang, dan menciptakan perasaan nyaman dan dihargai pada manusia.

Bagaimana nikotin dapat menyebabkan kecanduan?

Kenikmatan yang dirasakan dari setiap batang rokok hanyalah sementara. Perokok kemudian akan menyalakan sebatang lagi dan tidak lama kemudian, akan menjadi ketagihan kepada nikotin. Secara perlahan nikotin akan mengakibatkan perubahan pada sel-sel otak perokok yang menyebabkan seorang perokok merasa perlu untuk merokok lebih banyak untuk mengatasi gejala-gejala ketagihan. Saat seorang perokok tidak merokok kadar dopamin lama kelamaan akan berkurang, sehingga badan merasa tidak enak, tidak bisa konsentrasi, cemas, lalu mereka akan mencari rokok lagi untuk dihisap.

Ketergantungan ini dipersepsikan sebagai kenikmatan yang memberikan kepuasan psikologis. Gejala ini dapat dijelaskan dari konsep tobacco dependency (ketergantungan rokok), artinya perilaku merokok adalah perilaku yang menyenangkan dan bergeser menjadi aktivitas yang bersifat obsesif. Hal ini disebabkan oleh sifat nikotin yang adiktif, jika dihentikan secara tiba-tiba akan menimbulkan stress. Secara manusiawi orang cenderung untuk menghindari ketidakseimbangan dan lebih senang mempertahankan apa yang selama ini dirasakan sebagai kenikmatan sehingga dapat dipahami jika para perokok sulit untuk berhenti merokok.

Kontroversial mengenai kejahatan rokok!

Sebenarnya nikotin tidak betah tinggal dalam tubuh manusia. Waktu paruh (t1/2) nikotin dalam tubuh manusia berkisar antara 20-40 menit.
Jika orang merokok satu batang rokok filter, kadar nikotin yang terserap dalam darah sebanyak 40 pph. Dan, setelah 30 menit setelah menghisap rokok, kadar nikotin dalam darah berkurang separonya menjadi 20 pph. Setelah 30 menit lagi, tinggal 10 pph dan seterusnya. Dalam 2-3 jam, nikotin sudah bersih dari dalam darah.

Setelah mengetahui pengaruh yang ditimbulkan nikotin pada rokok baik pengaruh negatif ataupun pengaruh positifnya, kita dapat memutuskan untuk memilih untuk mengatakan ” SAY YES TO SMOKE atau SAY NO TO SMOKE”. Apapun alasannya, keputusan ada di tangan anda!!

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008, http://boss142.blogspot.com/2008/01/agar-merokok-tetap-sehat.html, diakses pada tanggal 5 Mei 2008

Anonim, 2004, http://64.203.71.11/ver1/Kesehatan/0710/04/164724.htm, diakses pada tanggal 8 Mei 2008

Anonim, 2007, http://jika ingin bunuh diri, jangan bunuh orang lain.htm, diakses pada tanggal 1 Mei 2008

Anonim, 2008, http://www.wikipedia.com., diakses pada tanggal 12 Mei 2008

tugas NAPZA

PERAN WANITA DALAM NARKOBA

Partisipatif Atau Antipatif ya??

MALU, dipermalukan, memalukan! Itulah panorama yang selalu menjelma ke dalam jiwa kala kita mendengar dan atau melihat sosok ‘tiang bangsa’ bernama wanita terpaksa bertekuk lutut dalam sindikat pengedaran narkoba. Pencitraan sosok wanita yang briliyan, hebat, luar biasa dan mampu menciptakan generasi-generasi yang tangguh seakan runtuh tiba-tiba kala ia terjerumus dalam sindikat narkotika, meski itu bukan penyebab satu-satunya. Alih-alih menjunjung tinggi hak-hak perempuan, yang terjadi justru para pengedar narkoba menjerumuskannya dalam sindikat pengedaran barang haram, yang secara otomatis juga akan menghancurkan generasi bangsa (the lost generation).

Narkoba sendiri adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obatan Berbahaya. Selain itu ada kata-kata lain yang mempunyai makna yang sama, yaitu: NAZA (Narkotika dan Zat Adiktif) dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Dan bicara tentang narkoba, artinya kita bicara tentang ekstasi, marijuana, heroin, putaw, dan ”kawan sejawat” lainnya yang merusak moral bangsa. Narkoba merupakan permasalahan seluruh masyarakat Indonesia bukan hanya Negara ataupun badan-badan tertentu yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Adanya keterpurukan wanita kedalam narkoba dari banyaknya data yang menunjukkan peningkatan jumlah wanita sebagai pemakai dan pengedar narkoba. Di Surabaya diperkirakan perempuan yang terlibat dalam kejahatan narkoba mencapai 20%. Di Yogyakarta, 25% perempuan memiliki peranan penting dalam ”panen” narkoba tersebut. Bahkan di Tangerang Sebanyak 75 persen dari penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang, Provinsi Banten, terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Sungguh jumlah yang fantastis bukan??

Memang banyak faktor yang telah terbukti menyebabkan wanita terlibat didalamnya, baik trauma masa kecil, adanya paksaan dari kekasih/suami, dan yang menjadi alasan umum adalah kondisi ekonomi yang mencekik. Bagi para pengedar narkoba wanita dianggap sebagai ”sapi perahan” —dengan gaji tak sepadan atau tidak sama sekali— dan dijebak sebagai patron atau kurir pengedaran narkotika.

Kita harus menyadari efek narkoba terhadap wanita lebih serius dibandingkan dengan pria. Efek yang ditimbulkan berkaitan dengan masalah kesehatan, baik itu bersifat klinis atau psikologis. Heroin sebagai salah satu bagian dari narkoba, dapat memberikan pengaruh buruk pada fungsi seksual dan reproduksi, yaitu menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara dan keluarnya cairan dari payudara. Sedangkan marijuana, anggota lainnya, dapat menyebabkan terjadinya gangguan sel telur, hambatan kehamilan, dan terhambatnya proses kelahiran. Sedangkan narkoba sepanjang masa yakni ekstasi, dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah, syaraf otak terganggu, gangguan lever, tulang & gigi kropos, dan dampak paling berbahaya adalah terutama untuk wanita hamil, karena dapat meningkatkan resiko cacat pada bayi sampai tujuh kali lebih besar daripada bila tidak menggunakan.

Dampak umum dari narkoba dan merupakan dampak yang paling ditakuti adalah resiko wanita tertular HIV/AIDS. HIV/AIDS dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi, dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan hasil studi menunjukkan bahwa kemungkinan wanita dan remaja puteri tertular HIV 2,5 kali dibandingkan laki-laki dan remaja putera.

Dari hal tersebut, seharusnya kaum wanita menyadari dampak buruk narkoba terhadap masa kini dan masa depannya. Sehingga bagi kaum wanita yang sudah terlibat didalamnya harus ada keberanian untuk menghentikan keterlibatan yang partisipatif. Sedangkan bagi mereka yang belum terlibat namun beranggapan bahwa narkoba dapat membuat lepas dari masalah dan lain sebagainya, pikir-pikir dulu deh… Atau jangan-jangan masih ada yang berfikir narkoba membuat tampak gaul?? Aduh…hari gini narkoba bikin gaul? Please, Deh!!!

Populasi wanita yang cukup besar dan emansipasi wanita yang sedang berlangsung mendukung kaum wanita untuk menunjukkan bahwa wanita juga memiliki kekuatan untuk membantu pemerintah memberantas peredaran narkoba yang merusak generasi muda. Saatnya wanita Eksis dibarisan Depan ”ANTI NARKOBA”. MARI BERSAMA KITA ATASI NARKOBA!!!

DAFTAR PUSTAKA

www.about.com

www.kapanlagi.com

Maria Margaretha Ch. (058114139)

Yashinta Puspitasari (058114141)

Natalia Dwi Hartono (058114158)

terapi detoksifikasi

Terapi Detoksifikasi

PENGERTIAN DETOKSIFIKASI

Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif yang dipakai atau dengan penurunan dosis obat pengganti. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu, hingga hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif.

Detoksifikasi merupakan langkah awal proses terapi ketergantungan opioida dan merupakan intervensi medik jangka singkat. Seperti telah disebutkan di atas, terapi detoksifikasi tidak dapat berdiri sendiri dan harus diikuti oleh terapi rumatan. Bila terapi detoksifikasi diselenggarakan secara tunggal, misalnya hanya berobat jalan saja, maka kemungkinan relaps lebih besar dari 90 %.

TUJUAN TERAPI DETOKSIFIKASI

Tujuan terapi detoksifikasi opioida adalah.

ª Untuk mengurangi, meringankan, atau meredakan keparahan gejala-gejala putus opioida.

ª Untuk mengurangi keinginan, tuntutan dan kebutuhan pasien untuk “mengobati dirinya sendiri” dengan menggunakan zat-zat illegal.

ª Mempersiapkan proses lanjutan yang dikaitkan dengan modalitas terapi lainnya seperti therapeutic community atau berbagai jenis terapi rumatan lain.

ª Menentukan dan memeriksa komplikasi fisik dan mental, serta mempersiapkan perencanaan terapi jangka panjang, seperti HIV/AIDS, TB pulmonum, hepatitis.

LAMA DETOKSIFIKASI

Berdasarkan lamanya proses berlangsung, terapi detoksifikasi dibagi atas:

o Detoksifikasi jangka panjang (3-4 minggu) seperti dengan menggunakan metadon

o Detoksifikasi jangka sedang (3-5 hari) : naltrekson, mida-zolam, klonidin

o Detoksifikasi cepat (6 jam sampai 2 hari): rapid detox

METODE DETOKSIFIKASI

Variasi dan pilihan terapi detoksifikasi napza cukup banyak. Di Indonesia, sebagian dokter/psikiater masih menggunakan terapi detoksifikasi opioida konservatif seperti penggunaan obat simptomatik (analgetika, anti-insomnia, dan lainnya). Bahkan beberapa psikiater masih menggunakan berbagai bentuk neuroleptika dosis tinggi, yang di negara maju sudah lama ditinggalkan.

OBAT-OBAT YANG DIGUNAKAN UNTUK TERAPI DETOKSIFIKASI

Metadon: adalah substitusi opioida yang bersifat agonis dan long-acting, merupakan pilihan utama dalam terapi detoksifikasi opioida secara gradual. Sejak tahun 1960an di Amerika dan Eropa, penggunaan metadon dianggap sebagai terapi baku untuk pasien ketergantungan opioida. Klinik-klinik Metadon berkembang di beberapa tempat dengan berbagai variasi program. Kelemahan terapi metadon yaitu harus datang ke fasilitas kesehatan sekurang-kurangnya sekali sehari, terjadinya overdosis, ketergantungan metadon, dan kemungkinan terjadinya peredaran ilegal metadon.. Proses detoksifikasi berlangsung relatif lama (>21 hari) Selama proses terapi detoksifikasi metadon berlangsung, angka relaps dapat ditekan. Setelah detoksifikasi berhasil, kemudian dilanjutkan dengan terapi rumatan : Methadone Maintenance Treatment Program. Dewasa ini dikembangkan suatu bentuk derivat metadon, levacethylmethadol, yang mempunyai masa aksi lebih lama (72 jam) sehingga pasien tidak perlu tiap hari datang ke fasilitas kesehatan.

Klonidin: adalah suatu central alpha-2-adrenergic reeptor agonist, yang digunakan dalam terapi hipertensi. Klonidin mengurangi lepasnya noradrenalin dengan mengikatnya pada pre-synaptic alpha2 receptor di daerah locus cereleus, dengan demikian mengurangi gejala-gejala putus opioida. Karena terbatasnya substitusi opioida lain di Indonesia, beberapa dokter (termasuk penulis) telah menggunakan kombinasi klonidin, kodein dan papaverin untuk terapi detoksifikasi. Klonidin digunakan dalam kombinasi untuk mengurangi gejala putus opioida ringan seperti: menguap, keringat dingin, air mata dan lainnya. Clocopa method tersebut dapat digunakan untuk berobat jalan maupun rawat inap. Namun karena klonidin sendiri tidak dapat memperpendek masa detoksifikasi, maka diperlukan kombinasi dengan naltrekson. Naltrekson adalah suatu senyawa antagonis opioida. Cara tersebut dikenal dengan nama Clontrex Method yang dapat dilakukan untuk pasien berobat jalan maupun pasien rawat inap. Umumnya program detox dengan cara Clontrex method ini berlangsung selama 3-5 hari dan kemudian diikuti dengan terapi rumatan: Opamat-ED Program.

Lofeksidin dan Guanfasin: Lofeksidin adalah analog klonidin tetapi mempunyai keuntungan bermakna karena tidak banyak mempengaruhi tekanan darah (Washton et al 1982). Guanfasin adalah senyawa alpha-2 adrenergic agonist yang juga mempunyai kemampuan untuk mengurangi gejala putus opioida.

Buprenorfin: adalah suatu senyawa yang berkerja ganda sebagai agonis dan antagonis pada reseptor opioida. Gejala putus opioida pada terapi buprenorfin sangat ringan dan hilang dalam sehari setelah pemberian buprenorfin sublingual. Pemberian buprenorfin juga digunakan sebagai awal dari terapi kombinasi Clontrex Method. Buprenofrin dapat juga digunakan untuk terapi rumatan. Seperti levacethylmethadol, hanya diberikan 2 atau 3 kali dalam seminggu karena masa aksinya yang panjang. Karena kemungkinan penyalahgunaan, kombinasi buprenorfin dan naltrekson juga telah dipelajari dan dicoba untuk terapi ketergantungan opioida.

Midazolam-Naltrekson: kombinasi midazolam-naltrekson juga telah digunakan untuk memperpendek waktu terapi detoksifikasi. Selama dalam pengaruh sedasi midazolam intravena, pasien diberi nalokson intravena, suatu antagonis opioida.

Disulfiram: Disulfiram, suatu alcohol antabuse yang diketemukan di Denmark tahun 1948. Disulfiram sangat efektif jika diberikan kepada pasien ketergantungan alkohol secara ambulatory di bawah supervise. Disulfiram dibuat sebagai tablet buih yang mudah larut dalam air, sehingga mudah diminum. Terapi disulfiram tanpa pemantauan hasilnya kurang menguntungkan. Hasil yang memuaskan justru diperoleh melalui kombinasi disulfiram dengan terapi perilaku kognitif.

TERAPI RUMATAN

Terapi rumatan adalah terapi yang dilakukan untuk perawatan setelah detoksifikasi dalam jangka waktu tertentu.

Terapi rumatan ketergantungan opioida bertujuan antara lain untuk :

Ø Mencegah atau mengurangi terjadinya craving terhadap Opioida

Ø Mencegah relaps (menggunakan zat adiktif kembali).

Ø Memperbaiki fungsi fisiologi organ yang telah rusak akibat penggunaan opioida

Tujuan farmakoterapi rumatan pasca detoksifikasi adalah:

§ Menambah holding power untuk pasien yang berobat jalan sehingga menekan biaya pengobatan

§ Menciptakan suatu window of opportunity sehingga pasien dapat menerima intervensi psikososial selama terapi rumatan

§ Mempersiapkan kehidupan yang produktif selama menggunakan terapi rumatan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2007, Pengobatan Narkoba http://nusaindah.tripod.com/pengobatannarkoba.htm diakses pada tanggal 19 April 2008

Hukom, I., 2008, Tahap-Tahap Mengatasi Adiksi Narkoba, http://www.mediaindonesiaonline.com diakses pada tanggal 20 April 2008.

Husin, A.B., 2002, Penatalaksanaan Mutakhir dan Komprehensif Ketergantungan Napza, Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002.

Disusun Oleh:

Maria Yuli T. (058114126), Teresa Yuna S. (058114153), Lia Eko W. (058114165)

MAU TAU TENTANG MINUMAN BERALKOHOL?!?

MAU TAU TENTANG

MINUMAN BERALKOHOL?!?

Kebanyakan anak-anak jaman sekarang, bahkan mungkin sedari SD, ingin tahu tentang minuman beralkohol (minuman keras), entah hanya ingin tahu sampai ingin mencoba. Tapi…buat kalian yang belum pernah mencobanya, tolong pertimbangkan lagi dech setelah mbaca artikel ini. OK?!? Artikel ini juga buat kalian yang ingin tahu tentang minuman beralkohol, untuk pengetahuan, biar ga’ ketinggalan jaman, dan ga’ bakal niat buat nyobain deh.

Alkohol adalah zat yang paling sering disalahgunakan manusia, alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. Setelah diserap, alkohol / etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia, namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi.

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu.

Ada 3 golongan minuman berakohol yaitu :

1. Golongan A : kadar etanol 1%-5% (bir)

2. Golongan B : kadar etanol 5%-20% (anggur/wine)

3. Golongan C : kadar etanol 20%-45% (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).

Jenis minuman beralkohol

v Anggur, Bir, Bourbon, Brendi, Brugal, Caipirinha, Chianti, Mirin, Prosecco, Rum, Sake, Sampanye, Shōchū, Tuak, Vodka

Bila seseorang mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol, zat tersebut diserap oleh lambung, masuk ke aliran darah dan tersebar ke seluruh jaringan tubuh, yang mengakibatkan terganggunya semua sistem yang ada di dalam tubuh.
Besar akibat alkohol tergantung pada berbagai faktor, antara lain berat tubuh, usia, gender, dan sudah tentu frekuensi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi.

Efek samping

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berperilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran / dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.

Efek moderat : euphoria (perasaan gembira dan nyaman), lebih banyak bicara dan rasa pusing.

Efek setelah minum dalam jumlah besar :

- banyak sekali berbicara

- muntah

- sakit kepala, pusing

- rasa haus

- rasa lelah

- disorientasi

- tekanan darah menurun

- refleks melambat

Akibat Penggunaan Jangka Panjang :

- Kegelisahan

- Gemetar / tremor

- Halusinasi

- Kejang-kejang

- Bila disertai dengan nutrisi yang buruk, akan merusak organ vital seperti otak dan hati

Ketergantungan alkohol

Penyebab utama ketergantungan alkohol adalah racun yang disebut congeners yang dihasilkan saat fermentasi (peragian) pada proses pembuatan alkohol tersebut. Beberapa minuman seperti seperti whisky, rum, brandy dan anggur mengandung lebih banyak congeners dibandingkan minuman lain. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya ketergantungan akan alkohol. Salah satu cara pasti yang aman untuk mengurangi ketergantungan adalah dengan asupan air putih yang lebih banyak sebelum tidur, cairan yang berlebihan dapat mengurangi efek dehidrasi yang ditimbulkan alkohol dan dengan cepat dapat mengeliminasi racun dari tubuh. Minumlah 2 gram vitamin C dengan vitamin B kompleks sebelum tidur, zat-zat nutrisi ini membantu membersihkan alkohol di dalam darah.

SEBAB-SEBAB ORANG MENJADI PEMINUM

Kalau kita perhatikan dengan baik sebab-sebab orang peminum, pendorong utamanya terletak pada diri sendiri:

· Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau berpikir panjang mengenai akibatnya.

· Keinginan untuk bersenang-senang.

· Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya.

· Keinginan untuk diterima oleh lingkungan atau kelompok.

· Lari dari kebosanan, masalah atau kesusahan hidup.

· Pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali-sekali tidak menimbulkan ketagihan.

· Tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan dari lingkungan atau kelompok pergaulan

· Tidak dapat berkata TIDAK terhadap alkohol

Nah dari sini kan jelas masalahnya adalah banyak remaja tidak percaya diri sehingga mudah terpengaruh dan tidak berpikir kritis tentang akibat terhadap masa

depan. Karena itu mari kita mulai membangun kepercayaan diri yang lebih tinggi dan selalu berpikir dua kali secara kritis tentang akibat dari pilihan-pilihan kita. Kreatiflah mencari berbagai kegiatan lain yang lebih sehat dan berguna.

Oleh karena itu, perlu kiat-kiat untuk melindungi diri :

Mengatasi Rasa Rendah Diri

Rendah diri adalah keadaan ketika seseorang tidak dapat menghargai dan menerima diri sendiri sejajar dengan orang lain dan selalu merasa punya kekurangan.

Kita begitu tinggi nilainya di hadapan Tuhan sehingga kita harus mengatasi rasa rendah diri kita. Caranya:

1. Mampu mengontrol diri

2. Menghargai orang lain

3. Melihat kekurangan dan kelebihan diri (menyadari diri)

4. Menyatakan pikiran dan perasaan dengan bebas (komunikasi efektif)

5. Menghargai kemampuan dan kelebihan diri sendiri

6. Bergaul dengan banyak teman (hubungan positif dengan sesama)

7. Mengikuti kegiatan-kegiatan positif untuk menemukan bakat-bakat kita

Orang yang punya kepercayaan diri tinggi biasanya lebih mampu melindungi dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif yang merugikan, dan justru dapat membantu lingkungannya.

Berkomunikasi dengan Terbuka, Tegas (asertif) dan Mampu Menolak Ajakan

Berkomunikasi secara terbuka dan Asertif adalah kemampuan menyampaikan apa yang diinginkan dan dipikirkan kepada orang lain dengan menjaga perasaan pihak lain. Banyak orang tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan tegas (asertif) karena takut terhadap orang lain, takut jika dirinya tidak lagi disukai atau diterima di lingkungan kelompok atau teman sebayanya.

Sekuat apapun pengaruh dan ajakan dari pertemanan tersebut, remaja harus tetap memiliki rasa percaya diri, berani menolak, dan bisa menilai secara kritis hal-hal yang dapat merugikan dan membahayakannya, seperti menolak ajakan yang tidak bermanfaat (mabuk).

Menolak pengaruh atau ajakan teman tidak harus dilakukan dengan kasar atau marah, tetapi dapat dilakukan dengan halus dan sopan, tetapi tegas dan dengan alasan yang masuk akal. Dengan cara yang baik tetapi tegas (asertif), teman yang mengajak dapat mengerti dan akan berhenti merayu atau memaksa. Carilah cara-cara dan alasan yang tepat untuk menolak, tanpa menyakiti perasaan teman kita.

Kiat-Kiat Menolak Ajakan

1. Untuk dihargai orang, tidak harus selalu mengikuti kemauan orang lain. Orang yang berpendirian kuat biasanya lebih dihargai dan disukai teman-temannya.

2. Menolak ajakan harus disampaikan dengan jelas dan tegas. Katakan : “Tidak, Terima kasih!”; atau “Maaf, saya tidak bisa ikut”, “Maaf, saya tidak mau mencobanya”.

3. Bila perlu atau merasa tidak nyaman, segeralah tinggalkan tempat “berbahaya” itu. Katakan : “Saya harus pergi, saya harus bertemu dengan seorang teman” atau “ada hal lain yang harus saya kerjakan!”

Akhir kata, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda sekalian yang membacanya.

Sumber Info

http://www.indoforum.org/showthread.php?t=2293

http://www.kapanlagi.com/a/0000002188.html

http://nusaindah.tripod.com/alkohol.htm

http://www.susukolostrum.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=558

http://www.unicef.org/indonesia/id/HIV-AIDSbooklet_part4.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Minuman_beralkohol

Disusun oleh :

Maria Paulina Hartaya (058114046)

Margaretha Angela Giovanny Bintoro (058114056)

Ermin Setya Ningsih (058114127)

Reni Puspitasari (058114157)

Tugas Napza

JAMUR AJAIB

Jamur ajaib atau magic mushroom yang dibicarakan dalam artikel ini merupakan jenis psilocybe spesies yang tumbuh pada media kotoran sapi atau banteng. Di Indonesia, jamur ajaib yang tumbuh pada kotoran banteng dipercaya dapat memberikan sensasi yang lebih kuat dibandingkan jamur ajaib yang tumbuh pada kotoran sapi. Oleh karena itu, kebanyakan penggemar jamur ajaib akan merujuk ke Cagar Alam Pananjung, Pangandaran karena di cagar alam tersebut terdapat banteng liar.

Cara penyajian jamur ini, biasanya dengan dibuat omelet telur atau dimasak dengan mie instan. Tetapi bagi yang tidak jijik, dapat langsung memakannya sesaat setelah dipetik dari media tumbuhnya. Sesaat setelah memakan jamur ajaib ini, orang akan mulai berhalusinasi, mengalami euphoria atau justru mengalami kesedihan yang berlebih (tergantung dari suasana hati pengguna saat mengkonsumsi). Indera perasa, terutama kulit dan lidah akan menjadi lebih sensitiv. Pengaruh jamur akan menyebabkan pengguna menjadi lebih individual atau lebih menikmati dunia halusinasinya sendiri. 

Jamur ajaib atau Magic mushroom termasuk dalam penggolongan BNN (Badan Narkotika Nasional) sebagai zat adiktif. Kandungan dari jamur ajaib yang bertanggungjawab sebagai halusinogenik adalah psilocybin dan psilocin. Setelah dikonsumsi, psilocybin akan dengan mudah diubah ke bentuk psilocin.  Psilocin ini akan memberikan efek pada dosis 2-20 mg sedangkan psilocybin, yang merupakan bentuk fosfat ester dari psilocin, memberikan efek pada penggunaan 3-30 mg. Kedua senyawa tersebut mempunyai durasi efek 4-7 jam.

Efek yang timbul setelah mengkonsumsi jamur ajaib ini mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh obat psikotropika seperti LSD.  Lysergic acid (LSD) menimbulkan halusinasi terhadap tempat, warna, dan waktu. Biasanya jenis halusinasi ini digabungkan menjadi satu sehingga pengguna  terobsesi pada halusinasi tersebut dan ingin hanyut di dalamnya. Halusinasi tersebut bisa menjadi sangat indah, bahkan menyeramkan sehingga pengguna dapat menjadi paranoid dan gangguan mental. LSD dan jamur ajaib mempunyai kandungan kimia yang sama, yaitu psilocin dan psilocybin.

 Apakah jamur ajaib ini bersifat illegal ?

Jawabnya adalah “tergantung”. Bahan utama psikoaktif dalam jamur ajaib adalah psilocybin (psilocin). Di kebanyakan Negara psilocybin dan psilocin illegal. Meskipun demikian tidak sedikit banyak di Negara tidak mengindahkan larangan illegal tersebut. Dan pada banyak Negara melegalkan jamur ajaib yang masih fresh.

Di inggris sejak Juli tahun 2005 melarang adanya jamur ajaib. Sedangkan di Belanda pada 4 November 2002, akan tetapi bentuk kering jamur ajaib dinyatakan illegal karena psilocybin dianggap mengandung preparat makhluk hidup (sesuatu yang diproses dari bagian manusia). Namun bentuk fresh jamur ajaib tetap dilegalkan.

Berbahayakah jamur ajaib tersebut ??

Setelah seminggu mengkonsumsi jamur ajaib, baik tes urin maupun darah tidak menunjukkan adanya psilocybin. Psilocybin (tidak seperti cannabis/marijuana) tidak terlarut dalam lemak. Jadi psilocybin tidak akan tinggal lama di dalam tubuh, sehingga tidak terakumulasi di dalam jumlah banyak. Dari data tersebut maka sebenarnya tidak ada orang yang menggunakan dosis harian jamur ajaib (tidak seperti alcohol, kokain, heroin) karena jamur ajaib bukan termasuk obat adiktif dan efeknya akan hilang setelah mengkonsumsinya beberapa hari. Jadi kebanyakan orang hanya terdapat psilocybin dalam jumlah yang sangat kecil dalam tubuhnya.

Yosephin Buyunda E              048114067

Fransiska Rosari Dewi           048114104

 

 

 

Tugas Napza

PUTAU

bukan sekedar heroin!!!!

Serbuk maut yang di kalangan pemakai disebut putau itu sebenarnya sejenis heroin tapi tidak murni. Ia dibuat oleh pabrik-pabrik ilegal yang biasanya mengambil lokasi di kebun candu atau opium di kawasan Segi Tiga Emas ataupun Asia Barat. Apa dan mengapa sangat berbahaya bagi kesehatan si pemakai? 

Penyalahgunaan obat di Indonesia akhir-akhir ini semakin meluas melanda generasi muda. Obat-obat yang disalahgunakan mulai dari ganja atau hashish, pil koplo, kokain, hingga ekstasi. Bahkan akhir-akhir ini muncul sabu-sabu (sejenis amfetamin) serta putau (sejenis heroin). Ganja atau hashish, kokain, dan putau termasuk narkotik. Sedangkan pil koplo, ekstasi, dan sabu-sabu tergolong psikotropika.

Putau adalah sejenis heroin yang tidak murni dan sangat berbahaya bagi kesehatan pemakainya. Korban-korban ketagihan, sakit, dan kematian akibat heroin sudah cukup banyak. Belum ada data resmi berapa jumlah korban di Indoensia, karena keluarga korban enggan melaporkan. Ada rasa malu dan keluarga berupaya menutup-nutupi. Heroin dan sejenisnya, termasuk putau, tidak memenuhi kriteria sebagai obat.

Bahan dasar pembuatan heroin adalah getah buah candu (opium) dari Papaver somniferum, keluarga Papaveraceae, yang sudah tua tetapi belum masak. Dari getah kering ini diperoleh candu. Kandungan candu adalah alkaloida golongan narkotik, misalnya morfin, kodein, tebain, narsein, dan alkaloida non-narkotik, misalnya papaverin, narkotin, apomorfin.

Sedangkan morfin adalah kandungan standar dari candu dan sediaannya yang lain seperti ekstrak, tingtur, serbuk, dll. Tahun 1805, seorang apoteker Jerman bernama Sertuerner berhasil mengisolasi morfin (berasal dari bahasa Yunani Morpheus, yang tidak lain adalah Dewa Mimpi). Kandungan morfin dari candu sampai 10%. Tahun 1874, pabrik Bayer berhasil mensintesis heroin (diasetilmorfin atau diamorfin) dari bahan baku morfin menggunakan asam asetat atau cuka anhidrat. Nama heroin diambil dari bahasa Jerman, yakni heroic yang artinya pahlawan. Heroin yang pertama kali dibuat ini dicoba untuk obat penekan batuk (antitusif) dan penghilang rasa sakit (analgesik).

Namun, baru tahun 1898 diuji manfaat dan bahayanya pada hewan dan manusia. Ternyata bahaya heroin jauh lebih besar daripada manfaatnya. Karena itu pada tahun 1924 di Amerika Serikat dilarang diproduksi dan digunakan.  

Dulu heroin dibuat oleh pabrik legal. Namun sejak adanya larangan produksi tersebut heroin dibuat oleh industri gelap (Clandestine). Industri gelap ini sering mengambil lokasi di kebun candu, misalnya di daerah Segi Tiga Emas (Myanmar, Thailand, dan Laos), Asia Barat (Turki, Iran, Irak, Afghanistan, Pakistan). Hal ini terlihat, dari setiap operasi aparat kepolisian atau militer ditemukan asam cuka dalam jumlah besar. Heroin harganya lebih mahal daripada morfin; efek adiktif (kecanduan) dan halusinasinya lebih kuat daripada morfin.

Konon penggunaan morfin di kalangan remaja meningkat. Dahulu remaja kita umumnya menyalahgunakan obat legal yang diizinkan beredar di Indonesia seperti serbuk atau ekstrak candu, morfin injeksi. Namun bersamaan dengan kemudahan transportasi, komunikasi, dan jaringan sindikat narkotik yang lebih rapi, maka heroin akhirnya dapat juga masuk ke Indonesia.

Beberapa cara penyelundupan yang nekat dilakukan anggota sindikat misalnya lewat kondom atau kapsul yang ditelan dan terdeteksi di perut. Kasus seperti ini pernah terungkap oleh aparat Bea Cukai Jakarta beberapa waktu yang lalu.

 

Bukan tergolong obat

Heroin dan sejenisnya, termasuk putau, tidak memenuhi kriteria sebagai obat, karena:

a)      Heroin atau putau merupakan bahan kimia yang bahayanya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Bahan kimia ini dilarang diproduksi, diedarkan, dan digunakan serta dibuat oleh pabrik ilegal. Inilah yang berbeda dengan obat-obatan resmi yang diproduksi oleh pabrik legal dan diedarkan oleh distributor yang legal pula.

Pelanggaran produksi, distribusi, dan penggunaannya dapat dikenai sanksi sesuai dengan UU Narkotika no.9/1976. Penggunaan heroin hanya diizinkan bila digunakan untuk penelitian. Sanksi hukumnya cukup berat bagi pelanggarnya.

b)      Heroin atau putau yang beredar di pasar gelap tidaklah murni heroin. Bila dari pabrik gelapnya bisa 80% kadarnya, namun setelah sampai ke pengedarnya (lewat 5 – 10 jalur), kadar heroinnya turun sampai 1 – 15%.

Hal ini wajar karena mereka yang terlibat memalsu atau mencampur heroin kadar tinggi dengan bahan tambahan seperti kuinin, manitol (pencahar), kafein, laktosa, dll. Dengan demikian mereka akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar. Heroin atau putau biasanya diedarkan dalam bungkus-bungkus kecil.  

c)      Rute penggunaan yang salah sering berakibat fatal. Dosis 3 mg setara dengan kekuatan 10 mg morfin. Penggunaan serbuk ini dilakukan dengan melarutkan serbuk dalam wadah atau sendok dicampur air yang tidak steril, disaring dengan kapas, dan disuntikkan ke intravena (lewat pembuluh darah) atau subkutan (lewat bawah kulit). Kadang-kadang juga diisap seperti rokok, atau disedot.

Cara lain dengan chasing, yaitu serbuk diletakkan di atas aluminium foil dan dipanaskan bagian bawahnya. Uapnya dialirkan lewat sebuah lubang dari kertas rol atau pipa, dihirup lewat hidung untuk diteruskan ke paru-paru.

Pada kasus kelebihan dosis dapat terjadi abses paru-paru. Chasing dilakukan oleh pemakai karena serbuk yang dibeli tidak murni heroin. Pada penggunaan parenteral (intravena, subkutan maupun dengan melukai) akan terjadi abses, tertular beberapa penyakit seperti HIV/AIDS, hepatitis, rematik jantung, emboli, tetanus, selulitis/tromboflebitis.

 

Bahayanya

Heroin selain menyebabkan ketergantungan psikis dan fisik, juga dapat menyebabkan euforia, badan terasa sakit, mual dan muntah, miosis, mengantuk, mulut kering, berkeringat, depresi pernapasan, hipotermia, tekanan darah turun, konstipasi, kejang saluran empedu, sukar buang air kecil. Kematian biasanya terjadi bila dosis yang digunakan berlebihan. Pemakai yang sudah menjadi pemadat cenderung untuk menggunakan obat dengan dosis berlebihan. Hal ini disebabkan oleh terjadinya batas toleransi tubuh yang makin meninggi.

Di samping itu pemakai sering menggunakan obat lain seperti alkohol, kokain, dll. dan tidak tahu dosis pasti, sehingga sering terjadi kasus kelebihan dosis. Heroin dengan dosis 3 mg bila diberikan secara parenteral, terutama intravena, bisa menyebabkan gangguan kompulsif. Kekuatannya tiga kali morfin. Karena sifatnya lebih lipofil daripada morfin, maka heroin lebih cepat menembus saraf otak dibandingkan dengan morfin. Dengan demikian kerja heroin lebih cepat daripada morfin. Heroin sendiri akan diubah menjadi morfin di dalam tubuh.

Obat-obat antidotum (penawar) untuk mengobati korban penyalahgunaan obat terutama morfin dan heroin sudah tersedia di tanah air, terutama di rumah rakit ketergantungan obat. Namun, upaya mencegah ataupun menghindari penggunaan obat terlarang akan lebih baik daripada harus masuk rumah sakit itu dulu.

 

 Adapted from : http://warta.unair.ac.id/artikel/index.php?id=44

(Drs. Suharjono, MS, Apt., staf pengajar pada Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya)

KARTINA NERITIKA (048114112), MARIA OKTAVIA (048114130), EVA DWI K. (048114147)