I believe I can fly??????

Yosephine Ratih (058114008)

Happy Suryawan (058114011)

David (058114016)

Maria Widia (058114067)

Linna Ferawati (058114070)

Semua atlet pasti memiliki impian yang ingin mereka raih. Impian itu antara lain: menjadi juara saat bertanding, memecahkan rekor dunia, atau mengincar peringkat pertama dunia.. Untuk meraih impian tersebut, para atlet pasti melakukan berbagai macam cara; berlatih keras siang dan malam, menyiapkan stamina dengan makan-makanan bergizi, mempelajari strategi lawan, dll. Namun walaupun mereka telah mempersiapkannya jauh-jauh hari, kadang rasa tidak percaya diri muncul saat para atlet akan bertanding, sehingga satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah menggunakan doping.

Dalam sejarah manusia, doping memang sudah dipakai sejak zaman dulu. Kala itu, orang Amerika dan Afrika memakan berbagai tumbuhan liar dan madu untuk kekuatan sebelum perang, berburu, dan melakukan perjalanan jauh. Pada Perang Dunia II, banyak ditemukan pil-pil amfetamin untuk mengatasi rasa letih dan ngantuk. Istilah doping pertama kali muncul pada 1889, pada suatu perlombaan balap kuda di Inggris. Banyak pendapat yang melatarbelakangi terbentuknya kata ‘doping’. Salah satunya berasal dari kata ‘dop’ minuman alkoholik yang digunakan sebagai stimulan dalam acara dansa di Afrika Selatan pada abad 18.

Pada Kongres Ilmiah Olahraga Internasional yang diadakan pada saat berlangsungnya Olympiade Tokyo 1964, doping telah didefinisikan sebagai pemberian kepada, atau pemakaian oleh, seorang atlet yang bertanding, suatu zat asing melalui cara apa pun, atau suatu zat yang fisiologis dalam jumlah yang tak wajar, atau diberikan melalui cara tak wajar dengan maksud atau tujuan khusus untuk meningkatkan kemampuan si atlet secara buatan dengan cara yang tidak jujur.

Jenis obat yang masuk doping adalah golongan stimulan (perangsang), golongan narkotik analgesic, golongan anabolik steroid, golongan betabloker, golongan diuretika, serta golongan peptide hormons dan analognya. Karena banyaknya jenis obat itulah, maka pada artikel ini, amfetamin lebih ditekankan. Pemilihan amfetamin berdasarkan banyaknya atlet yang menyalahgunakan jenis obat ini, terutama dalam cabang bersepeda.

Pemerintahan di Eropa menyatakan bahwa amfetamin pertama kali muncul pada Olimpiade Berlin pada tahun 1936. Amfetamin pertama kali diproduksi pada tahun 1887. Amfetamin bekerja dengan cara menghambat pengambilan kembali (re-uptake dopamin). dan juga memudahkan pembebasan dopamin, sehingga dopamin pada sinapsis meningkat.

Dahulu, dalam bidang pengobatan, amfetamin digunakan untuk mengobati banyak macam penyakit antara lain depresi ringan, parkinsonisme, skizofnia, penyakit maniere, buta malam, kolon irritable, dan hipotensi. Pada masa sekarang, hanya ada tiga indikasi medis penggunaan amfetamin, yaitu untuk mengobati narkolepsi, gangguan hiperkinetik pada anak-anak, dan obesitas. Terapi untuk obesitas hanya efektif untuk jangka pendek. Sementara itu, berdasarkan studi, penyalahgunaan amfetamin sebagian besar berasal dari pemakaian amfetamin dalam usaha untuk mengurangi berat badan dan doping.

Amfetamin dapat dipakai secara oral atau parenteral dan dimetabolisir di dalam hepar. Sebagian kecil amfetamin diekskresi melalui urine. Dosis oral sebanyak 10-30 mg dapat meningkatkan kesiagaan seseorang, euforia, meningkatkan rasa percaya pada diri sendiri, meningkatkan konsentrasi pikiran dan penampilan diri, banyak bicara, dan nyeri kepala. Pada dosis yang lebih tinggi, dapat terjadi aritmia jantung. Pada dosis toksik terjadi hiper refleksi, muka berubah menjadi merah, lalu pucat dan akhirnya sianosis. Timbul demam, mual, muntah, dan keadaan sulit bernafas, gelisah, mudah tersinggung, tremor, ataksia, kesadaran berkabut, kejang, dan koma. Kematian biasanya disebabkan hiperpireksia atau shock kardiovaskuler.

Bila dipakai secara terus-menerus, amfetamin dapat menimbulkan ketergantungan fisik dengan gejala putus zat berupa rasa lelah, apatis, depresi, rasa nyeri pada seluruh badan, gerakan motorik lamban, hiperfagia, hipersomnia, banyak mimpi, kongesti pada hidung.

Karena salah satu khasiat amfetamin adalah meningkatkan kesiagaan dan stamina, maka amfetamin, paling sering digunakan pada cabang olahraga balap sepeda. Hal ini diakui sendiri oleh atlet balap sepeda. Pengakuan dua orang rekan satu tim Lance Armstrong (juara tujuh kali Tour de France) saat berlaga di Tour de France bahwa mereka menggunakan doping membuat gempar dunia olahraga. Tidak hanya wajah sang atlet asal Amerika Serikat itu saja yang tercoreng, namun olahraga balap sepeda pun ikut kena dampaknya.

Kecurangan dalam hal ini penggunaan substansi untuk memicu kemampuan dalam olahraga balap sepeda memang sepertinya sudah bukan barang baru. Penggunaan doping di dunia balap sepeda sudah ibarat kanker yang telah menggerogoti tubuh olahraga sepeda ini.

Willy Voet, pria Belgia mantan pelatih tim asal Prancis, Festina, misalnya pada ajang Tour de France 1998 ditangkap karena membawa ratusan botol EPO, hormon pertumbuhan, dan steroid. Ia kemudian di penjara akibat perbuatannya tersebut.
Voet kemudian berusaha membersihkan olahraga balap sepeda ini dari doping. Ia menulis buku berjudul Chain Massacre: Revelation of 30 Years of Cheating yang berisi berbagai kecurangan di balap sepeda. Bukunya ini membuat ia diasingkan dari lingkungan pecinta balap sepeda. Namun, melalui buku tersebut, ia membuka mata dunia mengenai penggunaan doping di dunia balap sepeda. Kini, pengawasan mengenai penggunaan doping dalam olahraga kayuh ini benar-benar sangat ketat.

Dalam bukunya, Voet menceritakan bahwa pada era 1970-an, doping yang menjadi pilihan adalah amfetamin. Anabolik steroid dan kortison menjadi pilihan di era 1980-an. Kemudian pada era 1990-an, hormon pertumbuhan dan EPO adalah doping favorit.

Voet juga menceritakan berbagai trik yang dilakukan tim serta para pembalap untuk melakukan berbagai kecurangan tersebut. Ia mengatakan sempat memberikan suntikan doping dari jendela mobil yang berjalan kepada pembalapnya yang tengah berlomba. Ia juga pernah memerintahkan pembalapnya untuk menyembunyikan kondom berisi urine segar di dalam anusnya untuk mengelabui pemeriksaan doping melalui tes urine.

Voet juga melakukan infus cairan garam kepada pembalapnya seusai lomba untuk menurunkan rasio sel darah merah dalam darah agar bisa lolos pemeriksaan tes doping. Menurut Voet, dari 500 pembalap yang pernah bekerja sama dengannya hanya dua orang yang pernah tertangkap menggunakan doping. “Pembalap yang ketahuan menggunakan doping adalah seekor keledai bodoh,” ujar Voet dalam salah satu wawancara

Ketika ditanya berapa dari 500 pembalap tersebut yang bersih dari doping, Voet mengatakan ia hanya perlu menggunakan jari dari tangan kanannya untuk menghitungnya. “Mereka inilah yang akhirnya finis di urutan paling belakang,” katanya sembari tersenyum sedih.

Armstrong adalah salah satu pembalap yang belum pernah finis di urutan paling belakang. Begitu juga Tyler Hamilton, mantan rekan satu tim Armstrong dan juara Olimpiade 2004 yang dihukum dua tahun karena menggunakan doping. Rekan satu tim Armstrong, Floyd Landis yang tahun ini menjuarai Tour de France juga diduga kuat menggunakan doping. Ivan Basco, Jan Ullrich, dan Francisco Mancebo, juara dua, tiga, dan empat, kala Armstrong menjuarai Tour de France 2005, juga diduga menggunakan doping.

Selain kasus di atas, kasus-kasus pemakaian doping amfetamin yang terkenal antara lain: pengendara sepeda Tom Simpson, yang pada tanggal 13 Juli 1967 meninggal ketika mendaki (climbing) Mount Ventoux. Penyebab tewasnya dihubungkan dengan stroke jantung yang tiba-tiba menyerang dirinya, akibat dari penggunaan amfetamin (tablet amfetamin ditemukan pada saku belakangnya). Pada tahun 1989, Laurent Fignon positif menggunakan amfetamin pada saat Grand Prix de la Liberation di Eindhoven dan pada tahun 2002, Frank Vandenbroucke, ditangkap polisi setelah ditemukan amfetamin di dalam mobilnya.

Meski sekarang penggunaan doping sudah resmi dilarang dan sudah ada undang-undang yang mengaturnya, banyak atlet yang masih tetap memakai doping sebagai shortcut untuk memenangkan pertandingan. Padahal pemakaian doping sangat berbahaya bagi kesehatan si atlet sebab dapat menyebabkan timbulnya penyakit, cacat, bahkan kematian. Jadi, keuntungan yang didapat tidaklah seimbang dengan kerugian yang akan diderita bertahun-tahun kemudian. Itu belum termasuk rasa malu yang akan ditanggungnya jika ketahuan memakai doping.

Sisi Lain Ganja

Sisi Lain Ganja

created by :

Ign. Alfa Mardhiprasetya                058114095

Gunawan Agung N.                       058114160

Bayu Putro Wibisono                    058114164

Ganja pertama kali ditemukan 8000 SM, saat itu umumnya digunakan sebagai bahan tekstil. Ganja dewasa bisa mencapai tinggi empat meter dengan batang bercabang dan digolongkan dalam tanaman perdu. Jumlah daun dalam tiap tangkai selalu dalam jumlah ganjil 5, 7 ato 9. Sedangkan bunganya sudah dapat dilihat pada umur 6 bulan meskipun dalam ukuran yang cukup kecil. Bijinya sendiri berwarna hitam kecoklatan dan mengkilap serta mengandung minyak. Mungkin kalo sedikit penelitian lebih lanjut, ganja bisa dijadikan salah satu sumber minyak alternatif.
Sekarang Ganja lebih dikenal sebagai tumbuhan yang menciptakan euforia. Euforia adalah perasaan senang yang muncul tanpa sebab. Hal Ini dipicu oleh salah satu kandungan yang dimilikinya yakni THC atau tetrahydrocannabinol yang merupakan jenis zat psikoaktif. Istilah lain untuk Ganja adalah marijuana, tampee, pot, weed, dope atau green stuff (slang bahasa Inggris), cimeng atau gele (slang bahasa Indonesia).

THC (tetrahyahocannabinol) dalam ganja terdiri dari Delta -9-THC dan Delta -8-THC. Delta -9-THC mempunyai efek mempengaruhi pola pikir otak manusia melalui cara melihat sesuatu, mendengar, dan mempengaruhi suasana hati pemakainya. Para ilmuwan medis percaya bahwa Delta -9-THC dapat mengobati berbagi penyakit. Misalnya, daun dan biji tanaman cannabis dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker dan tumor. Lalu, akar dan batangnya dapat dibuat ramuan yang mampu menyembuhkan penyakit, diantaranya kram perut, disentri, asma, anthrax, luka bakar, dan lainnya. Di Inggris sendiri terdapat suatu lembaga yang khusus melakukan penelitian terhadap ganja secara medis dan farmasi, yakni Marijuana Center. Hasilnya, kandungan kimia dalam ganja dapat membantu penyembuhan penyakit dalam tubuh antara lain seperti tonic (penguat), analgesic, penghilang rasa sakit, dan penenang. Bahkan efek ganja yang dapat meningkatkan nafsu makan ternyata bagus bagi penderita AIDS dan anorexia nervosa yang perlu dibangkitkan selera makannya. Sedangkan perasaan teler atau melayang dikaitkan dengan keceriaan atau tertawa yang konon dapat membantu kekuatan penyembuhan tubuh dan jiwa. Ganja telah lama dikenal manusia dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi.Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat, dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Namun di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Ganja tidak selalu identik dengan hal-hal negatif. Banyak juga hal-hal positif yang bisa dimanfaatkan dari tanaman ini
“Ganja tidak selalu identik dengan hal-hal negatif. Banyak juga hal-hal positif yang bisa dimanfaatkan dari tanaman ini sejauh pemanfaatannya dalam batas yang wajar dan tidak disalahgunakan.”

Daftar pustaka

http://firdaus-ridwan.blogspot.com/2008/11/ganja.html

http://enformasi.com/2008/10/ganja.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Ganja

Halusinogen??

NAPZA Agustus 2008

Disusun oleh :

Mayland Yee Sewa (068114087)

Veronica Desi Rahayu (068114092)

Juwita Evitaphani (068114110)

Vincentia Oktaviana (068114115)

Halusinogen?? Khayalan atau halusinasi yach??

Halusinogenik adalah sekumpulan zat yang bila digunakan dapat menyebabkan halusinasi yaitu rangsangan pada panca indera yang sebenarnya tidak ada.  Mendengar seseuatu yang tidak ada, melihat sesuatu yang tidak ada atau bahkan merasakan sesuatu seperti jalannya semut di tangan tetapi sebenarnya tidak ada dan sebagainya.

Pertama kali dibuat secara sintetis pada 1940-an untuk menghilangkan hambatan yang merintangi pada kasus kejiwaan. Halusinogen yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, seperti kaktus peyote, telah dipakai golongan pribumi Meksiko selama beberapa ratus tahun untuk kegiatan keagamaan dan hiburan.

Halusinogen juga di kenal sebagai psikedelik, bertindak pada susunan saraf pusat untuk membuat perubahan yang bermakna dan sering radikal pada keadaan kesadaran pengguna; juga dapat mengacaukan perasaan kenyataan, waktu dan emosi para pengguna.

Apa saja halusinogen ituw??

Jangan-jangan kita pernah gunakan tanpa kita sadari?? Cari tauw Yuukz..!

1. LSD(lysergic Acid Diethylamide)

LSD juga dikenali sebagai lysergide dan LSD-25.LSD adalah serbuk habluran tidak berwarna atau berbau dan larut dalam air dan alkohol.LSD selalunya dijumpai dalam bentuk cecair,serbuk atau dititik ke atas gula dadu,gelatin atau kertas blotter dan hanya sedikit sahaja diperlukan untuk mengeluarkan kesan halusinasi.Kesan LSD adalah seperti berikut:- anak mata membesar, tekanan darah menigkat, pencerapan deria yang berubah (merasa, memgang, warna atau bunyi), pengalaman psikik(good trip-menyeronokkan atau bad trip-menakutkan).

2. DMT(Dimenthyltryptamine)

DMT adalah bahan habluran tidak berwarna yang berasal daripada pokok-pokok tertentu West India dan Amerika Selatan.Ia juga boleh dikeluarkan secara sintetik. Biji-biji yang dihancurkan dihidu dan dikenali secara popular di Haiti sebagai cohoba.

3. PCP(phencyclidine,’Angel Dust’)

PCP yang dikeluarkan secara sah digunakan sebagai ubat pelali(anaesthetic) binatan.Ia juga dikeluarkan oleh makmal-makmal hram dan kadang-kadang dijual sebagai LSD,THC atau meskalin.PCP boleh dimakan atau dihisap selepas ditaburkan di atas ganja atau tembakau.

4. Meskalin

Meskalin diperoleh daripada kaktus peyote yang mula-mula digunakan oleh orang India Aztec di Mexico beribu-ribu tahun dahulu.Ia masih digunakan dengan sah oleh orang Indian Amerika yang menjadi ahli Native Amerikan Church kerana Perlembagaan Amerika Syarikat tidak membenarkan penganiayaan (persecution) mana-mana dan penggunaannya adalah dengan cara dimakan.Terdapat juga analog-analog meskalin iaitu derivatif amfetamin yang mempunyai kesan serupa seperti meskalin.Di antaranya ialah TMA(3,4,5 trimethoxyamphetamine). TMA-2(2,4,5-trimethoxyamphetamine), DOM(2,5-dimetoxy-4-methylamphetamine) dan MDA(3-metoxy-4,5-methylene-dioxyamphetamine). Analog-analog ini mempunyai kesan beberapa kali ganda lebih kuat daripada meskalin.

5. Psilosibin Dan Psilosin

Psilosibin dan psilosin berasal daripada sejenis cendawan bernama “Psilochbe Mexicana” yang ditanam di Mexico.Ia juga digunakan oleh Orang Indian Amerika yang menjadi ahli Native American Church.Psilosibin juga dikeluarkan secara sintetik dan terdapat dalam bentuk serbuk putih atau sebagai larutan jernih.

Selain itu, yang termasuk ke dalam kelompok ini antara lain : jamur tahi sapi, ganja, kecubung, dll.Jenis halusinogenik yang sering disalahgunakan dalam kelompok ini adalah zat yang diperoleh dari pohon ganja dan dari sejenis jamur yang banyak tumbuh di Bali yang dikenal sebagai “wong tai sampi” atau jamur tahi sapi.

Kelompok zat ini mempengaruhi otak manusia yaitu merangsang beberapa zat aktif saraf, khususnya beberapa jenis serotonin dan dopamin, sehingga merubah persepsi panca indera, yang dikenal sebagai halusinasi. Ada orang-orang tertentu merasa ini sebagai suatu sensasi yang menarik, tanpa mengetahui bahwa efek sampingnya dan akibat pada kesehatan juga sangat mengkhawatirkan.


Gejalanya gimana?? Kalian pernah merasakan seperti ini?? Kalo iya, berhati-hatilah..!

Halusinogen bersifat merubah sensasi pendengaran dan penglihatan. Selain itu, kedua sensasi tersebut bisa saling bersilangan; misalnya mendengarkan musik bisa menyebabkan munculnya warna-warna, yang akan bergerak seiring dengan irama musik.

Bahaya terbesar dari pemakaian obat ini adalah efek psikis dan gangguan penilaian, yang bisa menyebabkan kecelakaan atau pengambilan keputusan yang salah. Sebagai contoh, seorang pemakai halusinogen bisa berfikir bahwa ia dapat terbang, bahkan sampai melompat dari jendela untuk membuktikannya, sehingga terjadilah cedera berat atau kematian.

Halusinogen merangsang otak. Efeknya bisa tergantung kepada suasana hati dan tempat pemakai mengkonsumsi halusinogen. Contohnya, pemakai yang sebelum menelan obat telah mengalami depresi, cenderung untuk merasa lebih sedih setelah menelan halusinogen. Seseorang yang berada dibawah pengaruh halusinogen (biasanya LSD), bisa mengalami kecemasan yang luar biasa dan mulai panik, sehingga ‘perjalanan halusinasinya’ menjadi tidak menyenangkan. Dia ingin menghentikan ‘perjalanannya’, tetapi tidak bisa. ‘Perjalanan halusinasi’ lebih buruk daripada sebuah mimpi buruk karena seorang pemimpi dapat terbangun untuk mengakhiri mimpi buruknya; sedangkan halusinasi yang buruk tidak berakhir secepat itu.

Dengan berlanjutnya halusinasi, pemakai halusinogen mulai kehilangan kendali dan untuk sementara waktu dapat menderita psikosa. Kadang ‘perjalanan halusinasi’ yang buruk dapat menjadi begitu berat atau dapat memicu kerentanan bawaan untuk menderita psikosa, sehingga pemakai tetap menderita psikosa selama beberapa hari atau lebih, setelah efek obat hilang. Psikosa yang menetap lebih sering terjadi pada pemakai halusinogen yang sebelumnya sudah memiliki kelainan psikologis, yang akan semakin nyata atau semakin memburuk karena efek halusinogen.

Toleransi terhadap LSD bisa terjadi dan dapat muncul setelah sekitar 72 jam pemakaian yang berkelanjutan. Pemakai LSD juga bisa mengalami toleransi terhadap halusinogen lain. Biasanya pemakai yang menjadi toleran terhadap halusinogen dan secara tiba-tiba mengentikan pemakaiannya, tidak akan mengalami gejala putus obat.

Beberapa pemakai (terutama pemakai LSD menahun atau berulang-ulang), bisa mengalami kilas balik setelah mereka menghentikan pemakaian obat tersebut. Kilas baliknya mirip dengan pengalaman asli, tetapi biasanya tidak sekuat pengalaman aslinya. Kilas balik ini bisa dipicu oleh marijuana atau mungkin obat lainnya (misalnya alkohol) atau oleh stress maupun kelelahan. Kilas balik juga bisa terjadi tanpa alasan yang jelas. Biasanya kilas balik akan menghilang setelah 6-12 bulan, tetapi bisa timbul lagi selama 5 tahun setelah pemakaian LSD yang terakhir, terutama jika masih ditemukan kecemasan atau kelainan psikis lainnya.

Diagnosanya seperti ini…!

  • Episode panik dan perubahan penglihatan, yang disertai oleh berbagai jenis delusi yang aneh merupakan ciri dari penggunaan halusinogen akut.
  • Pupil melebar, tetapi denyut jantung tidak meningkat.
  • Keterangan dari teman atau saudara merupakan tambahan yang penting dalam menegakkan diagnosis.

Efeknya gimana?? Seperti berada di khayalan tingkat tinggi??

  • Tak serupa dengan narkoba lain, pengguna LSD mendapat sedikit gagasan apa yang mereka pakai dan efeknya dapat berubah-ubah dari orang ke orang, dari peristiwa ke peristiwa dan dari dosis ke dosis.
  • Efeknya dapat mulai dalam satu jam setelah memakai dosis bertambah antara 2-8 jam dan berangsur hilang secara perlahan-lahan setelah kurang lebih 12 jam.
  • Untuk penggunaan LSD efeknya dapat menjadi nikmat yang luar biasa, sangat tenang dan mendorong perasaan nyaman. Sering kali ada perubahan pada persepsi, pada penglihatan, suara, penciuman, perasaan dan tempat. Efek negatif LSD dapat termasuk hilangnya kendali emosi, disorientasi, depresi, kepeningan, perasaan panik yang akut dan perasaan tak terkalahkan, yang dapat mengakibatkan pengguna menempatkan diri dalam bahaya fisik.
  • Pengguna jangka panjang dapat mengakibatkan sorot balik pada efek halusinogenik, yang dapat terjadi berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah memakai LSD.
  • Tidak ada bukti atau adanya ketergantungan fisik dan tidak ada gejala putus zat yang telah diamati bahkan setelah dipakai secara berkesinambungan. Namun, ketergantungan kejiwaan dapat terjadi.

Bisa sembuh gak?? Ada obatnya??

Sebagian besar pemakai halusinogen tidak pernah mencari pengobatan. Pemakai halusinogen yang mengalami ‘perjalanan’ buruk, biasanya akan merasa aman bila berada dalam ruangan yang tenang dan gelap. Pemakai halusinogen yang mengalami psikosa yang menetap mungkin memerlukan pengobatan jiwa.

DAFTAR PUSTAKA

sumber : Apotik online dan media informasi obat – penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m

http://www.indonesiaindonesia.com/f/10625-penyalahgunaan-halusinogen31 Okt 2008

http://sladsmktt.tripod.com/halusinogen.htm. Gambar ini adalah jepretan laman seperti yang ditampilkan pada tanggal 9 Nov 2008

http://www.bnpbali.org/content/view/23/37/. Gambar ini adalah jepretan laman seperti yang ditampilkan pada tanggal 3 Nov 2008

http://yanrehsos.depsos.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=202.

http://a-r-r-i.blog.friendster.com/2008/02/napza/. Gambar ini adalah jepretan laman seperti yang ditampilkan pada tanggal 1 Nov 2008

http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-zat-adiktif-jenis-macam-dampak-efek-ketergantungan-pada-organisme-hidup

http://www.yakita.or.id/halusinogen.htm. Gambar ini adalah jepretan laman seperti yang ditampilkan pada tanggal 8 Nov 2008

Alkohol : WARMING OR WARNING ???

 

 

 

 

Alkohol : WARMING OR WARNING ???

Created by :

1. Arya Yudhistira 058114013

2. Severinus Yan B. 058114014

3. Erlin Frandita 058114026

4. I Made Soma Putra A.N 058114035

5. Sever Liberto Frelians 058114036

 

 

 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 600.000 warga Eropa meninggal setiap tahunnya karena masalah yang berhubungan dengan alkohol. Hal ini memakan biaya anggota Uni Eropa sebesar 200 miliar pound sterling (US$ 253 miliar) setiap tahunnya (Januari 2006, majalah Berita No. 164). Dewasa ini, alkohol bagi warga Eropa tidak lagi menjadi kebutuhan untuk sekedar menghangatkan badan saja namun seiring perkembangan jaman alkohol telah menjadi gaya hidup bagi mereka. Agaknya persepsi ini tidak hanya ditujukan bagi warga Eropa saja, melainkan warga negara-negara lain tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia sendiri alkohol merupakan zat adiktif yang paling banyak disalahgunakan dikarenakan alkohol dapat dengan mudah diperoleh meskipun telah diketahui bahwa alkohol lebih banyak memberikan efek yang merugikan dibandingkan efek yang menguntungkan. Ironisnya seiring perkembangan jaman semakin banyak pula produk-produk baru bermunculan.

 

Alkohol merupakan zat psikoaktif yang dapat menyebabkan ketergantungan, diperoleh dari proses fermentasi dan penyulingan untuk mendapatkan kadar alkohol lebih tinggi. Bahan dasar pembuatan minuman beralkohol ialah etanol

 

 

 

yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat. Apabila digunakan sebagai campuran narkotika atau psikotropika dapat memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh.

Ada 3 golongan minuman berakohol, yaitu :

-

 

Golongan A : kadar etanol 1-5%, (Bir)

-

 

Golongan B : kadar etanol 5-20%, (Berbagai jenis wine)

-

 

Golongan C : kadar etanol 20-45 %,(Whiskey, Vodca, TKW, Manson House,Johny Walker)

 

kadar alkohol dalam darah (mg/dl)

 

 

 

 

 

Kesan di otak

 

 

 

 

 

20
30
50
80

100
300
400
500

 

 

 

Pergaulan sosial meningkat
Euforia
Koordinasi otot berkurangan
Pengimbangan tubuh, pertuturan, penglihatan, dan pendengaran terganggu
Kehilangan koordinasi otot
Mengantuk, muntah
Pembiusan dalam
Penindasan pernafasan, maut  

 

Perbandingan kadar alkohol di dalam darah dengan kesannya terhadap otak

Alkohol dapat meningkatkan resiko kanker seperti kanker mulut, kerongkongan dan tenggorokan karena

 

 

 

alkohol mampu mengaktifkan enzim-enzim tertentu yang mampu memproduksi senyawa penyebab kanker. Alkohol dapat pula merusak DNA, sehingga sel akan berlipatganda (multiplying) secara tak terkendali.

 

 

Peminum berat mudah mengalami hipertensi, serangan jantung, kerusakan sel-sel otak, serta obesitas karena alkohol mengandung banyak kalori.

 

 

 

Konsumsi alkohol berlebih tidak hanya merusak fungsi hati dan jantung namun dapat juga mempengaruhi volume otak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi alkohol berlebih akan mengalami penyusutan otak lebih cepat dan mempunyai volume otak lebih kecil dibandingkan orang normal (jurnal US Archives of Neurology edisi Oktober)

. Wanita lebih rentan terhadap dampak buruk alkohol, banyak kasus menunjukkan kerusakan pada jaringan otak wanita lebih cepat dibandingkan pria sehingga penyusutan otaknya juga lebih cepat. Penyusutan volume otak mengakibatkan kelainan seperti demensia atau pikun dan gangguan kognitif lain.

 

Referensi:

 

 

Abdul Majeed, 2008, Alkohol,

 

 

 

diakses 9 November 2008.

Anonim, 2005, Minuman Keras/Alkohol, http://www.kapanlagi.com/minumankeras-alkohol.htm, diakses 9 November 2008.

Anonim, 2008a, Alkohol, http://www.wikipedia.com/artikel/alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008b, Minum Alkohol Berlebihan, Volume Otak Mengecil, http://www.suaramerdeka.com, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008c, Konsumsi Alkohol Ciutkan Otak, http://www.kompas.com, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008d, Eropa Memberlakukan Label Peringatan Bahaya Minuman Alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

KInanti, 2008, Awas, Konsumsi Alkohol Bikin Pikun!, http://www.detikhot.com/artikel/alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

 

 

 

 

 

 

 

 

Alkohol : WARMING OR WARNING ???

 

 

 

 

Alkohol : WARMING OR WARNING ???

Created by :

1. Arya Yudhistira 058114013

2. Severinus Yan B. 058114014

3. Erlin Frandita 058114026

4. I Made Soma Putra A.N 058114035

5. Sever Liberto Frelians 058114036

 

 

 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 600.000 warga Eropa meninggal setiap tahunnya karena masalah yang berhubungan dengan alkohol. Hal ini memakan biaya anggota Uni Eropa sebesar 200 miliar pound sterling (US$ 253 miliar) setiap tahunnya (Januari 2006, majalah Berita No. 164). Dewasa ini, alkohol bagi warga Eropa tidak lagi menjadi kebutuhan untuk sekedar menghangatkan badan saja namun seiring perkembangan jaman alkohol telah menjadi gaya hidup bagi mereka. Agaknya persepsi ini tidak hanya ditujukan bagi warga Eropa saja, melainkan warga negara-negara lain tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia sendiri alkohol merupakan zat adiktif yang paling banyak disalahgunakan dikarenakan alkohol dapat dengan mudah diperoleh meskipun telah diketahui bahwa alkohol lebih banyak memberikan efek yang merugikan dibandingkan efek yang menguntungkan. Ironisnya seiring perkembangan jaman semakin banyak pula produk-produk baru bermunculan.

 

Alkohol merupakan zat psikoaktif yang dapat menyebabkan ketergantungan, diperoleh dari proses fermentasi dan penyulingan untuk mendapatkan kadar alkohol lebih tinggi. Bahan dasar pembuatan minuman beralkohol ialah etanol

 

 

yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat. Apabila digunakan sebagai campuran narkotika atau psikotropika dapat memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh.

Ada 3 golongan minuman berakohol, yaitu :

-

 

Golongan A : kadar etanol 1-5%, (Bir

)

-

 

Golongan B : kadar etanol 5-20%, (Berbagai jenis wine

)

-

 

Golongan C : kadar etanol 20-45 %,(Whiskey, Vodca, TKW, Manson House,Johny Walker)

 

 

kadar alkohol dalam darah (mg/dl)

 

 

 

Kesan di otak

 

 

 

20
30
50
80

100
300
400
500

 

 

Pergaulan sosial meningkat
Euforia
Koordinasi otot berkurangan
Pengimbangan tubuh, pertuturan, penglihatan, dan pendengaran terganggu
Kehilangan koordinasi otot
Mengantuk, muntah
Pembiusan dalam
Penindasan pernafasan, maut 

 

 

 

 

 

Perbandingan kadar alkohol di dalam darah dengan kesannya terhadap otak

Alkohol dapat meningkatkan resiko kanker seperti kanker mulut, kerongkongan dan tenggorokan karena

 

 

alkohol mampu mengaktifkan enzim-enzim tertentu yang mampu memproduksi senyawa penyebab kanker. Alkohol dapat pula merusak DNA, sehingga sel akan berlipatganda (multiplying) secara tak terkendali.

 

 

Peminum berat mudah mengalami hipertensi, serangan jantung, kerusakan sel-sel otak, serta obesitas karena alkohol mengandung banyak kalori.

 

 

Konsumsi alkohol berlebih tidak hanya merusak fungsi hati dan jantung namun dapat juga mempengaruhi volume otak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi alkohol berlebih akan mengalami penyusutan otak lebih cepat dan mempunyai volume otak lebih kecil dibandingkan orang normal (jurnal US Archives of Neurology edisi Oktober)

. Wanita lebih rentan terhadap dampak buruk alkohol, banyak kasus menunjukkan kerusakan pada jaringan otak wanita lebih cepat dibandingkan pria sehingga penyusutan otaknya juga lebih cepat. Penyusutan volume otak mengakibatkan kelainan seperti demensia atau pikun dan gangguan kognitif lain.

 

Referensi:

 

Abdul Majeed, 2008, Alkohol,

 

 

diakses 9 November 2008.

Anonim, 2005, Minuman Keras/Alkohol, http://www.kapanlagi.com/minumankeras-alkohol.htm, diakses 9 November 2008.

Anonim, 2008a, Alkohol, http://www.wikipedia.com/artikel/alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008b, Minum Alkohol Berlebihan, Volume Otak Mengecil, http://www.suaramerdeka.com, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008c, Konsumsi Alkohol Ciutkan Otak, http://www.kompas.com, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008d, Eropa Memberlakukan Label Peringatan Bahaya Minuman Alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

KInanti, 2008, Awas, Konsumsi Alkohol Bikin Pikun!, http://www.detikhot.com/artikel/alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

 

 

 

 

 

 

Alkohol : WARMING OR WARNING ???

 

 

 

 

Alkohol : WARMING OR WARNING ???

Created by :

1. Arya Yudhistira 058114013

2. Severinus Yan B. 058114014

3. Erlin Frandita 058114026

4. I Made Soma Putra A.N 058114035

5. Sever Liberto Frelians 058114036

 

 

 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 600.000 warga Eropa meninggal setiap tahunnya karena masalah yang berhubungan dengan alkohol. Hal ini memakan biaya anggota Uni Eropa sebesar 200 miliar pound sterling (US$ 253 miliar) setiap tahunnya (Januari 2006, majalah Berita No. 164). Dewasa ini, alkohol bagi warga Eropa tidak lagi menjadi kebutuhan untuk sekedar menghangatkan badan saja namun seiring perkembangan jaman alkohol telah menjadi gaya hidup bagi mereka. Agaknya persepsi ini tidak hanya ditujukan bagi warga Eropa saja, melainkan warga negara-negara lain tak terkecuali Indonesia.

Di Indonesia sendiri alkohol merupakan zat adiktif yang paling banyak disalahgunakan dikarenakan alkohol dapat dengan mudah diperoleh meskipun telah diketahui bahwa alkohol lebih banyak memberikan efek yang merugikan dibandingkan efek yang menguntungkan. Ironisnya seiring perkembangan jaman semakin banyak pula produk-produk baru bermunculan.

 

Alkohol merupakan zat psikoaktif yang dapat menyebabkan ketergantungan, diperoleh dari proses fermentasi dan penyulingan untuk mendapatkan kadar alkohol lebih tinggi. Bahan dasar pembuatan minuman beralkohol ialah etanol

 

 

yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat. Apabila digunakan sebagai campuran narkotika atau psikotropika dapat memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh.

Ada 3 golongan minuman berakohol, yaitu :

-

 

Golongan A : kadar etanol 1-5%, (Bir)

-

 

Golongan B : kadar etanol 5-20%, (Berbagai jenis wine)

-

 

 

Golongan C : kadar etanol 20-45 %,(Whiskey, Vodca, TKW, Manson House,Johny Walker)

 

kadar alkohol dalam darah (mg/dl)

 

 

 

Kesan di otak

 

 

 

20
30
50
80

100
300
400
500

 

 

Pergaulan sosial meningkat
Euforia
Koordinasi otot berkurangan
Pengimbangan tubuh, pertuturan, penglihatan, dan pendengaran terganggu
Kehilangan koordinasi otot
Mengantuk, muntah
Pembiusan dalam
Penindasan pernafasan, maut 

 Perbandingan kadar alkohol di dalam darah dengan kesannya terhadap otak

Alkohol dapat meningkatkan resiko kanker seperti kanker mulut, kerongkongan dan tenggorokan karena

 

 

alkohol mampu mengaktifkan enzim-enzim tertentu yang mampu memproduksi senyawa penyebab kanker. Alkohol dapat pula merusak DNA, sehingga sel akan berlipatganda (multiplying) secara tak terkendali.

 

 

Peminum berat mudah mengalami hipertensi, serangan jantung, kerusakan sel-sel otak, serta obesitas karena alkohol mengandung banyak kalori.

 

 

Konsumsi alkohol berlebih tidak hanya merusak fungsi hati dan jantung namun dapat juga mempengaruhi volume otak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi alkohol berlebih akan mengalami penyusutan otak lebih cepat dan mempunyai volume otak lebih kecil dibandingkan orang normal (jurnal US Archives of Neurology edisi Oktober)

. Wanita lebih rentan terhadap dampak buruk alkohol, banyak kasus menunjukkan kerusakan pada jaringan otak wanita lebih cepat dibandingkan pria sehingga penyusutan otaknya juga lebih cepat. Penyusutan volume otak mengakibatkan kelainan seperti demensia atau pikun dan gangguan kognitif lain.

 

Referensi:

 

Abdul Majeed, 2008, Alkohol,

 

 

diakses 9 November 2008.

Anonim, 2005, Minuman Keras/Alkohol, http://www.kapanlagi.com/minumankeras-alkohol.htm, diakses 9 November 2008.

Anonim, 2008a, Alkohol, http://www.wikipedia.com/artikel/alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008b, Minum Alkohol Berlebihan, Volume Otak Mengecil, http://www.suaramerdeka.com, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008c, Konsumsi Alkohol Ciutkan Otak, http://www.kompas.com, diakses tanggan 9 November 2008.

Anonim, 2008d, Eropa Memberlakukan Label Peringatan Bahaya Minuman Alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

KInanti, 2008, Awas, Konsumsi Alkohol Bikin Pikun!, http://www.detikhot.com/artikel/alkohol, diakses tanggan 9 November 2008.

 

 

 

 

 

METH, Jangan Coba-coba !!! Sekali Coba , . , . ,

Disusun oleh :

Akursius Rony                       ( 058114110 )

Yosephin Dyah S.P.             ( 058114113 )

Oktavia Dhina E.                   ( 058114117 )

Ika Marlinah                           ( 058114129 )

 

METH, Jangan Coba-coba !!!

Sekali Coba , . , . ,

Pada suatu malam musim hujan, di daerah Puncak seorang polisi menghentikan sebuah mobil tanpa satu lampu belakang. Di dalam mobil tersebut ada seorang mahasiswi berusia 20 tahun bernama Jazzie, dan pacarnya Frans. Polisi itu bertanya kepada mereka :

“Kalian berhenti tanpa lampu send dan lampu belakang mobilnya tinggal satu, kalian harus memperbaikinya. Tunjukkan SIM, STNK atau kartu Asuransi!”.

Polisi memperingatkan mereka untuk membenarkan lampu belakang. Namun, mereka berdua tampak bingung, linglung dan berdiam diri saja. Lalu mereka bertanya kepada polisi itu tentang arah dan jalan,  dan polisi mengatakan bahwa jalan yang akan mereka tuju jaraknya 161 km dari tempat tersebut, mereka tersesat.

Saat itu sedang hujan deras disertai angin yang sangat kencang, dan polisi tersebut menyuruh mereka memperbaiki mobilnya karena dapat membahayakan orang lain. Polisi itupun mengantar mereka hanya samapai jalan raya, lalu meninggalkan mereka dan polisi tersebut tak tahu bahwa mereka sedang mabuk berat.

Mereka berdua mabuk obat yang mulai digemari kaum dewasa muda, namanya Methamphetamine. Sebenarnya obat itu tidak populer di Indonesia, mereka mendapatkan obat itu dari teman mereka, Janette seorang warga Negara asing yang satu kampus dengan mereka.

Awalnya Jazzie dan Frans bukanlah pecandu atau peminum, tapi karena Janette mengiming-imingi mereka dengan suatu obat yang dapat meningkatkan stamina, menghilangkan stress dan membuat happy, akhirnya mereka berdua tergoda juga untuk coba-coba.

Malam itu pertama kalinya Frans dan Jazzie mencoba memakai methamphetamine. Dan untuk pertama kalinya juga mereka menghadapi masalah yang sangat serius, yaitu timbulnya suatu khayalan bahwa mereka terkurung dalam hutan belantara, dan mereka tidak bisa keluar dari hayalan mereka. Frans dan Jazzie keluar dari mobil mereka, dan di tengah hujan yang lebat mereka berteriak minta tolong. Mereka terus berjalan dan berusaha keluar dari hutan yang merupakan khayalan itu. Mereka tidak sadar bahwa di samping kanan-kiri mereka adalah jurang yang dalam, sehingga karena jalan yang licin mereka pun terpeleset dan jatuh ke dalam jurang. Sungguh malang dan tragis nasib kedua anak muda itu, keesokan harinya mereka ditemukan dan sudah meninggal………

Hanya karena coba-coba memakai methamphetamine untuk bersenang-senang, mereka malah kehilangan masa muda mereka………

 

Sebenarnya…. Apa sih methamphetamine itu????

Methamphetamine bahasa gaulnya bagi mereka yang memakai adalah meth. Meth termasuk obat stimulant, tergolong dalam jenis obat keras dan lebih keras 3,5 kali dari kokain. Obat ini murah, sekali pemakaian methamphethamine sekitar 0,25 gr bisa diperoleh seharga 25 dolar atau ± Rp. 275.000;. Para pemakai menyedot lewat hidung, menelan, menghisapnya dengan rokok, dan menyuntikkannya langsung dalam pembuluh darah mereka. Satu kali pemakaian bisa membuat orang mabuk sampai 12 jam. Tak mengherankan selama 10 tahun terakhir, methamphetamine sangat digemari. Di AS, pemakaian methamphetamine merebak terutama di kalangan anak muda………..

          Para pemakai methamphetamine, merupakan pelaku kejahatan nomor satu. Hidup mereka dipengaruhi methamphetamine yang terekspresi pada tingkah laku mereka, di antaranya pikiran kacau, berbicara yang sama sekali tidak nyata               ( khayalan ), mulai melihat hal-hal dan mendengarkan suara-suara yang aneh. Semakin banyak memakai methamphetamine, maka menyebabkan pemakai semakin parah dan hilang kendali.

          Methamphetamine merupakan salah satu obat keras yang tidak dapat dikendalikan. Jadi methamphetamine merupakan obat yang sangat merusak sang pemakai baik dari segi fisik, mental maupun biologis. Bagai seperti mayat hidup bila memakainya. Yang semula tampak sehat dan kuat, namun setelah menjadi pemakai atau pecandu methamphetamine menjadi tampak tak berdaya. Sungguh teramat menyedihkan apa yang telah dibuat oleh methemphetamine terhadap tubuh sang pemakai. Yang juga dapat membuat pemakai hiper, paranoid, pemarah dan berkhayal.

 

Mekanisme kerja dari methamphetamin :

Meth masuk melalui aliran darah menuju nukleus accumbens, yang merupakan pusat kesenangan untuk otak. Proses tersebut, merupakan penghantar pelepasan dopamine, kunci kimia untuk kesenangan manusia. Dopamine adalah bahan kimia alami yang membuat kita merasa senang. Makin banyak dopamine yang keluar, maka kita akan merasa semakin senang. Ini salah satu cara otak untuk membantu kita bertahan. Meth menyelinap ke dalam sel saraf dan memicu dopamine lebih banyak keluar. Sekali pemakaian meth bisa memicu lebih dari 1200 unit dopamine. Kekuatan meth 3,5 kali lebih intens dibandingkan kokain. Dan sekitar 6 kali lipat yang normalnya bisa dilakukan tubuh. Mabuk meth berlangsung lebih lama dibandingkan obat lain, hingga 12 jam. Tapi semakin tinggi dosis yang dikonsumsi, maka efek negatif yang terjadi dalam tubuh semakin besar pula.

 

Dikutip dari film “ World’s Most Dangerous Drug “, dari National Geographic.