Diagnosa dari Riwayat Asma

Tanggal 4 Mei 2004 ditetapkan oleh Global Initiative in Asthma (GINA) sebagai World Asthma Day (Hari Asma se-Dunia). Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), penyandang asma di dunia mencapai 100-150 juta orang. Jumlah ini diduga terus bertambah sekitar 180 ribu orang per tahun.

Penyakit asma terbanyak diderita oleh anak-anak. Kondisi ini berpotensi menjadi masalah kesehatan di masa depan. Asma menyebabkan mereka kehilangan 16 persen hari sekolah di Asia, 34 persen pada anak-anak di Eropa, dan 40 persen pada anak-anak di Amerika Serikat.

Menurut spesialis paru RS Persahabatan Jakarta, Dr Tjandra Yoga Aditama, asma adalah salah satu penyakit kronik yang memiliki pasien terbanyak di dunia. Di Indonesia, kendati tidak ada angka pasti, diperkirakan sampai 10 persen penduduk yang menderita asma dalam berbagai derajatnya.Asma adalah penyakit inflamasi saluran napas yang ditandai dengan penyempitan saluran napas. ”Keluhan pasien umumnya adalah sesak napas, napas berbunyi ngik-ngik, dan batuk. Keluhan seringkali muncul pada pagi hari menjelang subuh,” papar Tjandra di Jakarta, pekan lalu. Pengobatan asma ada yang bersifat pelega dan yang bersifat pengontrol. Pelega akan membuat saluran napas yang menyempit menjadi terbuka kembali. Sedangkan pengontrol akan membuat saluran napas tidak mudah menyempit bila ada faktor pencetus serangan asma.Obat asma yang paling aman dan efektif, lanjut Tjandra, adalah dalam bentuk disemprot atau dihisap karena langsung masuk ke saluran napas, efeknya cepat, efek samping minimal, dan dosisinya kecil. Pengobatan asma memerlukan kerja sama pasien, keluarga, dan dokternya.Asma dapat merupakan penyakit turunan. Tidak ada jaminan bahwa kalau dua orang tua mengidap asma maka anaknya pasti asma. Di pihak lain bisa juga ke dua orang tuanya tidak asma tetapi anaknya asma. Jadi, riwayat asma merupakan faktor penting untuk mendiagnosa seseorang sakit asma.Berenang baik untuk asma karena merupakan bentuk olah raga yang menggerakkan bagian tubuh atas. Juga posisi tubuh ketika berenang baik untuk asma. Rokok merupakan faktor pencetur serangan asma, dan juga jelas memperberat asma. ”Yang penting, apa yang menyebabkan asmanya kambuh, dan hal itu harus dihindarinya. Faktor ini dapat berbeda dari satu orang ke orang lainnya,” sambungnya.Sebagian penderita asma bisa sembuh dan sebagian lainnya memang harus mengonsumsi obat-obatan terus. Ini tergantung dari berat atau ringannya penyakit, keadaan tubuh seseorang, situasi lingkungan, dan pengobatan yang digunakan. Sementara itu, menurut Prof Dr Faisal Yunus PhD SpP(K) dalam pengukuhan guru besarnya di FKUI Jakarta beberapa saat lalu, langkah yang diperlukan dalam pengobatan asma antara lain pendidikan pada penderita dan keluarganya. Selain itu, perlu menentukan jenis dan obat asmanya, serta menghindari faktor pencetus asma agar pemberian pengobatannya optimal. ”Yang jelas, perlu penatalaksana penyakit sedini mungkin dan melakukan kontrol berkala, serta olahraga yang teratur,” kata Faisal.Asma bronkial dibagi dalam empat stadium, empat derajat, sesuai dengan berat ringannya penyakit, yaitu, asma intermiten, asma persisten ringan, asma persisten sedang, dan yang paling berat adalah asma persisten berat.( wed )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s