PENGGUNAAN STATIN PADA TERAPI HIPERLIPIDEMIA

Victoria Hapsari
(07.8115.069)

PENDAHULUAN

Hiperlipidemia adalah peningkatan satu atau lebih dari berikut ini: kolesterol, kolesterilester, fosfolipid, atau trigliserida. Abnormalitas dari lipid plasma dapat menyebabkan kecenderungan pada penyakit koroner, serebrovaskular, dan pembuluh arteri tepi.

PRESENTASI KLINIS
Umum

Kebanyakan pasien adalah asymptomatic selama bertahun-tahun sebelum penyakit jelas secara klinis. Pasien dengan sindrom metabolisme mungkin punya tiga atau lebih dari berikut ini: kegendutan abdominal, atherogenic dyslipidemia, peningkatan tekanan darah, resistensi insulin dengan atau tanpa ketidaktoleranan glukosa, status protrombotik, atau status proinflamatori.

Gejala-Gejala

Sakit dada, jantung berdebar, berkeringat, cemas, nafas pendek, hilangnya kesadaran atau kesulitan berbicara atau bergerak, sakit abdominal, dan kematian mendadak.

Tanda-Tanda

Sakit abdominal, pankreatitis, eruptive xanthomas, peripheral polineuropati, tekanan darah tinggi, luas permukaan tubuh (body mass index) lebih besar dari 30 kg/m2, atau ukuran pinggang lebih besar dari 40 inci pada pria dan 35 inci pada wanita.

Tes Laboratorium

Peningkatan kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida, apolipoprotein B, dan protein reaktif C; serta penurunan HDL.

Test-Test Diagnostik Lain

Lipoprotein(a), homosistein, serum amiloid a, dan LDL tebal/padat (pola B). Berbagai skrining tes untuk manifestasi dari penyakit pembuluh (index mata kaki berkenaan dengan lengan, latihan pengujian, magnetis resonansi imaging) dan diabetes (glukosa puasa, uji toleransi glukosa oral).

TERAPI
TUJUAN TERAPI

Menurunkan jumlah LDL (LDL-C) dan meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) dalam darah, serta mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut yaitu Coronary Heart Disease (CHD).

SASARAN TERAPI
LDL kolesterol

STRATEGI TERAPI

Non Farmakologi
Terapi non farmakologi dapat dilakukan dengan melakukan terapi diet dan memperbaiki gaya hidup (Terapeutic Lifestyle Change). Terapi diet bertujuan untuk menurunkan intake lemak total, asam jenuh, dan kolesterol secara progresif dan untuk mencapai berat badan yang diinginkan. Diet kolesterol dan asam lemak jenuh memicu penurunan pengeluaran LDL di hati. Komponen-komponen Terapeutic Lifestyle Change (TLC) meliputi: pengurangan asupan-asupan dari kolesterol dan lemak jenuh, pemilihan makanan yang berhubungan dengan aturan makan untuk mengurangi LDL seperti stanol dan sterol serta peningkatan masukan serat yang dapat larut, penurunan berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik.
Terapi non farmakologi ini hendaknya menjadi terapi utama untuk hiperlipidemia, kecuali untuk pasien dengan hiperkolesterolemia familial (secara bawaan/genetik mempunyai kelainan metabolisme lipoprotein/kolesterol) atau hiperlipidemia gabungan yang bersifat familial, yaitu penanganan terapinya dengan pengaturan makanan dan terapi dengan obat dimulai secara bersamaan.
Farmakologi
Obat penurun lipid diindikasikan kuat pada pasien dengan penyakit arteri koroner, atau pada pasien dengan resiko tinggi penyakit arteri koroner karena faktor resiko multipel, dan pada pasien dengan hiperkolesterolemia familial. Obat-obat penurun lipid yang kini tersedia adalah sebagai berikut: resin penukar asam empedu, asam nikotinat (niacin), turunan asam fibrat, dan penghambat kompetitif reduktase HMG KoA (hidroksi 3 metilglutaril koenzim A). Untuk obat penghambat reduktase HMG KoA biasanya juga dikenal dengan obat golongan statin yang merupakan obat penurun lipid yang paling baru.
Mempertimbangkan kepatuhan, efek samping dan efektivitas, statin adalah obat pilihan untuk pasien dengan hiperkolesterolemia/hiperlipidemia karena merupakan bentuk paling kuat dari monoterapi dan hemat biaya bagi pasien dengan penyakit arteri koroner atau berbagai faktor-faktor resiko dan pencegahan bagi pasien dengan resiko tinggi primer. Senyawa-senyawa tersebut merupakan analog struktural dari HMG KoA. Cara kerja dari senyawa ini adalah dengan memblok sintesis kolesterol dalam hati. Hal ini menstimulasi ekspresi lebih banyak enzim, cenderung untuk mengembalikan sintesis kolesterol menjadi normal bahkan pada saat terdapat obat. Akan tetapi, efek kompensasi ini tidak lengkap dan pengurangan kolesterol dalam hepatosit menyebabkan peningkatan ekspresi reseptor LDL, yang dapat menurunkan kolesterol plasma. Untuk wanita hamil dan menyusui, tidak diperbolehkan mengkomsumsi obat golongan ini, karena berkhasiat teratogen dan mencapai air susu ibu (pravastin).
Obat golongan statin diantara terdiri dari:
Lovastatin
Indikasi: menurunkan kadar kolesterol total dan LDL pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer yang tidak dapat diatasi dengan diet atau tindakan non-farmakologi lain; serta menurunkan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia.
Kontraindikasi: hamil, menyusui, pasien dengan penyakit hati aktif atau peningkatan serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
Dosis: Awal 20 mg/hari, diberikan bersamaan makan malam. Dapat ditingkatkan sampai maksimal 80 mg 2x/hari dengan interval 4 minggu.
Efek samping: pusing, sakit kepala, konstipasi, diare, dispepsia, mual, ruam kulit, nyeri abdomen, nyeri dada, gangguan penglihatan.
Nama Dagang: Justin (Ifars) Tablet 20 mg; Lipovas (Tempo Scan Pacific) Tablet 20 mg; Lofacol (Ferron) Tablet 20 mg; Lotyn (Interbat) Tablet 20 mg; Lovatrol (Fahrenheit) Tablet salut 20 mg.
Simvastatin
Indikasi: hiperkolesterolemia primer pada pasien yang tidak cukup memberikan respon terhadap diet; mengurangi kejadian klinis dan memperlambat progresi aterosklerosis koroner pada pasien penyakit jantung koroner dan kadar kolesterol 5,5 mmol/l atau lebih.
Kontraindikasi: hamil, menyusui, pasien dengan penyakit hati aktif atau peningkatan serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
Dosis: Awal 10 mg/hari dosis tunggal pada malam hari. Dapat disesuaikan dengan interval kurang dari 4 minggu; kisaran lazim 10-40 mg/hari. Penyakit jantung koroner, awal 20 mg 1x/hari malam hari.
Efek samping: pusing, sakit kepala, konstipasi, diare, dispepsia, mual, ruam kulit, nyeri abdomen, nyeri dada, gangguan penglihatan, hepatitis, sakit kuning, anemia.
Nama Dagang: Cholestat (Kalbe Farma) Kaplet salut selaput 10 mg; Esvat (Ferron) Tablet salut selaput 5 mg, 10 mg, 20 mg; Detrovel (Fahrenheit) Tablet 5 mg, 10 mg; Ethicol (Ethica) Tablet salut enterik 10 mg; Mersivas (Mersifarma TM) Tablet salut selaput 10 mg; Normofat (Soho) Tablet 10 mg; Rechol (Pharos) Tablet salut selaput 5 mg, 10 mg.
Pravastatin
Indikasi: hiperkolesterolemia primer pada pasien dengan kadar kolesterol 6,5 mmol/l atau lebih besar yang tidak cukup memberikan respon terhadap diet; memperlambat progresivitas aterosklerosis koroner dan menurunkan kejadian jantung pada pasien dengan hiperkolesterolemia yang mengalami arterosklerosis arteri koroner. Serta menurunkan resiko infark miokard dan menurunkan resiko intervensi revakularisasi miokar dan mortalitas.
Kontraindikasi: hamil, menyusui, pasien dengan penyakit hati aktif atau peningkatan serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
Dosis: Awal 10-20 mg/hari, sebelum tidur malam.
Efek samping: gangguan hepatopati, miopati, pusing, sakit kepala, konstipasi, diare, dispepsia, mual, ruam kulit, nyeri abdomen, nyeri dada, gangguan penglihatan.
Nama Dagang: Cholespar (Pharos) Tablet 10 mg, 20 mg; Koleskol (Metiska Farma) Tablet 10 mg; Mevachol (Meprofarm) Tablet 10 mg, 20 mg; Mevalotin (Sankyo) Tablet 10 mg; Pravachol (Bristol-Myers Squibb) Tablet salut selaput 5 mg, 10 mg; Mevalotin (Kimia Farma) Tablet 5 mg, 10 mg.
Fluvastatin
Indikasi: hiperkolesterolemia primer pada pasien dengan kadar kolesterol 6,5 mmol/l atau lebih yang tidak cukup memberikan respon terhadap diet; tambahan pada diet dalam menunda progresi aterosklerosis koroner pada hiperkolesterolemia primer dan penyakit jantung koroner yang menyertainya.
Kontraindikasi: hamil, menyusui, pasien dengan penyakit hati aktif atau peningkatan serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
Dosis: Awal 20 mg/hari sore hari, kisaran lazim 20-40 mg/hari. Dapat disesuaikan dengan interval 4 minggu sampai 40 mg 2x/hari.
Efek samping: pusing, sakit kepala, konstipasi, diare, dispepsia, mual, ruam kulit, nyeri abdomen, nyeri dada, gangguan penglihatan.
Nama Dagang: Lescol/Lescol XL (Novartis) Kapsul 40 mg, Tablet XL 80 mg.
Atorvastatin
Indikasi: diet tambahan untuk mengurangi kenaikan kolesterol total, kolesterol LDL, apoliprotein B dan trigliserida pada pasien dengan hiperkolesterolemia primer, kombinasi hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia homozigot-heterozigot familial, bila respon terhadap diet dan cara non farmakologi lain tidak adekuat.
Kontraindikasi: hamil, menyusui, pasien dengan penyakit hati aktif atau peningkatan serum transaminase yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
Dosis: Awal 20 mg/hari, diberikan bersamaan makan malam. Dapat ditingkatkan sampai maksimal 80 mg 2x/hari dengan interval 4 minggu.
Efek samping: edema angioneurotik, insomnia, miopati, pusing, sakit kepala, konstipasi, diare, dispepsia, mual, ruam kulit, nyeri abdomen, nyeri dada, gangguan penglihatan.
Nama Dagang: Lipitor (Pfizer) Tablet salut selaput 10mg, 20 mg, 40 mg.

REFERENSI
Anonim, 2000, Informasi Obat Nasional Indonesia 2000, Departemen Kesehatan RI: Jakarta, halaman: 87-89
Anonim, 2006, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi, Penerbit PT Infomaster: Jakarta, halaman: 259-265
DiPiro, J.T, 2003, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach 5th ed., The McGraw-Hill Companies Inc.: United States of America, halaman: 71
DiPiro, J.T, 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach 6th ed., The McGraw-Hill Companies Inc.: United States of America, halaman: 429-449
Katzung, B.G, 2002, Farmakologi Dasar dan Klinik, edisi 8, buku 2, Penerbit Salemba Medika : Jakarta, halaman: 441-444
Neal, M.J, 2006, At Glance Farmakologi Medis, ed.5, Penerrbit Erlangga: Jakarta, halaman: 46-47
Tjay, T.H, Rahardja, K., 2002, Obat-obat Penting, ed. 5, Penerbit PT Elex Media Komputindo: Jakarta, halaman: 536-546

5 responses to “PENGGUNAAN STATIN PADA TERAPI HIPERLIPIDEMIA

  1. siang,pak…apa kabar??? nanda neh pak…lagi browsing ternyata masuk website bapak..kuambil ya pak artikelnya buat bantu ngerjain tugas…thanks alot..n viva profesi sadhar..

  2. bagaimana interaksi obat hiperlipidemia?

  3. SAYA RIMA UMUR 53 THN PUNYA HYPERTENSI TP OBAT SDH ADA YG COCOK ?INGIN MENANYAKAN OBAT APA YG TIDAK MUAL SUPAYA KOLESTEROL TOTAL,LDL,TRIGLISERIDA TURUN DAN HDL NAIK,DAN ASAM URAT MENJADI TIDAK TINGGI.SAYA

  4. Saya pria dengan umur 39 thn, dengan data2 klinis:
    Kolesterol LDL 212 mg/dL, Trigliserida 162 mg?dL, Kolesterol HDL 46 mg/dL, Kolesterol total 277 mg/dL
    dan Lp(a) 45.9 mg/dl
    Tinggi badan 178, berat 74 kg, Tekanan 120/80 serta lingkaran perut 91 cm. (Up date per tgl 2 January 2009)

    Diet sejauh ini sdh saya lakukan dan treat mill 20 mnt sehari (kec 4-6). Dan obat yang saya makan adalah Vidastat 20 Simvastatin (Darya-Varya).

    Please advise apakah ini sudah cukup dan berapa lama saya bisa check up?

    FYI, saya agak sedikit stress dengan keadaan ini..

    BR//
    Ricky

    • Mohon pencerahan…
      Apakah obat simvastatin bisa dikonsumsi terus menerus? apa efek sampingnya jika lebih dari 30 hari mengkonsumsi obat tersebut? terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s