Penggunaan Tacrolimus pada Atopic Dermatitis

Penggunaan Tacrolimus pada Atopic Dermatitis
Disusun oleh:
M. Maharani Eka sati
078115018

Pendahuluan
Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit sangat gatal berupa bercak kemerahan bersisik, terdapat pada wajah dan daerah-daerah lipatan yang bisa menjadi basah dan mengering seperti koreng. Garukan dan gesekan akan menyebabkan infeksi, penebalan kulit dan likenifikasi.
Dermatitis atopik dibagi menjadi tiga fase yaitu:
1. dermatitis atopik fase infantil (bayi usia 0-2 tahun)
2. dermatitis atopik fase anak (anak usia 2-12 tahun)
3. dermatitis atopik fase dewasa (usia 12-18 tahun)
Faktor pencetus
1. penggunaan sabun atau detergen, bahan kimia yang dapat memicu rasa gatal pada kulit
2. pakaian dari bahan wol atau berserat kasar
3. keringat berlebihan, disebabkan lingkungan yang bersuhu panas/dingin dan kelembaban tinggi atau rendah, sinar matahari.
4. akibat tungau debu rumah, bulu binatang, serbuk sari, karpet, dll.
Dermatitis atopik merupakan kondisi kambuhan yang dimulai pada masa anak-anak dan kadang terus berlanjut sampai manula. Dermatitis atopik tidak menular. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun penanganan yang tepat akan mencegah dampak negatif penyakit ini terhadap anak yang mengalami dermatitis atopik dan keluarganya.
Kecenderungan penderita dermatitis atopik yaitu sebagai berikut:
1. 5% dari anak-anak berusia kurang dari 5 tahun
2. 25% punya riwayat keluarga dengan asma, hay fever, konjungtivitis atau dermatitis dengan diastesi atopik.
3. kadar IgE serum meningkat

Sasaran
Terapi untuk penyakit dermatitis atopik ini lebih untuk mengatasi kekeringan kulit yang timbul, menghilangkan inflamasi, mengurangi rasa gatal, mengidentifikasi dan menghilangkan faktor pencetus.

Tujuan
Perawatan dan pengobatan dermatitis atopik harus dilakukan mengingat penyakit ini kronis dan sangat mengganggu. Banyak faktor yang menyebabkan kambuh antara lain alergen, infeksi kulit, iritasi, berkeringat, kedinginan, stress. Oleh karena itu pengobatan pada dasarnya dengan menghindari hal-hal tersebut. Tujuan dari terapi dermatitis atopik yaitu untuk (1) melembutkan kulit dengan emolien, (2) mengurangi rasa gatal dengan antihistamin oral, (3) mengurangi inflamasi dengan steroid topikal atau dengan tacrolimus topikal.

Strategi Terapi
Dermatitis atopik merupakan reaksi hipersensitivitas dan dapat kambuh hingga usia dewasa sehingga mungkin sulit untuk diatasi. Namun terapi tetap dapat dilakukan dengan pinsip melembabkan kulit dengan menggunakan emolien dan mengurangi rasa gatal dengan antihistamin oral ditambah dengan penggunaan NSAID untuk mengurangi inflamasinya. Pada terapi kali ini akan dijelaskan tentang penggunaan tacrolimus topikal untuk pengobatan dermatitis atopik.

1. Terapi non farmakologis
Faktor iritan seperti sabun, pekerjaan yang terus menerus basah, panas dan paparan zat pelarut harus dihindari. Selain itu kebersihan kondisi lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi, menghindari tungau debu rumah dapat membantu mengurangi bertambah parahnya dermatitis atopik. Selain itu iklim juga berpengaruh, sehingga penderita harus menjaga kondisi sanitasi dan ventilasi di sekitar tempat tinggal. Iklim yang cerah kering menguntungkan.

2. Terapi Farmakologis
TACROLIMUS
Tacrolimus merupakan hasil fermentasi dari Streptomyces tsukubaensis dan diisolasi pertama kali pada tahun 1984. Tacrolimus bekerja dengan menghambat transkripsi gen pembentuk sitokin pada limfosit T. Tacrolimus memiliki aktivitas immunosupresif seperti cyclosporine, namun dengan volume yang sama tacrolimus memiliki daya yang lebih kuat. Tacrolimus dapat digunakan pada preparat topikal untuk terapi dermatitis atopik berat.

Indikasi:
Untuk terapi jangka panjang dan pendek dermatitis atopik

Kontra indikasi: hipersensitif terhadap makrolid

Bentuk sediaan :
Salep 0.03% x 10 g
Salep 0.1% x 10 g

Dosis:
a. Dewasa : oleskan tipis (kandungan salep 0.03% – 0.1%) pada daerah kulit yang terkena, lanjutkan sampai satu minggu hingga gejala dan tanda dari dermatitis atopik hilang.
b. Anak (usia kurang dari 2 tahun) : oleskan tipis (kandungan salep 0.03%) pada daerah kulit yang terkena, lanjutkan sampai satu minggu hingga gejala dan tanda dari dermatitis atopik hilang.

Efek samping:
– Rasa panas terbakar, tersengat atau gatal biasanya bersifat ringan sampai sedang dan cenderung membaik dalam waktu 1 minggu terapi.
– Penglihatan kabur
– Masalah liver & ginjal (Nefrotoksik)
– Tremor, hipertensi, hipomagnesemia, kram, neuropathy
– Meningkatnya terjadinya infeksi jamur, virus
– Diare, muntah
– Kurangnya nafsu makan
– Insomia

Perhatian:
Emolien tidak boleh digunakan pada area yang sama dalam waktu 2 jam, pemberian bersama preparat topikal lain tidak dianjurkan. Infeksi klinis pada tempat yang diobati harus disingkirkan sebelum terapi. Hindari kontak dengan mata dan membran mukosa, penggunaan penutup luka/ perban, atau paparan sinar matahari. Kehamilan (kategori C) dan laktasi.
Nama dagang: Protopic®

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI), Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Anonim, 2007, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi, Ed. 6, Info Master, Jakarta.

Davey, P., 2003, At a Glance MEDICINE, Erlangga, Jakarta.

Katzung, G., and Bertram, M., 2007, Basic and Clinical Pharmacology, 10th edition, The Mc.Graw-Hill Company, USA

Tatro, D. S., 2004, A to Z Drugs Facts, 5th Edition, Wolters Kluwer Health, Inc., USA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s