Penggunaan Levodopa dan Carbidopa pada Terapi Parkinson’s Desease

Penggunaan Levodopa dan Carbidopa pada Terapi Parkinson’s Desease

I Dewa Gede Kusuma Jaya, S.Farm.

078115014

Parkinson merupakan gangguan neurologik gerakan otot bersifat progresif, dengan tanda-tanda progresif, dengan tanda-tanda tremor, kaku otot, bradykinesia (lambat dalam memulai dan melakukan gerakan), kelainan posisi tubuh dan cara-cara berjalan. Penyebab penyakit Parkinson belum diketahui secara pasti.

Parkinson desease merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh kematian sekelompok sel-sel otak yang bekerja bersama neurotransmitter dopamin. Penyakit ini ada hubungannya dengan penurunan aktivitas inhibitor neuron dopaminergik dalam substansi nigra dan korpus stratum yaitu bagian dari sistem ganglia basalis otak yang berfungsi untuk mengatur gerakan. Banyak gejala Parkinson memperlihatkan ketidakseimbangan antara neuron eksitatif kolinergik dan neuron inhibitory dopaminergik yang menurun.

A. Sasaran, Tujuan, dan Strategi Terapi

Sasaran terapi penyakit parkinson yaitu neuron dopaminergik. Tujuannya adalah untuk mengembalikan dopamin dalam ganglia basalis dan melawan efek eksitasi neuron kolinergik, sehingga terjadi kembali keseimbangan yang baik antara dopamin/asetilkolin. Strategi terapi penyakit Parkinson terdiri dari terapi pembedahan dan terapi farmakologis.

Teknik pembedahan yang paling efektif digunakan adalah dengan Deep Brain Stimulation (DBS) pada substalamik nukleus (STN) yang menurunkan aliran keluar dari substalamik nukleus dan juga mengurangi input pada thalamus. STN DBS secara khusus digunakan untuk tremor, kelainan posisi tubuh, dan cara berjalan. Thalamic DBS dan thalamotomy (menghilangkan lesi pada thalamus) dapat mengurangi tremor. Pallidotomy (menghilangkan lesi pada globus pallidus interna (GPi)) dan GPi DBS dapat membantu dalam dyskinesia  (pergerakan tidak normal misalnya kepala, tangan, dan kaki bergoyang saeperti menari ) namun tidak sepenuhnya membantu untuk bradykinesia . Secara umum teknik pembedahan hanya perlu jika pasien masih belum bisa berjalan sendiri walaupun telah menerima obat dengan dosis tinggi dan biasanya berlaku setelah sekurang-kurangnya lima tahun.

Terapi farmakologi pada penyakit parkinson dapat menggunakan Levodopa, Bromokriptin, Amantadin, Carbidopa, Deprenil (selegiline), dan obat-obat antimuskarinik.

Levodopa adalah prekusor metabolik dopamin. Obat ini mengembalikan kadar dopamin dalam substansia nigra yang atrofik pada penyakit parkinson. Pada awal penyakit, jumlah neuron dopaminergik dalam substansia nigra (biasanya 20% dari normal) yang tersisa, cukup untuk konversi levodopa ke dopamin. Dengan demikian, pada pasien baru respon terapi terhadap levodopa konsisten dan pasien jarang mengeluh bahwa efek obat mengecil. Namun, semakin lama jumlah neuron dan sel-sel yang mampu mengambil levodopa yang diberikan semakin berkurang, semakin sedikit pula yang mampu mengubahnya menjadi dopamin untuk disimpan atau dikeluarkan lebih lanjut. Akibatnya terjadi fluktuasi dalam pengendalian motorik. Efek levodopa dalam SSP dapat diperkuat oleh pemberian bersama carbidopa, suatu inhibitor dekarboksilase dopamin yang tidak menembus sawar otak darah. Carbidopa mengurangi metabolisme levodopa dalam saluran pencernaan dan jaringan perifer sehingga dapat meningkatkan ketersediaan levodopa di SSP. Carbidopa menurunkan dosis levodopa yang diperlukan sampai 4-5 kali dan menurunkan efek samping dopamin yang terbentuk di perifer. Kesembuhan dengan levodopa hanya bersifat simtomatik dan berlangsung selama obat berada dalam tubuh.

B. Obat Pilihan

Nama Generik

Levodopa dan Carbidopa

Nama Dagang

ParcopaTM, Sinemet

Indikasi

Parkinsonisme (bukan karena obat)

Kontra Indikasi

Galukoma sudut sempit, penyakit psikiatrik berat, kehamilan, breast-feeding

Bentuk Sediaan, Dosis, dan Aturan Pakai

Bentuk sediaan:

Tablet immediet release (Sinemet)

10/100: Carbidopa 10 mg dan levodopa 100 mg.

25/100: Carbidopa 25 mg dan levodopa 100 mg.

25/250: Carbidopa 25 mg dan levodopa 250 mg.

Tablet immediet release (tablet kunyah) (ParcopaTM)

10/100: Carbidopa 10 mg dan levodopa 100 mg (mengandung fenilalanin 3.4 mg /tablet; rasa mint).

25/100: Carbidopa 25 mg dan levodopa 100 mg (mengandung fenilalanin 3.4 mg /tablet; rasa mint).

25/250: Carbidopa 25 mg dan levodopa 250 mg (mengandung fenilalanin 8.4 mg /tablet; rasa mint).

Tablet sustained release (Sinemet CR)

Carbidopa 25 mg dan levodopa 100 mg.

Carbidopa 50 mg dan levodopa 200 mg.

Dosis dan aturan pakai:

Dosis awal 125-500 mg/hari dalam dosis terbagi setelah makan, dosis ditingkatkan sesuai dengan respon (tetapi jarang digunakan sendiri)

Tablet immediet release:

Dosis awal: carbidopa 25 mg/levodopa 100 mg 3 kali sehari

Dosis penyesuaian tablet dengan kekuatan lain dapat diganti menurut kebutuhan levodopa/carbidopa individu, ditingkatkan dengan 1 tablet pada hari yang lain jika diperlukan, kecuali ketika menggunakan tablet Carbidopa 25 mg dan levodopa 250 mg dimana peningkatan sebaiknya ½-1 tablet tiap hari. Penggunaan lebih dari 1 kekuatan dosis atau dosis 4 kali sehari mungkin dapat dilakukan (maksimum: 8 tablet tiap kekuatan per hari atau carbidopa 200 mg dan levodopa 2000 mg)

Tablet sustained release:

Dosis awal: carbidopa 50 mg/ levodopa 200mg 2 kali sehari, interval tidak kurang dari 6 jam

Dosis penyesuaian: dosis dapat diatur tiap 3 hari; interval sebaiknya antara 4-6 jam selama pasien terjaga (tidak tidur). Maksimum 8 tablet/hari.

Efek Samping

a. Efek perifer : anoreksia, nausea dan muntah karena stimulasi pusat muntah. Takikardi dan ekstrasistole ventrikular disebabkan oleh gangguan dopamin pada jantung. Hipertensi juga dapat terjadi. Kerja adrenergik pada iris menyebabkan midriasis, diskrasia darah dan reaksi test Coombs positif. Ludah dan urin berwarna agak coklat karena pigmen melanin yang dihasilkan dari oksidasi ketokalamin.

b. Efek SSP : Halusinasi visual dan pendengaran dan gerakan dibawah pengaruh kehendak yang abnormal dapat terjadi (diskinesia). Efek SSP ini berlawanan dengan gejala parkinson dan memperlihatkan aktivitas dopamin berlebihan pada ganglia basalis. Levodova juga dapat menyebabkan perubahan pikiran, depresi dan ansietas.

Resiko Khusus

Faktor resiko C pada kehamilan

Penelitian pada hewan uji menunjukan adanya efek teratogenik pada kehamilan yang disebabkan oleh penggunaan levodopa dan carbidopa, serta ditemukan beberapa kasus pada plasenta manusia.

Daftar Pustaka

Anonim, 2006, British National Formulary, edisi 52, hal 254, British Medical Association, Royal Pharmaceutical Society of Great Britain, London.

Dipiro, 2005, Pharmacotherapy, A Pathophysiologic Approach, sixth edition, 1075-1084, McGraw-Hill.

Lacy, C.F., Amstrong, L.L., Goldman, M.P., Lance, L.L., 2006, Drug Information Handbook, 14th edition, hal 921-922, Lexi Comp Ine, Canada

Neal, Michael J., 2002, Medical Pharmacology at a Glance, fourth edition, 58-59, Blackwell Science Ltd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s