PENGGGUNAAN TOPIKAL IMUNOSUPRESI (PIMECROLIMUS) PADA ATOPIC DERMATITIS

Eunike, S. Farm.

(07 8115 010)

Atopic Dermatitis

Merupakan penyakit yang kronik, kambuhan, gatal dan radang yang juga dikenal dengan nama atopic eczema.

Pengobatan (Treatment)

1.       Sasaran terapi

AD merupakan penyakit kulit akibat gangguan autoimun. Peningkat IgE dan eosinofilia ditemukan pada hampir semua pasien dengan AD. Karena AD penyakit yang dimediasi oleh sel T, eosinofil, sel Langerhans, dan sel mast, maka sangat logis bila digunakan imunosurpresan agent sebagai treatment atau pengobatan. Namun harus diingat adanya adverse effect reaction.

2.       Tujuan terapi

Saat ini AD tidak dapat disembuhkan. Kondisi ini membutuhkan rencana manajemen termasuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu luar, memelihara kulit dan menggunakan beberapa pilihan terapetik untuk mengurangi gejala. Tetapi harus secara individual dan pendekatan secara multipronged harus dilakukan.

3.       Strategi terapi

Mengurangi gejala, mencegah terjadinya falres dan modifikasi dari pemicu AD merupakan strategi jangka panjang dalam manajemen penanganan AD.

Terapi nonfarmakologi

Rekomendasi terapi nonfarmakologi bisa termasuk menghindari kontak dengan parfum, sabun berwarna dan detergen. Menggunakan cara 2 kali bilas untuk cucian, menghindari fluktuasi temperatur yang ekstrim, dsb. Tabir surya harus digunakan pada pasien dengan AD, tapi penggunaan agen nonkimia seperti tabir surya, titanium atau zinc oxide mungkin bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut atau kontak dermatitis.

Pengobatan nonfarmakologi atopic dermatitis adalah sebagai berikut : mengidentifikasi dan mengeliminasi allergen yang potensial, mengurang frekuensi mandi (mandi setiap 2 hari sekali), gunakan air mengalir saat mandi, menghindari iritasi dengan sabun (pewarna, pewangi, bahan pengawet), Menghindari detergen dan scrub yang mengiritasi, Keringkan kulit dengan handuk kering yang halus, gunakan pelembab atau emollien (salep atau krim dengan memperhatikan pewarna, pewngi dan bahan pengawet) 3 menit setelah mandi, menjaga kuku tetap pendek dan bersih, menggunakan sarung tangan berbahan katun untuk mengindari penggarukan, menggunakan baju berbahan katun, menghindari detergen laundry karena dapat mengandung allergen, berikan pelembab untuk menjaga kulit tetap lembut.

      Terapi farmakologi

Kortikosteroid Topikal

         Merupakan obat yang biasa digunakan dalam menangani inflamasi dan pruritus yang disebabkan oleh AD. Digunakan untuk pengobatan reaktif dalam jangka pendek untuk flare-ups akut. Kortikosteroid topikal harus ditambah dengan emollients.

Antihistamin

         Antihistamin digunakan untuk memotong siklus garuk-garuk yang disebabkan oleh pruritus dari AD. Karena pruritus lebih parah pada malam hari, antihistamin yang sedatif contohnya hydroxyzine atau dyphenhidramin bisa menyediakan keunggulan dalam memfasilitasi tidur.

Topikal imunosupresi

         Topical calcineurin inhibitor, termasuk tacrolimus dan pimecrolimus, sudah masuk dalam dimensi pengobatan AD. Tidak seperti kortikosteroid, agen ini menawarkan pilihan pengobatan dalam jangka panjang karena obat tersebut dapat digunakan pada seluruh bagian tubuh untuk periode lama tanpa takut adanya efek samping. Agen ini membutuhkan sebuah kompleks yang menghasilka inhibisi calcineurin yang secara normal mengakifkan set T.

Sediaan Tar

         Sediaan coal dapat mengurangi gatal dan radang pada kulit. Produk ini dapat dikombinasikan dengan topikal kortikosteroid sebagai tambahan sehingga mengurangi kekuatan kortikosteroid dan berhubungan dengan terapi sinar UV. Sediaan berbentuk crude coal tar (1%-3%) atau liquor carbonis detergen (5%-20%).

Obat Pilihan

Topikal imunosupresi, Pimecrolimus

Nama generik

      Pimecrolimus ointment (1%)

Nama dagang

      Elidel®  

Indikasi

Sebagai obat imunosupresi yang menghambat mediator sel dan respon imun humoral. Obat ini biasa digunakan untuk mencegah penolakan organ transplantasi dan juga digunakan untuk gangguan sistem autoimun termasuk kondisi dermatologis (psoriasis, dystrophic epidermylysis bullosa dan atopic dermatitis

Pada atopic dermatitis Pimecrolimus ointment digunakan pada pasien anak-anak dan dewasa dengan AD tingkat sedang dan parah dalam jangka lama. Juga efektif untuk alergi dan iritasi karena dermatitis kontak. Cocok untuk anak-anak dan bayi  usia 3 bulan.

Kontraindikasi

Untuk oral Pimecrolimus dikontraindikasikan untuk wanita hamil karena potensial mengakibatkan keguguran, namun untuk topikal Pimecrolimus tidak dilaporkan adanya kontraindikasi pada wanita hamil. Hal ini dikarenakan pimecrolimus topikal tidak memiliki efek sistemik dan dapat ditoleransi secara lokal.

Bentuk sediaan

ointment Pimecrolimus 1%

Dosis dan aturan pakai

Pada pengobatan atopic dermatitis digunakan sediaan topikal Pimecrolimus 1% berdasarkan rekomendasi FDA. Pada pasien AD, anak-anak dan dewasa. Jika digunakan 2 kali sehari, Pimecrolimus signifikan mengurang pruritus dan flares.

Efek samping

Efek samping dari penggunaan pimecrolimus sistemik adalah sakit kepala, insomnia, ansietas, amnesia, dan halusinasi. Efek toksik nya meliputi nefrotoksisitas, neurotoksisitas, hiperglikemi, dan disfungsi gastrointestinal. Efek merugikan sistemik dari pimecrolimus didokumentasikan secara lengkap dengan terapi oral, namun tidak disebutkan pada penggunaan salep topikal untuk AD. Hanya sensasi gatal dan panas atau terbakar pada daerah yang diaplikasikan namun lebih ringan daripada sensasi panas yang ditimbulkan oleh tacrolimus.

Resiko khusus

Resiko khusus pada  penggunaan pimecrolimus sistemik adalah wanita hamil yang secara khusus belum diketahui mekanismenya namun dapat menyebabkan keguguran. Pasien geriatri yang kemungkinan fungsi hati dan ginjalnya sudah menurun karena dapat memicu terjadinya disfungsi renal dan kerusakan ginjal. Namun pada penggunaan topikal tidak dilaporkan adanya resiko khusus dalam penggunaan pimecrolimus ointment tersebut.

Daftar Pustaka

Anonim, 1999, Therapeutic Drug, second Edition, Volume 2, Edited by: Collin Dollery, Churchill Livingstone, Inc., USA

 

Dipiro, J. T., Talbert, R. L., Yee, G. C., Matzke, G. R., Wells, B. G., Posey, L. M., 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Sixth Edition, 1741-1752, 1769-1781, 1785-1791, The McGraw-Hill Companies, Inc., USA

 

4 responses to “PENGGGUNAAN TOPIKAL IMUNOSUPRESI (PIMECROLIMUS) PADA ATOPIC DERMATITIS

  1. Sebetulnya saya baru mungkin terkena Atopic Dermatitis.
    Yg saya mau tanyakan, kalau memang ada sejenis salep atau Cream, merek apa yg saya bisa gunakan. Karena kalau sudah gatal,( terutama di bagian Ketiak dan didekat selangkangan ) , saya tidak tahan untuk terus menggaruk.

    Terima kasih.

  2. saya punya anak berumur 4bln,tetapi ada gangguan di kulit,dan diketahui terkena penyakit atopic,disebabkan faktor keturunan dari keluarga yg terkena asma.
    saya mau nanya
    1. apakah penyakit ini dapat disembuhkan secara total
    2. obat apa yang cocok buat balita umur 4bln an
    3. apakah penyakit ini berbahaya utk si balita
    4. apakah penyakit ini menimbulkan bekas
    terima kasih..

  3. Saya wanita 17 th, lengan kiri saya bercak2 putih. Dulu waktu masih kecil tidak ada, lalu muncul sedikit, lama2 berkembang hingga leher. Oleh dokter saya diberi Protopic tacrolimus ointment 0,1% dipakai 1x pd malam hari slama 1 jam, juga disuruh berjemur pagi & sore @ 15′. Katanya, saya kurang pigmen di daerah tertentu, makanya muncul bercak putih. Yang saya tanyakan:
    1. Apa penyebab penyakit tsb? Apakah penyakit turunan?
    2. Kata dokter setelah pakai salep, rasanya agak sakit, tapi kok saya nggak sakit ya?
    3. Berapa lama saya bisa sembuh?

  4. oia… bagian yg bercak2 putih tadi tidak gatal. saya juga pernah baca ttg vitiligo, apa itu nama penyakitnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s