tugas NAPZA

PERAN WANITA DALAM NARKOBA

Partisipatif Atau Antipatif ya??

MALU, dipermalukan, memalukan! Itulah panorama yang selalu menjelma ke dalam jiwa kala kita mendengar dan atau melihat sosok ‘tiang bangsa’ bernama wanita terpaksa bertekuk lutut dalam sindikat pengedaran narkoba. Pencitraan sosok wanita yang briliyan, hebat, luar biasa dan mampu menciptakan generasi-generasi yang tangguh seakan runtuh tiba-tiba kala ia terjerumus dalam sindikat narkotika, meski itu bukan penyebab satu-satunya. Alih-alih menjunjung tinggi hak-hak perempuan, yang terjadi justru para pengedar narkoba menjerumuskannya dalam sindikat pengedaran barang haram, yang secara otomatis juga akan menghancurkan generasi bangsa (the lost generation).

Narkoba sendiri adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obatan Berbahaya. Selain itu ada kata-kata lain yang mempunyai makna yang sama, yaitu: NAZA (Narkotika dan Zat Adiktif) dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Dan bicara tentang narkoba, artinya kita bicara tentang ekstasi, marijuana, heroin, putaw, dan ”kawan sejawat” lainnya yang merusak moral bangsa. Narkoba merupakan permasalahan seluruh masyarakat Indonesia bukan hanya Negara ataupun badan-badan tertentu yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Adanya keterpurukan wanita kedalam narkoba dari banyaknya data yang menunjukkan peningkatan jumlah wanita sebagai pemakai dan pengedar narkoba. Di Surabaya diperkirakan perempuan yang terlibat dalam kejahatan narkoba mencapai 20%. Di Yogyakarta, 25% perempuan memiliki peranan penting dalam ”panen” narkoba tersebut. Bahkan di Tangerang Sebanyak 75 persen dari penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang, Provinsi Banten, terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Sungguh jumlah yang fantastis bukan??

Memang banyak faktor yang telah terbukti menyebabkan wanita terlibat didalamnya, baik trauma masa kecil, adanya paksaan dari kekasih/suami, dan yang menjadi alasan umum adalah kondisi ekonomi yang mencekik. Bagi para pengedar narkoba wanita dianggap sebagai ”sapi perahan” —dengan gaji tak sepadan atau tidak sama sekali— dan dijebak sebagai patron atau kurir pengedaran narkotika.

Kita harus menyadari efek narkoba terhadap wanita lebih serius dibandingkan dengan pria. Efek yang ditimbulkan berkaitan dengan masalah kesehatan, baik itu bersifat klinis atau psikologis. Heroin sebagai salah satu bagian dari narkoba, dapat memberikan pengaruh buruk pada fungsi seksual dan reproduksi, yaitu menurunnya dorongan seksual, kegagalan orgasme, terhambatnya menstruasi, gangguan kesuburan, mengecilnya payudara dan keluarnya cairan dari payudara. Sedangkan marijuana, anggota lainnya, dapat menyebabkan terjadinya gangguan sel telur, hambatan kehamilan, dan terhambatnya proses kelahiran. Sedangkan narkoba sepanjang masa yakni ekstasi, dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah, syaraf otak terganggu, gangguan lever, tulang & gigi kropos, dan dampak paling berbahaya adalah terutama untuk wanita hamil, karena dapat meningkatkan resiko cacat pada bayi sampai tujuh kali lebih besar daripada bila tidak menggunakan.

Dampak umum dari narkoba dan merupakan dampak yang paling ditakuti adalah resiko wanita tertular HIV/AIDS. HIV/AIDS dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi, dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan hasil studi menunjukkan bahwa kemungkinan wanita dan remaja puteri tertular HIV 2,5 kali dibandingkan laki-laki dan remaja putera.

Dari hal tersebut, seharusnya kaum wanita menyadari dampak buruk narkoba terhadap masa kini dan masa depannya. Sehingga bagi kaum wanita yang sudah terlibat didalamnya harus ada keberanian untuk menghentikan keterlibatan yang partisipatif. Sedangkan bagi mereka yang belum terlibat namun beranggapan bahwa narkoba dapat membuat lepas dari masalah dan lain sebagainya, pikir-pikir dulu deh… Atau jangan-jangan masih ada yang berfikir narkoba membuat tampak gaul?? Aduh…hari gini narkoba bikin gaul? Please, Deh!!!

Populasi wanita yang cukup besar dan emansipasi wanita yang sedang berlangsung mendukung kaum wanita untuk menunjukkan bahwa wanita juga memiliki kekuatan untuk membantu pemerintah memberantas peredaran narkoba yang merusak generasi muda. Saatnya wanita Eksis dibarisan Depan ”ANTI NARKOBA”. MARI BERSAMA KITA ATASI NARKOBA!!!

DAFTAR PUSTAKA

www.about.com

www.kapanlagi.com

Maria Margaretha Ch. (058114139)

Yashinta Puspitasari (058114141)

Natalia Dwi Hartono (058114158)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s