NAPSA ‘ECSTASY THE SILENT KILLER’

tulisan ini disusun sebagai tugas mata kuliah NAPSA

disusun oleh :

VALENTINA DEWI AKHILA (058114066)

CHRISYE DEWI PUSPITA (O58114072)

ECSTASY THE SILENT KILLER

Apa itu ecstasy?

Ecstasy atau MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Ecstasy biasanya berbentuk tablet berwarna dengan desain yang berbeda-beda. Ecstasy bisa juga berbentuk bubuk atau kapsul.

Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak ada jaminan bahwa sebutir ecstasy bisa sepenuhnya berisi ecstasy, seringkali dicampur dengan bahan berbahaya lainnya.

Nama-nama lain: Dolphin, Blackheart, Gober, Circle K, Alladin, Apel, Electric, Buterfly, Inex, dll.

Cara pakai: berbentuk pil/kapsul. Dikunyah, dikulum, ditelan dengan air mineral.

Ciri pengguna ecstasy

Setelah memakai pengguna akan menjadi energik tapi mata sayu dan pucat, berkeringat dan tidak bisa diam dan susah tidur. Efek negatif yang dapat timbul adalah kerusakan saraf otak, dehidrasi (kurang cairan), gangguan lever, tulang dan gigi keropos, kerusakan saraf mata dan tidak nafsu makan.

Pengaruh jangka pendek

* Perasaan gembira yang meluap-luap

* Energik

* Mata sayu, pucat

* Susah tidur

* Perasaan nyaman

* Rasa mual

* Berkeringat dan dehidrasi

* Meningkatnya kedekatan dengan orang lain

* Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang

* Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk

* Paranoia, kebingungan

* Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh, dan tekanan darah

* Pingsan, jatuh atau kejang-kejang

Sakaw: rasanya gelisah dan tidak bergairah dan tidak energetik sehingga ingin mengkonsumsi lagi

Pengaruh jangka panjang

* Merusak otak dan saraf

* Memperlemah daya ingat: suatu penelitian membuktikan bahwa ecstasy merusak neuron yang melepas serotonin, bahan kimia otak yang mengatur daya ingat dan fungsi-fungsi lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemakai yang sudah tidak memakai ecstasy selama 6 bulan masih terpengaruh secara mental, yang berarti bahwa kerusakannya bersifat jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki.

* Liver dan jantung rusak dan tidak berfungsi baik

* Tulang gigi keropos

* Syaraf mata rusak

* Paras selalu ketakutan

* Kerusakan mental dan psikologis

* Membuat seseorang bertingkah laku membahayakan, atau menempatkan dirinya dalam keadaan tidak berdaya. Hal ini dapat mengarah ke pemerkosaan, hubungan seks yang tidak diinginkan, kehamilan, dan penyakit menular seksual

* Kematian, kematian akibat ecstasy dapat terjadi dari akibat 3 keadaan:

1. Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau pendarahan otak

2. Kombinasi penggunaan ecstasy dengan aktivitas menari akan menyebabkan naiknya suhu tubuh pada tingkat yang berbahaya (hyperthermia).

3. walau bukan karena akibat langsung dari ecstasy, kematian dapat terjadi karena banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang tinggi, sehingga terjadi dilutional hypoatremia di mana otak kelebihan cairan.

Mencampur obat-obatan

Sangat berbahaya mencampur obat-obatan termasuk alkohol. Demikian juga dengan kombinasi ekstasi dengan amfetamin yang akan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Ekstasi yang dicampur dengan zat halusinogen lainnya dapat menyebabkan gangguan mental yang hebat dan mereka yang menggunakan antidepresan dengan ekstasi akan mengalami gangguan ketidakseimbangan tubuh yang ekstrim.

tulisan ini disusun sebagai tugas mata kuliah NAPSA

disusun oleh :

VALENTINA DEWI AKHILA (058114066)

CHRISYE DEWI PUSPITA (O58114072)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s