OPIOID FOR AROMATHERAPY???

Membaca sepenggal judul di atas mungkin kita langsung bertanya-tanya, koq bisa ya opioid dipakai untuk aromaterapi? Padahal kan itu termasuk golongan narkotika. Pasti kalian pada penasaran kan mengapa bisa seperti itu? Yuk sebelumnya kita intip dulu tentang opioid dahulu.

OPIOID

Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium. opiat alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).

EFEK SAMPING YANG DITIMBULKAN :

Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, mengalami kerusakan pada liver dan ginjal, peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya melalui jarum suntik dan penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.

GEJALA INTOKSITASI (KERACUNAN) OPIOID :

Konstraksi pupil (atau dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat) dan satu (atau lebih) tanda berikut, yang berkembang selama , atau segera setelah pemakaian opioid, yaitu mengantuk atau koma bicara cadel ,gangguan atensi atau daya ingat.

Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia awal diikuti oleh apatis, disforia, agitasi atau retardasi psikomotor, gangguan pertimbangaan, atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan yang berkembang selama, atau segera setelah pemakaian opioid.

GEJALA PUTUS OBAT :

Gejala putus obat dimulai dalam 6 – 8 jam setelah dosis terakhir. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik. Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama.

GEJALA PUTUS OBAT DARI KETERGANTUNGAN OPIOID ADALAH :

Kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia. Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.

Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah.

OPIOID SEBAGAI AROMATERAPI

Jika kita melihat penjelasan tentang opioid di atas sepertinya hanya ada kerugian-kerugian saja yang ditimbulkan oleh opioid, namun seiring dengan berjalannya waktu kini opioid banyak dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih positif tanpa memberikan dampak buruk yang merugikan. Seperti yang sedang menjadi trend di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, aromaterapi banyak diminati oleh berbagai kalangan menengah ke atas khususnya para kaum hawa.

Aromaterapi adalah terapi menggunakan essential oil atau sari minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat, gairah, menyegarkan serta menenangkan jiwa, dan merangsang proses penyembuhan agar tubuh terasa fit dan fresh.

Aromaterapi awalnya dikenalkan di salon-salon kecantikan sebagai salah satu menu untuk menarik para pelanggannya. Sembari melakukan perawatan tubuh, biasanya kita akan dimanjakan dengan wewangian yang sesuai dengan selera kita. Salah satuya adalah opioid atau opium yang dapat dijadikan alternatif pilihan untuk relaksasi. Selain itu ada berbagai macam aroma lain seperti, Sandalwood, Lavender, Green Tea, Jasmine, Eucaliptus, Peppermint, Samsara, Chamomile, Frangipan, Musk, Ylang-ylang, Lotus, Lemon, Orange, Rose, Apple dan Strawberry.

Aroma-aroma di atas ternyata dibuat dalam berbagai bentuk sediaan antara lain, Burner (Anglo Pemanas), Essential Oil (Minyak Esensial), & Lilinnya; Stick Essence & Stick Holder; Massage Oil; Bath Salt; dan Sabun Aromatik.

Wah…asyik juga yah ngomongin yang namanya aromaterapi, seolah-olah tubuh kita dimanjakan dengan berbagai bau-bauan yang membuat pikiran juga menjadi rileks. Kita serasa menghilang sejenak dari rutinitas yang begitu melelahkan. Ngomong-ngomong soal opioid, apa sih manfaatnya bagi kita sampai-sampai bisa dijadikan aromaterapi segala? Kira-kira bisa menimbulkan ketergantungan seperti mengkonsumsi narkoba gak ya?? Yuk mari kita intip lagi….

Minyak opium yang digunakan sebagai aromaterapi harus memiliki kwalitas yang baik agar dapat membuat badan, pikiran dan roh menjadi lebih rileks. Minyak opium tersebut biasanya dibuat dalam bentuk lilin yang berbau harum, sabun, minyak untuk pijatan, minyak untuk berendam, dan parfum. Opium untuk aromaterapi dapat menghangatkan, membuat pikiran menjadi rileks dan tenang serta menyegarkan tubuh.

Ada satu hal lagi yang menarik dari aromaterapi opium ini, ternyata dapat menimbulkan euforia seperti opium yang digunakan dalam narkotik, tapi tentunya efek ini tidak sebesar narkotik. Apakah dapat menimbulkan ketergantungan atau tidak, sejauh ini belum ada penelitian tentang hal ini. Mungkin efek ketergantungannya tidak terlalu bermakna lagipula tidak semua orang suka menggunakan aroma ini. Jadi semuanya tergantung selera masing-masing.

Nah..itu tadi sepenggal kisah dari si opium dalam aromaterapi. Apakah anda tertarik untuk mencobanya? Siapa tahu dapat membuat kita melayang sejenak. Toh mumpung ini narkotik yang dilegalkan jadi kita gak usah takut ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkotik, terutama buat kalian yang suka mencoba hal yang “aneh-aneh”.

(oleh : Ayu Paramita, Aprilia Susanti D, Ika Wulandari)

2 responses to “OPIOID FOR AROMATHERAPY???

  1. farmakoterapi-info

    Judul yang menarik untuk dibaca…..

  2. OPIOID aromaterapi…. Menarik bgt dehh…. Tapi untuk ngedapetinnya beli dimana yah ???? Mungkin masih sulit ditemuin di tempat-tempat umum yah ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s