Xtc=PeDe?????? (Napza Agustus 2008)

Xtc=PeDe??????

Sekilas perenungan…

Ngrasa nggak PeDe, pemalu, pendiem, rendah diri, mudah murung atau kemampuan berkomunikasi rendah??? Kadang untuk dapat diterima dalam pergaulan untuk orang – orang yang seperti itu sulit memang. Tapi hati – hati ya… jangan biarkan dirimu terpuruk, termakan dengan yang namanya psikotropika salah satu contohnya ekstasi yang bahasa kerennya Xtc… memang apa yang ditimbulkan pada awalnya menyenangkan (buat yang make tentunya), seperti contohnya bisa lebih PeDe, fly, seneng, ketawa terus, lihat segalanya jadi indah, masalah bisa terlupakan dan seterusnya.. tapi hal itu hanya bersifat sementara.. efek buruknya lebih banyak lagi.. sampai kemungkinan terburuk KEMATIAN.. padahal banyak cara lain yang memang onsetnya lama (efek muncul lama) TAPI lebih POTEN (manjur), DURASI PANJANG and EFEK SAMPINGNYA MINIMAL (contohnya dapat teman and pengagum banyak). hmm…

For attention…

Seperti dari perenungan kita di atas, dalam komunitas untuk dapat terus berkembang kita memerlukan salah satu hal yang sangat penting dalam diri kita yaitu Kepercayaan Diri. Hal ini diupayakan agar kita dapat diterima dan dihargai orang lain yang dapat kita lakukan dengan berbagai cara, baik dengan cara positif maupun negatif. Tergantung dari cara mana yang akan kita ambil. Sebenarnya, untuk memperoleh suatu kepercayaan diri, diperlukan suatu proses yang tidak instant. Proses ini berupa pembelajaran diri, pengalaman, pemahaman diri, yang tidak hanya diperoleh dari sarana pendidikan formal tetapi juga lingkungan sosial. Tentunya hal ini sangat sulit untuk dilakukan sehingga ada beberapa orang yang memilih menggunakan jalan pintas untuk memperoleh kepercayaan diri tersebut. Salah satu jalan yang dilakukan seperti menggunakan narkoba.

Kelompok narkoba terbagi atas berbagai zat yang berbeda. Ekstasi adalah yang paling banyak dikenal, paling populer dalam beberapa tahun belakangan, terutama di kalangan remaja di diskotik dan ataupun club malam. Jenis narkoba yang satu ini sangat berbahaya sebab hanya sedikit yang mengetahui pengaruh jangka panjang dari pemakaian ekstasi. Ada anggapan bahwa ekstasi adalah jenis narkoba yang aman dan tak berbahaya, dan hal ini merupakan pengertian salah yang beredar di kalangan remaja. Dimana seperti diketahui, zat psikotropika khususnya ekstasi memiliki efek seperti :

· Perasaan gembira yang meluap-luap.

· Perasaan nyaman.

· Rasa mual.

· Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).

· Meningkatnya kedekatan dengan orang lain.

· Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang.

· Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk.

· Paranoia, kebingungan.

· Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah.

· Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-tiba).

Salah satu efek yang biasanya diinginkan oleh pengguna ekstasi adalah meningkatnya rasa percaya diri.

Apa sih ekstasi itu sebenarnya, sehingga banyak orang yang tau, pakai, dan tak bisa lepas dari jeratnya???

MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) atau ekstasi, begitu orang mengenalnya, struktur kimia dan efeknya sejenis dengan amfetamin dan bersifat halusinogen. Ekstasi biasanya hadir dalam dalam bentuk tablet berbagai warna dengan desain yang berbeda. Ekstasi juga dapat berupa bubuk atau kapsul. Seperti narkoba lainnya, tidak ada pengawasan terhadap kekuatan dan kebersihan dari zat tersebut. Tidak ada jaminan bahwa sebuah pil ekstasi mengandung MDMA secara keseluruhan, karena zat-zat tersebut sering dicampur dengan zat-zat berbahaya lainnya.

Nama-nama lain: Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dll.

Apa saja pengaruh jangka panjang pemakaian ekstasi?

Sedikit yang diketahui tentang pengaruh jangka panjang dari pemakaian ekstasi, tetapi kemungkinan kerusakan mental dan psikologis sangat tinggi. Berikut ini apa saja yang kita sudah tahu:

· Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat.

· Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat.

· Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati.

· Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan.

Efek Ketergantungan

Ada bukti bahwa orang dapat menjadi kecanduan ekstasi secara psikologis. Pemakai mengakui kesulitan mereka untuk berhenti atau mengurangi pemakaian.

Pengaruh terhadap Daya ingat dan belajar

Suatu penelitian membuktikan bahwa ekstasi menyebabkan kerusakan otak. Ekstasi merusak neuron yang melepaskan serotonin, bahan kimia otak yang mengatur daya ingat dan fungsi-fungsi lain. Penelitian lain menunjukkan bahwa bekas pemakai yang sudah tidak memakai ekstasi selama enam bulan masih terpengaruh secara mental, yang berarti bahwa kerusakannya bersifat jangka panjang dan tidak dapat diperbaiki.

At the end of routinly consuming Xtc = Kematian

Telah diketahui bahwa kematian akibat ekstasi dapat terjadi sebagai akibat dari tiga keadaan yang berbeda:

· Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau pendarahan otak.

· Kombinasi penggunaan ekstasi dengan aktivitas menari akan menyebabkan naiknya temperatur suhu badan pada tingkat yang berbahaya. Karena biasanya ekstasi diminum di klub-klub malam atau diskotik, maka resiko kematian karena panas yang berlebihan (hyperthermia) akan meningkat.

· Walau bukan karena akibat langsung dari ekstasi, kematian dapat terjadi karena banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang tinggi sehingga terjadi “dilutional hyponatremia” -keadaan dimana otak kelebihan cairan.

Cara kerja:

Ekstasi mulai bereaksi 20 sampai 60 menit setelah diminum dengan efek maksimum selama satu 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang, terkadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, dan mulut kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang, kadang juga timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar).

Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan “asyik”. Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.

Finally, itulah alasan mengapa beberapa orang mengambil jalan ini untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Padahal kalau saja kita mau membuka wawasan kita, ada banyak hal berharga yang dapat kita jadikan dasar untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

And now……

What’s ur Choice prenz….???

Created By. Fajarini Wibondari J (058114032)##Vincentia Septiana (058114034)

##Christina Santi Dwi P (058114049)##Theresia Elvira Yosi A (058114053)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s