PENGARUH KAFEIN DALAM TEH

(NaPZA angkatan 2008)

Kelompok:

  • Elysabeth Frederika Yulia Jayani (068114081)
  • Paula Cyndia Pramaningtyas (068114082)
  • Mariana Esti Rahmaroswita (068114083)
  • Nyoman Valida Lendra (068114086)
  • Fitriana Annisa (068114095)



Hampir kebanyakan orang menyukai dan memiliki kebiasaan minum teh baik pada pagi, siang maupun sore hari. Teh memang berasa enak dan benar-benar nikmat. Bahkan di iklan-iklan TV pun menyebutkan bahwa dengan meminum teh pikiran menjadi tenang. Banyak pula produk teh yang memang diperuntukkan bagi kesehatan seperti teh hijau misalnya bisa untuk menurunkan berat badan. Dengan adanya iklan-iklan itu maka timbul pikiran awam mengenai suatu pandangan dimana teh memang menyehatkan dan tidak memiliki efek samping.

Teh memang dapat memberikan manfaat bagi para peminumnya, tetapi ada juga beberapa orang tertentu yang dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi teh terlalu banyak karena bisa menjadi bumerang bagi kesehatannya.

Untuk mengetahui apakah teh itu bermanfaat atau berbahaya maka dapat dilihat dari kandungan teh itu sendiri. Daun teh mengandung kafein (2 – 3%), theobromin, theofilin, tanin, xan-thine, adenine minyak asiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride. Kandungan kafein inilah yang menjadi masalah utama manfaat dari the. Di dalam minuman teh mengandung kurang lebih 40 mg kafein.

Untuk lebih jelasnya, yukz…kita lihat mengenai kafein itu sendiri:

Struktur kafein:


Kafein ialah alkaloid yang tergolong dalam famili methylxanthine bersama-sama senyawa teofilin dan teobromin. Kafein ialah serbuk putih yang pahit. Kafein memiliki berat molekul 194.19 dengan rumus kimia C8H10N8O2 dan pH 6.9 (larutan kafein 1% dalam air). Nama sistematik kafein ialah:

o 1,3,7-trimetilxanthine

o 3,7-dihidro-1,3,7-trimetil-1 H-purin-2,6-dione

Kafein mempunyai daya kerja sebagai stimulan sistem syaraf pusat, stimulan otot jantung, meningkatkan aliran darah melalui arteri koroner, relaksasi otot polos bronki, dan aktif sebagai diuretika, dengan tingkatan yang berbeda. Dan, tidak sama dengan yang lain, daya kerja sebagai stimulan sistem syaraf pusat dari kafein sangat menonjol sehingga umumnya digunakan sebagai stimulan sentral.

Kafein biasanya aman dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Para ahli menyarankan 200-300 miligram konsumsi kafein dalam sehari merupakan jumlah yang cukup untuk orang dewasa. Tapi, mengonsumsi kafein sebanyak 100 miligram tiap hari dapat menyebabkan individu tersebut tergantung pada kafein. Maksudnya, seseorang dapat mengalami gejala seperti rasa lelah, perasaan terganggu atau sakit kepala jika ia tiba-tiba berhenti mengonsumsi kafein.

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan intoksikasi kafein (yaitu mabuk akibat kafein). Antara gejala penyakit ini ialah keresahan, kerisauan, insomnia, keriangan, muka merah, kerap kencing (diuresis), dan masalah gastrointestial. Gejala-gejala ini bisa terjadi walaupun hanya 250 mg kafein yang diambil. Jika lebih 1 g kafeina diambil dalam satu hari, gejala seperti kejangan otot (muscle twitching), kekusutan pikiran dan perkataan, aritmia kardium (gangguan pada denyutan jantung) dan bergejolaknya psikomotor (psychomotor agitation) bisa terjadi. Intoksikasi kafein juga bisa mengakibatkan kepanikan dan penyakit kerisauan.

Setiap orang berbeda kadar kepekaannya terhadap kafein. Beberapa kepekaan terhadap pengaruh kafein terhadap ibu yang sedang hamil telah diungkapkan, yaitu dapat menyebabkan kelahiran bayi yang cacat. Penelitian terhadap manusia dan hewan belum konklusif hasilnya; apakah benar dengan konsumsi normal sehari-hari dapat mengakibatkan kelahiran bayi yang cacat. Walaupun demikian karena adanya ketidakpastian dalam penelitian terhadap manusia dan telah adanya bukti yang nyata bahwa beberapa bayi cacat terjadi pada hewan percobaan, maka dapat disarankan untuk perempuan yang sedang hamil untuk mengurangi konsumsi kafeinnya perhari.

Bagi orang yang mempunyai tekanan darah tinggi, teh memang dapat membantu melindungi jantung. Akan tetapi bagi yang telah terlanjur menderita penyakit jantung, mereka harus menghindari minum teh kental, karena kadar kafein dalam teh bisa merangsang orang dan menaikkan tekanan darahnya. Bila mereka tetap minum teh maka jantungnya akan berdetak cepat, merasa sangat gelisah bahkan mengalami arrhythmia atau tidak adanya irama jantung.

Konsumsi teh bagi masyarakat Indonesia, seperti telah menjadi tradisi yang mengakar dan sulit untuk ditinggalkan. Disatu sisi, kafein merupakan senyawa yang bermanfaat bagi manusia, yang telah memberikan banyak keuntungan terutama untuk meningkatkan daya konsentrasi dan menambah kenikmatan dalam mengkonsumsi suatu minuman. Tetapi di sisi lain, kafein juga diketahui merupakan senyawa beracun, yang dapat menganggu kesehatan manusia dan keturunannya. Walaupun teh mempunyai manfaat bagi kesehatan tetapi juga ada pengaruh negative yang didapatkan dari teh dengan adanya kandungan kafein seperti yang telah dijelaskan diatas. Maka sebaiknya teh diminum secara teratur dan dengan takaran yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA

Putra, S.E., 2008, Kafein, Senyawa Bermanfaat atau Beracunkah?, http://www.chem-is-try.org, diakses tanggal 20 November 2008

Siswono, 2007, Kafein, http://www.gizi.net, diakses tanggal 20    November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s