Obat Disfungsi Ereksi Sildenafil

OBAT DISFUNGSI EREKSI SILDENAFIL

(Dewi Pristiana-068114007; Dewi Prasetyaningrum-068114057)


MEKANISME

Sildenafil termasuk dalam golongan obat phosphodiesterase inhibitor. Saat ada stimulasi sexual, nitric oxide dilepaskan oleh neuron2 atau sel-sel endotelial penis. Ini meningkatkan aktivitas guanylate cyclase. Gaunylate cyclase merupakan enzim yang responsible mengkonversi gunylate triphosphat menjadi cGMP. cGMP adalah neurotransmitter vasodilator dalam tubuh. Pada keadaan normal, keseimbangan ini adalah baik yaitu darah dapat mengalir ke dalam penis tetapi tidak bisa keluar lagi. Baru selesai orgasme, phosphodiesterase melaksanakan daya kerjanya dan ereksinya berlalu.

Selektif inhibitor PHOSPHODIESTERASE isoenzyme tipe 5 yang dijumpai pada jaringan genital mengurangi katabolisme cGMP. Sehingga dapat dikatakan sildenafil tidak menstimulasi pembentukan cGMP, hanya memperkuat dan memperpanjang daya kerjanya. Sildenafil tidak efektif jika belum terdapat stimulasi atau eksitasi seksual. Artinya, sildenafil tidak untuk menimbulkan syahwat.

Sildenafil lebih dianjurkan karena sudah beredar lebih lama dan sudah banyak diteliti dengan hasil lebih baik dibanding obat-obat golongan phosphodiesterase inhibitor lainnya.

PROFIL FARMAKOKINETIK


Sildenafil cepat diabsorpsi. Namun, absorpsi sildenafil oral dapat terhambat oleh makanan berlemak sehingga onsetnya menjadi lebih lama. Kadar puncak dicapai setelah 0,5-2 jam. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk menggunakan sildenafil ±1 jam sebelum aktivitas seksual. Plasma T 1/2 nya 3-5 jam. First pass metabolism dalam hati menjadi metabolit aktif oleh enzim sitokrom P450, terutama oleh enzyme CYP3A4 menjadi N-desmetilsildenafil dengan aktivitas 50% dan masa paruh 4 jam. Metabolisme 3 obat di hati dapat dihambat oleh simetidin, eritromisin, clarithromycin,ketoconazole, itraconazole, ritonavir, dan saquinavir. Pada pasien yang harus mengonsumsi ini, dosis awal dikurangi.Sildenafil terutama dieksresikan di feses dan bagian lainnya di urine.

EFEK SAMPING

PHOSPHODIESTERASE isoenzyme tipe 5 juga terdapat dijaringan lain seperti di jaringan perifer, otot halus trakea, dan platelets. Inhibisi PHOSPHODIESTERASE isoenzyme tipe 5 pada jaringan non-genital tersebut menyebabkan terjadinya efek yang tidak diinginkan.

Efek samping yang paling sering timbul adalah sakit kepala (10%), muka merah (flushing), dan mual. Selain itu, sildenafil dapat menurunkan 8-10 mm sistolik dan 5-6mm diastolic sejam setelah pemakaian hingga 4 jam. Meskipun banyak pasien yang tidak mengalami gejala gejala akibat perubahan tekanan darah, pasien yang menggunakan antihipertensi atau nitrat, atau antihipotensi, ini akan meingkatkan adverse effect sebagai konsekuensi efek pembuluh darah perifer.

Sildenafil meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya, penglihatan kabur, buta warna (hijau-biru) pada 3-10%pasien. Ini akibat inhibisi PHOSPHODIESTERASE isoenzyme tipe6 di sel2 fotoreseptor retina, pada pemakaian lebih dari 100mg. Meskipun efek ini ringan dan reversible, ini menjadi perhaian bagi pilot pesawat yang harus dapat membedakan warna biru atau hijau saat berencana mendarat.

Sildenafil menginhibisi PHOSPHODIESTERASE isoenzyme tipe5 di platelets, secara teori berarti menginhibisi agregasi platelet. Meskipun sildenafil tidak menyebabkan perdarahan pada pasien sehat, ini harus menjadi perhatian bagi pasien yang menggunakan aspirin atau antiplatelet lain dan pada pasien yang rentan mengalami perdarahan.

INTERAKSI OBAT

Pasien yang menggunakan nitrat organic dapat meningkatkan resiko hipotensi bersamaan dengan inhibitor PHOSPHODIESTERASE. Ini akibat dari 2 faktor yang dominan, yaitu :

· Organic nitrat sendiri mampu mengakibatkan hipotensi

· Organic nitrat mensuplai nitric acid yang menstimulasi aktivitas guanilate cyclase dan meningkatkan cGMP pada tingkat jaringan.

Pada penggunaan bersamaan dengan obat-obat dengan obat yang juga dirombak oleh enzim CYP3A4 akan meningkatkan kadarnya dalam darah, seperti: simetidin, ketokonazol, eritromisin, itrakonazol, dan obat anti-HIV penghambat protease (AZT, DDI, dll). Sementara itu, penggunaan bersama dengan ritonavir akan meningkatkan kadar sildenafil dalam darah sampai dengan 300%, maka perlu ditakarkan 1X25mg/48jam.

Yang menarik, diet asupan nitrat, nitrit, atau L-arginin (precursor nitrat) tidak dapat dihubungkan dengan inhibitor PHOSPHODIESTERASE. Karena diet ini tidak meningkatkan sirkulasi nitrit okside dalam tubuh manusia.

Sildenafil tidak menunjukkan interaksi dengan obat2 antihipersensitif. Pemakaian sildenafil bersamaan dengan α-adrenergik blocking agents, β-adrenergik blocking agents, diuretic, ACE inhibitor, bloker kanal kalsium menunjukan insidensi yang sama dengan pemakaian sildenafil saja. Bagaimana pun juga, dianjurkan pemakaian diselang 4 jam pada pasien yang sama.

PERHATIAN

Pria di mana aktivitas seksual tidak dianjurkan karena status kardiovaskulernya. Pasien yang menderita infark iokard, stroke, aritmia yang mengancam, dalam kurun waktu 6 bulan sebelumnya. Pasien-pasien dengan hipotensi atau hipertensi dalam keadaan istirahat. Payah jantun atau penyakit koroner yang menimbulkan angina tidak stabil. Retinitis pigmentosa, deformasi penis, predisposisi priapismus. Penggunaan bersama ritonavir. Pasien dengan gangguan penglihatan. Sildenafil dikontraindikasikan untuk pasien dengan masalah mata dan diabetes.

DOSIS

Dewasa: 50 mg; diminum1 jam sebelum aktivitas seksual. Dosis dapat dinaikkan sampai maksimal 100 mg atau dikurangi sampai 25 mg. Dosis maksimal biasanya sekali sehari. Tentukan dosis awal 25 mg bagi pria >65 tahun, kerusakan hati, kerusakan ginjal parah, dan penggunaan bersama penghambat sitokrom P450 3A4 yang kuat. Pada pasien yang mendapat ritonavir, dosis tunggal maksimal jangan > 25 mg/48 jam.

DAFTAR PUSTAKA

Coyle & Prince, 2005, Erectile Disfunction, in Dipiro J.T., et al, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th , Apleton & Lange, Stamford

Hardjosaputra, Purwanto, dkk, 2008, DOI, 701, PT Muliapurna Jayaterbit, Jakarta

Tjay, Tan Hoan & Kirana Rahardja, 2007, Obat-Obat Penting, 685-687, Gramedia, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s