Do You Know About

Nasib Parasetamol Dalam Tubuh ????

 

 

Disusun Oleh:

Elisabeth Kartika T.  (058114146)

Tiara Pranasita         (068114141)

Y. Md. Dwi Mayawati(068114147)

 

Apa yang terlintas dalam pikiran anda ketika mendengar kata parasetamol??? Anda pasti langsung berkata parasetamol itu adalah obat. Jika anda menjawab seperti ini, anda menjawab dengan sangat benar. Ketika pertanyaan dikembangkan lagi menjadi apakah khasiat dari parasetamol itu, anda mungkin juga langsung menjawab bahwa parasetamol adalah obat yang biasa digunakan untuk menurunkan panas. Jawaban anda tidak salah, hanya kurang lengkap. Parasetamol adalah obat dari golongan analgesik-antipiretik yaitu obat yang dapat menghilangkan rasa sakit (analgesik) dan dapat juga sebagai penurun panas (antipiretik). Tapi tahukah anda bagaimana nasib parasetamol setelah masuk ke dalam tubuh? Apa yang terjadi pada parasetamol sehingga bisa berefek? Apa saja yang mempengaruhi keberadaan parasetamol dalam tubuh? Serta apakah efek samping dari penggunaan prasetamol? Untuk mengetahui jawabannya, anda dapat mencoba memahami hal-hal di atas dari artikel yang kami susun.

 

PARASETAMOL

Parasetamol adalah derivat para amino fenol. Asetaminofen (parasetamol) merupakan metabolit fenasetin dengan efek antipiretik yang sama dan telah digunakan sejak tahun 1893. efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus aminobenzen. Asetaminofen di Indonesia lebih dikenal dengan nama parasetamol, dan tersedia dalam bentuk obat bebas (obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter). 

 

INDIKASI

Di Indonesia, penggunaan parasetamol yaitu sebagai analgesik dan antipiretik, telah menggantikan penggunaan salisilat. Sebagai analgesik, parasetamol sebaiknya tidak diberikan terlalu lama karena kemungkinan menimbulkan nefropati analgesik (kerusakan pada ginjal). Jika dosis terapi tidak memberi manfaat, biasanya dosis lebih besar tidak menolong. Penggunaannya untuk meredakan demam tidak seluas penggunaannya sebagai analgesik.

 

FARMAKOKINETIKA

Farmakokinetika adalah ilmu yang mempelajari tentang nasib obat dalam tubuh yang meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi (ekskresi). Absorpsi merupakan proses penyerapan  obat dari tempat pemberian, menyangkut kelengkapan dan kecepatan proses. Setelah diabsorpsi obat akan didistribusi keseluruh tubuh melalui sirkulasi darah, karena selain tergantung dari aliran darah, distribusi obat juga ditentukan oleh sifat fisikokimianya. Biotransformasi atau lebih dikenal dengan metabolisme obat, adalah proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh dan dikatalisis oleh enzim. Pada proses ini molekul obat diubah menjadi lebih polar atau lebih mudah larut dalam air dan kurang larut dalam lemak, sehigga lebih mudah diekskresi melalui ginjal. Eliminasi obat dikeluarkan dari tubuh melalui berbagai organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi (dalam bentuk asalnya). Obat (metabolit polar) lebih cepat diekskresi daripada obat larut lemak, kecuali yang melalui paru. Ginjal merupakan organ ekskresi yang terpenting dimana sebagian besar obat diekskresikan melalui ginjal. Maka, setelah masuk ke dalam tubuh, parasetamol juga akan mengalami absorbsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi (ekskresi).

Parasetamol dan fenasetin diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna. Konsentrasi tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu ½ jam dan massa paruh plasma antara 1-3 jam. Obat ini tersebar keseluruh cairan tubuh. Dalam plasma 25% parasetamol dan 30% fenasetin terikat protein plasma. Kedua obat ini dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati. Sebagian asetaminofen (80%) dikonjugasikan dengan asam glukoronat dan sebagian kecil lainnya dengan dengan asam sulfat. Selain itu kedua obat ini dapat mengalami hidroksilasi. Metabolit hasil hidroksilasi ini dapat menimbulkan methemoglobinemia dan hemolisis eritrosit. Keduaobat ini diekskresi melalui ginjal, sebagian kecil sebagai parasetamol (3%) dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi. 

 

FARMAKODINAMIKA

Farmakodinamika mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup, terutama cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi, serta efek teraupetik yang ditimbulkannya. Singkatnya farmakodinamika mencakup semua efek yang dilakukan obat terhadap tubuh. Untuk dapat menimbulkan efek, suatu obat harus berada dalam konsentrasi puncak dalam plasma.  Setelah obat mencapai tempat aksinya, obat akan berikatan dengan reseptornya, dimana obat yang bersifat agonis (zat yang dapat memberikan efek yang sama seperti saraf pacuannya) akan dapat menimbulkan efek. Dengan merancang pengaturan dosis mencoba untuk mencapai konsentrasi spesifik obat pada reseptor untuk menghasilkan respon optimal dengan efek samping yang minimal.

 Efek analgesik parasetamol dan fenasetin serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Parasetamol merupakan penghambat biosintesis PG yang lemah. Efek iritasi, erosi dan perdarahan lambung tidak terlihat pada kedua obat ini, demikian juga gangguan pernafasan dan keseimbangan asam basa.

 

EFEK SAMPING

Efek samping adalah efek yang tidak diinginkan dari pemberian suatu obat dalam dosis terapi. Pengaturan dosis yang tepat dan penggunaan obat sesuai aturan dapat meminimalkan terjadinya efek samping.

Efek samping parasetamol jarang kecuali ruam kulit, kelainan darah, pankreatitis akut dilaporkan setelah pengunaan jangka panjang kerusakan hati (dan lebih jarang kerusakan ginjal).

Fenasetin dapat menyebabkan anemia hemolitik, terutama pada pemakaian kronik. Anemia hemolitik dapat terjadi berdasakan mekanisme autoimun, defisiensi enzim GSPD dan adanya metabolit yang abnormal.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2000, IONI (Informatorium Obat Nasional Indonesia) 2000, 185, DepKes RI, Jakarta.

Ganiswarna, S.G., 1995, Farmakologi dan Terapi, Ed. IV, 214, UI Press, Jakarta 

Moko, 2008, Aplikasi Farmakokinetika pada Klinik, http://apoteker.web.id, diakses tanggal 18 Maret 2009.

Raharja, Kirana, Drs, 1997, Obat-Obat Penting, ed 5,  Penerbit Elex Media Computindo, Jakarta

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s