DISTRIBUSI METRONIDAZOL PADA JARINGAN OTOT PASIEN PENDERITA SYOCK SEPTIC

Oleh :

Fransisca Tri Kusuma Dewi (068114156)

Maria Mudengsia Gaguk (068114157)

Maria Murnian lestari (068114159)

Syok septic (septic shock) adalah suatu kondisi medis yang serius yang disebabkan oleh menurunnya perfusi jaringan dan penghantaran oksigen sebagai akibat terjadinya infeksi atau sepsis, keberadaan mikroba dapat bersifat sistemik atau terlokalisasi pada tempat tertentu dalam jaringan. Infeksi sistemik yang terjadi biasanya karena kuman gram negative yang menyebabkan kolaps kardiovaskuler. Endotoksin basil Gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. Selain itu, terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif, sedangkan peningkatan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem. Pada syok septik hipoksia, sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman.

Infeksi sepsis sepsis yang parah kegagalan multiorgan

Beberapa penyakit yang beresiko terhadap terjadinya syok septic adalah:

· Diabetes

· Penyakit saluran kencing, system intestinal, system biliary (empedu)

· Penyakit yang melemahkan system imun, misal AIDS

· Pasien yang menggunaan kateter urin dan pasien dengan infuse iv (iv drip).

· Leukemia, lymphoma, penggunaan antibiotic jangka panjang, pemakaian obat steroid, luka yang ada hubungannya dengan pembedahan/luka bakar/luka tembak.

· Pasien dengan ketergantungan alcohol dan obat.

Metronidazol dikenal sebagai obat antimikroba yang secara luas digunakan untuk profilaxis dan terapi karena infeksi anaerob. Konsentrasi maximum dalam darah dicapai dalam waktu 1 jam setelah pemberian. Tersedia dalam bentuk tablet 250 dan 500 mg, suspensi 125mg/5 ml dan tablet vaginal 500 mg. Untuk amobiasis dosis oral yang digunakan adalah 3×750 mg/hari selama 5-10 hari, Sedangkan untuk anak 35-50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis. Metronidazol diekskresi bersama urin dalam bentuk utuh sebagai hasil oksidasi maupun konjugasi glukotonida.

Absorbsi metronidazole berlangsung dengan baik sesudah pemberian oral. 1 jam setelah pemberian dosis tunggal 500 mg per oral diperoleh kadar plasma kira-kira 10 μg/ml. Umumnya untuk kebanyakan protozoa dan bakteri yang sensitif, rata-rata diperlukan kadar tidak lebih dari 8 μg/ml. Waktu paruh berkisar 8-10 jam. Obat diekskresi melalui urin, urin mungkin berwarna gelap karena mengandung pigmen yang larut air.

Untuk dapat mendiskripsikan profil farmakokinetika metronidazol maka dilakukan dengan menggunakan teknik mikrodialisis jaringan otot pada pasien dengan syok septic. J. Karjagin dkk. memilih subyek uji adalah pasien ruang ICU klinik Universitas Tartu yang oleh American College of Chest Physicians didiagnosis menderita syok septic. Adapun criteria inklusi uji klinik ini adalah pasien berkelamin laki-laki, memiliki berat badan antara 70 – 95 kg, rata-rata BMI = 25,8 (pada kisaran 22,9 – 31), berumur antara 32 – 69 tahun. Pasien dengan terapi metronidazol dalam waktu 48 jam sebelum uji klinik dilakukan tidak dipilih. Penyebab syok septic dari keenam pasien tersebut adalah 2 kasus karena bronkopneumonia, 2 kasus peritonitis dari purulent cholecystitis dan perforasi kolonik, 1 kasus urosepsis dan 1 kasus phlegmon lengan dan bahu.Obat metronidazol diberikan secara iv dengan dosis 500 mg.

Penelitian ini menggunakan kateter mikrodialisis yang dipasang pada m. vastus lateralis tepat di atas lutut. Setelah selang waktu 10 menit dari pemberian metronidazole 500 mg secara infus iv dilakukan pengambilan sample sebanyak 6 ml. Pengambilan sample dilakukan pada jam ke 0 dan ½, ½ dan 1, 1 dan 1 ½, 1 ½ dan 2, 2 dan 2 ½, 2 ½ dan 3, 3 dan 4, 4 dan 5, 5 dan 6, 6 dan 7, 7 dan 8, 8 dan 9, 9 dan 10. Sampel-sampel ini secepatnya disimpan dalam kondisi dingin bersuhu –20°C sampai saatnya dianalisis. Analisis metronidazol menggunakan metode HPLC dengan prekolom Lichrosorb RP-18, suhu kolom 23–25°C, fase geraknya adalah acetonitril/0,01 M larutan fosfat ((NaH2PO4) dengan perbandingan 15:85 yang dialirkan dengan kecepatan 0,7 ml/menit.

Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung % recovery dan perkiraan besarnya konsentrasi metronidazole pada jaringan otot.

Recovery (%) = 100–(konsentrasidialysate/konsentrasiperfusate)x100

Konsentrasi (mg/L) = (koncentrationdialysatex100)/ recovery

Profil farmakokinetik yakni Vss, t1/2, CL and AUC0–10 dihitung berdasar model 2 kompartemen, sedang t1/2 pada jaringan otot dengan model non-kompartemen. Rasio AUC0–10 otot/AUC0–10 plasma digunakan untuk memperkirakan jumlah metronidazol yang berpenetrasi ke jaringan otot. Profil farmakokinetika distribusi metronidazol pada pasien syok septic adalah sebagai berikut:

Gb 1. Hubungan t vs konsentrasi metronidazol di dalam plasma dan otot setelah pemberian 500 mg secara iv. Grafik (a) adalah t vs metronidazol di dalam plasma, (b) jaringan otot, grafik (c) t rata-rata dalam plasma, jaringan otot dan standard deviasi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2009, Metronidazole, http://www.dechacare.com/Metronidazole-250-mg-P583.html, diakses tanggal 12 maret 2009.

Anonim,2009, Sekilas tentang patofisiologi syok, www.svhie.com, diakses tanggal 18 Maret 2009

Anonim, 2009, Sepsis shock-overview, www.umm.edu/ency/article/000668.htm, diakses tanggal 18 maret 2009.

Anonim, 2009, Understanding sepsis, http;/ www.sepsis.com, diakses tanggal 18 Maret 2009.

Karjagin, I.,dkk, 2005, DistributionMetronidazole in muscletisue of patients with septic shockand its efficacy against bakteroides fragilis in vitro, jornal of antimicrobial Chemotherapy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s