Regina Citra D (068114153)

C. A Rosita I (068114170)

Vitamin A (Retinol) Untuk Bayi Prematur

Bayi premature membutuhkan dukungan nutrisi yang khusus oleh karena derajat imaturitas biokimianya yang tinggi, laju pertumbuhan yang cepat dan dapat terjadi insidens komplikasi medik yang lebih besar. Vitamin A pada bayi dengan berat lahir sangat rendah sangat diperlukan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat bronchopulmonary dysplasia (BDP). Sebaiknya bayi premature diberikan diet optimal sebagai diet yang mendukung kecepatan pertumbuhan sesuai dengan pertumbuhan intrauterine tanpa mengadakan stress pada fungsi metabolic dan sekresi.

Vitamin A adalah vitamin larut dalam lemak yang dikenal sebagai suatu zat esensial yang diperlukan untuk peningkatan pertumbuhan. Vitamin A campuran (retinoid) terdapat dalam 3 bentuk alami: retinol, retinaldehide dan asam retinoat.

Retinol (vitamin A alcohol) dengan struktur molekul C20H30O dan bobot molekul 286,45 g/mol, adalah komponen diet yang ada dalam bentuk retinil ester dari sumber makanan hewani dan juga dibentuk in vivo dari prekursornya yaitu betakaroten yang ada dalam sumber makanan nabati. Retinil ester merupakan turunan dari proses esterifikasi retinol. Sedangkan retinaldehide yang biasa disebut juga retinal merupakan turunan dari proses reversible oksidasi retinol dan bila dikombinasi dengan berbagai lipolrotein membentuk pigmen visual retina. Sedangkan asam retinoat bisa dihasilkan dari proses oksidasi irreversible retinaldehide dalam jaringan.

Fisiologi

Vitamin A ditransfer dari ibu ke fetus terutama pada masa gestasi lanjut. Pada masa gestasi awal, vitamin A fetus ditransfer dari ibu transplasenter ke dalam bentuk kompleks retinol – Retinol Binding Protein (RBP).

Oleh karena cadangan yang sedikit pada waktu lahir, bayi terlahir premature dengan pertumbuhan yang sedikit cepat membutuhkan jumlah vitamin A lebih banyak dibanding dengan bayi cukup bulan untuk menjamin penyimpananyang adequate dalam jaringan.

Absorpsi

Retinil ester dari makanan akan diproses melalui mekanisme yang agak kompleks, termasuk disperse dan emulsifikasi retinil ester di lambung, kemudian proses hidrolisis di lumen usus oleh enzim pancreas dan enzim – enzim lainnya serta solubilisasi retinol, yang merupakan hasil hidrolisis retinil ester, dengan garam empedu. Retinil dalam sel mukosa sebagian besar diesterifikasi ulang dengan asam lemak rantai panjang. Retinil ester kemudian disatukan bersama lemak – lemak yang lain dan apolipoprotein ke dalam partikel kilomikron. Kilomikron kemudian disekresi oleh sel mukosa usus ke dalam sinus – sinus lacteal dan masuk ke dalam system limfatik melalui duktus torasikus yang kemudian diambil dari siklus oleh hati.

Penyimpanan

Sebanyak 90% dari seluruh vitamin A tubuh disimpan dalam hati. Pada penelitian yang dilakukan terhadap 25 bayi premature yang meninggal dalam 24 jam setelah kelahiran, diperoleh konsentrasi rata-rata vitamin A hati 30+ 13 μg/g (dengan range 2 – 49 μg/g). Terdapat presentasi yang tinggi (76%) bayi premature yang mempunyai konsentrasi vitamin A yang kurang dari 40 μg/g. hal ini menunjukkan baha bayi premature mempunyai simpanan vitamin A dalam hati yang rendah pada saat kelahiran. Selain hati, organ lain yang juga merupakan tempat penyimpanan vitamin A adalah paru-paru. Penyimpanan vitamin A dimulai pada saat trimester terakhir kehamilan.

Metabolisme

Vitamin A didistribusikan ke jaringan dalam bentuk kompleks retinol – RBP yang terikat pada prealbumin. Pengambilan vitamin A sel tergantung dari adanya reseptor membran spesifik yang mengenal RBP. Setelah pengankutan vitamin A ke membran plasma, RBP kembali ke sirkulasi dan sebagian dieliminasi oleh ginjal dan sebagian lagi digunakan kembali untuk pengangkutan vitamin A. Mekanisme yang melibatkan prealbumin belum diketahui.

Perpindahan vitamin A dalam sel jaringan melibatkan dua jenis protein pengikat vitamin A intrasel, yaitu cellular retinol – binding protein (CRBP) dan cellular retinoic acid – binding protein (CRABP). CRBP memainkan peran dalam transfer retinol dari membran plasma ke tempat pengikatan spesifik untuk retinol dalam inti pada beberapa komponen kromatin. CRBP mungkin terlibat dalam interaksi asam retinoat dalam inti sel. Mekanisme yang tepat dimana retinol dan asam retinoat mempengaruhi metabolisme inti sel, regulasi penampakan genome dan indikasi diferensiasi jaringan masih dalam penelitian.

Ekskresi

Tidak ada tanda – tanda spesifik defisiensi vitamin A pada bayi seperti buta senja, kornea kering, dermatritis folikularis dan lain-lain. Pada prinsipnya, konsentrasi serum retinol < o,35 umunya dikatakan sebagai indikator adanya defisiensi vitamin A meskipun hubungan langsung konsentrasi retinol hati dan serum tidak selalu ada.

Vitamin A memainkan peranan penting dalam diferensiasi dan pemulihan sel epitel jalan napas. Defisiensi vitamin A akan menyebabkan perubahan progresif epitel jalan napas. Perubahan ini termasuk necrotizing tracheobronchitis pada stadium awal defisiensi dan metaplasia skusmosa pada stadium lanjut. Perubahan patofisiologi ini akan menyebabkan antara lain:

* Kehilangan sekresi normal sel goblet dan sel sekretori yang lain

* Kehilangan homeostasis air normal yang melewati epitel trakeobronkial

* Kehilangan silia yang merupakan predisposisi terjadinya atelektasia dan infeksi jalan napas

* Penyempitan lumen dan kehilangan distensibilitas jalan napas yang akan mengakibatkan peningkatan resistensi jalan napas.

Bayi prematur yang rentan terhadap penyakit paru akut, subakut dan kronik mempunyai risiko terhadap penyakit paru yang disebut bronchopulmonary dysplasia (BPD). Meskipun bentuk defisiensi yang sebenarnya tidak dikenal secara klinik, namun bayi prematur dengan insufisiensi pernapasan berat dan atau BPD mempunyai konsentrasi retinol plasma yang sangat rendah.

Daftar Pustaka:

Specker BL, DeMarin S., 1992, Vitamin and Mineral Supplementation hal.161 – 2, Oxford University Press, New York

Sinclair JC, Bracken MB, 1992, Effective Care Of The Newborn Infant, Tokyo : Oxford University Press

Surif B., 2002, Vitamin A Untuk Bayi Berat Lahir Sangat Rendah, Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, Makassar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s