DEPRESI..??!!!! OH NO !!!!

DEPRESI..??!!!! OH NO !!!!

TERAPI SSRI..MAKNYUZZZ !!!!

Created by :

Monica Dini Puspita (068114003)

Ayu Widya Sari (068114061)

Apakah kalian tahu mengenai depresi…??? Pastinya kita sudah sering mendengar kata-kata tersebut bukan??Nah..buat tahu lebih lanjut serta terapi SSRI nya..simak saja tulisan di bawah ini ya…Selamat membaca…

Depresi adalah keadaan psikis yang tidak sesuai (cocok) dengan keadaan kehidupan yang bersangkutan yang disertai hambatan emosi menyeluruh (Mutschler, 1991).

Apa tanda dan gejala dari gangguan depresi ???

a. Tanda-tanda :

Pola tidur yang abnormal atau sering terbangun termasuk diselingi kegelisahan dan mimpi buruk, sulit konsentrasi pada setiap kegiatan sehari-hari, selalu kuatir, mudah tersinggung, cemas dan aktivitas yang tadinya disenangi menjadi makin lama makin dihentikan serta bangun tidur pagi rasanya malas (Anonim, 2007).

b. Gejala-gejala :

Perubahan cara berpikir, perubahan perasaan dan perubahan perilaku.

Apa penyebab dari depresi ???

Penyebab gangguan depresi dapat dilihat dari sisi organobiologik, psikologik dan lingkungan.

Bagaimana 3 fase pengobatan gangguan depresif ???

Saat merencanakan intervensi pengobatan, penting untuk menekankan kepada penderita bahwa ada beberapa fase pengobatan sesuai dengan perjalanan gangguan depresif:

Fase akut bertujuan untuk meredakan gejala

Fase kelanjutan untuk mencegah relaps

Fase pemeliharaan/rumatan untuk mencegah rekuren (Anonim, 2007).


(Anonim, 2007).

Apa itu terapi SSRI yang digunakan pada pengobatan depresi ???

Saat ini, SSRI (Selective Serotonin-Reuptake Inhibitor) secara umum diterima sebagai obat lini pertama. SSRI atau inhibitor ambilan kembali serotonin selektif merupakan grup kimia antidepresan baru yang khas, hanya mengambil ambilan serotonin secara spesifik. Dibanding dengan antidepresan trisiklik, SSRI menyebabkan efek antikolinergik lebih kecil dan kardiotoksisitas lebih rendah. Namun demikian, SSRI harus digunakan secara seksama sampai nanti setelah efek jangka panjang diketahui (Mycek, et al., 2001).

Contoh obat dari SSRI adalah fluoksetin.

1. Struktur fluoksetine HCl :


(Anonim, 2008).

2. Penggunaan dalam terapi : Indikasi utama fluoksetin, yang lebih unggul daripada antidepresan trisiklik, adalah depresi. Digunakan pula untuk mengobati bulimia nervosa dan gangguan obsesi kompulsif. Untuk pelbagai indikasi lain, termasuk anoreksia nervosa, gangguan panik, nyeri neuropatidiabetik dan sindrom premenstrual (Mycek, et al., 2001).

3. Mekanisme Kerja : SSRI menyebabkan peningkatan serotonin ekstraseluler yang paa awalnya mengaktivasi autoreseptor, suatu aktivitas yang menghambat pelepaan serotonin dan menurunkan serotonin ekstraseluler ke kadar sebelumnya. Akan tetapi, dengan terapi kronis, autoreseptor inhibisi mendesensitisasi dan selanjutnya terdapat penigkatan yang menetap pada pelepasan serotonin otak depan yang menyebabkan efek terapeutik (Neal, 2006).

4. Farmakokinetik : Resorpsinya dari usus baik, makanan menurunkan kecepatannya tetapi jumlah totalnya tidak dipengaruhi. Fluoksetin dalam terapi terdapat sebagai campuran R dan enantiomer S yang lebih aktif. Kedua senyawa mengalami demetilasi menjadi metabolit aktif, norfluoksetin. Fluoksetin dan Norfluoksetin dikeluarkan secara lambat dari tubuh dengan waktu paruh 1 sampai 10 hari untuk senyawa asli dan 3-30 hari untuk metabolit aktif. Dosis terapi fluoksetin diberikan secara oral dan konsentrasi plasma yang mantap tercapai setelah beberapa minggu pengobatan. Fluoksetin merupakan inhibitor kuat untuk isoenzim sitokrom P-450 hati yang berfungsi untuk eliminasi obat antidepresan trisiklik, obat neuroleptika dan beberapa obat antiaritmia dan antagonis β-adrenergik. Pada hewan,S-norfluoksetin sangat kuat dan merupakan inhibitor selektif ambilan serotonin dan pada dasarnya sama dengan R- atau S- fluoksetin. R-Norfluoksetin kurang poten untuk obat yang menghambat ambilan serotonin. Catatan : Kira-kira 7% kulit putih tidak mempunyai enzim P-450 dan karenanya metabolisme fluoksetin sangat lambat (Mycek, et al., 2001).

5. Akumulasi dan Eliminasi :

Eliminasi yang relatif lambat dari fluoxetin (t1/2 eliminasi 1-3 hari setelah pemberian akut dan 4-6 hari untuk pemberian kronis (jangka panjang)), untuk metabolit aktif (Norfluoxetin) t1/2 eliminasinya yaitu 4-16 hari, jika diberikan secara akut dan kronis. Akumulasi yang signifikan terjadi pada waktu pemberian jangka panjang dan untuk mencapai ke steady state sangat lambat, juga pada pemakaian dosis tertentu. Setelah 30 hari dengan dosis sebesar 40 mg/hari, konsentrasi plasma yang fluoxetin teramati berada dalam range 91-302 ng/ml dan norfluoxetine dalam range 72-258 ng/ml (Anonim, 2008).

Konsentrasi plasma fluoxetine lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh studi dosis tunggal, karena metabolisme fluoxetine tidak sebanding untuk mengobati. Tetapi, norfluoxetine, mempunyai linear farmakokinetik. Berarti, t1/2 eliminasinya setelah dosis tunggal adalah 8,6 hari dan setelah pemberian dengan dosis ganda ialah 9,3 hari. Tingkat steady state setelah dosisnya diperpanjang adalah 4-5 minggu (Anonim, 2008).

Farmakokinetik pada geriatri (orang tua)

Pengaturan dosis tunggal fluoxetin pada subjek uji sehat yang tergolong tua (berumur > 65 tahun) tidak berbeda signifikan dari subjek uji normal yang lebih muda. Efek metabolisme fluoxetin berdasarkan umur telah diselidiki pada 260 orang tua, tetapi pasien sehat (berumur ≥ 60 tahun) penggunaanya dibatasi, yaitu 20 mg fluoxetine untuk 6 minggu. Konsentrasi plasma untuk kombinasi fluoxetine plus norfluoxetine adalah 209.3 ± 85.7 ng/mL pada 6 minggu terakhir (Anonim, 2008).

Farmakokinetik pada pediatri (anak-anak dan remaja)

Farmakokinetik fluoxetine dievaluasi pada 21 pasien pediatri (10 anak-anak berumur 6<13 tahun, 11 orang kaum remaja dengan umur 13 < 18 tahun) didiagnosa menderita gangguan depresi mayor atau OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Fuoxetine dengan dosis 20 mg/ hari diberikan sampai 62 hari. Konsentrasi rata-rata steady state fluoxetine pada anak-anak 2 kali lipat lebih tinggi dari kaum remaja (171 ng/ml untuk anak-anak dan 86 ng/ml untuk remaja). Konsentrasi rata-rata steady state norfluoxetine pada anak-anak 1,5 kali lipat lebih tinggi dari kaum remaja (195 ng/ml untuk anak-anak dan 113 ng/ml untuk remaja) (Anonim, 2008)

Parameter

Fluoxetin

Norfluoxetin

Cx (ng/ml)

87.2 ± 4.8

113.0 ± 7.3

tmax (h)

6.7 ± 0.4

23.8 ± 6.4

AUC (ng.h/ml)

340.9 ± 806.1

26043.2 ± 1627.2

T1/2 (h)

85.4 ± 7.8

288.4 ± 24.0

Parameter

Fluoksetin

Norfluoksetin

Cmax   (ng/ml)

87.2 ± 4.8

113.0 ± 7.3

tmax    (h)

6.7 ± 0.4

23.8 ± 6.4

AUC      (ng.h/ml)

6340.9 ± 806.1

26043.2 ± 1627.2

t1/2     (h)

85.4 ± 7.8

288.4 ± 24.0

Parameter Farmakokinetik Fluoxetine dan metabolitnya (Norfluoxetine) untuk sukarelawan sehat, pria berumur 20 tahun (Carrasco, et al., 2001).

6. Efek samping : hilang libido, ejakulasi terlambat dan anorgasme, dapat menimbulkan kejang.

7. Dosis : Pada depresi dan OCD oral 20 mg sehari, bila perlu dinaikkan setiap 2 minggu sampai maksimal 60 mg sehari dalam dua dosis (Mycek, et al., 2001).

8. Interaksi :

· SSRI dengan alkohol : efek mungkin ditingkatkan

· SSRI dengan antiaritmia : kadar plasma flekainida dinaikkan oleh fluoksetin

· SSRI dengan antikoagulan : efek nikoumalona dan warfarin ditingkatkan

· SSRI dengan antidepresan lain : efek pada SSP dari MAOI meningkat (resiko toksisitas); SSRI tidak boleh dimulai sampai 2 minggu setelah penghentian MAOI; sebaliknya MAOI tidak boleh dimulai sampai setidaknya satu mingu setelah SSRI dihentikan (setidaknya 5 minggu untuk fuoksetin); dengan moklobemid, kadar plasma dapat beberapa trisiklik meningkat, terjadi agitasi dan nausea dengan triptofan (Anonim, 2000).

Jadi…kesimpulannya terapi SSRI dapat dijadikan pilihan utama dalam pengobatan gangguan depresi..

Daftar Pustaka

Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia, 145, 466-467, Depkes RI, Jakarta

Anonim, 2007, Pharmaceutical Care Untuk Penderita Gangguan Depresif, 4-6, 20, Depkes RI, Jakarta

Anonim, 2008, Levitra Drug Description, http://www.rxlist.com/viagra-drug.htm, diakses tanggal 17 Maret 2008

Carrasco, et al., 2001, Multiple-Dose Pharmacokinetics of Fluoxetine in Healty Mexican Subjects, 2, Instituto Nacional de Pediatria, Mexico

Mutschler, 1991, Dinamika Obat, edisi V, 129, Penerbit ITB, Bandung

Mycek, M.J., et al., 2001, Farmakologi, edisi II, 123, 124, Widya Medika, Jakarta

Neal, M.J., 2006, At a Glance Farmakologi Medis, edisi V, 63, Erlangga, Jakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s