enaknya.. pilih yang dulu atau yang sekarang ya?????

Obat Tradisional v.s Obat Sintetis
Kadang orang karena ingin segera sembuh akan minum bermacam-macam obat, termasuk mengkombinasikan obat resep dokter dengan obat tradisonal. Tapi apakah akan berhasil sesuai yang diharapkan??oww..oww,.Hal inlah yang perlu diwaspadai, jangan sampai beragam obat-obatan (obat sintesis dan obat tradisional) yang Anda harapkan dapat menyembuhkan itu justru berbalik mencelakakan kesehatan bahkan jiwa Anda. Awas.. Sebaiknya hati-hati loh,..
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration, FDA) mengumpulkan laporan tentang interaksi antara obat dengan suplemen herbal . Karena adanya kejadian buruk akibat interaksi merugikan antara obat dengan herbal .
Berikut ada beberapa tips untuk menghindari hal buruk tersebut terjadi :
1. Hindari minum obat dan produk tradisional yang berfungsi sama.
2. Sebaliknya, hindarkan pula minum obat dan suplemen yang bekerja berlawanan.
3. Mengkonsumsi suplemen gizi maupun suplemen herbal secara bersamaan.

Berikut beberapa KOMBINASI YANG JANGAN DILAKUKAN :
• Antibiotik + suplemen mineral
 Antibiotik membunuhi bakter penyebab infeksi atau menghentikan pertumbuhannya. contoh antibiotik diantaranya tetracycline (contoh: Doxycyline, Oxytetracycline) dan penicilline (misalnya Amoxillin). Contoh suplemen mineral antara lain suplemen zat besi, kalsium, magnesium, seng (zink). Suplemen mineral tersebut bersifat menonaktifkan antibiotik tertentu (termasuk tetracycline, ciprofloxacin, norfloxacin) dan menghambat penyerapan antibiotik. Karena itu, biasanya dokter dan ahli farmasi mengingatkan kita sebaiknya tidak minum susu atau hasil olahnya (seperti keju, yogut) ketika kita minum antibiotik.
Namun,gangguan penyerapan antibiotik ini tidak memunculkan gejala, sehingga kita tidak tahu apakah antibiotik yang kita minum itu bekerja secara optimal atau tidak. Sebaiknya minum antibiotik 1-2 jam sebelum atau setelah minum suplemen mineral atau makan. Dan jangan melarutkan antibiotic dengan jus kemasan yang difortifikasi dengan kalsium.

• Obat pengencer darah + suplemen bawang putih , ginkgo, atau jahe
 Obat pengencer darah memiliki kemampuan menghambat butir-butir dalam darah membentu gumpalan. Obat jenis ini antikoagulan yang berarti antigumpal. Gumpalan atau bekuan darah dalam otak dapat memicu stroke. Gumpalan dalam arteri jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Pengencer darah yang umum adalah warfarin (contohnya Coumadin) dan aspirin). Suplemen herbal bawang putih, ginkgo (Ginkgo biloba) dan jahe (Zingiber officinale) diminum untuk berbagai tujuan, dari mempertajam daya ingat hingga menyembuhkan migrain. Di mana mereka juga berfungsi mengencerkan darah. Mengkombinasikan salah satu suplemen herba tersebut dengan obat antikoagulan dapat berbahaya, termasuk memperlama waktu pendarahan.

• Obat hipertensi + suplemen bawang putih
 Obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang termasuk dalam kelompok diuretika (peluruh air seni), beta blockers, calcium channel blockers dan angtiotensin converting enzyme (ACE) inhibitors. Obat-obat tersebut mempunyai beberapa fungsi, misalnya menurunkan kekuatan detak jantung atau membuat rileks pembuluh darah, Beta blockers yang umum adalah metoprolol (Lopressor) dan propranolol (inderal). Contoh dari Calcium Channel Blcokers adalah felodipine (plendil) dan nifedipine (Adalat dan Procardia). Contoh dari ACE inhibitors adalah Accupril, Lotensin, Monopril dan vasotec. Bawang putih (Allium sativum) dapat menurunkan tekanan darah. Bila dimakan bersama-sama dengan obat yang juga menurunkan tekanan darah, maka tekanan darah bisa menjadi terlalu rendah.

• Obat kejang + suplemen vitamin B
 Obat-obat antikejang (antikovulsan) seperti Phenytoin (dilantin) dapat mengurangi keparahan serangan dan bisa menghentikan kejang bila suatu saat terjadi serangan. Minum dilantin dapat mengurangi konsentrasi vitamin B6, dan asam folat (vitamin B9), dalam tubuh. Rendahnya kadar vitamin-vitamin tersebut dalam tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sehingga ada kemungkinan Anda mendorong untuk meningkatkan dosis asupan vitamin B. Jika Anda minum vitamin B dosis tinggi, khususnya vitamin B6 lebih dari 80 mg per haru atau asam folat 2 mg per hari, kerja dilantin hanya 50% efektif. Akibatnya, bisa terjadi serangan kejang. Kadar tersebut jauh lebih tinggi daripada yang dianjurkan yakni 2 mg vitamin B6 dan 400 mcg (mikrogram) asam folat.

• Obat pencahar + suplemen lidah buaya, psyllium atau senna
 Obat pencahar (laxative) menyembuhkan sembelit alias susah buang air besar (konstipasi) dengan cara merangsang dinding usus untuk memperlunak kotoran, sehingga kotoran mudah dibuang keluar dari tubuh. Laxative yang umum adalah psyllium (contohnya Metamucil), methylcellulose (Citrucel), senna (Ex Lax), magnesium hydroxyde (milk of magnesia) dan bisacody (Dulcolax). Suplemen herba yang bekerja sebagai pencahar, seperti lidah buaya, Cascara Sagrada dan Senna, sebaiknya tidak dikombinasikan dengan obat pencahar konvensional (resep dokter atau obat bebas). Mengkombinasikan kedua jenis pencahar akan menimbulkan diare berat, kehilangan cairan, dan ketidakseimbangan elektrolit tubuh, terutama kalium dan natrium.

Maria Lisa Nova (078114074)
Maria Yesia D. W (078114079)
Fenny Noviana (078114082)
Dina Wulandari (078114089)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s