Monthly Archives: September 2010

Nikotin Hitam Vs Putih!!!

Disusun oleh:

Eddie Hindrianto (08-120)

Cornelius Brian Alfredo (08-141)

Melisa Darmawan (08-162)

Meiske Munda (08-177)

Augustiyani Novie Imoliana (08-179)

Anna Sofiana (08-188)

NIKOTIN  ????

Apa yang muncul di benakmu saat Anda membaca judul artikel ini? Jika hanya rokok yang terbesit di benak Anda dan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, maka Anda perlu membaca artikel ini!!

Nikotin merupakan salah satu hal yang sangat kontroversial yang semakin marak di perdebatkan dalam masyarakat kita saat ini. Sebagian masyarakat  beranggapan bahwa rokok yang  merupakan salah satu produk berisikan nikotin, tidak hanya merugikan bagi orang yang mengkonsumsinya tetapi juga merugikan bagi orang-orang yang ada disekitarnya, karena Nikotin yang berasal dari asap arus utama dan asap arus samping  tidak hanya dinikmati oleh perokok sendiri (perokok aktif) tetapi juga orang yang berada di lingkungan asap rokok tersebut (Environmental Tobacco Smoke) atau disebut dengan perokok pasif. Hal inilah yang memicu  hingga dikelurkannya fatwa haram untuk  merokok.

Nikotin akan masuk ke dalam tubuh kemudian akan menuju ke paru paru dan selanjutnya diserap ke dalam aliran darah. Hanya dalam waktu 8 detik, nikotin ini akan sampai ke otak dan merubah kerja otak. Proses ini berlangsung cepat karena nikotin bentuknya mirip dengan acetylcholine yang normal terdapat di dalam otak. Nikotin yang terdapat di dalam sel saraf otak bekerja secara sentral di otak dengan mempengaruhi neuron dopaminergik. Dengan menempelnya nikotin pada reseptor alfa-4 beta-2 di presinaps akan mempengaruhi neuron dopaminergik untuk mengeluarkan dopamin dalam jumlah yang besar ke dalam celah sinaps untuk selanjutnya menempel pada reseptor dopamin di neuron pasca sinaps. Nikotin yang berikatan dengan reseptor inilah yang menimbulkan rasa nikmat dan nyaman sesaat. Saat seseorang tidak merokok menyebabkan kadar dopamin di sentral otak berkurang sehingga mengakibatkan berkurangnya rasa nikmat. Dengan demikian menimbulkan keinginan bagi orang tersebut untuk merokok kembali dan menyebabkan ketergantungan yang mirip dengan ketergantungan akan obat-obatan narkotika.

Gambar 1. Struktur nikotin

Dari hasil penelitian, nikotin menyebabkan pelepasan adrenalin— the fight-or-flight hormone —semakin cepat. Pelepasan adrelinalin  ini  membuat tubuh membuang sejumlah cadangan glukosa kedalam darah. Selain itu, zat ini juga menghalangi pelepasan hormone insulin yang seharusnya mengambil gula berlebih dari dalam darah. Hal ini akan menyebabkan perokok mengalami hyperglycemic, yaitu kadar gula melebihi normal di dalam darah. Selain itu, nikotin juga memperlambat tingkat metabolisme basal. Dengan kata lain, pembakaran kalori dalam tubuh dilakukan lebih dari biasanya. Dalam jangka panjang, nikotin akan mengakibatkan kenaikan level kolesterol jahat (LDL), dan lama kelamaan akan merusak arteri,serangan jantung dan stroke pun menjadi penyakit yang sulit dihindarkan. Lebih parah lagi, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa nikotin dapat merusak fungsi otak dan tubuh. Keberadaan nikotin akan meningkatkan level zat kimia & neurotransmitter asing yang memodulasi kerja otak. Akibatnya, otak akan memproduksi endorphin berlebih. Padahal, endorphin adalah protein paint killer alami dalam tubuh.

Terlepas dari beberapa fakta yang mengerikan mengenai nikotin di atas, tahukah kamu bahwa  nikotin juga menyimpan “emas” di dalamnya. Nikotin tidak selamanya memberikan dampak negative. Ada banyak fakta lain seputar nikotin yang belum diketahui masyarakat mengenai fungsi dari nikotin. Nikotin dapat membantu pencernaan setelah makan, dapat menghangatkan di saat dingin, membantu pencernaan setelah makan, dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai obat “diet” dengan dosis tertentu. Menurut beberapa penelitian, Nikotin dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk meringankan rasa sakit, rasa cemas dan depresi; meningkatkan daya konsentrasi dan performa bagi penderita attention deficit hyperactivity disorder; meringankan beberapa gejala schizophrenia akut; meringankan beberapa gejala Tourette’s syndrome; meringankan beberapa gejala Parkinson’s disease; dan meringankan beberapa gejala Alzheimer’s disease meningkatkan kadar gula dalam darah juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati penderita hipoglikemia. Dengan adanya penelitian-penelitian seperti ini, dan juga berbagai penelitian lainnya tentang aplikasi terapis dari nikotin, membuktikan bahwa nikotin juga memberikan peran yang cukup dominan dalam ilmu medis dan lingkup kefarmasian  guna meningkatkan kesehatan masyarakat. Walaupun perusahan-perusahaan farmasi tidak dapat mempatenkan nikotin itu sendiri, namun mereka dapat mempatenkan bahan-bahan terapis yang menggunakan nikotin sebagai bahan utamanya. Bahkan, hal tersebut telah menerima persetujuan FDA atas efisiensi dan keamanan produk yang dihasilkan. Bukankah hal ini dapat  menjadi pemecahan masalah bagi para petani tembakau yang terancam gulung tikar karena anggapan negative masyarakat terhadap tembakau yang mengandung nikotin?

So…Inilah fakta “HITAM” dan “PUTIH” dari nikotin. Warna apakah yang Anda pilih??? Pastikan pilihan itu menjadi pilihan terbaik yang takkan pernah Anda sesali..!!!

Daftar Pustaka

Anonim, 2010, Efek Psikoaktif Nikotin Akibatkan Perokok Susah Berhenti, http://www.antaranews.com/berita/1274866635/efek-psikoaktif-nikotin-akibatkan-perokok-susah-berhenti, diakses tanggal 16 September 2010

Herdiana, T.R., 2010, Nikotin Merusak Otak, http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2008565-nikotin-merusak-otak/, diakses tanggal 16 September 2010

Susanna, D., dkk., 2003, Penentuan Kadar Nikotin dalam Asap Rokok, http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/2/93bf4f4a70445fccb337564e61d53c88e759446c.pdf, diakses tanggal 16 September 2010

Disusun oleh:

Eddie Hindrianto (08-120)

Cornelius Brian Alfredo (08-141)

Oval Callout: NIKOTIN ?Melisa Darmawan (08-162)

Meiske Munda (08-177)

Augustiyani Novie Imoliana (08-179)

Anna Sofiana (08-188)

Advertisements

Nikmat Pembawa Petaka

Nikmat Pembawa Petaka

Disusun oleh:

  • Eka Riusinta Wati                   (088114160)
  • Rosita Secoadi                       (088114166)
  • Monica Satya R Y                    (088114171)
  • Vinsensia Vica D E                 (088114176)
  • Dhimas Bayu Kinasih            (088114180)

Continue reading

Hati-hati K E C U B I L E R ! [KEcubung BIkin teLER]

Oleh :

Helena Angelina Kurniawan          (088114010)

Alfonsus R. Heppy Dwiyoga          (088114056)

Margareth Henrika Sillow               (088114057)

Adi Wirasaputra                                  (088114059)

Anastasia Filipa Veritas da Silva    (088114060)

kecubung

kecubung

Tahukah kalian tentang tanaman kecubung (Datura metel)??? Atau mungkin pernah melihat tapi luping ~lupa-lupa ingat ? Hayooo. Kalau belum dan penasaran lihat saja gambar di atas. Menawan khan? Bentuk bunga kecubung khas banget, mirip dengan terompet yang bisa dijadikan tanaman hias. Diliat dari bunganya, kecubung dapat dibagi menjadi tiga jenis. Yang pertama kecubung dengan bunga putih atau lembayung. Kedua, berbunga kecil yang terdiri dari satu lapis dan berwarna antara merah dan ungu yang sering disebut “kecubung kasihan.” Jenis yang ketiga adalah jenis yang berbunga ganda dengan warna keunguan.

Gak cuman sebagai tanaman hias, kecubung bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat loh. Pada daunnya terkandung kalsium oksalat yang berkhasiat untuk mengobati banyak penyakit antara lain rematik, sembelit, asma, sakit pinggang, bengkak, encok, eksim, radang anak telinga, dan ketombe.

Meski menawan ternyata kecubung punya efek merugikan karena kandungan di dalamnya, yaitu hyosiamin dan skopolamin. Penyalahgunaan kecubung memang sering terjadi, sehingga bukan obat yang didapat malah racun yang bisa menyebabkan pusing atau teler. Hampir seluruh bagian tanaman kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat. Hal ini disebabkan seluruh bagiannya mengandung alkaoida atau disebut hiosamin (atropin) dan scopolamin, seperti pada tanaman Atropa belladona.

Kecubung termasuk dalam psikotropika golongan halusinogen karena dapat mengakibatkan perubahan pola perilaku terhadap penggunannya dan penyimpangan persepsi. Contohnya mendengar atau melihat sesuatu tanpa adanya rangsangan.

Scopolamine

skopolamin

Scopolamine juga dikenal sebagai levo-duboisine dan hyocine yang mana merupakan alkaloid tropene dengan efek sebagai antagonis muscarinic. Dimana merupakan produk metabolit sekunder dari tumbuhan keluarga Solanaceae , Angel’s Trumpets, dan Corkwood. Dan biasanya scopolamine digunakan sebagai komponen aktif utama dalam pengobatan bersamaan dengan atropine dan hyoscyamine

Scopolamine memiliki sifat anticholinergic (agen yang memblok jalannya impuls – impuls yang melalui saraf parasimpatis maupun memblok saraf parasimpatis) dan dapat dipergunakan pada bidang medis. Sebagai contoh adalah pengobatan pada kondisi emosi yang labil, penggunaan dosis hanya 330 µg per hari dimana akan dilepaskan secara perlahan lahan dari lapisan transdermal. Pada pengguna dapat mengalami panik, mengamuk, meracau, halusinasi, perilaku paranoid, dan mengkhayal apabila mengkonsumsi melebihi dosis tersebut.

Efek samping skopolamin antara lain reaksi alergi berat (ruam, gatal-gatal, gatal, sulit bernapas, sesak dada, pembengkakan mulut, wajah, bibir, atau lidah); kebingungan; kesulitan kencing; detak jantung cepat atau tidak teratur; halusinasi; suasana atau perubahan mental; kantuk parah ; mulut kering parah; kesulitan berbicara.

Hyosiamin

hyosiamine

Hyosiamin jika disalahgunakan dapat mengakibatkan efek samping yang merugikan yakni mampu menyebabkan penglihatan kabur, konstipasi, mual, pusing, kantuk berlebih, mulut kering, pupil membesar, rasa senang, sakit kepala, dan jantung berdetak kencang.

Jadi teman-teman, hidup ini bombastis dan hanya sekali, maka dari itu nikmati dan enjoying your life,  jangan menyalahgunakan dalam pemanfaatan kecubung. Kalo memang sebagai tanaman hias yaaa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kalo kecubung bisa sebagai tanaman obat, gunakan sesuai dosis yang ada, jangan sampai dosisnya berlebihan dan memanfatkan kecubung untuk hal-hal yang tidak masuk akal.

DEAL???

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Scopolamine

http://www.drugs.com/mtm/scopolamine.html

http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=5163

http://www.jamitra.com/kecubung.htm

http://jamu-sehat.blogspot.com/

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=14

http://www.drugs.com/mtm/l-hyoscyamine.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Hyoscyamine

PETIDIN – MICHAEL JACKSON???

Dionysia Giovani Jati – 078114098
Dita Maria Virginia – 078114116
Putu Dyana C. – 078114125
Melly – 088114092
Hermanto – 088114136

Pada artikel di salah satu harian New York diberitakan bahwa sang bintang Michael Jackson ditemukan tewas, dimana diduga kematiannya yang tiba-tiba itu akibat penggunaan obat-obat pembiusan secara berlebihan tanpa pengawasan tenaga medis yang berwenang. Apakah obat-obat pembiusan yang digunakan oleh Michael Jackson? Salah satu obat yang dicurigai dan digunakan olehnya merupakan obat penghilang rasa nyeri golongan narkotik (analgesik-narkotik), yaitu Meperidine HCl atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Petidin. Apa sebenarnya obat ini? Apakah obat penghilang rasa nyeri memang dapat menyebabkan terjadinya kematian?

Struktur kimia Petidin
Meperidine HCl (nama lainnya: Petidin HCl) merupakan salah satu obat analgesik golongan narkotik (analgesik sentral). Petidin ditemukan pada tahun 1939 oleh dua orang ilmuwan Jerman (Eisleb and Schaumann). Pada awal kemunculannya, petidin telah digunakan untuk mengatasi otot yang kaku (spasme). Tidak sama seperti morfin yang memang sudah diciptakan oleh alam, petidin diciptakan melalui sintentis. Petidin termasuk dalam golongan obat yang hampir sama struktur kimianya dengan metadon dan fentanil yang merupakan dua jenis penghilang nyeri yang sudah cukup dikenal. Sediaan yang tersedia adalah tablet 50 dan 100 mg ; suntikan 10 mg/ml, 25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. ; larutan oral 50 mg/ml. Akan tetapi sebagian besar pasien tertolong dengan dosis parenteral 100 mg.
Petidin merupakan obat golongan opioid yang memiliki mekanisme kerja yang hampir sama dengan morfin yaitu pada sistem saraf dengan menghambat kerja asetilkolin (senyawa yang berperan dalam munculnya rasa nyeri) serta dapat mengaktifkan reseptor, tertama pada reseptor mu, dan sebagian kecil pada reseptor kappa. Penghambatan asetilkolin dilakukan pada saraf pusat dan saraf tepi sehingga rasa nyeri yang terjadi tidak dirasakan oleh pasien. Onset petidin termasuk cepat dimana efek dapat dirasakan setelah 15 menit obat dimasukkan dan memiliki durasi 2-4 jam. Petidin diindikasikan untuk penderita nyeri berat dan hebat serta nyeri yang berlangsung lama (misalnya: nyeri setelah operasi, nyeri karena infeksi saluran kencing bagian atas, nyeri karena kanker). Petidin lebih efektif dalam nyeri neuropatik.
Adapun perbedaan petidin dan morfin:
1. Petidin memiliki kelarutan dalam lemak lebih besar dibandingkan dengan morfin yang larut dalam air.
2. Metabolisme petidin oleh hepar lebih cepat dan menghasilkan normeperidin, asam meperidinat dan asam normeperidinat. Normeperidin merupakan metabolit yang masih aktif memiliki sifat konvulsi dua kali lipat petidin, tetapi efek analgesinya sudah berkurang 50%.
3. Petidin bersifat atropin menyebabkan kekeringan mulut, kekaburan pandangan dan takikardia.
4. Seperti morfin ia menyebabkan konstipasi, tetapi efek terhadap sfingter oddi lebih ringan.
5. Petidin cukup efektif untuk menghilangkan gemetaran pasca bedah yang tidak ada hubungannya dengan hipiotermi dengan dosis 20-25 mg i.v pada dewasa, sedangkan morfin tidak memiliki aksi tersebut.
6. Durasi kerja petidin lebih pendek dibandingkan morfin.

Efek Samping Petidin HCl
Petidin mampu menimbulkan efek penghilang nyeri yang sangat ampuh namun petidin juga dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius. Salah satu efek samping yang perlu diperhatikan oleh tenaga medis adalah ketagihan terhadap obat-obatan golongan narkotik dan timbulnya depresi pada sistem pernafasan. Efek samping petidin lainnya antara lain: pusing, merasa lemah, sakit kepala, perubahan suasana hati, agitasi, bingung, konstipasi, mulut mengering, berkeringat, gangguan penglihatan, gangguan jantung, mengantuk, mual, muntah, dan gangguan aliran darah. Penggunaan petidin juga dapat menimbulkan alergi dengan manifestasi seperti gatal, bengkak dan merah pada daerah suntikan, pembengkakan pada bibir, wajah, hingga terjadinya kesulitan pernafasan. Apabila overdosis akan terjadi lemah otot dan gangguan aliran darah akut.
Apabila pasien telah menggunakan petidin dalam jangka waktu lama dan atau dalam dosis besar, penggunaan petidin tidak boleh langsung diberhentikan secara tiba-tiba. Hal ini karena akan menyebabkan timbulnya efek withdraw, dimana akan terjadi gejala putus obat (sakau) seperti jantung berdebar, denyut nadi cepat, dan pernafasan menjadi tertekan, nyeri pada seluruh tubuh, rasa tidak nyaman.

Mengapa Petidin Dapat Mengakibatkan Kematian ?
Salah satu efek samping petidin yang sangat berbahaya adalah menekan sistem pernapasan. Efek ini akan semakin hebat apabila digunakan berlebihan atau bersamaan dengan obat lain yang juga dapat menekan sistem pernafasan (misalnya obat pelemas otot atau obat penenang). Penggunaan bersama dengan obat yang memiliki efek samping serupa dikuatirkan akan mengakibatkan laju pernafasan yang semakin menurun kemudian berhenti dan menimbulkan kematian apabila tidak segera diberikan pertolongan. Penurunan tekanan darah serta gangguan pada sistem saraf pusat yang ditimbulkan juga berperan mengakibatkan kematian. Hal inilah yang mungkin terjadi pada Michael Jackson.
Pemberian secara parenteral secara intra vena maupun intra muscular dapat mengakibatkan peningkatan denyut jantung sehingga berbahaya untuk pasien penderita penyakit jantung koroner. Obat analgesik narkotik dapat menjadi ‘obat penolong’ saat dibutuhkan namun di sisi lain dapat pula menjadi ‘pencabut nyawa’ jika digunakan secara tidak semestinya. Oleh karena itu penggunaan analgesik narkotik seharusnya diberikan berdasarkan rasio manfaat risiko, dimana saat rasio manfaat lebih risiko lebih besar maka obat analgesik narkotik dapat diberikan kepada pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2009, Analgesic-narcotic,http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed /fda, diakses tanggal 7 September 2010
Anonim, 2009, Petidin HCl,http://www.epgonline.org/viewdrug.cfm/ drugId/DR000974/language/lg0011/drugName/Petidin, diakses tanggal 8 September 2010
Anonim, 2009, Analgesic, http://www.farmasiku.com/index.php?target =categories&category_id=197
Anonim, 2010, Meperidine HCl, http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/ meds/a682117.html, diakses tanggal 8 September 2010
Frank, 2007, Two Mechanisms For The Meperidine Block Of Action Potential Production In Frog’s Skeletal Muscle; Non-Specific And Opiate Drug Receptor Mediated Blockade, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/ PMC1348485/, diakses tanggal 8 September 2010
Koczmara, C., 2005, Meperidine Safety Issue, http://www.ismp-canada.org/download/caccn/CACCN-Spring05.pdf, diakses tanggal 11 September 2010

Ekstasi = Jajanan Setan

Disusun oleh:
Intan Chyntia Dewi (088114096)
Rio Bagus Permadi (088114106)
Citra Dewi Aryani (088114115)
Arum Mangastuti P (088114116)
Paulus Setya Dharma (088114117)
Rollando (088114127)


Apa sih ekstasi itu??
contoh XTC

Ekstasi, adalah obat-obatan yang memiliki struktur kimia 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA) dan efeknya sejenis dengan amfetamin dan bersifat halusinogen. Ekstasi terdapat dalam bentuk tablet, kapsul, atau serbuk. Berikut ini adalah nama lain dari ekstasi antara lain Inex, XTC, Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dan lain-lain.

Sejak kapankah ekstasi itu ada??

Ecstacy yang dalam rumus kimianya disebut 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA), unsur dasarnya adalah MDA X (3,4-methylenedioxy-phenylisopropylamine) yang ditemukan pada tahun 1910 oleh ahli kimia Jerman yaitu Dr G Mannish dan Dr W Jacobson. Namun baru tahun 1939 temuan ini dicoba pada hewan percobaan dan memberikan efek terhadap susunan saraf pusat.
Pada Perang Dunia II tentara Jerman banyak menggunakan MDA untuk menghilangkan rasa jenuh dan rasa takut. Pertengaham tahun 1950, Prof Gordon Alles dari University of California (yang juga menemukan amphetamin tahun 1927), mengembangkan MDA. Setelah diuji di laboratorium pada kadar 70-150 mg, ternyata efeknya sangat luar biasa dalam mempengaruhi susunan saraf pusat.
Penemuan selanjutnya yang cukup mengherankan adalah tentang unsur utama MDA yang ternyata bisa dibuat dari sekitar setengah lusin jenis akar dan buah-buahan. Salah satu yang paling ampuh adalah minyak buah dan bunga pala. Melalui proses kimia dan direaksikan dengan amoniak, maka dari sari pati minyak buah dan bunga pala bisa diperoleh MDMA yang kemudian terkenal dengan nama esctasy yang artinya suatu kenikmatan yang luar biasa dan penuh pesona.
Saat ini MDMA sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan berbagai unsur kimia lainnya, sehingga mencapai efek seperti yang diharapkan oleh pembuatnya. Di Belanda misalnya, sedikitnya ada 16 jenis ekstasi yang kesemuanya menimbulkan rangsangan yang berbeda. Sebagai contoh, jenis Dlavbov bisa menimbulkan halusinasi, sementara jenis lain bisa menimbulkan rangsangan tertawa dan gembira. Sedang tango yang banyak beredar di Indonesia sekarang, sebenarnya lebih banyak mengandung unsur speed, yang membuat pemakainya selalu ingin menggerak-gerakkan tubuh.

Mengapa ekstasi termasuk obat yang dilarang dan digunakan secara bebas ?

Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih sehingga pengguna akan terus-terusan melakukan aktivitas sampai batas maksimum sehingga pengonsumsi dapat mengalami dehidrasi yang sangat tinggi sebagai akibat dari perombakan energi atau tenaga yang tinggi dan lama. Dalam beberapa kasus, orang yang mengkonsumsi ekstasi ditemukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang berlebihan. Zat-zat kimia yang berbahaya juga sering dikombinasikan dengan ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan munculnya suatu reaksi yang dapat membahayakan tubuh dan akan menimbulkan kematian. Pengguna ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadi menjadi cepat, serta akan menimbulkan paranoid dan halusinasi.
Ekstasi masuk golongan narkotik atau psikotropik kah??

Ekstasi termasuk golongan psikotropik, tapi sebelumnya, Anda mengertikah apa itu obat golongan psikotropik?? Obat golongan psikotropik merupakan suatu zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.

Pembagian menurut pengaruhnya terhadap susunan saraf pusat, golongan psikotropika dibagi menjadi :
A. Depresant
yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).
B. Stimulant
yaitu yang bekerja mengaktif kerja susunan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.
C. Hallusinogen
yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline.Disamping itu Psikotropika dipergunakan karena sulitnya mencari Narkotika dan mahal harganya. Penggunaan Psikotropika biasanya dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air mineral, sehingga menimbulkan efek yang sama dengan Narkotika.

Bagaimanakah cara kerja dari obat ekstasi itu??

Ekstasi mulai bereaksi pada saat 15 sampai 60 menit setelah dikonsumsi dengan efek maksimum selama satu 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang, terkadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, dan mulut kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang, kadang juga timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikitudarasegar).

Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong dan rileks. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah, dehidrasi yang sangat hebat dan tertekan.

Terus efek apa yang timbul setelah menggunakan ekstasi??

efek ekstasi

Dari hasil sumber-sumber yang anda, efek dari mengonsumsi ekstasi adalah diare, rasa haus yang berlebihan (dehidrasi), hiperaktif, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat, mual, muntah-muntah, gelisah/tidak bisa diam, pucat & keringat, dehidrasi, mood berubah. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak terganggu, gangguan lever.

Beberapa pemakai ekstasi yang akhirnya meninggal dunia karena terlalu banyak minum akibat rasa haus yang amat sangat. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan munculnya suatu reaksi yang pada tubuh. Dan dalam beberapa kasus, reaksi dari zat-zat ini akan menimbulkan kematian. Pengguna ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadi menjadi cepat, serta akan menimbulkan paranoia dan halusinasi.
Bagaimana orang bisa terjerat dalam jebakan ektasi
• Karena pengaruh pergaulan bebas untuk memakai ekstasi
• Rasa ingin coba-coba ekstasi
• Merasa dirinya tidak pede, sehingga untuk mendongkrak rasa percaya dirinya dia mengonsumsi ekstasi
• Untuk meningkatkan performa penampilannya
• Ingin memperoleh kenikmatan sesaat

Bagaimana mengatakan TIDAK pada ektasi??

• Maaf, saya tak mau terjerumus obat-obatan
• Tidak, saya masih memilki masa depan yang lebih baik
• Maaf, terimakasih
• Saya tidak mempunyai waktu untuk hal itu

Sumber :
Anonim, 2010, Fakta Mengenai Narkoba, http://www.ycab.org/ID/facts_drug4.php, diakses tanggal 30 Agustus 2010
Anonim, 2010. Kupas Tuntas Jenis Narkoba Berbahaya, http://aneh22.blogspot.com/2009/03/kupas-tuntas-jenis-narkoba-berbahaya.html diakses tanggal 30 Agustus 2010
Anonim, 2010, Pengertian dan Penjelasan Narkoba (Ekstasi, Heroin, Ganja, Morfin, Alkohol), http://info.g-excess.com/id/info/Penjelasan_Narkoba_Heroin_Ganja_Morfin_Alkohol_Narkoba_narkotika.info, diakses tanggal 30 Agustus 2010
Catur, Dody, 2010, Cara Kerja Pil Ekstasi, http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/08/cara-kerja-pil-ekstasi.html, diakses tanggal 30 Agustus 2010

WHAT DO YOU KNOW ABOUT GANJA???

Serevino L.Ambuk      (078114001)

Anita Ruth Dewiana   (078114015)

Maria Elfina Silvia      (078114018)

Benny Nugroho          (078114027)

I Gede Andrie W.       (078114042)

WHAT DO YOU KNOW ABOUT GANJA???

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya yaitu tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Dengan syarat varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Dampak yang Terjadi pada Pemakai Ganja?

Gambar Kondisi Tubuh Akibat Ganja

Menurut situs pengetahuan Narkotika, HIV, AIDS, dan Pendidikan Seks, ganja dapat menimbulkan efek samping yang berbeda bagi penggunanya. Efek yang paling umum dari ganja adalah perasaan teler atau melayang. Efek-efek lain termasuk paranoia, muntah-muntah, kehilangan koordinasi, kebingungan, nafsu makan meningkat, mata merah, dan halusinasi. Sedangkan efek jangka panjangnya, ganja dapat mengakibatkan risiko tinggi bronkitis, kanker paru-paru, serta penyakit pernapasan (sebab ganja mengandung tar dua kali lebih banyak dari rokok), kerusakan sistem kekebalan tubuh, kerusakan memori jangka pendek, daya pikir logika, dan koordinasi berat badan, serta gejala gangguan kejiwaan yang berat. Ganja juga dapat menyebabkan penggunanya menjadi ketergantungan dan kecanduan.

Gangguan lainnya adalah gangguan persepsi (sepuluh menit dirasakan seperti satu jam, jarak 10 meter dipersepsikan sebagai jarak 100 meter, dapat terjadi kecelakaan bila membawa kendaraan , Sindroma amotivasional, menurunnya kemampuan membaca, berbicara dan berhitung, perhatian terhadap sekitar berkurang sampai tidak bereaksi dipanggil, kurang semangat bersaing.

Apakah ganja mempunyai manfaat yang positif??

Ganja, ternyata memiliki banyak manfaat yang dapat diambil. Selama ini, ganja hanya dikenal karena penyalahgunaannya (abuse) yaitu dengan menghisap daun ganja kering saja. Padahal, ganja memiliki banyak kegunaan mulai dari akar, pohon, dahan, ranting hingga daun yang dapat diolah menjadi tas, souvenir, obat dan aneka fungsi lain.

Ganja memiliki potensi medis dalam pengobatan. Selain untuk meringankan rasa sakit, obat-obatan dari ganja juga digunakan untuk menambah nafsu makan bagi penderita anorexia, dan untuk melawan efek samping kemoterapi pada penderita kanker. Namun penggunaannya HARUS dengan pengawasan dokter dan apoteker

Di dalam tanaman ganja, terdapat suatu zat yang disebut Tetrahydrocannabinol (THC). THC ini merupakan salah satu zat yang dapat menghilangkan rasa sakit, misalnya pada  penderita glukoma. THC memiliki efek analgesik, namun walaupun digunakan dengan dosis rendah tetap akan menimbulkan risiko besar untuk kecanduan. Senyawa bernama delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) ini melawan penyakit pembuluh darah atherosclerosis pada tikus. Atherosclerosis muncul bila adanya masalah pada pembuluh darah – misalnya akibat nikotin pada rokok – menyebabkan munculnya reaksi kekebalan dari tubuh yang memicu penimbunan lemak di pembuluh arteri. Namun ganja selama ini lekat dengan nilai negatif karena cenderung menimbulkan kecanduan.

Lalu apa saja sih efek negatifnya (selain dampak negatif yang sudah diulas diatas lho) kalau memakai ganja???

Efek ganja yang terberat adalah di otak. Kerusakan otak yang terjadi merupakan kerusakan yang irreversible atau tak dapat diubah. Efek ganja di otak tergantung dari lama, jumlah dan cara pemakaian. Efek yang terjadi ialah euforia, rasa santai, mengantuk dan berkurangnya interaksi sosial. Pada kasus-kasus keracunan (pemakaian dalam jumlah sangat banyak) dapat muncul perasaan curiga yang berlebihan (paranoid), halusinasi visual. Sepanjang pengetahuan kami, sampai saat ini belum ada teknik transplantasi untuk menggantikan bagian-bagian otak yang telah rusak. Karena sifatnya sebagai halusinogen dan dapat menimbulkan euforia, efek negatif ganja adalah membuat orang menjadi malas. Efek paling buruk dari ganja karena menjadikan reaksi pemakai lebih lambat, dan peganja cenderung kurang waspada.

Pemakai ganja mudah kehilangan konsentrasi,denyut nadi cenderung meningkat, keseimbangan dan koordinasi tubuh menjadi buruk, ketakutan, mudah panik, depresi, kebingungan dan berhalusinasi. Dampak fisik lain, dalam paru, ganja membuat banyak dampak pada kesehatan seperti asap tembakau-batuk harian, dahak, bronkitis dan kerentanan yang lebih tinggi terhadap selesma dahak. Pemakaian ganja jangka panjang merusak paru. Karena penghisap ganja menghirup dan menahan asap dalam-dalam di paru-paru, tampaknya mereka terpejan pada tingkat karbon monoksida tiga sampai lima kali lebih tinggi daripada penghisap tembakau. Ganja meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Bila wanita hamil menggunakan ganja akan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan lebih rentan terhadap penyakit akan terganggunya kekebalan tubuh si bayi. THC akan tersekresi lewat ASI sehingga bayi yang menyusu akan bermasalah pada perilaku yang hiperaktif atau cenderung ke arah negatif. Karena dampak negatif yaitu berpotensi menimbulkan kecanduan yang tinggi maka ganja dimasukkan ke dalam narkotika golongan I.

SAY NO TO GANJA!!

Daftar Pustaka

Anonim, 2006, THC in Plants – Testing for Marijuana Grow Ops,

http://www.actlabs.com/page.aspx?menu=65&app=250&cat1=644&tp=2&lk=no, diakses pada tanggal 27 Agustus 2010

Anonim, 2008, Ganja dan Gangguan Jiwa, http://www.pewarta-indonesia.com/nspirasi/Serba-Serbi/ganja-dan-gangguan-jiwa.html, diakses pada tanggal 27 Agustus 2010

Anonim, 2008, 3 Mitos Utama Ganja!!!!, http://www.polres-inhil.web.id/index.php?option=com_content&view=article&id=106%3A3-mitos-utama-ganja-&catid=38%3Apolres&Itemid=50, diakses pada tanggal 27 Agustus 2010

Anonim, 2009, Dampak Sosial  Pengguna Ganja, http://www.infosihat.gov.my/penyakit/Mental/Ganja.pdf, diakses pada tanggal 27 Agustus 2010

Anonim, 2009, Narkoba, http://umic.staff.umm.ac.id/files/2010/01/narkoba.pdf, diakses pada tanggal 27 Agustus 2010

Alkohol “AIR API” yang dapat menyebabkan KECANDUAN

Disusun Oleh :

Agnes Susianti (088114003)

Bravo Fransiskus M. (088114008)

Florentina Sunaryo (088114023)

Elya Findawati (088114053)

Laurensius Widi Andikha P. (088114055)

APA ITU KECANDUAN ????

Kecanduan adalah kata yang cukup popular di telinga kita. Kecanduan adalah kejangkitan suatu kegemaran hingga lupa hal-hal yang lain. Seseorang yang sudah tidak bisa melepaskan rasa inginnya terhadap alkohol jika sedang suntuk dapat dikatakan sudah kecanduan. Dan biasanya akan terus meningkat,hingga benar-benar sudah tidak dapat dipisahkan dari alkohol.

Berkenalan dengan alkohol

Secara kimia, alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya. Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya.Terdiri dari :

  • Alkohol Primer
  • Alkohol sekunder
  • Alkohol tersier

Alkohol termasuk zat adiktif, artinya zat tersebut dapat menimbulkan adiksi yaitu ketagihan dan dependensi.Bagi mereka yang sudah ketagihan atau ketergantungan maka bila pemakaiannya dihentikan akan menimbulkan sindrom putus alkohol.

“Aksi Alkohol meracuni diri”

Tentunyalkohol memiliki mekanisme khusus sebagasi senyawa yang termasuk zat adiktif di kehidupan.Mekanisme terjadinya kecanduan alkohol pada seseorang terlihat pada gambar berikut :

Aksi alkohol

Aksi alkohol di dalam tubuh

Aksi alkohol yang dapat menyebar secara cepat melalui pembuluh darah hingga kemudian dibawa aliran darah ke jantung menyebabkan alkohol dapat menyebar ke seluruh tubuh.Alkohol yang diedarkan ke seluruh tubuh tersebut termasuk sampai ke otak, pusat kesadaran tubuh manusia.

Sampainya alkohol ke otak inilah yang membuat kecanduan. Sebagai reaksi atas masuknya alkohol, otak akan meningkatkan pelepasan dopamin, salah satu neurotransmiter otak, yang berperan dalam komunikasi antar sel saraf. Dopamin yang dilepas otak sebagai reaksi atas masuknya alkohol berefek menimbulkan perasaan nyaman dan memberi ketenangan. Pada saat tidak mengonsumsinya, kadar dopamin pada otak pengguna akan menurun sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, gelisah, pusing, sedih dan stress. Itulah yang menimbulkan ketergantungan dan membuat pecandu sulit berhenti mengonsumsinya.

Dampak kritis penggunaan alkohol

Alkohol yang penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan, salah satunya peristiwa komplikasi medik. Komplikasi medik merupakan salah satu akibat yang menyebabkan gangguan pada bagian-bagian tubuh. Gangguan yang terjadi tidak hanya pada 1 bagian tubuh, namun bisa sekaligus berbarengan pada bagian tubuh lain, seperti pada :

  1. Susunan syaraf pusat : memperlambat fungsi otak yang mengontrol pernafasan dan denyut jantung sehingga dapat menimbulkan kematian.
  2. Sistem pernafasan : Memperlambat pernafasan dan denyut jantung, sehingga dapat menimbulkan kematian.
  3. Sistem pencernaan : Dapat menyebabkan luka dan radang lambung serta hati (pengerasan/serosis).
  4. Sistem jantung dan pembuluh darah : Dapat menyebabkan pembengkakan pada jantung dan dapat menyebabkan kegagalan fungsi jantung.
  5. Sistem reproduksi dan pengaruh pada bayi : Dapat menyebabkan cacat pada bayi       (premature); Dapat menyebabkan impotensi pada pria.
  6. Gangguan lain : emosional dari pecandu alkohol itu sendiri. Menjadikan seseorang mudah agresif dan emosi tinggi sehingga mudah terlibat perkelahian yang pada akhirnya menyebabkan luka-luka di tubuh.

Semua pasti ada solusi

Sekedar contoh beberapa pesan yang dapat diberikan kepada orang tua dalam rangka pendidikan pencegahan penyalahgunaan alkohol ini adalah antara lain :

  1. Akibat-akibat buruk penyalahgunaan alkohol terhadap kesehatan seseorang, fisik, mental dan sosial.
  2. Orang tua hendaknya menyempatkan/menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya.
  3. Orang tua hendaknya tahu perkembangan kepribadian anaknya dan tahu siapa-siapa kelompok teman-temanya.
  4. Solusi lain adalah manakala anak sedang mengalami stres (kecemasan, kegelisahan, depresi dan lain-lain gangguan mental emosional), dengan “caring”, sharing”,  “listening” (empathic listening), dan “helping”

Hendaknya Upaya penanggulangan penyalahgunaan obat/narkotika hendaknya dilakukan secara terpadu dan komprehensif, dijalankan berkesinambungan antara upaya prevensi,terapi dan rehabilitasi.

“Minuman keras menghancurkan manusia karena dapat merusak pikiran, mental, kesehatan dan kemampuan bekerja serta menyebabkan keputusasaan, kemiskinan dan bunuh diri. Minuman keras dapat menghancurkan kehidupan keluarga karena merangsang perilaku berbahaya, seperti ketidakpedulian dan kekerasan”

Lebih baik minum air putih

SEMOGA BERGUNA

Refrensi :

http://pubs.niaaa.nih.gov/publications/arh21-1/toc21-1.htm

http://qwickstep.com/search/alcohol-long-term-effects.html

http://www.topnews.in/oz-scientists-looking-alcohol-virgins-binge-drinking-study-2145071

Dan berbagai sumber lain