Mandiri ! Jangan Gantungkan Diri Anda pada Eszopiclone !

Disusun oleh :

Felicia Putri Hernat (088114007)

Sandra Ruby (088114009)

Regina Clarissa (088114029)

Prasilya (088114032)

Sari Tambunan (088114033)

Dea Gretha Z. (088114046)

Kasus Nyata

Kasus 1:

Fenny (bukan nama sebenarnya-red) adalah mahasiswi Fakultas Farmasi. Kebiasaan untuk tidur malam menyebabkan pola tidurnya berkebalikan dengan orang awam. Bayangkan saja, Fenny baru dapat terlelap pada pukul 4 pagi dan bangun sekitar jam 1 siang keesokan harinya. Tidur berdurasi 9 jam ini telah menjadi kebiasaannya setiap hari Sabtu-Minggu. Akan tetapi, ketika masa sibuk kuliah, Fenny harus bangun pagi untuk menghadiri kelas jam 7 pagi. Fenny merasa kesulitan untuk bangun pagi sebab jam tidur yang belum terpenuhi akibatnya bolos dan terlambat pada jam kuliah telah menjadi hal yang lazim baginya. Bila dia mampu bangun dan menghadiri kelas tepat waktu, dia mengaku merasa tidak fit dan berenergi 100 %.

Kasus 2:

Ibu Sarah (bukan nama sebenarnya-red) adalah seorang ibu rumah tangga sekaligus seorang pengusaha. Beliau mengaku memiliki jam tidur efektif sekitar 3 jam dan selebihnya beliau sering terbangun di sela-sela jam tidurnya. Sebagai seorang pengusaha, beliau menganggap waktu adalah hal yang berharga. Oleh karenanya waktu di mana Sarah terbangun, digunakannya untuk memeriksa laporan keuangan atau laporan pekerjaannya sampai PR anak-anaknya. Merasa waktunya mubazir bila hanya dihabiskan untuk tidur. Sarah mengaku adanya tekanan psikologis bahwa dia harus selalu berhasil dalam pekerjaannya dan stres karena bisnis membuatnya kadang sulit untuk tidur menemani suaminya pada jam normal.

Pendahuluan – Perkenalan

Anda memiliki pengalaman tidur dan kualitas tidur seperti hal di atas?

Kesulitan untuk tertidur pulas menjadi semacam penyakit dalam era ini. Perusahaan berlomba-lomba mengeluarkan obat yang mampu membuat pemakainya tertidur pulas dan bangun dengan segar. Tapi apa itu obat tidur? Apakah efek sampingnya? Bagaimana dan dalam kondisi apa, serta informasi penting apa yang harus saya ketahui sebelum mengkonsumsi obat tidur? Ada banyak produk obat tidur yang beredar sekarang dengan berbagai nama dagang tapi hal yang paling penting adalah zat aktif yang terkandung di dalamnya.

Penderita kesulitan tidur hendaknya segera mengkonsultasikan diri ke dokter. Obat tidur dibedakan sebagai obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter dan obat yang hanya dapat diperoleh lewat resep dokter (prescription sleeping medications). Obat tidur yang hanya dapat diperoleh lewat resep dokter adalah golongan sedatif-hipnotik, suatu obat depresan SSP yang tidak selektif, efek mulai ringan hingga berat (hilangnya kesadaran, anestesi, koma, mati). Oleh karenanya menjadi sangat penting bagi kita untuk mengerti seluk beluk obat tidur sebelum menjadi pemakai tetap.

Salah satu zat aktif yang paling sering digunakan adalah Eszopiclone. Zat aktif golongan depresan non-benzodiazepine dan bersifat hipnotik ini adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktivitas fungsional tubuh. Pemakai akan merasa tenang, menjadi pendiam bahkan membuat tertidur dan tak sadarkan diri. Merek dagang yang menggunakan zat aktif ini adalah Lunesta.

Lunesta-Eszopiclone

Beberapa dekade yang lalu hanya obat sedatif golongan benzodiazepine yang menjadi favorit bagi penderita insomnia, namun karena efek ketergantungan yang besar dan hadirnya non-benzodiazepine dengan kerja yang lebih selektif di otak serta dapat digunakan dalam jangka panjang oleh orang dewasa, lebih aman untuk penderita kesulitan nafas, akhirnya pada sekarang ini Lunesta menjadi obat tidur yang popular.

Farmakologi – Efek Samping

Eszopiclone bekerja pada reseptor benzodiazepine sebagai agonis neuron GABA. Eszopiclone secara cepat diabsorbsi setelah administrasi oral. Waktu paruh eliminasinya sekitar 6 jam dan dimetabolisme dengan oksidasi dan demetilasi oleh CYP3A4 dan CYP2E1. Dilihat dari sisi keterikatan reseptor dan efek potennya, 3 mg eszopiclone sama dengan 10 mg diazepam.

Jika Anda penggemar tetap dari obat ini dan Anda belum merasakan peningkatan kualitas tidur setelah 7 sampai 10 hari, segera hubungi dokter Anda! Eszopiclone bekerja cepat dengan hasil tidur yang baik. Akan tetapi, pemakaian lebih dari beberapa minggu dapat menyebabkan ketergantungan psikis dan fisik.

"Eszopiclone"

Efek samping yang dihasilkan berupa : sakit kepala, sakitnya dada, gejala seperti flu, nyeri, mulut kering, keletihan dan kantuk pada siang hari, mual dan kembung, penurunan gairah seks, maag. Efek samping dari sisi neuropsikis yang dilaporkan berupa : sikap agresif, bingung. Halusianasi auditor and visual, depresi, pikiran bunuh diri, dan amnesia.

Bahaya Nyeri Ulu Hati
Sebuah studi yang dilakukan menunjukkan jika mereka yang menggunakan obat tidur lebih berisiko terbangun akibat serangan nyeri ulu hati karena naiknya asam lambung ke arah kerongkongan. Aliran asam yang berlawanan arah ini bisa merusak kerongkongan. Kerusakan yang sama pada sel-sel yang melapisi tenggorokan akan meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Insomnia Berantai
Pemakaian Eszopiclone selama 1 sampai 2 bulan tidak dianjurkan secara langsung dihentikan total di tengah jalan. Dokter umumnya menyarankan adanya pengurangan dosis secara bertahap untuk meminimalisir gejala (withdrawal symptoms) berupa : mimpi buruk, kecemasan, mual, kejang perut dan otot, muntah, berkeringat, gemetar dan insomnia.

Hal terpenting untuk diketahui mengenai obat tidur adalah bagaimana dan kapan harus berhenti menggunakannya. Menghentikan penggunaan dengan tiba-tiba bisa menyebabkan insomnia berantai. Artinya, Anda mengalami gejala gangguan tidur yang sama bahkan lebih buruk tanpa penggunaan obat. Para pakar biasanya meresepkan dosis yang lebih rendah atau memberikan obat yang berbeda, hingga pasien siap untuk tidur tanpa bantuan obat.

Rasa Aneh Zat Kimia
Lunesta (eszopiclone) menyebabkan rasa pahit dan rasa seperti zat kimia di mulut.

Kontroversi

Kasus penyalahgunaan pernah ditemukan ketika penggunaannya pada dosis 6 dan 12 mg untuk menghasilkan efek euphoria seperti diazepam 20 mg.

Studi oleh Sepracor (perusahaan pembuat Lunesta) menunjukkan penggunaan sampai 6 bulan tidak menunjukkan adanya tanda ketergantungan dan toleransi. Hal yang kontroversi dan sempat diangkat oleh The Journal of Clinical Sleep Medicine menyatakan adanya kejanggalan dalam penelitian obat hipnotik di mana penelitian dilakukan independen oleh pembuat obat. Tidak adanya diskusi mengenai efek samping, tingkat resiko infeksi, kanker, kematian, keseimbangan antara keuntungan dan resiko. Melainkan hal postiflah yang selalu ditekankan.

Dalam artikel New England Journal of Medicine, “Lost in Transmission — FDA Drug Information That Never Reaches Clinicians”, dilaporkan bahwa percobaan Lunesta bila dibandingkan dengan placebo memang lebih baik bila dilihat dari efeknya, akan tetapi tidak pernah tercantum secara jelas bahwa sebetulnya Lunesta hanya mempersingkat waktu 15 menit lebih cepat dibandingkan placebo untuk mulai terlelapnya pemakai.

Anjuran

Sebetulnya begitu banyak argumen mengenai pil tidur dan efektifitasnya. Dengan tahu lebih banyak  dan mendalam mengenai pengobatan kesulitan tidur, Anda dapat melakukan pemilihan terbaik untuk diri sendiri atau orang terdekat. Pada umumnya, pil tidur paling efektif sebagai bantuan sementara dan bukanlah solusi utama. Sebab pil tidur tidak menyembuhkan insomnia bahkan justru mampu menciptakan masalah baru yakni toleransi obat (Anda memerlukan dosis lebih banyak kian hari dan menyebabkan efek samping), ketergantungan obat (Anda tidak lagi mampu tidur tanpa menegak pil tidur), interaksi dengan obat lain yang mungkin berbahaya, dan sebagainya. Untuk itu lebih dianjurkan agar kita sebagai pemakai lebih memilih tidak bergantung pada pil tidur, mulailah hidup sehat dengan tidur cukup, berolahraga, mulai teratur dengan jam tidur dan menjadikannya kebiasaan. Lingkungan tidur yang nyaman, aman, santai dapat membantu meningkatkan kualitas tidur Anda.

(http://funnybabyanimalphotos.blogspot.com/)

Happy sleep tight, dear!

Referensi dan untuk informasi lanjut :

http://www.pdrhealth.com/drugs/rx/rx-mono.aspx?contentFileName=Lun1749.html&contentName=Lunesta&contentId=324

http://www.helpguide.org/life/sleep_aids_medication_insomnia_treatment.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Eszopiclone

http://www.lunesta.com/

http://www.health.com/health/condition-article/0,,20188992_2,00.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s