Nikmat Pembawa Petaka

Nikmat Pembawa Petaka

Disusun oleh:

  • Eka Riusinta Wati                   (088114160)
  • Rosita Secoadi                       (088114166)
  • Monica Satya R Y                    (088114171)
  • Vinsensia Vica D E                 (088114176)
  • Dhimas Bayu Kinasih            (088114180)

“Miras oplosan “, siapa yang tidak kenal dengan istilah ini. Apa lagi akhir-akhir ini, miras oplosan menjadi salah satu berita hangat. Apa yang membuatnya hangat? Bukan karena efeknya yang dapat menghangatkan tubuh, tetapi karena miras oplosan sudah banyak memakan korban. Baru-baru ini saja dikabarkan 8 orang tewas karena menenggak miras oplosan. Apa sih yang sebenarnya membuat miras oplosan berbahaya?

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan dan dari mana  minuman keras atau minuman beralkohol berasal. Namun proses pembuatanya sudah diketahui sejak lama, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sebuah prasasti di delta subur antara sungai Eufrat dan sungai Tigris di kawasan Mesopotamia yang menggambarkan tentang pembuatan minuman beralkohol yang diperkirakan berasal dari masa 6.000 SM.

Sebenarnya apa yang membuat minuman alkohol itu berbahaya ? Minuman keras atau minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Etanol biasanya di gunakan sebagai pelarut (solvent), bahan bakar alternatif, penangkal racun (antidote), antiseptik  dan deodorant (penghilang bau tidak enak atau bau busuk). Namun mengapa etanol dapat digunakan sebagai minuman keras? Etanol yang terdapat dalam minuman keras berasal dari hasil fermentasi gula yang terbentuk selama proses pembuatan minuman keras. Minuman keras yang mengadung etanol bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gangguan mental organic (GMO). GMO adalah gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan dan berperilaku. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa disadari akan menambahkan dosis sampai pada dosis keracunan , hal ini adalah gejala dari suatu ketergantungan. Mereka yang sudah ketergantungan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yakni rasa takut berhenti minum alkohol. Orang yang mengalami ketergantungan akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.

Minuman keras tanpa ada campuran apapun sudah mempunyai akibat yang sangat membahayakan bagi tubuh, apalagi bila minuman yang sudah berbahaya ini harus tambah dengan oplosan lain apa yang akan terjadi pada tubuh? Pastinya akan sangat menakutkan atau kemungkinan besar dapat menyebabkan kematian.

Zat yang paling sering digunakan sebagai oplosan dalam minuman keras salah satunya adalah metanol. Metanol juga salah satu golongan dari alkohol. Keracunan metanol disebabkan karena adanya proses oksidasi metanol di dalam tubuh menjadi formaldehid dan asam format. Asam format ini sulit di keluarkan oleh tubuh, akibatnya pH tubuh turun sampai 7.37. Adanya penurunan asam atau basa yang hebat dalam darah, menyebabkan sistem pengatur tubuh tidak lagi mampu mengatur pH darah. Penurunan pH dibawah 7,20 akan mengakibatkan turunnya volume menit jantung, gangguan ritmus jantung, hipotensi (sampai terjadi syok), gangguan kesadaran dan akhirnya koma. Gejala keracunan pertama akan terlihat setelah periode laten beberapa jam, tanda-tandanya adalah: keluhan sakit kepala, pusing, mual, muntah, gangguan penglihatan menyusul kemudian tidak sadar, dan jika tidak cepat ditangani akan berujung pada kematian. Kalaupun pasien dapat diselamatkan nyawanya, boleh jadi akan mengalami kebutaan, karena telah terjadi kerusakan pada saraf penglihatan (atrofi opticus).

Ternyata oplosan methanol sangat berbahaya, wajar saja bila banyak korban yang sudah terenggut nyawanya. Bagaimana dengan anda? Apakah setelah membaca artikel ini, anda masih berminat untuk mencoba oplosan methanol dalam miras???? Silahkan pikir lagi, karena nyawa adalah taruhannya.

Referensi:

Irawan, I.D., 2010, Bahaya Mencampur Miras dengan Metanol, http://www.harianjoglosemar.com/berita/bahaya-mencampur-miras-dengan-metanol-17071.html, diakses tanggal 7 September 2010

Kusumojati, T., 2010, Bahaya Mengkonsumsi Minuman Beralkohol, http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/05/17/alkohol/, diakses tanggal 6 September 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s