kecil indah membahayakan….


Tahukah kalian jamur tahi sapi itu apa? Jenis jamur psychedelic, biasa disebut gold caps, golden tops, cubes, purple rings atau Boomers. Dan di Indonesia orang mengenal jamur ini sebagai jamur tahi sapi. Jamur tahi sapi termasuk ke dalam genus Psilocybe. Jamur tahi sapi atau Psilocybe Cubensis dapat ditemukan di seluruh Amerika Selatan, Asia, Eropa dan bagian Australia. Psilocybe Cubensis merupakan sejenis jamur yang tumbuh dan hidup diatas permukaan kotoran hewan pemamah biak seperti sapi, kerbau, banteng dan lain-lain. Jamur ini dapat tumbuh di dalam iklim manapun, di pegunungan maupun di pinggir pantai.

PUTIH KECIL INDAH YANG MEMBAHAYAKAN….

Jamur tahi sapi or Cow shit mushroom or magic mushroom
Walaupun tempat tumbuhnya jamur ini, oleh sebagian besar orang dianggap sangat menjijikkan, yaitu di kotoran sapi atau di kotoran banteng. Akan tetapi, tempatnya tumbuh itu tidak membuat jamur tersebut kehilangan penggemarnya. Karena jamur dari genus Psilocybe mempunyai efek halusinasi. Psilocybe Cubensis ini mengandung psilosibina dan psilosina yang termasuk ke dalam psikotropika golongan I. Efek penggunaan jamur ini sama dengan efek menggunakan psikotropika jenis heroin atau LSD. Senyawa yang terkandung dalam jamur ini, di dalam tubuh akan cepat hilang dan hanya akan terdeteksi dalam kurun waktu tiga hari hingga seminggu.
Lembaga Nasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja, cabang dari Pusat Kendali Penyakit (CDC), menilai bahwa psilocybin kurang beracun dibanding aspirin dan kafein. Psilocybin juga tidak mengakibatkan ketagihan karena bukan termasuk golongan psychoactive, melainkan psychedelic. Efek intoksikasi dari mushroom yang mengandung psilocybin berlangsung antara dua sampai tujuh jam tergantung dari dosis pemakaian, metode penggunaan, dan metabolisme perorangan. Umumnya, onset dari magic mushroom di dalam tubuh berkisar antara 10-40 menit ketika dikunyah dan dibiarkan di mulut hingga larut, dan berkisar antara 20-60 menit ketika ditelan dalam keadaan lambung kosong. Sedangkan tubuh akan kembali normal setelah 6-8 jam.
Sesaat setelah memakan jamur itu, orang akan mulai berhalusinasi, mengalami euforia, atau sebaliknya mengalami kesedihan yang berlebihan. Indra perasa, terutama kulit dan lidah akan menjadi lebih sensitif. Saat dalam pengaruh jamur, penggunanya menjadi lebih individual/asyik dengan dunianya sendiri. Keseluruhan efek jamur itu akan terasa selama empat sampai delapan jam. Walaupun penggunanya mengalami halusinasi, tetapi penggunanya masih sadar. Yang menjadi masalah, pengguna akan sulit mengontrol pikiran dan imajinasinya. Setelah efek jamur habis, penggunanya akan merasa sangat lelah.
Beberapa Efek khas dari magic mushroom ini, yaitu:
a. Distorsi visual dan perubahan persepsi terhadap ruang atau waktu
b. Senyum dan tawa yang tidak bisa dikontrol
c. Sensitivitas yang meningkat pada indra peraba, pengecap dan pendengaran
d. Halusinasi pendengaran
e. Berbicara yang tak tentu arah dan kesulitan dalam fokus untuk menjelaskan sesuatu
Di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki pendapat yang berlainan dengan pendapat PBB melaui INCB (International Narcotics Control Board) maupun komisi kesehatan Uni Eropa. INCB yang menggolongkan magic mushroom ini ke dalam benda atau bahan psikotropika, di Indonesia magic mushroom digolongkan ke dalam zat adiktif bersama dengan alkohol, rokok, dan obat-obatan yang menyebabkan kecanduan. Walaupun terjadi perbedaan persepsi tersebut, yang pasti jamur ini harus dihindari penyalahgunaannya karena tetap mempunyai efek psikotropik dan tidak baik untuk tubuh kita.
Anggota Kelompok :
Erma Putri Nugraheni (06 8114176 )
Widya Sari Nugrahani (07 8114 013)
Dana Wingga P. (07 8114 017)
Afni Panggar Besi (07 8114 039)
Ferdian Dwi Armanto (07 8114 044)

Daftar Pustaka:
• Allen, 2004, Teonanacatl: Acient Shamic Mushroom Names of Mesoamerica and other Region of The world, http://www.mushroomjohn.org/names8.htm, diakses pada tanggal 5 April 2011
• Allen, 2009, Magic Mushrooms in Some Third World Countries, http://www.erowid.org/library/books_online/magic_mushrooms_third_world_countries.pdf, diakses pada tanggal 5 April 2011
• Anonim, 2010, Jamur Magic yang bias menimbulkan Halusinasi, http://www.koleksiweb.com/iptek/jamur-magic-yang-bisa-menimbulkan-halusinasi.html, diakses pada tanggal 5 April 2011
• Anonim, 2011, Hallucinogenic plants, http://hubpages.com/hub/Hallucinogenic-Plants, diakses pada tanggal 5 April 2011
• Anonim, 2011, psikotropika, Http:www.ikayanakesmas.blogspot.com, diakses pada tanggal 5 April 2011
• Seth, 2006, Mushroom Drug Is studied Anew, http://www.b12partners.net/mt/archives/2006/07/mushroom-drug-is-studied-anew.html, diakses pada tanggal 5 April 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s