Berkenalan Lebih Dekat dengan Dilaudid (Hidromorfin)

Oleh:
Martinus Supriyadi Krisantoro (078114065)
Daniel Kurniawan (078114071)
Tiwi Anggraini (078114106)
Dian Prahara Florentino Wara (078114107)
Paulus Febrianto Silor (078114130)

APA ITU DILAUDID?
Nama generik: hidromorfin
Nama dagang: dilaudid, dilaudid-5, exalgo

Struktur Hidromorfin

Dilaudid adalah narkotik kuat yang hanya tersedia dengan resep. Dilaudid adalah nama merek untuk obat hidromorfin yang lebih kuat daripada morfin. Dilaudid banyak tersedia dalam bentuk tablet dan sirup daripada bentuk parenteral.
Dilaudid secara kimiawi dikenal sebagai hidroklorida hidromorfin, adalah obat penghilang rasa sakit yang disintesis dan dipromosikan sebagai pengganti morfin yang tidak membuat ketagihan. Dilaudid merupakan turunan semi-sintetik kuat dari morfin, umumnya efektif untuk sakit parah atau kronis dan biasanya diresepkan untuk nyeri pasca operasi, serangan jantung, kanker, patah tulang, luka bakar, TBC, bronchitis, radang selaput dada, dan trankitis.

SEJARAH PENEMUAN
Hidromorfin atau lebih dikenal dengan nama dagang Dilaudid, diketahui pertama kali ditemukan dan disintesis di Jerman pada tahun 1924 dan mulai diperdagangkan secara missal oleh Knoll tahun 1926. Dilaudid sendiri merupakan turunan dari morfin, yang sudah dikenal sejak American Civil War (1861-1865) sebagai obat anestesi bedah. Namun, sayangnya penggunaan morfin sendiri menimbulkan efek samping bagi pasien penggunanya karena menimbulkan adiksi.
Dilaudid awalnya disintesis dan dipromosikan sebagai obat yang aman, pengganti morfin yang tidak membuat ketagihan.

INDIKASI
Hidromorfin adalah analgesik narkotik kuat, biasanya diresepkan untuk meredakan nyeri berat. Efek penghilang rasa sakit oleh dilaudid mencapai 2 hingga 8 kali lebih kuat dibandingkan morfin. kelompok obat-obatan yang disebut narkotik pereda rasa nyeri, atau disebut juga opioid. Hidromorfin mirip dengan morfin. Hidromorfin digunakan untuk mengobati nyeri berat, seperti nyeri pasca operasi, serangan jantung, kanker, patah tulang, luka bakar, TBC, bronchitis, radang selaput dada, dan trankitis.

EFEK SAMPING
Dilaudid memiliki efek yang lebih kuat tetapi efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit daripada morfin. Dilaudid memiliki onset sekitar 15 menit, sering menyebabkan pasien bebas rasa sakit dengan mengalami linglung euphoria selama 5-6 jam. Pasien dapat mengalami muntah, mual, sembelit, pusing, atau anoreksia (kehilangan nafsu makan) walaupun reaksi seperti itu jarang terjadi. Penggunaan dilaudid secara teratur pada jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kecanduan, namun manfaat dari penggunaan dilaudid jauh lebih besar daripada resiko ketergantungan jika digunakan secara medis.

KETERGANTUNGAN
Dilaudid memiliki potensi ketergantungan yang cukup tinggi bila digunakan selama lebih dari beberapa minggu, atau pada dosis tinggi. Orang-orang yang pernah mengalami ketergantungan pada alkohol atau narkoba lain di masa lalu umumnya lebih mudah untuk kecanduan Dilaudid. Ketergantungan psikis, ketergantungan fisik, dan toleransi dapat terjadi pada pemberian berulang hidromorfon.
Toleransi adalah ketika peningkatan dosis diperlukan untuk menghasilkan efek analgesik yang sama. Awal mula toleransi ditunjukkan dengan adanya penurunan durasi efek analgesik, diikuti oleh penurunan intensitas analgesia. Toleransi berkembang dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Tingkat toleransi bervariasi antara pasien yang satu dengan pasien yang lain.
Ketergantungan psikis tidak mungkin terjadi bila hidromorfon digunakan untuk jangka waktu yang singkat. Ketergantungan fisik adalah ketika harus terus menggunakan obat ini untuk menghindari gejala putus obat (sakau). Bila tidak lagi memerlukan Dilaudid, pasien harus mengurangi penggunaan obat secara bertahap untuk menghindari gejala putus obat (sakau) akut.
Gejala putus obat (sakau) Dilaudid antara lain: insomnia, keringat berlebih, kejang otot, menggigil, gelisah, menguap, tidur terganggu, lekas marah, cemas, kelelahan, mual, anoreksia, muntah , kejang usus, diare, bersin-bersin, rasa panas dan dingin, nyeri perut dan kram. Sering terjadi juga peningkatan suhu tubuh, tekanan darah, laju pernapasan dan denyut jantung.

PENCEGAHAN KETERGANTUNGAN DAN GEJALA PUTUS OBAT
Untuk menghindari putus obat (sakau) parah, umumnya pengguna Dilaudid harus mengurangi penggunaan obat secara bertahap di bawah pengawasan dokter. Selain itu, dapat pula untuk masuk ke pusat detoksifikasi atau rehabilitasi. Untuk pasien dengan tingkat kecanduan sedang sampai berat dengan penggunaan obat yang relatif lama, detoksifikasi pasien sangat dianjurkan untuk dilakukan pendekatan secara multidisipliner. Pengobatan pada akhirnya akan tergantung pada tingkat kecanduan.

Sumber:
http://www.drugs.com/mtm/dilaudid.html
http://www.rxlist.com/dilaudid-drug.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Hydromorphone
http://www.drugtext.org/library/books/recreationaldrugs/dilaudid.htm
http://www.healthcentral.com/chronic-pain/find-drug-25182-25.html
http://www.ncpainmanagement.com/Dilaudid.htm
http://www.scriptsrehab.com/drug-index/dilaudid/
http://www.revolutionhealth.com/drugs-treatments/dilaudid
http://www.druglib.com/druginfo/dilaudid-hp/indications_dosage/
http://www.drugabusehelp.com/drugs/dilaudid/
http://www.druglibrary.org/gh/hydromorphone.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s