Angel Dust

Disusun oleh :
Tri Pamulatsih (098114106), Eric Antonius (098114108), Theresia Nindy (098114110), Wisnu Brahmana P(098114111), Lucia Shinta R (0981148113)

Teman-teman pasti sudah tahu apa yang dimaksud dengan halusinogen. Kalaupun teman-teman belum tahu,kami akan memberitahukannya. Halusinogen adalah efek dari Napza yang bisa menimbulkan halusinasi, dimana efek ini akan merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu.Hmmm..efek ini terlihat tidak bermanfaat dan mengenakan jika kita lihat sepintas, tapi adanya ketidaktahuan tentang beberapa obat akan mengakibatkan adanya penggunaan yang salah terhadap obat itu.Oleh karena itu kami akan membahas tentang salah satu obat yang bisa menghasilkan efek halusinogen ini.

Mungkin saat pertama kali teman-teman mendengar nama ini, terdengar aneh bukan? ,”Angel” malaikat – “Dust” debu, ternyata nama itu diambil dari nama penemu senyawa ini. Beliau adalah angeldustine.Pada awal ditemukannya, angel dust ini dimanfaatkan sebagai obat surgical anesthetic. Para peneliti berharap bahwa obat anestetik ini mampu berkembang sebagai obat yang aman,berkhasiat dan dapat diterima oleh masyarakat.But..apa yang sebenarnya terjadi yang mengakibatkan angel dust ini ditarik dari pasaran? Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu “angel dust”, Mari kita simak ulasan dibawah ini🙂
Nama lazim yang secara ilmiah dikenal sebagai phenylcyclohexyl piperidin (PCP) atau fensiklidin. Suatu senyawa yang larut baik dalam air maupun dalam alkohol. Awalnya berfungsi sebagai anestetikum, tetapi karena efek samping sebagai halusinogen maka ditarik dari pasaran. Karena pasien yang menerima PCP sering mengalami kecemasan berat dan delusu, dan beberapa diantaranya menderita psikosa sementara.
Feniklidin adalah modulator alosterik pada reseptor NMDA. Zat ini menghambat membanjirnya kalsium ke dalam sel. PCP yang bekerja pada reseptor PCP tampaknya sebagai suatu senyawa neuroprotektif, tetapi dapat menimbulkan gangguan daya ingat dan gangguan psikosis.

Bagaimana cara mengonsumsi senyawa ini??
Angel dust berbentuk bubuk putih yang pahit rasanya. Dikonsumsi dengan cara disedot melalui hidung, inhalasi seperti rokok, oral, atau suntikan intravena. Angel dust juga dipasarkan dalam bentuk kapsul, tablet, bahkan bubuk berwarna karena mudah dicampur dengan zat pewarna. Biasanya dicampur pula dengan daun-daunan seperti ganja, mint, oregano, atau parsley.

Apa pengaruh terhadap penguna?
PCP dapat menghambat susunan sistem saraf pusat (CNS depressant) seperti alkohol dan barbiturat, mempunyai efek antikolinergik (seperti atropin), seperti anestesi, sebagai obat penenang atau psikedelik.
Angel dust menekan otak dan pemakainya biasanya akan menjadi binggung dan mengalami disorientasi, segera setelah obat digunakan. Pengguna akan merasakan ketidaktahuan dimana dia berada, siapa dirinya, kapan dan jam berapa. Pengguna dapat dikatakan masuk ke keadaan kesurupan/trace seperti dihipnotis.
Pengaruh PCP yang beragam bergantung pada individu, setting sosial, jumlah yang dipakai, dan waktu (kapan diobservasinya, saat kadar PCP dalam darah sedang meningkat atau sedang menurun).
Pengaruh PCP terhadap pengguna dapat dibagai menjadi empat tahap :
Tahap pertama (intoksikasi akut) ditandai dengan sikap mau berkelahi, kataton, kejang, dan koma. Bergantung pada jumlah PCP yang dikonsumsi. Sering terdapat gangguan presepsi penglihatan, yaitu terhadinya distorsi bentuk dan ukuran objek yang dilihat, serta distorsi dalam persepsi jarak. Kadang dijumpai halusinasi pendengaran. Dosis tinggi menimbulkan nistagmus (horizontal,vertikal, maupun berputar), hiperrefleksi, opistotonus, kejang, koma dan kematian akibat terhentinya pernapasan dan aliran darah. Tahan pertama berakhir dalam 72 jam dan kesadaran menjadi jernih kembali.
Tahap kedua tidak bergantung pada dosis dan tidak semua pengguna mengalami tahan kedua sesudah tahap pertama. Biasanya dialami bagi yang sudah menjadi pecandu. Psikosis toksik ditandai dengan halusinasi penglihatan dan pendengaran, agitasi, waham curiga, gangguan dalam kemampuan menilai, bersikap bermushan, bersikap menentang, dan bisa berhaya bagi orang lain maupun dirinya sendiri. Dapat berlangsung hingga satu minggu ata lebih.
Tahan ketiga disebut episode psikosis dengan gejala miri skizofresnia dan berlangsung berbulan-bulan, kebanyakan sebelumnya sudah terdapat gangguan psikosis atau kepribadian prapsikosis. Episode psikosis dapat terjadi sesudah penggunaan PCP satu kali saja. Tahap ketiga ditandai dengan adanya gangguan pikiran yang hilang-timbul, pikiran paranoid, dan gangguan afektif.
Tahap keempat, merupakan tahap depresi. Tahap yang paling sering mengikuti tahap 3, tetapi bisa juga terjadi setelah tahap 1 atau setelah tahap 2. Tahap 4 cukup berbahaya karena pemakai bisa melakukan bunuh diri atau mengkonsumsi obat lain untuk mengatasi depresi. Depresi ini dapat diikuti adanya gejala mental lain sampai beberapa bulan lamanya.
Gejala lain seperti pembentukan air ludah dan keringat akan meningkat, menjadi suka berkelahi dan tidak akan merasakan nyeri walau dipukul dengan keras, tekanan darah serta denyut jantung meningkat, dan akan menimbulkan tremor otot(gemetar).

Dosis angel dust yang sangat tinggi dapat menyebabkan :
•Tekanan darah tinggi, yang selanjutnya bisa menyebabkan stroke
•Halusinasi dengar (mendengar suara-suara)
•Kejang
•Hipertermia (demam yang sangat tinggi)
•Koma
•Kematian
Lalu, bagaimana pengobatan yang harus dilakukan jika sesorang telah mengonsumsi angel dust?
Pengobatan terhadap reaksi yang merugikan dari angel dust ditunjukkan pada efek khususnya. Sebagai contoh, diberikan obat penurun tekanan darah atau untuk menghentikan kejang.
Bagi pengguna yang mengalami agitas, akan dimasukkan ke adlam ruangan yang tenang, disertai pengawasan tekanan darah, denyut jantung dan pernafasannya. Jika masih merasa gelisah, akan diberikan obat penenang seperti diazepam.
Dilakukan pula usaha pengurasan lambung dan obat-obat untuk mempercepat pembuangan PCP dari tubuh.

Oleh karena itu, dari artikel ini, kami berharap bisa menambah pengetahuan masyarakat tentang senyawa anestesi yang masuk kedalam daftar senyawa yang sudah tidak diperbolehkan beredar. Kami berharap pembaca mampu lebih cerdas untuk melihat perkembangan yang terjadi di dunia kesehatan.Adanya obat-obatan yang kemungkinan menimbulkan efek toksik sebaiknya dilaporkan kepada para ahli dibidang kesehatan. Masyarakat harus lebih peka dan aktif dalam berbagai macam penggunaan obat-obatan. Memang, awal dibuatnya suatu obat ditujukan untuk sesuatu yang menyembuhkan bagi masyarakat, tapi obat dan racun itu berbeda tipis, ya perbedaan itu dipengaruhi oleh dosis yang terkandung. Jadi, marilah menjadi konsumen/pasien yang cerdas😉

Daftar Pustaka
Joewana, S., 2005, Gangguan Mental Dan Perilaku Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif (Penyalahguaan NAPZA/Narkoba), edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
http://www.indonesiaindonesia.com/f/10624-penyalahgunaan-fensiklidin/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s