Insomnia!!! Mau tidur aja kok minum obat???

Created by:

Danny Trias Prisnanda (098114009)

Imelda Maria Korbafo (098114012)

Arnoldus Yansen Nama Hada (098114014)

Filbert Hita Kumaro (098114017)

Silvia Dwita Ristiana (098114020)


Ketika badan terasa capek, pasti kita berharap langsung tidur. Sayangnya, tak semua orang bisa langsung lelap semudah itu ketika sudah berbaring di kasur.  Bagi mereka, mengkonsumsi obat tidur tampaknya sebanding dengan istirahat malam.

Seseorang yang mengalami ketergantungan akan menganggap obat tidur seperti permen, bisa dikonsumsi kapan saja. Padahal jika terlalu banyak, obat tersebut bisa meningkatkan risiko kematian. Penelitian dr Genevieve Belleville dari Kanada menunjukkan, mereka yang terbiasa menenggak obat tidur tiga tablet atau lebih memiliki risiko kematian lebih cepat dibanding orang yang tidak minum obat tidur. Dampak lain dari penggunaan obat tidur adalah gangguan kesehatan kronis, seperti kecanduan alkohol atau rokok, serta kemungkinan menyebabkan depresi. Peningkatan risiko kematian akibat penggunaan obat tidur selama berlebihan dilaporkan mencapai angka 30 persen.

Pil-pil tidur yang bisa dijual bebas itu biasanya mengandung antihistamin yang tinggi, seperti yang biasa diresepkan dokter, misalnya Valium. Kasus ini dirasa krusial. Oleh karena itu, peneliti tidak membedakan antara para pengguna obat tidur skala berat dan mereka yang sesekali menggunakannya. Obat tidur berpengaruh pada waktu reaksi dan kemampuan koordinasi sehingga membuat seseorang lebih mudah jatuh dan kecelakaan. Obat-obatan ini juga bekerja pada sistem saraf pusat sehingga mempengaruhi penilaian dan suasana hati. Ada bahaya obat ini meningkatkan risiko bunuh diri.

Alasan lainnya adalah pengaruh obat-obatan itu pada sistem pernapasan. Bagi mereka yang bermasalah dengan jantung, ditemukan bahwa obat tidur bisa menekan sistem pernapasan yang akan memperburuk masalah pernapasan saat tidur. Efek ini bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.

APA ITU TIDUR?? JANGAN-JANGAN SELAMA INI KITA GAK TAU TIDUR ITU APA…


Tidur adalah proses yang amat diperlukan oleh manusia untuk proses pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak (natural healing mechanism), memberi waktu organ tubuh untuk beristirahat maupun untuk menjaga keseimbangan metabolisma dan biokimiawi tubuh. Hal penting yang terjadi pada saat kita tidur adalah menurunnya frekuensi Gelombang Otak (Brainwave).

Jadi dengan memahami proses penurunan frekuensi Gelombang Otak (Brainwave), kita dapat melihat bahwa tidur memiliki beberapa tahapan, mulai dari kondisi relaksasi (gelombang alpha), tidur dengan mimpi (adanya REM – Rapid Eye Movement) atau dalam kondisi kreatif yaitu gelombang theta, dan tidur lelap tanpa mimpi pada frekuensi gelombang Delta.

Jika kita dapat mengatur frekuensi Gelombang Otak (Brainwave) kita sampai pada taraf gelombang Delta, kita tidak memerlukan waktu tidur yang panjang, tetapi tidur yang berkualitas yaitu lelap tanpa mimpi. Jika kita sering berada dalam kondisi relaksasi, maka kita tidak memerlukan banyak tidur. Ketegangan dan stress membuat kita membutuhkan banyak tidur, namun justru dalam kondisi tersebut kita menjadi susah tidur.

MENGAPA ORANG BUTUH TIDUR?

Tidur bagi manusia adalah hal yang sangat penting, karena tidur mengendalikan irama kehidupan kita sehari-hari. Jika kita kurang tidur atau mengalami gangguan dalam tidur, maka hari-hari kita akan menjadi lambat dan kurang bergairah. Sebaliknya tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu kita memiliki energi dan gairah dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Setiap manusia menghabiskan seperempat sampai sepertiga dari kehidupannya untuk tidur. Menurut penelitian, hampir setiap manusia pernah mengalami masalah tidur. Satu dari tiga orang dilaporkan mengalami gangguan tidur dan satu dari sembilan orang memiliki masalah tidur yang cukup serius.

Dengan tidur juga maka tubuh akan memproses untuk mengurangi asam laktat yang berfungsi terakumulasinya kelelahan. Seseorang yang tidurnya normal, maka ketika terbangun akan terasa segar kembali yang disebabkan asam laktat tersebut telah terminimalisasi. Sebaliknya, jika seseorang mengalami kurang tidur, maka asam laktat belum hilang secara sempurna. Itulah mengapa bagi mereka yang sulit tidur akan mengalami siksaan berat di pagi hari.

BEBERAPA MACAM GANGGUAN TIDUR

1. Insomnia


Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus (lebih dari sepuluh hari) mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Seringkali penderita terbangun lebih cepat dari yang diinginkannya dan tidak dapat kembali tidur. Ada tiga jenis gangguan insomnia, yaitu: susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia), dan selalu bangun jauh lebih cepat dari yang diinginkan (early awakening insomnia). Cukup banyak orang yang mengalami satu dari ketiga jenis gangguan tidur ini. Dalam penelitian dilaporkan bahwa di Amerika Serikat sekitar 15 persen dari total populasi mengalami gangguan insomnia yang cukup serius.

Gangguan tidur insomnia merupakan gangguan yang belum serius jika Anda alami kurang dari sepuluh hari. Untuk mengatasi gangguan ini kita dapat menggunakan teknik-teknik relaksasi dan pemrograman bawah sadar. Yang penting kita harus dapat menjaga keseimbangan frekuensi Gelombang Otak (Brainwave) agar sesering mungkin berada dalam kondisi relaks dan meditatif sehingga ketika kita harus tidur kita tidak mengalami kesulitan untuk menurunkan gelombang Otak (Brainwave) ke frekuensi Delta.

2. Narcolepsy


Narcolepsy adalah gangguan tidur yang diakibatkan oleh gangguan psikologis dan hanya bisa disembuhkan melalui bantuan pengobatan dari seorang dokter ahli jiwa. Penyakit ini berbeda dengan insomnia yang terjadi secara terus menerus. Justru penderita narcolepsy ini terkena serangan secara mendadak pada saat yang tidak tepat, seperti sedang memimpin rapat. Biasanya terjadi serangan pada kondisi emosi yang tegang seperti: marah, takut atau jatuh cinta. Serangan narcolepsy dapat melumpuhkan seseorang dalam beberapa menit ketika dia masih sadar dan secara tiba-tiba membawanya ke alam mimpi

3. Hypersomnia

Gangguan ini adalah kebalikan dari insomnia. Seringkali penderita dianggap memiliki gangguan jiwa atau malas. Para penderita hypersomnia membutuhkan waktu tidur yang sangat banyak dari ukuran normal. Meskipun penderita tidur melebihi ukuran normal, namun mereka selalu merasa letih dan lesu sepanjang hari. Namun gangguan ini tidaklah terlalu serius dan dapat diatasi sendiri oleh penderita dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen diri.

4. Apnea

;

Apnea merupakan salah satu gangguan tidur yang cukup serius. Lebih dari 5 juta penduduk Amerika Serikat mengalami gangguan ini. Faktor risiko terkena gangguan ini antara lain: kelebihan berat badan (overweight), usia paruh baya terutama pada wanita, atau usia lanjut (lansia) yang pernah mengalami ketergantungan obat. Apnea adalah penyakit yang disebut juga ”to fall asleep at the wheel” karena sering dialami ketika penderita sedang mengemudikan mobil. Apnea terjadi karena fluktuasi atau irama yang tidak teratur dari denyut jantung dan tekanan darah. Ketika terserang, penderita seketika merasa mengantuk dan jatuh tertidur. Penderita apnea mengalami kesulitan bernafas bahkan berhenti bernafas pada saat tidur ketika terserang gangguan ini (dalam bahasa Jawa disebut ”tindihan”). Fluktuasi denyut jantung dan tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kematian seketika pada penderita.

5. Perilaku Menyimpang

Gangguan tidur lainnya seperti berbicara atau berjalan dalam keadaaan tidur, ataupun menggertakkan gigi merupakan gangguan tidur yang tidak berbahaya. Namun berbahaya jika berjalan dalam tidur menemui obyek yang berbahaya (benda tajam, api, dll) atau terjatuh. Gangguan berbicara dalam tidur hanya akan mengganggu teman sekamarnya. Sedangkan menggertak gigi dapat merusak email gigi. Penyakit menggertak gigi ini disebut dengan bruxism.

Dengan mengetahui dan memahami berbagai jenis gangguan atau penyakit tidur kita dapat mengambil langkah yang diperlukan. Sepanjang masih bisa diatasi sendiri dengan teknik-teknik manajemen diri (relaksasi dan pemrograman bawah sadar, meditasi, dan pola hidup yang sehat dan seimbang), maka kita sebenarnya dapat menjadi bagian dari solusi masalah yang kita hadapi. Untuk gangguan atau penyakit yang serius seperti narcolepsy maupun apnea, kita harus berkonsultasi dengan dokter ahli, karena mengabaikan gangguan tersebut dapat berakibat fatal (mematikan) bagi penderita.

MACAM-MACAM OBAT TIDUR

Berdasarkan struktur kimianya, obat tidur terdiri dari 5 golongan utama, yakni:

  • Turunan alkohol (aldehida dan keton):
  1. Kloralhidrat: merupakan obat tidur paling pertama dan sangat efektif efek farmakologisnya, namun karena bersifat hepatotoksik dan gangguan gastrointestinal, maka tidak digunakan lagi.
  2. Paraldehid: merupakan polimer asetaldehid yang sangat efektif efek farmakologisnya (onset 10-15 menit), namun tidak digunakan lagi karena bau dan rasa yang tidak enak, serta dapat menimbulkan gangguan pernafasan dan gastrointestinal.
  3. Etklorvynol: merupakan obat tidur berbentuk cair yang efektivitas farmakologisnya rendah
  • Senyawa bromida anorganik (kalium, natrium, dan ammonium bromida): Merupakan obat tidur yang onsetnya lama dan juga durasinya lama (memberatkan kerja ginjal). Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kejiwaan dan inflamasi kulit. Hanya berfungsi sebagai hipnotika lemah dan efektif hanya pada dosis tinggi mendekati kadar toksik minimum (KTM). Oleh karena itu, obat ini hanya digunakan sebagai antiinflamasi.
  • Turunan sulfon: Contohnya sulfonal dan trional. Obat ini tidak pernah digunakan lagi.
  • Golongan barbiturat: Merupakan golongan yang paling sering digunakan karena durasinya (7-9 jam atau waktu tidur manusia dewasa normal). Yang termasuk golongan ini adalah barbital dan luminal.
  • Golongan benzodiazepin: Benzodiazepin merupakan golongan obat yang paling sering diresepkan karena keamanannya yang lebih baik daripada obat tidur lainnya (toksisitas rendah) sehingga sulit untuk disalahgunakan walaupun dapat menimbulkan toleransi / ketagihan. Benzodiazepin dibagi menjadi 4 sub-golongan, yaitu:
  1. Nitrazepam: merupakan obat yang sering digunakan oleh lansia dengan efek samping berupa gangguan-gangguan akibat penekanan SSP seperti gangguan koordinasi. Contoh obat-obat yang mengandung nitrazepam adalah Mogadon dan Sedatin.
  2. Flumetrazepin: merupakan obat yang sifatnya sama seperti seperti nitrazepam namun dikabarkan dapat menyebabkan hilangnya ingatan. Contohnya rohypnol
  3. Triazolam: merupakan obat yang jarang digunakan walaupun efek farmakologisnya lebih tinggi dibanding nitrazepam dan tidak menyebabkan akumulasi maupun adiksi. Contohnya halcion.
  4. Flurazepam: merupakan obat tidur yang sangat efektif bahkan setelah beberapa minggu, namun dapat menyebabkan terjadinya hang over dan kumulasi. Sehingga perlu diperhatikan untuk penggunaan jangka lama pada lansia.

GEJALA YANG DITIMBULKAN

Ketergantungan pada obat tidur menyebabkan berkurangnya kewaspadaan disertai pembicaraan yang melantur, korrdinasi yang buruk, kebingungan dan melambatnya pernafasan. Obat-obat ini bisa menyebabkan penderita mengalami depresi dan kecemasan secara bergantian.

Beberapa pecandu mengalami hilang ingatan, penilaian yang salah, tidak dapat berkonsentrasi dan pergeseran emosi yang mengerikan. Pecandu yang lebih tua menjadi pikun, mereka berbicara secara perlahan dan mengalami kesulitan dalam berfikir dan memahami oranglain. Bila pecandu terjatuh, bisa menyebabkan patah tulang terutama tulang panggul.

Jika menyebabkan tidur, obat-obat ini cenderung akan mengurangi jumlah tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu stadium tidur dimana terjadi mimpi. Gangguan mimpi ini bisa membuat pecandu lebih mudah tersinggung keesokan harinya.

Pola tidur bisa sangat terganggu pada pecandu yang menghentikan pemakaian obat-obat ini setelah mengalami ketergantungan dan toleransi. Pecandu mengalami lebih banyak tidur REM, lebih banyak bermimpi dan sering terbangun.

Reaksi balik ini berbeda dari orang ke orang, namun pada umumnya lebih berat dan lebih sering terjadi pada orang yang menggunakan dosis yang lebih besar untuk waktu yang lebih lama sebelum pemakaian obat dihentikan. Penghentian obat secara tiba-tiba bisa menyebabkan reaksi yang mengerikan dan bisa berakibat fatal, seperti yang terjadi pada gejala putus alkohol (Dts, delirium tremens). Gejala putus obat yang serius lebih sering terjadi pada pemakaian barbiturat atau glutetimid. Selama proses penghentian obat, pecandu dirawat di rumah sakit karena kemungkinan terjadinya reaksi yang berat.

TATALAKSANA

What you must do?

  1. Olahraga merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur dan mempertinggi pengeluaran hormon pertumbuhan. Olahraga juga bisa membantu bagi seseorang untuk meredakan dengkuran. Olahraga selama duapuluh menit dianjurkan bagi seseorang yang ingin mendapatkan tubuh yang bugar dan tidur yang higienis. Tetapi olahraga secara berlebihan bisa mengakibatkan seseorang menjadi terjaga dan susah untuk tidur.
  2. Penderita insomnia harus pergi ke dokter terlebih dahulu. Hal ini penting untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki penyakit fisik tertentu, sebab penyakit fisik juga bisa menyebabkan insomnia.
  3. Jangan mudah menggunakan obat tidur tanpa anjuran dokter. Karena, pemakaian obat tidur hanya membuat seseorang bisa tidur untuk sementara, tetapi jika pengaruhnya telah habis, seseorang akan kembali mengalami insomnia.
  4. Chamomile juga berguna untuk mengatasi gangguan insomnia dengan aromanya yang menenangkan yakni dengan membakar aromatherapy yang mengandung chamomile sesaat sebelum tidur.
  5. Mengkonsumsi makanan dan minuman secara wajar secara kualitas, kuantitas, dan waktunya.

What you must not do???

  1. Kafein adalah “obat” nomor satu yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang untuk melawan rasa kantuk. Banyak orang mengkonsumsinya dalam berbagai bentuk. Umumnya, kafein ditemukan dalam minuman kopi atau cake, dan sejumlah kecil ditemukan didalam coklat dan teh. Meminum kopi berkafein, membuat seseorang terjaga dan menhilangkan rasa kantuk. Namun, cara ini tidak baik digunakan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Sebaiknya, bagi orang-orang yang ingin mendapatkan tidur yang higienis di malam hari, sebaiknya mereka menhindarkan diri untuk meminum kopi.
  2. Alkohol memang memiliki manfaat, namun efek yang diberikan alkohol akan lebih besar lagi. Jika seseorang meminum alkohol dengan alasan agar bisa tidur, maka yang harus diingat bahwa alkohol bisa cepat dicerna dan akan menghasilkan efek balasan asetaldehida yang akan memperbesar kemungkinan terjaga di waktu malam.
  3. Makan dan minum terlalu kenyang sebelum tidur, sebab akan menyebabkan perut merespons secara tidak normal.
  4. Kurangi pikiran-pikiran yang bisa membuat stress, tidak bisa tidur dengan tenang, selesaikan dahulu masalah sebelum tidur. Sulit tidur juga disebabkan oleh pikiran yang bermacam-macam misalnya hutang, pekerjaan yang belum selesai, masalah keluarga, dll. Sebaiknya selesaikan semua masalah sebelum tidur supaya saat tidur bisa lebih ringan.

APA YANG AKAN TERJADI JIKA PECANDU MENGHENTIKAN PENGGUNAAN OBAT TIDUR?

Dalam 12-20 jam pertama, penderita bisa menjadi gugup, gelisah, dan lemah. Tangan dan kakinya gemetar (tremor). Pada hari kedua tremor menjadi lebih berat dan penderita menjadi semakin lemah. Selama hari kedua dan ketiga, sebagian besar penderita yang dulunya minum obat dengan dosis 8 kali atau lebih besar dari resep standar, akan mengalami kejang hebat dan bisa berakibat fatal pada kasus barbiturat dan glutetimid. Kadang kejang bisa timbul dalam 1-3 minggu setelah pemakaian obat dihentikan.

Efek lainnya yang bisa terjadi selama gejala putus obat adalah dehidrasi, selirium, sulit tidur, kebingungan dan halusinasi lihat dan dengar. Bahkan dengan pengobatan terbaikpun, selama 1 bulan atau lebih pederita belum akan merasa normal. Putus obat barbiturat biasanya lebih buruk dibandingkan putus obat benzodiazepin.

REFERENCES:

Elvira, Sylvia D. (2005, 24 November). Tidur Bukan Hal yang Mudah. Kompas   [Online], 4 halaman. Tersedia:http://groups.google.com. [06 Desember 2005.

Hatikah, Tika dan Mulyanis. 2003. Membina Kompetensi Berbahasa dan Sastra  Indonesia. Jakarta: Grafindo Media Pratama.

Jar. (2005, 22 November). Penuhi Kebutuhan Tidur. Republika [Online], 3 halaman. Tersedia:http//www.republika.co.id [06 Desember 2005]

Pratama, Yuga. (2005, 27 Maret). Sepuluh Upaya Atasi Insomnia. Hikmah [Online], 3 halaman. Tersedia:http//www.pikiran-rakyat.com. [11 Oltober 2005]

Prijosaksono, Aribowo dan Roy Sembel. (2002,01 Februari). Mengatasi Insomnia. Sinar Harapan [Online], 3 halaman. Tersedia:http//www.sinarharapan.co.id. [1 Oktober 2005]

Rafkowledge. 2004. Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Selamihardja, Nanny. (2005, 24 Juni). Insomnia Dan Rahasia Tidur Nyaman. IntisarI [Online], 4 halaman. Tersedia:http//www.indomedia.com. [11 Oktober 2005]

Sutono, Toni.  “Insomnia,” Ensiklopedi Nasional Indonesia, VII pp. 181-182, Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka, 1989.

http://www.detikhealth.com/read/2010/09/14/100230/1440049/763/kecanduan-obat-tidur-tingkatkan-risiko-kematian

http://medicafarma.blogspot.com/2008/12/interaksi-obat-insomnia.html

http://yass.student.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_47.pdf

http://klikdokter.com/uploads/slide_article/Tips_Para_Insomnia_16.jpg

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYvcOBprf3vZxUA7mkSVyS4WgJqgqAUcT0n4x4y-_gRuyYqxAFjA

http://www.gelombangotak.com/mengatasi_gangguan_tidur.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s