MENGENAL TAK HARUS SAYANG!?! (SHABU- Strategi Halusinasi yang sangat Buruk)

Say No to Shabu2 or Amfetamin HCl… it’s dangerous…!!!
Pernahkah kalian melihat atau mungkin mendengar tentang shabu-shabu? Akhir-akhir ini, di Indonesia banyak sekali kasus-kasus yang di ajukan ke meja hijau karena berhubungan dengan psikotropika jenis ini. Daya pikatnya tidak mengenal usia, tingkat pendidikan, jabatan ataupun status sosial. Shabu-shabu sangat menarik untuk diketahui dan dikenal terutama daya pikatnya yang membuat kebanyakan pemujanya menjadi fly, bahkan sampai mengantungkan hidupnya seolah-olah melalui serbuk putih inilah pintu surga terbuka. NAMUN MENGENAL TAK BERARTI HARUS SAYANG. Kita perlu untuk mengetahui dan mempelajari apa yang disebut shabu-shabu dan bagaimana bisa memberi efek, namun kita tidak harus mencoba dan menggunakannya untuk mengetahui apa itu shabu-shabu.

Lalu Mengapa Harus Menggunakan Shabu-shabu?
Sebagian besar orang menggunakan shabu karena ingin merubah “sesuatu” dalam hidup mereka. Alasan sebagian orang menggunakan shabu adalah:
• Untuk dapat diterima di lingkungannya (tekanan dari teman sebaya)
• Untuk sekedar bersenang-senang atau bersantai
• Sebagai wujud pemberontakan
• Sebagai suatu jalan untuk keluar dari masalah yang sedang dialami
Hidup itu perjuangan dan masalah akan selalu ada didalamnya, namun menggunakan shabu bukanlah sebuah jalan keluar terbaik untuk melewati masalah karena akan lebih sulit keluar dari masalah kecanduan shabu daripada keluar dari masalah yang sebenarnya. Jangan mencoba shabu sekalipun!

SAY NO TO DRUGS

Mari Kita lihat Informasi mengenai Shabu
Sabu-sabu adalah Senyawa kimia hasil sintesis dengan rumus kimia C6H5CH2CH(NH2)CH3, biasa disebut juga sebagai amfetamin dan benzedrin, senyawa ini tidak berbau, berupa serbuk kristal putih larut dalam air (1:10), garamnya misalnya amfetamin sulfat pernah digunakan sebagai obat penyakit pilek, namun obat ini dihentikan karena lebih besar bahayanya daripada kegunaannya, yaitu menyebabakan ketergantungan serius.
Amphetamin adalah narkoba berbentuk kristal putih, pengguna menghirupnya (menyedot melalui hidung), menghisapnya atau menyuntiknya dengan jarum. Ada juga yang menelannya, namun semuanya akan menjadi sangat ingin terus menggunakannya, karena narkoba menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan yang palsu— suatu rush (perasaan yang kuat) kepercayaan diri, hiperaktif dan bertenaga. Pengguna juga mengalami menurunnya nafsu makan. Efek obat ini sekitar enam sampai delapan jam, terkadang hingga 24 jam.
INGAT!! Pengalaman pertama mungkin memberikan kesenangan, tetapi mulai sejak awal metamfetamina merusak kehidupan orang.

SEKILAS SEJARAH……..
Pada jaman perang dunia kedua, tahun 1940an, Pemerintah Jepang membagikan amfetamin kepada pada tentara, pelaut, pilot, dan para pekerja pabrik untuk memperkuat stamina mereka menghadapi perang. Pilot-pilot pada saat itu secara rutin menggunakan obat ini untuk tetap waspada dan terjaga selama perjalanan panjang untuk misi pengeboman. Setelah tahun 1945, sejumlah besar obat ini yang semula hanya digunakan oleh militer membanjiri pasar.
Pada tahun 1950-1960, di Amerika Serikat, tablet metamfetamin yang diproduksi secara legal banyak dipakai oleh mahasiswa, sopir truk, dan atlet, untuk tujuan meningkatkan stamina, yang umumnya tidak menjadikan ketergantungan yang berlebihan. Namun pola ini berubah drastis ketika tahun 1960-an mulai tersedia metamfetamin injeksi. Dan sejak itu penggunaan amfetamin meningkat tajam untuk tujuan-tujuan “rekreasional”. Metamfetamin jalanan dikenal dengan nama : speed, meth, crank. Selanjutnya muncul metamfetamin hidroklorid yang berbentuk kristal, yang dapat dihirup, yang dikenal dengan nama “ice”, “crystal”, “glass”, atau yang sekarang disebut shabu-shabu.

BAGAIMANA KERJANYA & APA EFEKNYA…….?

Secara farmakologi, amfetamin dan turunannya bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter norepinefrin dan dopamin dengan cara memblokade re-uptake-nya di ujung saraf. Dua neurotransmiter ini bekerja pada sistem saraf simpatis meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan denyut jantung, meningkatkan pernafasan dan lain-lain.

Apa EFEK Bahayanya…???
Amphetamine menghasilkan perasaan bahagia dan bertenaga yang semu, sehingga pemakai cenderung akan memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan lebih jauh dari yang seharusnya. Jadi para pemakai dapat merasakan “crash” yang parah atau kehancuran secara fisik dan mental setelah efek obat memudar.

Efek Langsung  :

  • Nafsu makan berkurang
  • Kecepatan pernafasan dan denyut jantung meningkat
  • Pupil mata membesar
  • Energi dan kepercayaan diri meningkat secara tidak normal
  • Susah tidur
  • Hiperaktif dan banyak bicara
  • Mudah tersinggung, marah, dan agresif

Efek Jangka Panjang :

  • Kekurangan gizi, kehilangan berat badan
  • Kerusakan jaringan dalam hidung, bila dihirup dan masalah pernapasan bila dihisap seperti rokok
  • Kerusakan permanen pada pembuluh darah dari jantung dan otak, tekanan darah tinggi, berakibat serangan jantung, stroke dan kematian
  • Ketergantungan psikologis yang besar, gangguan jiwa, depresi
  • Disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan
Amphetamin memberi banyak efek buruk untuk merusak fisik dan psikis kita.

Bagaimana shabu mempengaruhi seseorang?
1. Rush -> reaksi pertama yang dirasakan pengguna bila menghisap shabu. Selama berlangsungnya rush mereka mengalami detak jantung yang cepat dan melonjaknya metabolisme, tekanan darah dan denyut nadi. Hal ini dapat berlangsung sampai 30 menit.
2. High -> Rush akan diikuti dengan “high”, Saat itulah mereka merasa lebih cerdik dan senang berdebat, sering memotong kalimat orang lain dan menyelesaikan kalimat mereka. Dampak khayalan sering terjadi pada proses ini. High bisa berlangsung selama 4-16 jam.
3. Binge -> Binge adalah penggunaan yang tak terkendalikan. Hal ini disebabkan adanya
dorongan untuk selalu high. Binge ini bisa selama 3-15 hari. Saat itulah penyalahguna menjadi hiperaktif secara mental dan fisik.
4. Tweaking -> suatu keadaan yang terjadi di akhir dari binge, saat amfetamin tidak memberikan rush atau high lagi. Karena tak bisa mengatasi kesenduan yang luar biasa yang ditimbulkan oleh perasaan kosong dan kebutuhan yang besar, pemakai akan kekehilangan perasaan akan identitas diri. Tak bisa tidur selama beberapa hari, menyebabkan pengguna sering mengalami
gangguan jiwa, dia berada di dunianya sendiri, melihat dan mendengar sesuatu yang tidak
dialami oleh orang lain. Halusinasinya sangat hidup sehingga dirasakan nyata dan hubungannya dengan kenyataan terputus, dia bersikap bermusuhan dan berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Kemungkinan untuk melakukan mutilasi diri sangat besar.
5. Crash -> Bagi penyalahguna tingkat binge, crash terjadi pada saat tubuh pingsan, tidak bisa mengatasi efek yang sedang berlangsung dalam tubuh sehingga akan tertidur untuk jangka waktu lama. Penyalahguna yang paling kejam atau paling brutal sekalipun akan menjadi sangat tak berdaya, dan tidak merupakan ancaman bagi orang lain. Crash ini bisa
berlangsung selama satu sampai dengan tiga hari.
6. Hangover Sabu -> Setelah crash, pengguna kembali berada dalam kondisi yang memburuk, kelaparan, dehidrasi, dan sangat lelah secara fisik, mental dan perasaan. Tahap ini biasanya berlangsung antara 2 dan14 hari. Keadaan ini menguatkan perilaku adiksi, karena nampaknya
menggunakan Sabu dapat mengatasi permasalahan.
7. Gejala putus zat -> Acap kali 30 sampai 90 hari sesudah penggunaan terakhir penyalahguna baru sadar bahwa dia mengalami gejala putus zat. Pertama, dia sangat depresif, kehilangan tenaga dan kemampuan untuk merasakan kesenangan. Lalu datang rasa rindu pada lebih banyak shabu, dan pengguna acapkali cenderung melakukan bunuh diri.

“Shabu memang merupakan Strategi Halusinasi yang sangat Buruk karena memulai dengan shabu = memulai sebuah kehancuran”

Banyak obat-obatan yang termasuk dalam golongan narkotika dan psikotropika, obat-obat tersebut memiliki efek yang terkadang memang diperlukan dalam pengobatan medis. Namun penggunaan obat-obat tersebut harus dibatasi dan berdasarkan resep dokter. Kenyataan yang terjadi menunjukkan bahwa narkotika dan psikotropika sering disalahgunakan.

Kita haruslah bijak dalam menentukan sikap…

Kenali…cari tahu fakta-fakta yang ada…jangan mudah tergoda…dan jangan pernah mencobanya..

Mengenal tak selamanya harus menyayangi juga

Oleh :
Ana Puspita Dewi-088114153
Sisca Devi-088114161
Angela Stephanie-088114164
Dita Utima-088114165
Aspianto-088114169

Sumber:
Anonim, 2006, http://aids-ina.org/modules.php?name=FAQ&myfaq=yes&id_cat=6&categories=Adiksi, diakses tanggal 30 September 201I
Himaka, 2008, http://chemistryunjani.angelfire.com/berita/ , diakses tanggal 30 September 2011.
Ikawati, Zullies, 2009, http://zulliesikawati.wordpress.com/tag/amfetamin/, diakses tangggal 30 September 2011.
Anonim, 2010, http://www.manadotoday.com/gadis-cantik-terdakwa-nyabu-di-tempat-kos, diakses tanggal 30 September 2011
Ihsan, Fadhl, 2011, http://ihsanmed.wordpress.com/2011/07/03/pecandu-narkoba-banyak-berawal-dari-kecanduan-rokok/, diakses tanggal 30 September 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s