HEROIN bukan “Hero “

Oleh:

Yosephine Dhita V. (088114036)

Franciska Williasari (088114037)

Febriwany Silvi  M. (088114067)

Christiani Oki M. (088114155)

Kebanyakan masyarakat di pelosok negeri tidak tahu bagaimana jahatnya obat-obatan yang sudah dinyatakan terlarang secara hukum dapat menjerat penggunanya ke kehidupan yang gelap, bahkan kematian yang tak terhormat. Agar tak terjerat di dalamnya, maka marilah kita bersama-sama belajar tentang obat-obatan terlarang itu.

Gambar

Heroin alias heroisch diambil dari bahasa Jerman (hero). Heroin merupakan salah satu jenis obat terlarang yang paling populer dalam tradisi drug di Amerika, walaupun sebenarnya heroin bukanlah barang baru diakhir tahun 60-an. Heroin sedikitnya sudah dikenal oleh manusia sejak 6000 tahun yang lalu, diduga pedagang Arab membawanya ke Cina dan digunakan sebagai bahan pengobatan. Setelah itu, orang-orang Inggris dan Portugis memasok Cina dengan opium dan menempatkan Inggris sebagai pemasok heroin terbesar di dunia.

Heroin mulai dikembangkan sebagai obat penghilang rasa sakit sekitar tahun 1810. Pada masa itu heroin dikategorikan sebagai obat ajaib karena kemampuannya mengurangi rasa sakit pasca operasi atau hanya sebagai penyembuh luka.

Pertengahan tahun 1850, heroin beredar luas di seluruh Amerika Serikat dan makin populer digunakan di dunia kedokteran. Dalam pengobatan medis, heroin dimanfaatkan sebagai obat penghilang rasa sakit oleh para dokter-dokter pada masa itu, sayangnya penggunaan dosis yang berlebihan dan terlalu seringnya menyembuhkan rasa sakit dengan heroin semakin memicu ketergantungan terhadap obat tersebut, dan membuat ketergantungan tak terdeteksi sampai masa Perang Saudara berakhir.

Heroin merupakan jenis opioda semi sintetik berupa serbuk putih butiran dan cairan. Rasanya pahit, memiliki sifat menghilangkan rasa nyeri.

Mulai akhir 1800-an sampai awal 1900-an, pabrik obat terkemuka mulai memproduksi perangkat untuk menggunakan heroin yang mudah dijumpai ditemui di toko-toko obat yang terdiri dari jarum suntik hipodermik dari kaca lengkap dengan sebuah botol kecil berisi opiat (morfin/ heroin) dan atau kokain yang dikemas rapi dalam sebuah kotak timah berukir indah.

Di Indonesia jumlah penderita narkotika tahun 1965 adalah 130.000 orang (0,065%). Para pemakai heroin kebanyakan anak-anak muda berusia ± 26 tahun. Angka kematian akibat penggunaan heroin di Indonesia mancapai 17,6 %.

Nama lain heroin adalah putaw, heroin berwarna putih kecoklatan.Heroin memberikan efek senang sesaat karena zat aktif heroin sebenarnya secara alamiah juga ada ada pada otak manusia. Zat aktif itu mempengaruhi paling sedikit tiga reseptor yang sangat penting dalam mencapai kesenangan. Zat-zat tersebut dikenal sebagai enklaplalin dan endomorphine. Ketika seseorang menggunakan heroin maka kemampuan alamiah zat untuk mencapai kesenangan akan terhenti. Akibatnya untuk mendapat kesenangan, orang tersebut selalu tergantung sumber dari luar, yaitu heroin.

Bentuk heroin berupa serbuk keputih-putihan (tergantung proses pembuatannya), yang digunakan dengan cara disampur dalam rokok, dihirup atau disuntikkan baik melalui otot atau langsung ke dalam pembuluh darah, apabila heroin digunakan akan memberikan stimulasi atau rangsangan yang bersifat bersemangat, gembira, berkhayal tinggi, percaya diri besar dan mempunyai energi tak terbatas.

Sebenarnya heroin mempunyai efek yang baik untuk kesehatan, Tetapi heroin juga memiliki kemampuan terjadinya kecanduan yang tinggi sehingga pemanfaatannya harus diberikan dengan pengawasan ketat dari seorang tenaga medis. Heroin adalah Obat depresan yang menumpulkan otak dan tubuh serta menghilangkan nyeri dan sangat adiktif. Jika penggunaanya tidak dibawah pengawasan ketat tenaga medis, maka hal ini disebut sebagai penyalahgunaan. Dan berikut adalah salah satu contoh bentuk penyalahgunaan heroin:

Pada kasus meninggalnya Whitney Houston. Whitney ditemukan meninggal oleh kekasihnya Ray J di Hotel Beverly Hilton, California, pada Sabtu (11/2) pukul 03.45 waktu setempat atau Minggu (12/2) dini hari waktu Indonesia. Dia dikabarkan meninggal di usia 48 tahun. Kepergian tragisnya dikarenakan obat-obatan terlarang yang dikonsumsinya. Semasa hidupnya, Houston mengaku bahwa dirinya adalah pengguna obat-obatan terlarang dan salah satunya adalah heroin.  Hasil kerja obat ini membahayakan tubuh penggunanya, namun gawatnya obat ini bekerja merusak seraya memberi perasaan nikmat ketika digunakan.

Penyalahgunaan narkoba berpengaruh pada tubuh dan mental emosional pemakainya. Jika seringdipakai, apalagi dalam jumlah berlebihan akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial. Bagi remaja pengaruhnya lebih fatal, karena dapat menghambat perkembangan kepribadiannya.

Oleh karena itu jangan biarkan narkoba merampas kehidupan kita sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu penyalahgunaan narkoba merupakan perbuatan melanggar hukum.🙂

Sumber:

http://www.badungkab.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf

www.scribd.com/doc/55547371/referat-Heroin

http://komunitas.kapanlagi.com/humor/sejarah-heroin-di-amerika.html

http://health.okezone.com/wafatnya-whitney-houston-bukti-kekejaman-narkoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s