DEXSTROAMPHETAMIN LOE!!!!!!!!!

DEXTROAMFETAMIN

Aloyaius Singgih Janu S. (088114058)

Yosef Himawan Yudha (088114089)

Antonius Pandu W. (088114122)

Ignasius Angrenaldo (098114030)

Ada yang kenal ngak Dextroamfetamin,

Molekul amfetamin memiliki dua stereoisomer yaitu Levoamfetamin dan dekstroamfetamin. L-amfetamin memiliki aktivitas yang lebih lemah daripada D-amfetamin. Dextroamphetamin adalah obat yang biasa digunakan dalam pengobatan rasa sakit dalam kanker  kronis. Dextoamphetamin biasa digunakan sebagai penstimulan untuk mengurangi kelelahan dan mengurangi nafsu makan. Efek yang dapat mengurangi nafsu makan ini juga dapat menimbulkan turunnya berat bahan. Hal ini biasanya sering disalahgunakan oleh mereka yang kelebihan berat badan dan menginginkan berat badan yang ideal.

Dextroamphetamin dapat menghasilkan efek menenangkan. Dextroamphetamin telah terbukti dapat menyebabkan kecanduan. Padahal penelitian membuktikan bahwa konsumsi dextroamphetamin yang berlebihan dapat menimbulkan ketidakseimbangan kimia di otak dan dapat menimbulkan kelainan mental seperti yang terdapat pada penderita schizoprenia.

Amfetamin dan derivatnya

Amfetamin (amfetamin, dekstroamfetamin, dan metamfetamin) menghasilkan efek pada reseptor simpatetik dan sebagai media pelepasan norephinephrine dari penyimpanannya di terminal saraf simpatetik (Levine, 1978).

Dekstroamfetamin (DAT)

Dextroamphetamine sulfate adalah dextro isomer dari senyawa d,l-amphetamine sulfate, suatu amin simpatomometik dari golongan amfetamin. Secara kimia, Dextroamphetamine adalah  d-alpha-methyl-phenethylamine, dan terdapat pada semua bentuk dari tablet Dextroamphetamine sulfate  sebagai sulfat netral. Rumus kimianya adalah (C9H13N)2·H2S04 dengan bobot molekul 368.50.

Gambar 1. Struktur Dextroamphetamin Sulfate

 

Gambar 2. Struktur D-amfetamin dan L-amfetamin

L-amfetamin memiliki aktivitas yang lebih lemah di bandingkan D-amfetamin karena pada L-amfetamin memiliki halangan steric yang lebih besar dibandingkan dengan dextroamfetamin untuk berikatan dengan reseptor (dapat terlihat dari gambar struktur).

 

Metabolisme DAT

D-amfetamin mengalami mtabolisme di hepar melalui reaksi oksidasi dan glukoronidasi. D-amfetamin teroksidasi menghasilkan 4-hydroxyamphetamine melalui kerja enzim CYP2D6, juga teroksidasi pada rantai samping α atau β yang menghasilkan alpha-hydroxy-amphetamine atau norephedrine. 4-hydroxyamphetamine dan norephedrine akan bergabung membentuk 4-hydroxy-norephedrine. Sedangkan Alpha-hydroxy-amphetamine akan mengalami deaminasi untuk membentuk phenylacetone yang selanjutnya akan diubah menjadi asam benzoat dan membentuk konjugat asam hippurat. Jalur metabolisme yang lain adalah dengan merubah DAT menjadi p-hydroxyamphetamine yang kemudian dirubah menjadi p-hydroxynorephedrine, tetapi metabolit ini hanya berjumlah sekitar 5% dari dosis DAT.

Pada pH urin normal, kira-kira separuh dari dosis DAT akan termetabolisme dan dikeluarkan lewat urin dalam bentuk derivat alpha-hydroxy-amphetamine sedangkan 30%-40% dari dosis dikeluarkan dalam bentuk amfetamin utuh. Karena DAT memiliki pKa 9,9 maka bentuk metabolit dlaam urin sangat dipengaruhi oleh pH urin, di mana bila pH urin tinggi, DAT akan sulit terionisasi sehingga lebih banyak dikeluarkan lewat urin dalam bentuk metabolitnya, sedangkan pada pH urin rendah, DAT dikeluarkan dalam jumlah banyak lewat urin. Gangguan hepar atau ginjal dapat menghambat eliminasi DAT.

Dosis Amfetamin dan dextroamfetamin:

Dewasa: Narcolepsi PO 5-60 mg/h

Anak lebih 6 thn: narcolepsi PO 5 mg/h saat awal, 5 mg/mg untuk dosis efektif. Sedangkan ADHD: PO 5 mg sekali –2 kali sehari awal, meningkat 5 mg/hr interval seminggu. Untuk anak-anak 3-5 tahun : ADHD PO 2,5 mg/hr meningkat 2,5 mg/h dalam seminggu.

Efek Samping DAT

  1. Sistem Kardiovaskular

Palpitasi, takikardi, kenaikan tekanan darah, kardiomyopati, infark kardia, dan kematian mendadak yang sangat jarang terjadi.

  1. Sistem Saraf

Overstimulasi, sulit beristirahat, sakit kepala, insomnia, euphoria, dyskinesia, dysphoria, tremor, gangguan motorik dan pendengaran.

  1. Saluran Cerna

Mulut kering, rasa tidak enak pada lidah, diare, konstipasi, anorexia, dan penurunan berat badan.

  1. Kulit

Urtikaria

  1. Sistem Hormon

Impotensi dan penurunan libido.

 

Overdosis

Gejala overdosis amfetamin yang umum meliputi sulit beristirahat, tremor, hyperreflexia, pernafasan cepat, tachypnea, kebingungan, agresif, halusinasi, panik, dilatasi pupil, sampai psikosis akut pada dosis yang sangat tinggi. Rasa lelah dan depresi sistem saraf pusat adalah akibat dari penekanan sistem saraf pusat dengan dosis tinggi. Gejala pada sistem kardiovaskular meliputi aritmia, hiper atau hipotensi, dan kolaps sistem kardiovaskular. Gejala pada saluran cerna meliputi nausea, muntah, diare, dan kram perut. Dosis letal pada manusia masih belum dapat dipastikan, tetapi pada percobaan pada hewan uji tikus, didapatkan nilai LD50 sebesar 96,8 mg/kg.

Dopamin

Dopamin merupakan precursor NE yang mempunyai kerja langsung pada reseptor dopaminergik dan ardenergik, dan dapat melepaskan NE endogen. Pada kadar rendah, dopamine bekerja pada reseptor dopaminergik D1 pembuluh darah, terutama di ginjal, mesenterium, dan pembuluh darah koroner. Stimulasi reseptor beta 1 menyebabkan vasodilatasi melalui aktivasi adenil siklase. Dengan demikian, infuse dopamine dosis rendah akan meningkatkan aliran darah ginjal, laju filtrasi glomerulus dan ekskresi Na+. pada dosis yang sedikit lebih tinggi dopamine meningkatkan kontraktilitas miokard melalui aktivasi reseptor beta1. Dopamine juga melepaskan NE endogen yang menambah efeknya pada jantung. Pada dosis rendah sampai sedang, resistensi perifer total tidak berubah. Hal ini mungkin karena dopamine mengurangi resistensi arterial di ginjal dan mesenterium dengan hanya sedikit peningkatan di tempat-tempat lain. Dengan demikian dopamine meningkatkan tekanan sistolik dan tekanan nadi tanpa mengubah tekanan diastolik (Syarif, dkk, 1995).

 

Gambar 3. Struktur Dopamin

 

Norephinephrine

Norephinephrine merupakan neurotransmitter yang dilepas oleh serat pasca ganglion adrenergic. NE bekerja terutama pada reseptor alfa, tetapi efeknya masih sedikit lebih lemah bila dibandingkan dengan efinefrin. NE mempunyai efek beta 1 pada jantung yang sebanding dengan efinefrin, tetapi efek beta 2 jauh lebih lemah daripada efinefrin (Syarif, 1995).

Gambar 4. Struktur Norephinephrine

VMAT

Reseptor-reseptor VMAT meliputi : Aspartat, asparagin, glisin, treonin, dan glutamate.

    (a)     Aspartat                                       (b) Treonin                                   (c) Asparagin

                       (d) glisin                                         (e) glutamate

Gambar 4. Struktur Dextroamphetamin Sulfate

Dextroamfetamin (D-Amfetamin) adalah obat yang bekerja pada susunan saraf pusat dan diberikan umumnya secara per oral. (D-Amfetamin) adalah d-isomer dari amfetamin. Dextroamfetamin memiliki aktivitas sebagai stimulan sistem saraf pusat yang lebih kuat daripada amfetamin rasemik, epinefrin dan katekolamin. Dextroamfetamin juga kurang toksik dibandingkan dengan amfetamin rasemik. Pemakaian secara klinis dari Dextroamfetamin umumnya untuk pengobatan nacrolepsy (gangguan tidur yang tak terkontrol) dan sebagai obat pendukung pengobatan attention-deficit disorder (penyakit hiperaktivitas pada anak-anak). Dextroamfetamin juga digunakan untuk mengatasi obesitas dan rasa lelah tetapi penggunaannya untuk hal tersebut masih kontroversial.

Mekanisme aksi        

Mekanisme utama dari dextroamfetamin dalam mempengaruhi sistem saraf pusat adalah dengan menghalangi reuptake neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin. Molekul dextroamfetamin memiliki struktur yang mirip dengan dopamin.

Gambar 5 . Mekanisme Inhibisi Reuptake Dopamin dan Norepinefrin

 

            Pada keadaan normal, dopamin maupun norepinefrin yang merupakan neurotransmiter akan dilepaskan ke celah sinapsis melalui mekanisme eksositosis. Neurotransmiter akan dibawa di dalam sebuah vesikel (vesicular monoamin transporter = VMAT) dan dilepaskan ke celah sinapsis menuju reseptor. Kemudian setelah menimbulkan efek, neurotransmiter akan dibawa kembali ke sel saraf melalui melewati monoamin transporter menuju vesikel. Dextroamfetamin akan berkompetisi dengan dopamin dan norepinefrin untuk melewati monoamin transporter dan masuk ke vesikel sehingga ada sebagian dopamin dan norepinefrin yang tertinggal pada celah sinapsis. Kemudian penumpukan dopamin dan norepinefrin ini yang akan menimbulkan efek stimulan.

Kecanduan

Gejala-gejala ketergantungan DAT:

–          Keinginan kuat atau kebutuhan untuk melanjutkan penggunaan obat.

–          Kebutuhan akan ditingkatkannya dosis untuk mendapatkan efek dari obat (toleransi).

–          “Withdrawal syndrome” akan terjadi setelah penggunaan obat dihentikan.

Obat-obat yang memiliki efek stimulan dapat dengan cepat menginduksi toleransi. Sehingga apabila kita meningkatkan dosis, kita akan akan dengan cepat menjadi toleran yang akan berujung pada kecanduan.

Mekanisme Kecanduan/Adiksi

Manusia, umumnya akan suka mengulangi perilaku yang menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Sesuatu yang menyebabkan rasa menyenangkan tadi dikatakan memiliki efek reinforcement positif. Efek ini bisa berasal dari obat-obatan, misalnya dextroamphetamine Pengaturan perasaan dan perilaku ini ada pada jalur tertentu di otak, yang disebut reward pathway. Perilaku-perilaku yang didorong oleh reward alami ini dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk survived (mempertahankan kehidupan) (Anonim, 2010).

Gambar 6. Dopamine Reward Pathway

 

Bagian penting dari reward pathway adalah bagian otak yang disebut: ventral tegmental area (VTA),nucleus accumbens, dan prefrontal cortex. VTA terhubung dengan nucleus accumbens dan prefrontal cortex melalui jalur reward ini yang akan mengirim informasi melalui saraf. Saraf di VTA mengandung neurotransmitter dopamin, yang akan dilepaskan menuju nucleus accumbens dan prefrontal cortex. Jalur reward ini akan teraktivasi jika ada stimulus yang memicu pelepasan dopamin, yang kemudian akan bekerja pada system reward. Dextroamphetamin bekerja meningkatkan pelepasan dopamin dari saraf dan menghambat re-uptake dopamin, sehingga menyebabkan kadar dopamin meningkat (Anonim, 2010).

Pengobatan untuk kecanduan DAT

Untuk pengguna jangka panjang harus mengurangi dosis obat secara perlahan di bawah pengawasan dokter atau detox center. Untuk pengguna jangka menengah, memerlukan perawatan detox di rumah sakit. Pengobatan sangat tergantung pada derajat ketergantungannya yang dipengaruhi oleh banyak dan lamanya pemakaian.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010,  Amino Acid, http://www.3rd1000.com/chem301/chem302r.htm

Anonim, 2010,  The Basic Science of GABA, http://www.teanerd.com/2007/04/basic-science-of-gaba-2007-spring-gaba.html

Anonim, 2010, Asparagine, http://groups.molbiosci.northwestern.edu/holmgren/Glossary/Definitions/Def-A/Asparagine.html

Anonim, 2010, Aspartate, http://www.edinformatics.com/math_science/science_of_cooking/aspartate.htm

Anonim, 2010, Dextroamphetamine, http://www.drugs.com/pro/dextroamphetamine.html#ixzz13ZuMkDyG, diakses tanggal 25 Oktober 2010

Anonim, 2010, Glycine, http://www.bmrb.wisc.edu/metabolomics/mol_summary/?molName=glycine

Anonim, 2010, Threonine, http://www.lookfordiagnosis.com/mesh_info.php?term=Threonine&lang=1

Anonim, 20101, Dopamin, http://medicatherapy.com/index.php/content/read/29/info-obat/dopamin

knol. Google.com/k/neurotransmitter# diakses pada tanggal 11 November 2010

http://www.drugabusehelp.com/drugs/dexedrine/, diakses tanggal 25 Maret 2012

http://www.projectknow.com/research/dextroamphetamine/, diakses tanggal 25 Maret 2012

 http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/03/05/tinjauan-farmakoterapi-terhadap-penyalahgunaan-obat/

Levine, Ruth R., 1978, Pharmacology: Drug action and Reactions, Ed. 2, Little, Brown and Company (Inc.), United State of America

Syarif, Amir, dkk., 1995, Farmakologi dan Terapi, ed. 4, UI Press, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s