Category Archives: Napza

Informasi terkait dengan bahaya napza atau narkoba terutama bagi generasi muda

Link

Alprazolam

ALPRAZOLAM

 Oleh :

Felix Pradana A.N  (098114071)

Joseph Singgih D   (098114077)

Jati Panantya         (098114087)


Nama Merek

Xanax XR, Alganax, Alprazolam OGB Dexa, Alviz, Atarax, Calmlet, Feprax, Frixitas, Soxietas, , Zypraz


Apa itu Alprazolam?

Alprazolam merupakan salah satu dari golongan obat Benzodiazepines atau disebut juga Minor Transquillizer dimana golongan ini merupakan obat yang paling umum digunakan sebagai anti ansietas. Alprazolam merupakan obat anti ansietas dan anti panik yang efektif digunakan untuk mengurangi rangsangan abnormal pada otak, menghambat neurotransmitter asam gama-aminobutirat (GABA) dalam otak sehingga menyebabkan efek penenang. Alprazolam diabsorbsi dengan baik di dalam saluran pencernaan dan bekerja cepat dalam mengatasi gejala ansietas pada minggu pertama pemakaian. Alprazolam memiliki waktu paruh yang pendek yaitu 12 – 15 jam dan efek sedasi (mengantuk) lebih pendek dibanding Benzodiazepines lainnya, sehingga tidak akan terlalu mengganggu aktivitas. Alprazolam juga aman digunakan bagi penderita gangguan fungsi hati dan ginjal dengan pemakaian di bawah pengawasan dokter.

Mekanisme Kerja Alprazolam

Berikatan dengan reseptor benzodiasepin pada saraf post sinap GABA di beberapa tempat  di SSP, termasuk sistem limbik dan formattio retikuler. Peningkatan efek inhibisi GABA menimbulkan peningkatan permiabilitas terhadap ion klorida yang menyebabkan terjadinya hiperpolarisasi dan stabilisasi.

 

Kegunaan Alprazolam

Kegunaan obat ini terutama untuk Anti-anxietas dan anti panik. Pada saat keadaan cemas dan panik terjadi penurunan sensitivitas terhadap reseptor 5HT1A, 5HT2A/2C, meningkatnya sensitivitas discharge dari reseptor adrenergic pada saraf pusat, terutama reseptor alfa-2 katekolamin, meningkatnya aktivitas locus coereleus yang mengakibatkan teraktivasinya aksis hipotalamus-pituitari-adrenal (biasanya berespons abnormal terhadap klonidin pada pasien dengan panic disorder), meningkatnya aktivitas metabolic sehingga terjadi peningkatan laktat (biasanya sodium laktat yang kemudian diubah menjadi CO2 (hiperseansitivitas batang otak terhadap CO2), menurunnya sensitivitas reseptor GABA-A sehingga menyebabkan efek eksitatorik melalui amigdala dari thalamus melalui nucleus intraamygdaloid circuitries, model neuroanatomik memprediksikan panic attack dimediasi oleh fear network pada otak yang melibatkan amygdale, hypothalamus, dan pusat batang otak.

Sehingga, terapi yang diberikan pada kecemasan yaitu anxiolitik atau antianxietas yang bekerja pada reseptor GABA dengan memperkuat aksi inhibitor GABA-ergic neuron sehingga hiperaktivitas mereda.

 

Interaksi

  • Dengan Obat Lain :

          Antifungi golongan azol, siprofloksasin, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, isoniasid, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kuinidin, verapamil meningkatkan efek alprazolam. Kontraindikasi dengan itrakenazol dan ketokenazol. Menguatkan efek depresi SSP analgetik narkotik, etanol, barbiturat, antidepresan siklik, antihistamin, hipnotik-sedatif. Alprazolam dapat meningkatkan efek amfetamin, beta bloker tertentu, dekstrometorfan, fluoksetin, lidokain, paroksetin, risperidon, ritonavir, antidepresan trisiklik dan substrat CYP2D6 lainnya. Alprazolam meningkatkan konsentrasi plasma imipramin dan desipiramin. Aminoglutetimid, karbamasepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin menurunkan efek alprazolam.

  • ·      Dengan Makanan :

Merokok menurunkan konsentrasi  alprazolam sampai 50 %. Jus grapefruit meningkatkan konsentrasi alprazolam. Makanan tinggi lemak, 2 jam sebelum pemberian bentuk lepas terkendali dapat memperpanjang Cmaks sampai 25 %. Sedangkan pemberian segera sesudah makan akan menurunkan Tmaks, bila makanan diberikan >=1 jam sesudah pemberian obat T maks akan meningkat 30 %.

Informasi Penting

  • Jangan gunakan obat ini jika anda memiliki alergi terhadap alprazolam atau  benzodiazepines lain seperti chlordiazepoxide (Librium), clorazepate (Tranxene), diazepam (Valium), lorazepam (Ativan), atau oxazepam (Serax). Obat ini dapat menyebabkan cacat bawaan terhadap janin. Jangan gunakan alprazolam jika anda hamil.
  • Sebelum menggunakan alprazolam beritahukan kepada dokter anda jika anda memiliki masalah pernafasan, glaukoma, penyakit ginjal dan hati, atau depresi dan pernah menjadi pecandu obat dan alkohol.
  • Jangan meminum alkohol bersamaan dengan alprazolam. Obat ini dapat meningkatkan efek alkohol. Obat ini hanya digunakan berdasarkan resep dokter. Jangan berbagi alprazolam dengan orang lain, khususnya pada orang yang pernah overdosis atau kecanduan obat. Simpan obat ini di tempat aman yang tidak dapat ditemukan orang lain.

Efek Samping

Jika kita menggunakan alprazolam kita menjadi sulit lepas dari obat ini karena memang memiliki potensi ketergantungan yang besar jika dipakai lebih dari dua minggu saja. Sulit lepas ini juga disebabkan karena efek putus zat obat ini sangat tidak nyaman, ada yang langsung tiba-tiba stop dan merasakan kecemasan yang lebih parah daripada sebelumnya.

Maka dari itu penggunaan obat ini harus hati-hati dan kalau bisa sesuai dengan indikasi saja. Belakangan karena potensi ketergantungan, toleransi (makin besar pake makin lama) dan reaksi putus zat, obat ini sudah tidak menjadi pilihan pertama lagi sebagai obat anticemas di Amerika Serikat, di sana lebih cenderung menggunakan Antidepresan gol SSRI seperti Sertraline, Fluoxetine, Paroxetine (Paxil).

Selain itu ESO yang ditimbulkan SSP : depresi, mengantuk, disartria (gangguan berbicara), lelah, sakit kepala, hiperresponsif, kepala terasa ringan, gangguan ingatan, sedasi; Metabolisme-endokrin : penurunan libido, gangguan menstruasi; Saluran cerna : peningkatan atau penurunan selera makan, penurunan salivasi, penurunan/peningkatan berat badan, mulut kering (xerostomia).

 

Anonim, 2011, http://health.kompas.com/direktori/detail_obat/5/Alprazolam, diakses tanggal 30   Maret 2012

Anonim, 2011, http://www.ottopharm.com/news/health_news/ansietas_kecemasan_berlebihan_             mengganggu_aktivitas.html, PT. Otto Pharmaceutical Industries

Sweetman SC. Et.al. Martindale:The complete drug reference, 34th ed., Pharmaceuticall Press                  2005.

The United States Pharmacopeial Convention,Inc. Advice for the patient Drug Information in      Lay  Language ;USPDI  17th ed. Rand McNally, Tauton, Massachusetts 1997

Advertisements

DEXSTROAMPHETAMIN LOE!!!!!!!!!

DEXTROAMFETAMIN

Aloyaius Singgih Janu S. (088114058)

Yosef Himawan Yudha (088114089)

Antonius Pandu W. (088114122)

Ignasius Angrenaldo (098114030)

Ada yang kenal ngak Dextroamfetamin,

Molekul amfetamin memiliki dua stereoisomer yaitu Levoamfetamin dan dekstroamfetamin. L-amfetamin memiliki aktivitas yang lebih lemah daripada D-amfetamin. Dextroamphetamin adalah obat yang biasa digunakan dalam pengobatan rasa sakit dalam kanker  kronis. Dextoamphetamin biasa digunakan sebagai penstimulan untuk mengurangi kelelahan dan mengurangi nafsu makan. Efek yang dapat mengurangi nafsu makan ini juga dapat menimbulkan turunnya berat bahan. Hal ini biasanya sering disalahgunakan oleh mereka yang kelebihan berat badan dan menginginkan berat badan yang ideal.

Dextroamphetamin dapat menghasilkan efek menenangkan. Dextroamphetamin telah terbukti dapat menyebabkan kecanduan. Padahal penelitian membuktikan bahwa konsumsi dextroamphetamin yang berlebihan dapat menimbulkan ketidakseimbangan kimia di otak dan dapat menimbulkan kelainan mental seperti yang terdapat pada penderita schizoprenia.

Amfetamin dan derivatnya

Amfetamin (amfetamin, dekstroamfetamin, dan metamfetamin) menghasilkan efek pada reseptor simpatetik dan sebagai media pelepasan norephinephrine dari penyimpanannya di terminal saraf simpatetik (Levine, 1978).

Dekstroamfetamin (DAT)

Dextroamphetamine sulfate adalah dextro isomer dari senyawa d,l-amphetamine sulfate, suatu amin simpatomometik dari golongan amfetamin. Secara kimia, Dextroamphetamine adalah  d-alpha-methyl-phenethylamine, dan terdapat pada semua bentuk dari tablet Dextroamphetamine sulfate  sebagai sulfat netral. Rumus kimianya adalah (C9H13N)2·H2S04 dengan bobot molekul 368.50.

Gambar 1. Struktur Dextroamphetamin Sulfate

 

Gambar 2. Struktur D-amfetamin dan L-amfetamin

L-amfetamin memiliki aktivitas yang lebih lemah di bandingkan D-amfetamin karena pada L-amfetamin memiliki halangan steric yang lebih besar dibandingkan dengan dextroamfetamin untuk berikatan dengan reseptor (dapat terlihat dari gambar struktur).

 

Metabolisme DAT

D-amfetamin mengalami mtabolisme di hepar melalui reaksi oksidasi dan glukoronidasi. D-amfetamin teroksidasi menghasilkan 4-hydroxyamphetamine melalui kerja enzim CYP2D6, juga teroksidasi pada rantai samping α atau β yang menghasilkan alpha-hydroxy-amphetamine atau norephedrine. 4-hydroxyamphetamine dan norephedrine akan bergabung membentuk 4-hydroxy-norephedrine. Sedangkan Alpha-hydroxy-amphetamine akan mengalami deaminasi untuk membentuk phenylacetone yang selanjutnya akan diubah menjadi asam benzoat dan membentuk konjugat asam hippurat. Jalur metabolisme yang lain adalah dengan merubah DAT menjadi p-hydroxyamphetamine yang kemudian dirubah menjadi p-hydroxynorephedrine, tetapi metabolit ini hanya berjumlah sekitar 5% dari dosis DAT.

Pada pH urin normal, kira-kira separuh dari dosis DAT akan termetabolisme dan dikeluarkan lewat urin dalam bentuk derivat alpha-hydroxy-amphetamine sedangkan 30%-40% dari dosis dikeluarkan dalam bentuk amfetamin utuh. Karena DAT memiliki pKa 9,9 maka bentuk metabolit dlaam urin sangat dipengaruhi oleh pH urin, di mana bila pH urin tinggi, DAT akan sulit terionisasi sehingga lebih banyak dikeluarkan lewat urin dalam bentuk metabolitnya, sedangkan pada pH urin rendah, DAT dikeluarkan dalam jumlah banyak lewat urin. Gangguan hepar atau ginjal dapat menghambat eliminasi DAT.

Dosis Amfetamin dan dextroamfetamin:

Dewasa: Narcolepsi PO 5-60 mg/h

Anak lebih 6 thn: narcolepsi PO 5 mg/h saat awal, 5 mg/mg untuk dosis efektif. Sedangkan ADHD: PO 5 mg sekali –2 kali sehari awal, meningkat 5 mg/hr interval seminggu. Untuk anak-anak 3-5 tahun : ADHD PO 2,5 mg/hr meningkat 2,5 mg/h dalam seminggu.

Efek Samping DAT

  1. Sistem Kardiovaskular

Palpitasi, takikardi, kenaikan tekanan darah, kardiomyopati, infark kardia, dan kematian mendadak yang sangat jarang terjadi.

  1. Sistem Saraf

Overstimulasi, sulit beristirahat, sakit kepala, insomnia, euphoria, dyskinesia, dysphoria, tremor, gangguan motorik dan pendengaran.

  1. Saluran Cerna

Mulut kering, rasa tidak enak pada lidah, diare, konstipasi, anorexia, dan penurunan berat badan.

  1. Kulit

Urtikaria

  1. Sistem Hormon

Impotensi dan penurunan libido.

 

Overdosis

Gejala overdosis amfetamin yang umum meliputi sulit beristirahat, tremor, hyperreflexia, pernafasan cepat, tachypnea, kebingungan, agresif, halusinasi, panik, dilatasi pupil, sampai psikosis akut pada dosis yang sangat tinggi. Rasa lelah dan depresi sistem saraf pusat adalah akibat dari penekanan sistem saraf pusat dengan dosis tinggi. Gejala pada sistem kardiovaskular meliputi aritmia, hiper atau hipotensi, dan kolaps sistem kardiovaskular. Gejala pada saluran cerna meliputi nausea, muntah, diare, dan kram perut. Dosis letal pada manusia masih belum dapat dipastikan, tetapi pada percobaan pada hewan uji tikus, didapatkan nilai LD50 sebesar 96,8 mg/kg.

Dopamin

Dopamin merupakan precursor NE yang mempunyai kerja langsung pada reseptor dopaminergik dan ardenergik, dan dapat melepaskan NE endogen. Pada kadar rendah, dopamine bekerja pada reseptor dopaminergik D1 pembuluh darah, terutama di ginjal, mesenterium, dan pembuluh darah koroner. Stimulasi reseptor beta 1 menyebabkan vasodilatasi melalui aktivasi adenil siklase. Dengan demikian, infuse dopamine dosis rendah akan meningkatkan aliran darah ginjal, laju filtrasi glomerulus dan ekskresi Na+. pada dosis yang sedikit lebih tinggi dopamine meningkatkan kontraktilitas miokard melalui aktivasi reseptor beta1. Dopamine juga melepaskan NE endogen yang menambah efeknya pada jantung. Pada dosis rendah sampai sedang, resistensi perifer total tidak berubah. Hal ini mungkin karena dopamine mengurangi resistensi arterial di ginjal dan mesenterium dengan hanya sedikit peningkatan di tempat-tempat lain. Dengan demikian dopamine meningkatkan tekanan sistolik dan tekanan nadi tanpa mengubah tekanan diastolik (Syarif, dkk, 1995).

 

Gambar 3. Struktur Dopamin

 

Norephinephrine

Norephinephrine merupakan neurotransmitter yang dilepas oleh serat pasca ganglion adrenergic. NE bekerja terutama pada reseptor alfa, tetapi efeknya masih sedikit lebih lemah bila dibandingkan dengan efinefrin. NE mempunyai efek beta 1 pada jantung yang sebanding dengan efinefrin, tetapi efek beta 2 jauh lebih lemah daripada efinefrin (Syarif, 1995).

Gambar 4. Struktur Norephinephrine

VMAT

Reseptor-reseptor VMAT meliputi : Aspartat, asparagin, glisin, treonin, dan glutamate.

    (a)     Aspartat                                       (b) Treonin                                   (c) Asparagin

                       (d) glisin                                         (e) glutamate

Gambar 4. Struktur Dextroamphetamin Sulfate

Dextroamfetamin (D-Amfetamin) adalah obat yang bekerja pada susunan saraf pusat dan diberikan umumnya secara per oral. (D-Amfetamin) adalah d-isomer dari amfetamin. Dextroamfetamin memiliki aktivitas sebagai stimulan sistem saraf pusat yang lebih kuat daripada amfetamin rasemik, epinefrin dan katekolamin. Dextroamfetamin juga kurang toksik dibandingkan dengan amfetamin rasemik. Pemakaian secara klinis dari Dextroamfetamin umumnya untuk pengobatan nacrolepsy (gangguan tidur yang tak terkontrol) dan sebagai obat pendukung pengobatan attention-deficit disorder (penyakit hiperaktivitas pada anak-anak). Dextroamfetamin juga digunakan untuk mengatasi obesitas dan rasa lelah tetapi penggunaannya untuk hal tersebut masih kontroversial.

Mekanisme aksi        

Mekanisme utama dari dextroamfetamin dalam mempengaruhi sistem saraf pusat adalah dengan menghalangi reuptake neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin. Molekul dextroamfetamin memiliki struktur yang mirip dengan dopamin.

Gambar 5 . Mekanisme Inhibisi Reuptake Dopamin dan Norepinefrin

 

            Pada keadaan normal, dopamin maupun norepinefrin yang merupakan neurotransmiter akan dilepaskan ke celah sinapsis melalui mekanisme eksositosis. Neurotransmiter akan dibawa di dalam sebuah vesikel (vesicular monoamin transporter = VMAT) dan dilepaskan ke celah sinapsis menuju reseptor. Kemudian setelah menimbulkan efek, neurotransmiter akan dibawa kembali ke sel saraf melalui melewati monoamin transporter menuju vesikel. Dextroamfetamin akan berkompetisi dengan dopamin dan norepinefrin untuk melewati monoamin transporter dan masuk ke vesikel sehingga ada sebagian dopamin dan norepinefrin yang tertinggal pada celah sinapsis. Kemudian penumpukan dopamin dan norepinefrin ini yang akan menimbulkan efek stimulan.

Kecanduan

Gejala-gejala ketergantungan DAT:

–          Keinginan kuat atau kebutuhan untuk melanjutkan penggunaan obat.

–          Kebutuhan akan ditingkatkannya dosis untuk mendapatkan efek dari obat (toleransi).

–          “Withdrawal syndrome” akan terjadi setelah penggunaan obat dihentikan.

Obat-obat yang memiliki efek stimulan dapat dengan cepat menginduksi toleransi. Sehingga apabila kita meningkatkan dosis, kita akan akan dengan cepat menjadi toleran yang akan berujung pada kecanduan.

Mekanisme Kecanduan/Adiksi

Manusia, umumnya akan suka mengulangi perilaku yang menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Sesuatu yang menyebabkan rasa menyenangkan tadi dikatakan memiliki efek reinforcement positif. Efek ini bisa berasal dari obat-obatan, misalnya dextroamphetamine Pengaturan perasaan dan perilaku ini ada pada jalur tertentu di otak, yang disebut reward pathway. Perilaku-perilaku yang didorong oleh reward alami ini dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk survived (mempertahankan kehidupan) (Anonim, 2010).

Gambar 6. Dopamine Reward Pathway

 

Bagian penting dari reward pathway adalah bagian otak yang disebut: ventral tegmental area (VTA),nucleus accumbens, dan prefrontal cortex. VTA terhubung dengan nucleus accumbens dan prefrontal cortex melalui jalur reward ini yang akan mengirim informasi melalui saraf. Saraf di VTA mengandung neurotransmitter dopamin, yang akan dilepaskan menuju nucleus accumbens dan prefrontal cortex. Jalur reward ini akan teraktivasi jika ada stimulus yang memicu pelepasan dopamin, yang kemudian akan bekerja pada system reward. Dextroamphetamin bekerja meningkatkan pelepasan dopamin dari saraf dan menghambat re-uptake dopamin, sehingga menyebabkan kadar dopamin meningkat (Anonim, 2010).

Pengobatan untuk kecanduan DAT

Untuk pengguna jangka panjang harus mengurangi dosis obat secara perlahan di bawah pengawasan dokter atau detox center. Untuk pengguna jangka menengah, memerlukan perawatan detox di rumah sakit. Pengobatan sangat tergantung pada derajat ketergantungannya yang dipengaruhi oleh banyak dan lamanya pemakaian.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010,  Amino Acid, http://www.3rd1000.com/chem301/chem302r.htm

Anonim, 2010,  The Basic Science of GABA, http://www.teanerd.com/2007/04/basic-science-of-gaba-2007-spring-gaba.html

Anonim, 2010, Asparagine, http://groups.molbiosci.northwestern.edu/holmgren/Glossary/Definitions/Def-A/Asparagine.html

Anonim, 2010, Aspartate, http://www.edinformatics.com/math_science/science_of_cooking/aspartate.htm

Anonim, 2010, Dextroamphetamine, http://www.drugs.com/pro/dextroamphetamine.html#ixzz13ZuMkDyG, diakses tanggal 25 Oktober 2010

Anonim, 2010, Glycine, http://www.bmrb.wisc.edu/metabolomics/mol_summary/?molName=glycine

Anonim, 2010, Threonine, http://www.lookfordiagnosis.com/mesh_info.php?term=Threonine&lang=1

Anonim, 20101, Dopamin, http://medicatherapy.com/index.php/content/read/29/info-obat/dopamin

knol. Google.com/k/neurotransmitter# diakses pada tanggal 11 November 2010

http://www.drugabusehelp.com/drugs/dexedrine/, diakses tanggal 25 Maret 2012

http://www.projectknow.com/research/dextroamphetamine/, diakses tanggal 25 Maret 2012

 http://zulliesikawati.wordpress.com/2009/03/05/tinjauan-farmakoterapi-terhadap-penyalahgunaan-obat/

Levine, Ruth R., 1978, Pharmacology: Drug action and Reactions, Ed. 2, Little, Brown and Company (Inc.), United State of America

Syarif, Amir, dkk., 1995, Farmakologi dan Terapi, ed. 4, UI Press, Jakarta

Minuman Beralkohol : Buruk kah???

             Awal taun kemaren, tepatnya 22 Januari 2012,  Indonesia dihebohkan sama berita kecelakaan maut di seputar Tugu Tani. Afriyani Susanti, pelaku utama kasus ini sukses membuat kesal masyarakat karna tampang ga bersalahnya setelah berhasil menewaskan sembilan orang pejalan kaki dan melukai 3 orang lainnya. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Rikwanto, mengeluarkan pernyataan resmi pada pada Senin (23/1) bahwa Afriani Susanti terbukti positif menggunakan NAPZA jenis amfetamin, serta mengkonsumsi minuman beralkohol. Afriani ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran pasal 310 UU no. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 283 dan 287 UU yang sama. Afriani juga terancam pasal 127 UU 35/2009 tentang Narkotika.

            Dari pasal tesebut, Afriyani dituntut  maksimal 6 tahun penjara dan denda 12 juta rupiah. Serasa ga adil ya?? Padahal Afriyani diketahui abis mengkonsumsi narkoba dan minuman keras, tapi gara-gara di Indonesia sampai saat ini belum ada undang-undang yang menghubungkan penggunaan alkohol dengan keselamatan lalu lintas, jadinya ya gitu deh. Meskipun alkohol merupakan zat adiktif, tapi karena dianggap “hanya” mengandung etanol yang punya dampak ga semerusak narkotik makanya alkohol ga dimasukin ke dalam UU narkotika sampai saat ini.

Eh, sebenarnya alkohol itu apa sih??

             Alkohol tu istilah yang dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut “grain alkohol” dan kadang untuk minuman yang mengandungalkohol. Hal ini karena emang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau kelompok alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia farmasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol.

              Minuman beralkohol dibuat dengan cara fermentasi khamir dari bahan baku yang mengandung pati atau gula tinggi. Bahan baku yang umum dipakai adalah biji-bijian (seperti jagung, beras, gandum, dan barley), umbi-umbian (seperti, kentang dan ubi kayu), buah-buahan (seperti anggur, apel, pear, cherry), tanaman palem (seperti aren, kelapa, siwalan, nipah), gula tebu dan gula beet, serta moless. Kandungan etanol yang dihasilkan dalam fermentasi minuman beralkohol biasanya berkisar sekitar 18% karena pada umumnya khamir tidak dapat hidup pada lingkungan dengan kandungan etanol di atas 18%.

Ada 3 golongan minuman beralkohol berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997, yaitu :

  1. Golongan A     : kadar etanol 1-5%, (bir)
  2. Golongan B     : kadar etanol 5-20%, (berbagai jenis minuman anggur)
  3. Golongan C     : kadar etanol 20-45 %, (Whiskey, Vodka, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).

Minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 2,5% – 55%  merupakan kelompok minuman beralkohol yang produksi, peredaran dan penjualannya ditetapkan sebagai barang dalam pengawasan.

Pengaruh Buruk Minum Beralkohol Untuk Kesehatan

Kebanyakan orang sudah tahu tentang bahaya dari akibat minuman keras atau minuman beralkohol ini. Salah satunya adalah menimbulkan kecanduan yang luar biasa, karena minuman keras atau minuman beralkohol ini mengandung zat aditif, yaitu zat yang jika masuk ke tubuh manusia walaupun dengan jumlah sedikit akan menimbulkan efek kecanduan yang luar biasa.

Pengaruh ketagihan akibat meminum alkohol bukannya bergantung kepada jenis alkohol tetapi jumlah yang diminum. Pada dasarnya terdapat dua pengaruh yang ketara pada penagih alkohol yaitu pengaruh jangka pendek dan jangka panjang.

Pengaruh pada otak dan saraf pada dasarnya setelah diminum, alkohol akan meresap dari usus kecil trus masuk ke aliran darah. Alkohol terus dibawa ke jantung kemudian dibawa ke seluruh tubuh. Dari sini ia terus meresap ke dalam otak dan seterusnya ke urat saraf. Otak merupakan salah satu organ penting yang dimiliki oleh manusia karena otaklah yang mengontrol segala kegiatan. Kerusakan saraf dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit seperti sindrom Wernicke-Korsakoff dan kerusakan sel-sel otak, yang seterusnya membawa kepada komplikasi psikiatri. Peminum mengalami halunisasi pendengaran, amnesia, paranoia, depresi, bahkan bisa punya kecenderungan membunuh diri lho.

Pengaruh pada hati pengaruh alkohol yang paling bahaya adalah pengaruh pada hati (hepar). Setiap kali seorang peminum mengambil alkohol, hatinya mendapat luka. Sel hati akan mati dan menjadi mengecil. Hal ini akan mengurangi kemampuan hati untuk berfungsi dengan sempurna. Pengecilan yang serius akan menyebabkan hati tidak dapat berfungsi langsung. Keadaan ini disebut sirosis hati dan boleh membawa maut. Pembengkakan hati (hepatitis) juga bisa disebabkan oleh kelebihan toksik alkohol. Pada mulanya menyebabkan hati mengembang dan lama kelamaan saluran darah akan mengecil. Ini menyebabkan darah tidak dapat mengalir ke hati dengan sempurna dan akhirnya saluran darah akan membengkak lalu pecah. Pada peringkat kritikal pengidap hepatitis akan mengalami muntah darah dan kotoran mereka akan bercampur dengan darah.

Penyakit jantung akibat dalam jangka dekatnya dapat dirasakan dengan meningkatnya detak jantung, dan juga keadaan jantung juga akan melemah sehingga tidak dapat bekerja dengan optimal. Sebenarnya ini terjadi karena minuman keras atau minuman beralkohol dapat merusak sel-sel tubuh dan juga termasuk sel-sel jantung, akibatnya kinerja jantung akan tidak optimal.

Pengaruh pada janin peminum alkohol kronik bagi wanita hamil menyebabkan kandungannya mempunyai ciri-ciri kecacatan seperti kekurangan berat badan, ukuran kepala yang terlalu kecil berbanding tubuh, keadaan muka yang rata, dan kelemahan sendi-sendi. Selain daripada pengaruh-pengaruh di atas, alkohol juga bertindak dengan berbagai sistem dan organ tubuh. Contohnya, pengaruh terhadap sistem peredaran tubuh menyebabkan darah lebih banyak dialirkan ke kulit. Ini menyebabkan kulit peminum menjadi kemerah-merahan. Peminum alkohol juga didapati lebih cenderung sering membuang air kecil karena etanol dapat meningkatkan hormon penahan kencing.

Meningkatnya kemiskinan Yah kalo yang ini teman-teman pasti tahu bahwa jika seseorang sudah ketagihan yang namanya minuman keras atau minuman beralkohol maka segala cara untuk mendapatkannya akan ditempuh, termasuk penghasilan yang seharusnya untuk mencukupi kebutuhan hidup akan digunakan untuk memenuhi kecanduannya akan minuman keras tersebut. Akibatnya kemiskian akan mudah menghampiri.

Nah demikian temen-teman dampak buruk alkohol bagi kesehatan kita, maka berpikiran beribu-ribu kali untuk mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan apalagi sampai kecanduan.

Tapi… gak selamanya lho mengkonsumsi minuman beralkohol itu memberi dampak buruk trus buat kita. Tenyata menurut beberapa penelitian, ada juga lho dampak baik alkohol buat tubuh kita, INGIN tau??? Berikut infonya :

Keuntungan Alkohol

  1. Berdasarkan penelitian oleh Dr. Hendriks, konsumsi alkohol selama 3 pekan oleh sembilan perempuan post menopouse yang tidak memiliki kebiasaan merokok ataupun mengonsumsi alkohol, dapat meningkatkan DHEAS (dehydroepiandrosterone) hingga 17% dan menaikkan HDL hingga 12%. Hormon DHEA (dehydroepiandrosterone) merupakan hormon yang berhubungan erat dengan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Wanita menopause mengalami peningkatan fungsi imun dalam waktu 3 minggu setelah diberikan DHEA.
  2. Dalam jumlah sangat kecil, alkohol dapat membantu orang merasa lebih santai atau mengurangi rasa cemas dan mengatasi psychosocial problem.
  3. Meminum alkohol secara reguler yang jumlahnya satu atau dua sloki/gram kecil per hari secara teratur dan tidak berlebihan, dapat melindungi tubuh dari penyakit pembuluh darah, diabetes,  batu empedu, menurunkan resiko penyakit rheumatik dan batu ginjal.
  4. The University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas pada tahun 1999 mengeluarkan hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa minum bir dalam takaran ringan akan mengurangi risiko serangan jantung koroner hingga 30-40% dibandingkan dengan yang tidak pernah minum sama sekali. Dalam hal ini kandungan antioksidan polyphenols diperkirakan berperan penting terhadap penurunan resiko ini. Selain itu, pada bulan November 1999, The New England Journal of Medicine menyatakan bahwa berdasarkan penelitian peminum bir dalam takaran yang ringan (tak berlebihan) akan memperoleh manfaat pengurangan risiko terserang stroke sampai sekitar 20 %.
  5. Bir bisa menurunkan kadar kolesterol karena tidak terdapat kolesterol dan lemak serta meningkatkan antioksidan dalam tubuh anda. Dengan catatan, kebiasan minuman bir ini perlu ditambah pengaturan pola makan serta olahraga yang teratur. Manfaat lain dari minuman ini bagi wanita adalah mencegah kepikunan. Para wanita yang minum bir sedikit saja dalam sehari memiliki risiko 20% lebih rendah untuk mengalami masalah dengan kemampuan mental di masa tua nanti.
  6. Mengkonsumsi bir dalam batas yang wajar bagi kaum manula dapat meningkatkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan kualitas tidur dan juga memperlancar buang air kecil.
  7. Konsentrasi polyphenol juga terdapat dalam anggur, terutama anggur merah, bisa menghindarkan dari resiko penyakit jantung dan juga kanker. Kandungan lainnya yang juga bermanfaat dalam minuman ini adalah Kalium, Kalsium, Magnesium, dan Zat Besi (penting untuk jantung, otot, pembentukan sel darah, serta tulang), Vitamin C (memperkuat daya tahan tubuh), dan Vitamin B (baik untuk syaraf dan pencernaan).
  8. Segelas champagne atau sparkling wine bisa mempercepat peredaran darah di tubuh dan membangkitkan vitalitas karena adanya zat CO2 yang mempercepat penyerapan alkohol dalam darah.

Begitu temen-temen sekilas info dari kita terkait minuman beralkohol. Semoga info yang kami berikan ini bermanfaat.  Dan… harapan kami semoga temen-temen bisa bijak klo mau mengkonsumsi minuman beralkohol. Ambil manfaat positifnya, jauhi dampak buruknya buat tubuh kita. Sayangi tubuhmu 🙂

Phe (08-004) ; Christi (08-011; Primaboti (08-040); Ellen (08-077);                 Tika (08-079)

Marijuana : “artis” papan atas ??? [try again to upload]

di https://yosefw.wordpress.com

ini merupakan salah satu artikel yang WAJIB anda baca ( maksa dikit siy,tapi gakpapa,hhe) .. Pasti anda membuang waktu 1 detik untuk berpikir ” mengapa wajib dibaca??” ^.^ karena artikel ini cukup banyak mengulas tentang artis multi generasi yaitu nona Marijuana (seperti nama seorang wanita :D ) .. Marijuana ini memang “ngartis” banget, dari tahun 1960-an saja dia sudah ngetop sampai sekaranh, dia naik daun tanpa youtube (jaman dulu belum ada youtube soalnya,hhe).. Eh,eh lagi asyik cerita, tiba-tiba ada yang nyeletuk “marijuana tu siapa y?”,hhi .. Kelupaan dikit niy 😀  Marijuana itu kalau jaman sekarang punya nama artis, nah nama artisnya G.A.N.J.A (dibaca : ganja, sambil nyanyi lagu d’bagindas c.i.n.t.a ‎​^.^ ) Nah, sekarang ini, di Indonesia, negara kita tercinta ini, lagi rame banget ‘ngomongin’ legalisasi ganja ..penasaran ‎​tidak??? penasaran aja lah yaa, wkkkkkkk :p langsung aja yuk kita ‘nggosip’

Berwujud irisan kering, berwarna hijau kecokelatan, berasal dari bunga, batang, biji, dan daun tanaman Cannabis sativa serta memiliki kandungan aktif delta-9-tetrahydrocannabinol, yang biasa disingkat THC di dalamnya.

artis yang satu ini punya banyak banget nama “palsu” …jadi, di setiap daerah namanya bisa beda-beda loo .. niy beberapa contohnya :   Aunt Mary, Boom, Chronic (Marijuana alone or with crack), Dope, Gangster, Ganja, Grass, Hash, Herb, Kif, Mary Jane, Pot, Reefer, Sinsemilla, Skunk, Weed .. agak lucu yaa nama-namanya, tapi intinya tetep sama .. MARIJUANA 🙂

…Sekilas info aja niy…

Marijuana biasanya digunakan dalam bentuk rokok atau cerutu. Bisa juga digunakan dengan “lintingan” (rokok kosong yang diisi kembali dengan campuran tembakau dan marijuana). Cara ini mampu menghantarkan kandungan aktif beserta nikotin dari rokok itu sendiri, diikuti pula dengan bahan kimia berbahaya yang lain. Rokok ini rasanya tajam dan khas, biasanya berbau manis keasaman. Cara lain yang dapat digunakan adalah mencampurkannya dalam makanan atau teh. Pada konsentrasi yang lebih tinggi terbentuk resin yang disebut ganja.

upz si nona Marijuana KATANYA siy bahayaa ,, bener gak ya ???? coba yukk kita lihat lagi untaian kata indah dibawah ini (yang nulis sambil tersipu malu,hhi :p )


 “Setan Marijuana”

 Menurut buku OLSON yang kita baca c mengenai toksisitas (baca:keracunan)

 THC sebagai salah satu zat psikoaktif yang utama dalam ganja mengikat reseptor anandamide di otak, memiliki efek stimulan, sedatif, atau halusinogen, tergantung pada dosis dan waktu setelah konsumsi. Pengeluaran katekolamin (yang mengakibatkan takikardia) dan penghambatan refleks simpatis (yang mengakibatkan hipotensi ortostatik ) dapat diamati secara langsung. Efek THC saat dihirup dalam rokok ganja, masuk ke paru-paru dan terbawa aliran darah hingga sampai ke otak. Di otak, jika THC sampai pada “tempat” yang disebut reseptor cannabinoid, akan menghilangkan beberapa reaksi seluler yang seharusnya terjadi. Beberapa daerah pada otak memiliki reseptor cannabinoid. Meningkatnya kerapatan reseptor cannabinoid pada otak mempengaruhi rasa senang, daya ingat, berpikir, konsentrasi, cara pandang dan koordinasi gerak. Pada akhirnya, orang yang biasa menggunakan rokok ganja akan kehilangan kemampuan intelektualnya (wooowww…serem aja)

Menurut laporan dari NIDA, pencobaan buat berhenti dari kecanduan ganja jangka panjang dapat menyebabkan mudah tersinggung, sulit tidur, penurunan nafsu makan, kecemasan dan rasa kecanduan itu muncul kembali. Gejala ini dimulai dalam waktu sekitar 1 hari, mencapai puncak pada 2-3 hari dan hilang dalam 1 atau 2 minggu setelah penghentian konsumsi marijuana yang berlebihan.

“Malaikat Marijuana”

Marijuana mempunyai bahan aktif yang potensial untuk terapi penghilang rasa sakit, mengendalikan mual, meningkatkan nafsu makan, dan mengurangi tekanan pada mata. Obat-obat yang beredar di pasaran yang berhubungan dengan cannabinoid antara lain adalah Marinol®, Cesamet®, dan Sativex®, yang disebut paling akhir berupa mouth spray dan disetujui di Kanada dan sebagian negara di Eropa sebagai penghilang rasa sakit yang berhubungan dengan kanker dan neuropathy pada sklerosis.

Setelah searching sana-sini, ternyata ada beberapa penelilti yang memang bergelut lama dengan ganja, dan mereka fokus dengan sisi positifnya. Ini beberapa daftar hasil penelitian yang melihat manfaat dari Marijuana :

  1. Ada studi ilmiah yang menyatakan bahwa senyawa cannabinol dan cannabidiol yang ada dalam ganja dapat melindungi syaraf (neuroproteksi) dengan menghambat dua proses molecular, dimana kedua proses molecular ini dapat merusak sel syaraf.

  2. Peneliti juga menyebutkan bahwa minyak dan biji ganja juga bisa dijadikan sumber pangan bagi manusia ^.^ jadi, rasio omega 6 dan 3 yang sehat bagi manusia menurut berbagai badan kesehatan dunia adalah 4:1. Dimana ketidakseimbangan rasio omega 6 dan 3 ini yang menjadi faktor beberapa penyakit. Menurut badan kesehatan, strategi yang paling baik dalam memperoleh keseimbangan rasio ini adalah memakan makanan yang rasio omega 6 dan 3-nya lebih baik dalam satu komposisi. Salah satu sumber makanan ini adalah biji ganja, yang memiliki rasio yang sesuai.Minyak dari biji ganja mengandung asam lemak tak jenuh super (super polyunsaturated fatty acid) yang langka seperti GLA (gamma-linoleic acid) dan stearidonic acid (SDA) dalam jumlah yang banyak. GLA sendiri itu merupakan asam lemak yang jarang dan tidak ditemukan dalam jenis biji-bijian lain, bahkan yang sudah menjadi konsumsi umum seperti biji rami, biji bunga matahari, kacang kedelai, biji labu, biji rapeseed (canola) atau minyak zaitun (olive oil). Minyak biji ganja ini juga tidak mengandung sama sekali trans fatty acid yang merupakan lemak jahat yang dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah, jadi kolesterol dalam tubuh pun tidak melebihi kadar senormalnya

  3. Para peneliti di Marylanddan Beijingtelah meneliti dan mempelajari komponen yang terkandung pada tanaman ganja atau cannabis yang terbukti dapat membantu mengurangi kecanduan cocaine pada suatu eksperimen dengan menggunakan tikus. Studi ini menemukan bahwa cannabidiol tidak menghasilkan efek inebriating, bahkan sangat efektif untuk menghentikan penurunan reseptor di otak yang disebabkan oleh cocain.

  4. Pada tahun 2005, para peneliti di National Institutes of Mental Health melaporkan bahwa non-psikoaktif cannabinoid cannabidiol (CBD) dapat mengurangi kematian sel akibat mengkonsumsi alkohol yang diinduksi dihippocampus dan etorhinal cortex dari otak dengan dosis tertentu hingga 60 persen. Studi ini merupakan demo pertama dari CBD sebagai in vivoneuroprotectant. Hasil penelitian ini publikasikan oleh The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics

Nah,kita dah ngebahas baik buruknya ganja…tau tidak kalau akhir-akhir ini ganja booming lagi terkait masalah pelegalan, sebenarnya masalah temen-temen setuju ganja dilegalkan atau tidak tergantung dari penilaian masing-masing yaa.. tapi.. sekedar berbagi informasi aja.. sebenernya orang-orang yang mendukung ganja itu dilegalkan karena mereka melihat dari sisi positif ganja itu sendiri. Mereka bahkan ngebentuk perkumpulan yang pro ganja dilegalkan!! Kalo nggak percaya buka aja di website ini www.legalisasiganja.com, diwebsite ini kita bisa membaca kenapa mereka mendukung ganja dilegalkan. Dan baru-baru ini mereka mengadakan kampanye “Ganja Medis” yang digelar pada tanggal 3-6 Oktober. Yah… salut buat semangat mereka!!

Nggak hanya itu…. ternyata banyak juga kalangan artis yang mendukung ganja dilegalkan, kita ambil satu orang artis yang pro banget.. Panji Pragiwaksono. Bang Panji sangat mendukung gerakan ini. Kenapa Bang Panji mendukung gerakan legalisasi ganja?? Itu karena dia melihat ganja dari sisi positifnya sob.. kita bisa ngelihat gimana aksi Bang Panji mendukung gerakan legalisasi ganja di

http://www.youtube.com/watch?v=IVROebOtb34

So.. sekali lagi.. apakah kalian pro atau kontra ganja dilegalkan, tergantung penilaian masing-masing yaa. Tulisan ini sebatas ingin menambah wawasan kita mengenai ganja, dan mencoba “mengenal” ganja luar dalam ^.^

pesan kami bagi semua yang sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini ……

Jadikan Marijuana (ganja) sebagai “ANGEL” ,, bukan sebagai “DEVIL” ^.^

uda luangkan waktu buat baca artikel kita , semoga bermanfaat :D

Daftar pustaka

http://www.drugfree.org/drug-guide/marijuana diakses pada tanggal 5 Oktober 2011

National Institute on Drug Abuse (NIDA) diakses pada tanggal 1 Oktober 2011

Olson, K. , 2006, Poisoning and drug overdose, Edisi V, MacGrewHill

www.legalisasiganja.com , diakses pada tanggal 6 Oktober 2011

www.legalisasiganja.blogspot.com

http://www.youtube.com/watch?v=IVROebOtb34

kreasi dari :

  1. Anasthasia Mardila          – 088114038

  2. Albertus Djanu Rombang  – 088114126

  3. Astaria Sekar Setiarum   – 088114144

  4. Agatha Ratri Prasetyo      – 088114145

,,,,

SHISHA:

CANDU ENAK???

….

DIBALIK KEUNIKAN NYETHE

Di susun oleh

Fransiska Anggitha K. (098114013)

Yosin Guruh Herawati (098114024)

Lidya Dinda (098114025)

Putut Wibisono (098114132)

Lia Susanti (098114135)

Cethe dan Nyethe !

Pengertian dari cethe sendiri adalah endapan atau ampas kopi, dan nyethe adalah proses pengolesan endapan kopi  pada rokok. Hal ini merupakan kebiasaan yang tidak lazim. Mengapa dikatakan tidak lazim? Karena caranya tidak meminum kopi saja atau merokok saja, tetapi dengan merokok sambil mengoleskan ampas kopi yang masih sedikit basah pada batang rokok. Ampas kopi yang digunakan biasanya berupa produk kopi lokal yang sangat halus. Kopi diseduh seperti biasa pada suatu wadah, dan didiamkan agar mengendap kemudian kopi diminum sampai yang tersisa hanya endapan. Endapan tersebut diambil dan atau dicampur dengan susu cair agar lebih mudah ditempelkan pada batang rokok. Biasanya rokok yang dicethe membentuk motif. Motifnya pun macam-macam mulai sulur, tulisan, tribal bahkan tokoh pewayangan juga bisa di cethe di rokok. Sehingga nyethe bisa juga di sebut batik rokok.

Di sana terbentuk suatu komunitas pecinta kopi cethe..Parapecinta kopi tersebut menikmati kopi cethe tidak hanya dilakukan pada malam hari tetapi siang hari ataupun di sela jam istirahat kantor. Di daerah Tulungagung dapat dengan mudah menemukan tempat kopi cethe bahkan disanadisediakan tempat yang cukup luas menyerupai pasar terbuka untuk para penikmat kopi secara beramai-ramai.Parapenikmat kopi ini menganggap kopi cethe adalah kenikmatan tersendiri karena aroma rokoknya menjadi lebih sedap dan dapat sebagai wadah komunitas dan mengakrabkan antar pecinta kopi.

Kopi yang dipakai untuk cethe lebih halus, sehingga memungkinkan untuk digunakan nyethe dengan membentuk motif. Hasilnya pun sangatlah unik. Keunikan inilah yang membuat para pecinta kopi dan rokok semakin menggemari kebiasaannya tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa kandungan rokok dan kopi memiliki efek adiksai bagi yang sering mengkonsumsinya. Berikut ini adalah uraian mengenai rokok dan kopi :

APA SIH ROKOK ITU?

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.

 

KANDUNGAN ROKOK

Zat pada rokok yang paling berbahaya adalah tar, nikotin dan karbon monoksida.

  1. Nikotin
  • Pada paru, nikotin dapat menghambat aktivitas silia sehingga nikotin bersifat adiktif dan psikoaktif. Perokok akan merasakan kenikmatan, kecemasan berkurang, toleransi dan keterikatan fisik. Hal itulah yang menyebabkan mengapa sekali merokok susah untuk berhenti.
  • Menyebabkan perangsangan terhadap hormon kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin meninggi, berakibat timbulnya hipertensi.
  • Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar.
  • Zat ini secara cepat akan meningkatkan denyut jantung segera setelah ia masuk ke dalam tubuh, maka terjadilah gangguan pada organ ini, antara lain aritmia atau gangguan irama jantung.
  • Sementara pada paru-paru, nikotin berpotensi besar menimbulkan gangguan bahkan kerusakan sel yang memicu terjadinya kanker paru.
  1. Tar
  • Bahaya nikotin dapat meningkatkan resiko serangan jantung.
  • Penyebab iritasi pada paru-paru sehingga menimbulkan batuk
  • Dapat membunuh sel dalam saluran udara dan paru-paru
  • Meningkatkan produksi lendir dan dahak di dalam paru-paru
  • Dapat menyebabkan KANKER PARU-PARU
  • Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru.
  • Memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering tejadi yang disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi.
  1. Karbon Monoksida

Memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernasapan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO sehingga sel darah merah akan semakin kekurangan oksigen. Sel tubuh yang menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan yaitu melalui kompensasi pembuluh darah dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses aterosklerosis (penyempitan). Penyempitan pembuluh darah akan terjadi dimana-mana. Di otak, di jantung, di paru, di ginjal, di kaki, di saluran peranakan, di ari-ari pada wanita hamil.

BAHAYA MEROKOK

  • Bagi perokok aktif

Perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung menghisapnya rokok. Bahaya yang di timbulkan antara lain :

ü     Penyakit jantung dan stroke.

ü     Kanker

ü     Osteoporosis.

ü  Katarak.

ü  Kerontokan rambut.

ü  Dampak merokok pada kehamilan, berpengaruh pada janin yaitu mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronchitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan asthma.

ü  Impotensi.

  • Bagi perokok pasif

Perokok pasif adalah orang yang tidak secara langsung menghisap rokok, tetapi menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut orang yang sedang merokok. Bahaya yang di timbulkan antara lain :

ü     Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung

ü     Masalah pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis

ü     Sakit atau pedih mata

ü     Bersin dan batuk-batuk

ü     Sakit kerongkong

ü     Sakit kepala

KOPI

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraks biji. Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit. Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh. Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi.

Kebaikan Minum Kopi

  • Penelitian telah menunjukkan bahwa kopi memiliki kemampuan luar biasa untuk melindung otak. Bukti menunjukkan, masyarakat Amerika Latin yang sering minum kopi giling dari biji kopi utuh memiliki risiko kecil terkena Alzheimer dan penyakit Parkinson.
  • Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi setara dengan dua cangkir kopi satu jam sebelum olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko nyeri otot hingga 48 persen. Sebelum olahraga, kopi akan merangsang produksi energi dan pembakaran lemak.
  • Kafein melakukan pengambilan glutamat yang merupakan penghambatan di otak, sehingga membuat tetap waspada dan siap beraktivitas.

Keburukan Minum Kopi

  • Kafein yang terisolasi tidak memberi manfaat kesehatan dari biji kopi dan dapat menjadi racun.
  • Minum kopi hitam sebaiknya tanpa gula sebab penambahan gula akan menyebabkan resistensi insulin.
  • Kopi merupakan zat pembentuk asam dalam tubuh. Pengasaman yang berlebihan dalam tubuh bisa menyebabkan masalah pada otot dan tulang, serta meningkatkan risiko terhadap penyakit degeneratif.
  • Kopi dapat mempengaruhi kelenjar adrenal
  • Efek negatif kafein bila diserap oleh tubuh secara berlebihan antara lain: kecemasan kronis, gelisah, lekas marah, insomnia, otot berkedut, dan diare. Kafein dalam jumlah yang lebih besar (yang dikandung oleh misal ”10 cangkir”  kopi yang diminum berturut-turut)  akan  bersifat racun bagi tubuh. Efek yang ditimbulkan antara lain: muntah, demam, dan kebingungan secara mental. Kafein dalam jumlah yang sangat besar bahkan dapat menjadi zat yang mematikan. Dosis mematikan bagi manusia adalah sekitar 10 gram, atau kira-kira  100 cangkir kopi yang diminum berturut-turut.

KESIMPULAN

            Berdasarkan uraian diatas, kita dapat melihat ternyata dibalik keunikan kopi cethe, terdapat dampak negatif yang mempengaruhi kesehatan. Walaupun keunikan tersebut dapat dijadikan sebagai ajang apresiasi seni yang membuat orang mengkonsumsi secara terus-menerus, kita juga perlu mempertimbangkan dan mengontrol kebiasaan tersebut.

SUMBER

http://bahayamerokok.com

http://www.gizi.net

http://nusaindah.tripod.com/akibatmerokok.htm

http://www.smallcrab.com/kesehatan/505-penyakit-yang-diakibatkan-merokok

http://peyank.wordpress.com/2007/11/01/racun-dalam-rokok/

http://www.anakpetani.web.id/2011/08/manfaat-dan-bahaya-minum-kopi.html#morevvv

Morfin… Resiko vs Manfaat???

Disusun oleh :

1. Yuliana Anggreani (088114184)

2. Viviane Theresia (088114185)

3. Pika (088114189)

4. Desi Natalia (088114190)

5. Peffley Lukito (088114193)

Kelas : FKK B 2008

Penyalahgunaan Morfin

Morfin berasal dari perkataan “Morpheus” yaitu dewa mimpi dalam mitologi Yunani. Morfin merupakan suatu kata yang tidak asing dalam dunia kedokteran. Dalam dunia kedokteran morfin merupakan analgesik narkotik yang biasa digunakan dalam operasi dan biasanya digunakan pada tentara di medan perang yang terkena tembakan pistol ataupun terkena tusukan benda tajam yang dengan terpaksa dalam keadaan darurat digunakan untuk menahan rasa sakit yang sangat berat.

Morfin merupakan agonis reseptor opioid, dengan efek utama mengikat dan mengaktivasi reseptor µ-opioid pada sistem saraf pusat. Aktivasi reseptor ini terkait dengan analgesia, sedasi, euforia, physical dependence dan respiratory depression. Morfin juga bertindak sebagai agonis reseptor κ-opioid yang terkait dengan analgesia spinal dan miosis.

Di dalam tubuh, morfin terutama dimetabolisme menjadi morphine-3-glucuronide dan morphine-6-glucuronide (M6G). Pada hewan pengerat, M6G tampak memiliki efek analgesia lebih potensial ketimbang morfin sendiri. Sedang pada manusia M6G juga tampak sebagai analgesia. Perihal signifikansi pembentukan M6G terhadap efek yang diamati dari suatu dosis morfin, masih jadi perdebatan diantara ahli farmakologi.

Morfin diberikan secara parenteral dengan injeksi subkutan, intravena, maupun epidural. Saat diinjeksikan, terutama intravena, morfin menimbulkan suatu sensasi kontraksi yang intensif pada otot. Oleh karena itu bisa menimbulkan semangat luar biasa. Tak heran bila di kalangan militer terkadang menggunakan autoinjector untuk memperoleh manfaat tersebut.

Potensi analgesik yang kuat, akhirnya membuat morfin menjadi cara untuk mengatasi kasus nyeri parah di rumah sakit. Misalnya saja, mengatasi nyeri pasca bedah, nyeri karena trauma, mengurangi nyeri parah kronik misalnya pada penderita kanker dan batu ginjal serta nyeri punggung. Di samping itu, morfin juga digunakan sebagai adjuvan pada anestesi umum. Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Penggunaan morfin harus disesuaikan dengan dosis dan frekuensi yang tepat. Penyalahgunaan morfin akan berakibat pada ketagihan yang bisa menimbulkan masalah social dan ekonomi.

Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia (rasa inilah yang sering dicari oleh penyalahguna morfin), rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan menyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.

Berbagai jenis penyalahgunaan morfin yang dapat kita lihat antara lain :

1. Penyalahgunaan morfin pada zaman perang untuk kepentingan pihak NAZI, di mana para tentara diberi morfin dosis tinggi dengan harapan stamina tentara selalu fit saat perang. Penyalahgunaan morfin di kalangan tentara merupakan salah satu jenis penyalahgunaan yang paling banyak ditemui

2. Penyalahgunaan morfin untuk mencapai rasa “fly” sehingga dapat mendapatkan euphoria (rasa senang yang luar biasa)

3. Penyalahgunaan morfin untuk menghindari masalah broken home, orang yang takut menghadapi kenyataan hidup, orang yang dikucilkan oleh masyarakat, dan orang-orang dengan masalah hidup berantakan. Mereka menyalahgunakan morfin untuk kepentingan pribadi dengan anggapan bahwa dengan mendapatkan euphoria, masalah mereka akan terselesaikan.

4. Penyalahgunaan morfin untuk meredam gairah seksual pada tentara perang. Pada masa perang, morfin diselundupkan dengan tujuan bukan untuk mendapatkan euphoria namun untuk meredam gairah seksual yang mungkin timbul pada masa perang.

Kaum morfinis sebenarnya mudah dikenali. Jika mereka tertangkap polisi dan ditahan. Sulit sekali untuk mungkir. Semua morfinis akan mengalami syndroma abstinensia, yaitu gejala yang timbul karena pemakaian obat yang dihentikan secara mendadak. Untuk gejala mata sipit (pupil mata mengecil) bukanlah ciri yang khas.

Syndroma Abstinensia akan muncul setelah 8-13 jam ketika masa kerja obat habis. Badan akan mengigil, dari hidung akan keluar cairan seperti waktu terkena flu, pupil mata akan melebar, bulu roma akan berdiri ,sementara rasa dingin bertambah kuat. Inilah yang disebut cold turkey. Setelah 48 jam bakal terjadi kejang perut yang disertai rasa sakit yang lumayan hebatnya dan diare berat (buang air besar 60 kali sehari). Keringat akan keluar bercucuran membasahi tempat tidur. Berat tubuh akan turun drastis. Jika mereka dibiarkan selama 7-10 hari , kemungkinannya ada dua. Sembuh total dengan disertai rasa kapok untuk memakainya lagi atau meninggal dunia.

Morfin menimbulkan dependensi fisik (addiktif = kecanduan yang dosisnya semakin meningkat) dan dependensi psikis (habituasi). Karena kehidupan orang tersebut sudah sepenuhnya tergantung dengan obat, maka merupakan sesuatu yang mustahil apabila pelanggaran ini dapat dirahasiakan selamanya.

Toleransi

Toleransi terhadap efek analgesik morfin cukup cepat. Ada beberapa hipotesis tentang bagaimana toleransi berkembang, termasuk fosforilasi reseptor opioid (yang akan mengubah konformasi reseptor), decoupling fungsional reseptor dari G-protein (yang mengarah ke desensitisasi reseptor), reseptor opioid mu-internalisasi dan / atau reseptor down-regulasi ( mengurangi jumlah reseptor yang tersedia untuk morfin untuk bertindak atas), dan upregulation dari jalur cAMP (mekanisme counterregulatory efek opioid).

Cara kerja morfin dalam tubuh adalah dengan menekan pusat pernapasan. Pemakai yang overdosis akan mengalami gangguan pernapasan yang fatal. Penyalahgunaan morfin mengakibatkan ketergantungan, pada wanita mengganggu siklus menstruasi, pada pria mengakibatkan impotensi, menyebabkan sembelit dan kematian.

Daftar Pustaka

Budavari, Susan. The Merck Index, 12th edition. Merck. 1996 Clark E.C.G. : Isolation and Identification of Drug, General Medical Counsil, London

Drs. Y.P. Jokosuyuno, 1980, Masalah Narkotika dan Bahan Sejenisnya, Penerbitan Yayasan Kanisius

James Scorzelli, 1987, Drug Abuse- Preventions and Rehabilitations In Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia

LeCouteur P. and Burreson J. Napoleon’s Buttons: How 17 Molecules Changed History. Penguin Putnam. 2003

Sudjono D, 1977, Narkotika dan Remaja, Penerbitan Alumni Bandung